Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Pertunangan part 2 (bagas dan viola)


__ADS_3

kiara memutuskan untuk menelfon bianca tanpa harus menanyakan kepada bahas adiknya sedang berada dimana


tuuttt....ttuuttt.... tuuuttt


panggilannya masih belum di jawab oleh bianca, kiara masih setia menunggu sedangkan keenan asik mengobrol dengan bagas dan denis


"gue disini kiara" teriak bianca yang tiba-tiba muncul entah dari mana


"bi... I miss you so" kiara memeluk bianca yang sudah berada di hadapannya


"I miss you more baby, lu sih kemaren maen pergi aja gak nungguin gue balik dulu mentang-mentang udah baikan gue jadi di lupain" bianca pura-pura merajuk dan sedikit memonyongkan bibirnya


"sorry...sorry... urgent soalnya" kiara terkekeh geli


"bang keenan mana ki?" bianca clingak clinguk mencari keberadaan suami kiara


kiara menarik tangan bianca untuk mengikutinya


viola dan denis menatap bianca bingung karena memang belum mengenal siapa sebenarnya sosok bianca yang di gandeng oleh sahabatnya sedangkan keenan dan bagas terlihat santai dengan wajah datar mereka


"hai gue bianca, kita belum sempet ketemu kan gue adeknya bagas" bianca mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan viola


"what? adek?" kok mukanya gak mirip" viola bergumam di dalam hatinya


"woyyy ngelamun aja lu, tuh calon adek ipar lu di anggurin gak sopan lu" teriak denis menepuk pundak viola


"ahh iya sorry... gue viola" sahut viola kaku


"gausah kaku begitu vi, bianca beneran adeknya bagas cuman mukanya aja yang kagak mirip gue bisa pastiin keabsahannya" sahut kiara tertawa


bianca pun berkenalan dengan amanda dan denis


viola masih bertanya-tanya dalam hatinya bukan tidak percaya kalau bianca adalah adik bagas namun di lihat dari wajahnya bianca lebih kebule-bulean tapi kalau bagas wajahnya indonesia banget


terlihat jelas oleh bagas kalau viola sedang tidak fokus memikirkan sesuatu yang sudah jelas bagas tidak tau


"sayang kamu lagi mikirin apaan?" tanya bagas


"aku mau tanya sesuatu boleh?" bagas pun mengangguk mendengar ucapan dari viola


"bianca beneran adik kandung kamu" viola berkata sangat hati-hati takut menyinggung perasaan bagas


bagas tertawa mendengar pertanyaan istrinya yang sedikit konyol jika berfikir dengan pikiran jernih mana mungkin ada wanita yang tiba-tiba mengaku menjadi adik bagas


"kenapa muka aku sama bianca gak mirip ya? kamu lupa kalau papa aku bule? bianca lebih mirip ke papa makanya mukanya bule kalau aku lebih mirip mama yang asli jawa" bagas menjelaskan panjang lebar


"ya Tuhan aku sampai lupa kalau papa kamu bule... maaf ya


terus bianca bisa kenal sama kiara gimana ceritanya"

__ADS_1


"bianca dan kiara sudah berteman sejak TK tapi pas masuk SMA bianca ikut sama tante aku di luar negri sampai kuliah, aku juga baru tau kemaren kalau kiara dan bianca saling mengenal soalnya aku dulu tinggal di surabaya kan bareng eyang"


akhirnya viola mengerti dengan apa yang sudah bagas jelaskan


bagas menarik tangan viola untuk bergabung bersama keenan dan lainnya yang sedang menikmati hidangan yang sudah di siapkan


viola menatap bianca ada perasaan sedikit canggung karena sempat meragukan kalau bainca adalah adik kandung bagas


beruntung bianca mempunyai sifat yang ceria dan mudah akrab dengan orang baru


"hai kakak ipar duduk sini kita ngobrol-ngobrol" ajak bianca menepuk kursi kosong di sampingnya


viola pun menuruti keinginan calon adik iparnya duduk di sampingnya dan memulai percakapan mereka hingga suasana menjadi lebih hangat dan rasa canggung di antara mereka perlahan mencair


"bi maafin sikap gue yang tadi ya... jangan kesinggung" ucap viola tulus


"santuy sama gue mah, lu sahabat kiara berarti sahabat gue juga apalagi sebentar lagi lu bakal jadi kakak ipar gue" timpal bianca dengan mulutnya yang sudah penuh dengan makanan


