
siang pun berganti senja sang raja siang pun sudah terbenam di ufuk barat
kiara baru membuka matanya setelah beberapa jam tertidur dengan pulasnya
kiara merasa tubuhnya lemas dan perutnya keroncongan karena semenjak sarapan kiara belum memakan apapun lagi
kepala kiara terasa sedikit berdenyut ketika akan berdiri penglihatannya mulai berkunang-kunang mungkin akibat dari benturan tadi dan belum sempat mengisi perutnya dengan benar
kiara berusaha membuka pintu kamar dengan rasa pusing yang dia tahan dan entah dari kapan sudah ada keenan yang berdiri di hadapannya
brughhh
kiara ambruk tepat di pelukan keenan
keenan panik karena kiara tiba-tiba pingsan untung saja dia setia menunggu kiara di depan pintu
keenan segera membawa kiara ke dalam kamarnya dan membaringkan kiara di atas tempat tidur
keenan menempelkan lengannya di kening kiara
tubuh kiara sangat panas dan wajahnya begitu pucat
tanpa menunggu lama keenan langsung menghubungi dokter pribadinya untuk memeriksa kiara
"bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya keenan kepada dokter yang baru saja selesai memeriksa keadaan kiara
"suhu tubuh ibu kiara jadi lebih tinggi karena luka di pelipisnya apalagi perut ibu kiara dalam keadaan kosong itu yang menyebabkan dirinya jatuh pingsan dan tidak ada energi " jawab dokter fajar secara detail
"Astaga gue sampe lupa kalau kiara belum makan lagi selain sarapan" keenan mengusap wajahnya frustasi
"saya sudah buat resep untuk ibu kiara anda tinggal menebusnya nanti di apotek dan nanti ada salep juga buat mengobati luka di pelipis istri anda biar cepat kering...
saya permisi pak keenan semoga istri anda cepat sembuh" doktar fajar berlalu meninggalkan keenan yang masih terdiam
"aahh ya baik dok terima kasih, hati-hati di jalan" keenan mengantar dokter fajar sampai depan pintu apartemennya
keenan berniat menelfon bagas untuk menyuruhnya menebus obat di apotik dan membeli makanan untuk makan malam
namun sayangnya panggilan dari keenan tak ada satupun yang di jawab oleh bagas
"**** .. gue lupa kalau sekarang bagas udaj punya istri" umpat keenan
akhirnya keenan memutuskan untuk pergi sendiri
keenan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena tidak ingin meninggalkan kiara sendiri terlalu lama
keenan mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada kiara agar istrinya itu tidak berpikiran yang macam-macam
__ADS_1
keenan kembali ke apartement dan kiara pun masih belum siuman
keenan menyimpan makanannya ke dalam kulkas agar nanti kiara terbangun dia bisa menghangatkannya untuk makan malam
keenan mengompres kening kiara karena suhu badannya belum turun juga
"eeemmmmhhhhh" kiara mulai tersadar dan membuka mata melihat ke sekelilingnya
"sayang hati-hati... kepalanya masih pusing ya" keenan membantu kiara untuk bangun dan menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang
"aku lapar" ucap kiara dengan wajah datarnya
"mas ambilkan, tunggu sebentar ya" keenan segera pergi ke dapur untuk mengambil makanan dan menghangatkannya terlebih dahulu
kiara yang sudah terlalu lapar akhirnya menyusul keenan ke ruang makan dengan jalannya yang sempoyongan dan satu tangan menahan kepalanya karena masih terasa sangat pusing
kiara duduk di meja makan tanpa keenan menyadarinya
"kenapa lama banget sih" tanya kiara ketus
"sayang kenapa keluar kamu tunggu di kamar aja" sahut keenan kaget karena kiara tiba-tiba ada di belakangnya
"aku lapar, kenapa lama?" tanya kiara yang semakin ketus
