
keenan dan kiara saat ini sudah sampai di kediaman adi wijaya dan sudah terlihat mobil kedua orang tua kiara yang sudah lebih dulu sampai
keenan menuntun tangan kiara manja seperti seorang ayah yang ingin membawa anaknya menyebrang jalan
kiara tersenyum kecil melihat tingkah suaminya yang mendadak aneh
mulai dari memandang kiara sembari senyum-senyum sendiri sampai menanyakan sesuatu yang menurut kiara tidak penting untuk di pertanyakan
keenan dan kiara di sambut meriah oleh kedua orang tua mereka dengan senyuman tersungging di setiap sudut bibir mereka
"selamat ya menantu cantik mami sekarang udah lulus, sebentar lagi bisa ya kasih kita cucu" mami yasmin memeluk erat kiara sembari melirik suami dan besannya
"selamat ya ki... sekarang sudah jadi istri seutuhnya bukan nyambi mahasiswa lagi" papi adi tertawa renyah
"makasi ya mi... pi" kiara tersenyum ke arah mertuanya
"ya sudah kalian semua pasti sudah lapar kan, kita makan siang dulu ya" ajak mami yasmin kemudian semuanya berlalu menuju ke ruang makan
"wah tumben masakannya spesial " ucap keenan berdecak melihat makanan yang kesukaannya
"iya dong spesial buat menantu putra dan mami yang paling cantik dan paling tampan" sahut mami yasmin menjawil dagu kiara
kiara tersipu mendengar pujian dari mami mertuanya, mami linda dan papi krisna pun tersenyum melihat putri kesayangannya di perlakukan dengan baik dan begitu di sayangi oleh mertuanya
ada rasa tenang di dalam hati keduanya karena mereka sudah tidak salah menerima keenan menjadi menantunya
mereka mulai menyantap semua hidangan yang sudah di siapkan
hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu yang saling beradu di atas meja makan
mereka menghabiskan waktu untuk bercengkrama di taman belakang rumah setelah menghabiskan semua hidangan utama dan hidangan penutup yang sengaja di suguhkan untuk kiara yang hari ini telah wisuda
"sayang kalian kan sudah hampir 5 bulan menikah belum ada tanda-tanda mau kasih kami cucu?" tanya mami yasmin kepada kiara yang sedang memainkan ponselnya
kiara terpaku mendengar kata cucu memang sampai saat ini kiara dan keenan belum ada pembicaraan mengenai anak mereka terlalu menikmati masa-masa pernikahan mereka yang seperti orang batu pertama kali pacaran maklumlah kiara dan keenan baru mengenal satu sama lain sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk menikah
"kita terus berusaha mi, doakan saja supaya kiara cepat di beri kepercayaan untuk mengandung buah hati kami" ucap keenan menatap intens kiara
"tapi usahanya jangan terlalu lama keenan, kami semua sudah semakin tua ingin segera menimang cucu" seloroh papi krisna
__ADS_1
"pasti pi" jawab keenan tegas
sedangkan kiara lebih banyak diam karena bingung harus menjawab apa ketika di tanya masalah anak entah kiara yang belum siap atau mereka yang masih ingin menikmati masa-masa berdua mereka sebelum hadirnya buah hati mereka
waktu berlalu begitu cepat tak terasa sang raja siang pun mulai terbenam di ufuk barat
kedua orang tua kiara memutuskan untuk pulang terlebih dahulu
sementara keenan dan kiara masih berada di rumah orang tua keenan karena ada hal yang ingin di bicarakan oleh papi adi
papi adi meminta keenan untuk berbicara di ruang kerjanya sedangkan kiara tengah asik mengobrol di ruang tengah bersama mami mertuanya
tak lama keenan pun keluar dari ruangan kerja papi adi dan menghampiri kiara
terlihat wajah keenan berbeda dari saat pertama masuk ke ruang kerja papi adi
kiara tak berani menanyakan langsung di hadapan mami yasmin kiara memilih untuk menanyakannya nanti kalau mereka sudah pulang ke apartemen