"bi lu kesini gak di temenin pacar atau siapa gitu?" tanya kiara yang duduk di samping keenan


"astagfirullah kia gue lupa" bianca baru ingat dia kesini bersama kekasihnya


"lupa apaan" tanya kiara bingung


tanpa menjawab pertanyaan dari kiara


kiara merasa heran dengan tingkah aneh sahabatnya itu ternyata belum berubah dari dulu masih muda tapi sudah pikun untung aja masih ingat kalau kiara adalah sahabat kecilnya dulu


tak berselang lama bianca kembali membawa kekasihnya yang sejak tadi dia tinggal bersama kedua orang tuanya


"sorry tadi gue lupa kalau kesini ngajak pacar gue" bianca terkekeh merasa geli dengan tingkahnya sendiri


"kamu tuh sama pacar sendiri aja lupa, untung sayang kalau engga aku udah pulang dari tadi" sahut kekasih bianca yang berdiri tepat di belakang kursi keenan


sontak saja kiara menoleh ke arah suara yang familiar di telinganya


kiara membulatkan matanya ketika melihat kekasih bianca yang memang sudah dia kenal sejak lama


"justin" pekik kiara


DEG...


hati keenan merasa tersentak mendengar nama justin yang sudah tidak asing di telinganya


keenan berbalik untuk memastikan apakah justin yang sama dengan yang pernah dia lihat saat pria itu memeluk istrinya


keenan langsung menyemburkan air yang sudah ada di dalam mulutnya


"mas kamu gapapa?" tanya kiara panik

__ADS_1


"gapapa" jawab keenan santai


sedangkan semua orang yang ada disana menatap keenan dengan tatapan penuh tanya


bianca mengajak justin duduk tepat di samping keenan tentu saja membuat keenan menjadi sangat canggung


berbeda dengan justin yang keliatan biasa saja karena mungkin saat itu justin tidak terlalu memperdulikan keberadaan keenan


"bi lu dari kapan pacaran sama justin? kok gak cerita sama gue?" tanya kiara penasaran


"udah hampir setaun ki, sorry gue bukannya gak mau cerita tapi kalau cerita lewat telfon atau chat kan gak seru, gue mau curhat langsung ketemu sama lu eh taunya malah gak sengaja ketemu disini sama justin" bianca menjelaskan panjang lebar


"berarti pas gue ketemu sama lu waktu itu lu lagi liburan bareng bianca, sialan kenapa lu gak bilang kampret" kiara melempar justin dengan sendok di hadapannya


"selow kali ki, gimana gue mau bilang waktu itu lu langsung cabut, sorry dah sorry" ucap justin


"lu juga diem bae pas gue curhat pas ketemu justin malah cengengesan" timpal menatap tajam bianca


bianca hanya nyengir dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal


suasana tiba-tiba hening hanya terdengar suara sendok dan garpu yang berdentingan di antara mereka


"sepi amat kayak di kuburan" ucap denis mencairkan suasana


"manda kamu nginep di apartemen aja ya, besok masih libur kan sekolahnya" ajak kiara kepada amanda yang sejak tadi hanya berdiam diri


"aku minta ijin sama mami papi dulu ya kak" sahut amanda malu-malu


"amanda masih sekolah pantesan mukanya masih unyu-unyu" timpal bianca


amanda hanya tersipu malu mendengar pujian dari bianca


"bang keenan mukanya jangan di tekuk gitu dong, senyum dikit napa" ucap bianca


"iya bos mukanya asem banget, jangan terlalu tegang lah rileks aja" sahut bagas


"bang lu masih dendam sama gue, sorry yak waktu itu gue reflek aja gitu meluk kiara udah lama banget kita gak ketemu, gue juga gak tau kalau kalian udah meried" timpal justin


"maafin justin ya bang keenan dia orangnya emang suka jahil, kita udah sahabatan dari dulu bang percaya sama kiara gak mungkin macem-macem dia" bianca kembali membuka suaranya menceritakan tentang persahabatan antara kiara justin dan dirinya


"iya bang gue jamin kiara orangnya setia dulu aja pas pacaran sama si kampret adrian dia setia padahal cuman cinta monyet doang" seloroh justin dengan santainya


"adrian? siapa lagi dia" keenan mengerutkan keningnya betapa banyak orang-orang di masa lalu kiara yang belum dia ketahui


## ***yang sudah mampir mari tinggalkan jejak


biar aouthor makin semangat up nya


selamat membaca semuanya***###

__ADS_1


__ADS_2