"iya sabar sup nya mas panaskan dulu, ini sudah selesai" jawab keenan menuangkan sup ke dalam mangkuk
keenan membawa satu mangkuk sup beserta nasinya dan satu gelas air putih untuk kiara
keenan pasrah saja karena tidak ingin memperkeruh suasana
"kamu masih marah sama mas? sini biar mas suapin kamu kan lagi sakit" ucap keenan dengan wajah lesunya
"gak usah yang sakit itu kepala aku bukan tangan aku" sentak kiara dengan ketusnya
"mas minta maaf sayang, ayolah jangan seperti ini, ijinin mas buat ngerawat kamu" keenan semakin sedih dengan sikap kiara yang tiba-tiba dingin kepadanya
"diam tidak usah di bahas lagi aku mau makan" sungut kiara
"jadi kamu udah maafin mas?" tanya keenan dengan wajah yang berbinar
"belum" sahut kiara enteng
keenan menghela nafas panjang melihat sikap kiara yang begitu berubah drastis kepadanya
sebetulnya kiara sudah sedikit melunak tapi kiara sengaja ingin mengerjai suaminya yang begitu cemburuan itu
keenan menatap nanar wakah kiara yang masih pucat makannya pun tidak selahap biasanya, rasa bersalah semakin keenan rasakan namun dia juga tidak mau terlalu lama kiara bersikap dingin kepadanya
__ADS_1
dddrrrtttt.....ddrrtttt....dddrrrttttt....
ponsel keenan berbunyi dan ada panggilan masuk dari bagas
"hallo"
"bos tadi lu telfon gue? ada apa?"
"tadinya gue mau nyuruh lu ke apotek buat nebus obat, gue gak mau ninggalin kiara sendiri tapi lu gak jawab telfon dari gue"
"sorry tadi gue lagi di jalan pulang, lu sakit bos? pantes tadi gak masuk kantor"
"bukan gue yang sakit tapi bini gue, yaudah gue tutup ya"
keenan menutup sambungan telfon dari bagas tanpa menunggu jawaban lagi dari bagas
keenan membantu kiara untuk kembali ke kamarnya awalnya kiara menolak tapi dengan bujukan keenan akhirnya kiara luluh juga
keenan memapah tubuh kiara begitu hati-hati dan merebahkan di atas tempat tidur
keenan menutupi kiara dengan selimut sampai setengah badannya
"sayang minum obat dulu biar mas ambilkan" keenan mengambil obat di atas nakas dan segelas air putih
kiara meminum obat yang di berikan keenan tanpa berbicara sepatah katapun
kiara kembali merebahkan tubuhnya dengan posisi membelakangi tubuh keenan dan tanpa menunggu lama kiara memejamkan matanya karena tidak ingin terlibat perdebatan lagi dengan keenan
keenan menatap punggung kiara yang membelakanginya
rasanya begitu sakit ketika di diamkan oleh orang yang kita sayangi meskipun masih jarak dekat tapi menurut keenan rasanya begitu jauh
keenan mengutuki kebodohannya sendiri jika bisa dia memutar waktu keenan tidak akan bersikap seposesif itu pada kiara
memang yang namanya penyesalan itu tidak datang di awal karena yang di awal itu namanya pendaftaran bukan penyesalan
krucuk....krucuk....krucuk....
perut keenan berbunyi tanda sang cacing di perutnya tengah berdemo dan meminta di isi
keenan baru sadar kalau dia sendiri pun belum sempat makan lagi selain sarapan tadi pagi di rumah orang tuanya
keenan meninggalkan kiara yang sudah terlelap tak lupa keenan mengecup kening kiara dan berlalu pergi meninggalkan kiara menuju dapur untuk mengisi perut keroncongannya
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
keesokan harinya kiara terbangun dengan tubuh yang lebih enakkan meskipun kepalanya masih sedikit pusing
__ADS_1
kiara melihat ke sampingnya tidak ada keenan disana di dalam kamar mandi pun sepi-sepi saja tidak terdengar orang yang sedang melakukan ritual mandinya
"tidur dimana dia" kiara bergumam