"sayang dinner bareng temen-temen jam berapa? mau pulang dulu apa langsung berangkat dari sini" tanya keenan mengelus rambut kiara lembut
"pulang dulu ya mas aku mau mandi dulu masa iya dinner pake baju begini" keenan menatap kiara yang masih mengenakan kebaya
"loh kirain mau nginap disini" wajah mami yasmin berubah sendu
"weekend kita nginep disini, janji" keenan tersenyum ke arah mami yasmin
keenan dan kiara pun berlalu meninggalkan rumah kedua orang tuanya
sesampainya di apartemen kiara berniat untuk menanyakan tentang pembicaraan keenan dan papi adi namun lagi-lagi viola dan denis sudah menanyakan keberadaan kiara karena mereka sudah menunggu di sebuah restoran
kiara bergegas ke kamar mandi dan bersiap-siap begitupun keenan
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
"lama banget sih berangkat dari amsterdam lu berdua?" sungut denis kesal
"sorry... kita baru balik dari rumah papi adi" ucap kiara mendudukan bokongnya di samping denis
"vi lu sendiri? bagas mana?" tanya kiara clingak clinguk
__ADS_1
"tuh di belakang laki lu" tunjuk viola dengan dagu nya
"nah lu cumi tumben amanda kagak di ajak?" kiara kembali bertanya kepada denis
"amanda di larang keluar sama papi nya, gue gak bisa maksa takut gak di kasih restu" denis terkekeh
mereka bertiga membicarakan kegiatan apa yang akan mereka lakukan sekarang
kalau kiara sudah jelas dia akan menjadi ibu rumah tangga yang baik dan sholeh sedangkan viola mulai sibuk mempersiapkan pernikahannya yang tinggal beberapa minggu lagi
denis hanya melamun memikirkan nasibnya karena di tinggal nikah terlebih dahulu oleh kedua sahabatnya
sedangkan keenan dan bagas tengah serius membicarakan pekerjaan mereka yang sempat tertunda
"lu kenapa tiba-tiba bete gitu" tanya viola kepada denis
"gue pasti ngerasa kesepian tanpa kalian, gue bingung mau ngapain setelah ini" denis menghela nafas panjang
"kok di bahas lagi sih, kita masih bisa ketemu, ngumpul lagi kayak gini... kita masih tinggal satu kota bambang gak bakalan kemana-mana" timpal kiara sembari menegak jus strawbery favoritnya
"udah dong jangan melow gitu kita gak bakalan saling ninggalin meskipun status kita udah menikah, lu gak bakalan ngerasa kesepian kita bakalan selalu ada kapanpun buat lu" viola dan kiara merangkul pundak secara bersamaan
bagas yang memang cemburu melihat kedekatan viola dan denis membulatkan matanya ketika melihat ketiga sahabat itu sedang berpelukan sontak saja bagas langsung melepaskan pelukan persahabatan mereka dan duduk di antara viola dan denis
sedangkan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah bagas dan segera duduk di samping kiara
"kamu kenapa sih? mukanya asem banget gitu" tanya viola kepada bagas
"laki-laki sama perempuan di larang pelukan kalau bukan muhrim" sungut bagas ketus
"bilang aja lu cemburu kapur bagus, bang keenan aja santai kenapa lu kebakaran jenggot" sahut denis terkekeh
"iya lebay lu, mereka tuh sahabatan udah lama banget gas udah kayak sodara ngapain lu mesti cemburu" timpal keenan mengecup tangan kiara yang berada di dalam genggamannya
"kita itu best friend forever, bukan sahabat jadi cinta... camkan itu bagas aditama" sahut kiara
tegas
mereka semua tertawa melihat tingkah bagas yang seperti anak kecil yang takut kehilangan mainannya apalagi denis tak henti-hentinya meledek bagas sampai bagas terlihat kesal
__ADS_1
namun viola bisa meredam emosi bagas dengan caranya sendiri hingga suasana yang tadinya mulai memanas kini mencair kembali dengan candaan absurd dari denis, kiara dan viola