
setelah berhasil membangunkan kiara dengan beribu cara akhirnya mereka pergi makan siang terlebih dahulu di sebuah resto yang dekat dengan kantor keenan
kiara masih dengan wajah cemberutnya karena masih merasa ngantuk dan malas untuk makan siang akhirnya keenan memesan semua makanan kesukaan kiara tak peduli mau di makan atau tidak oleh kiara
keenan yang sudah menahan perutnya yang keroncongan akhirnya memutuskan untuj makan terlebih dahulu tanpa menunggu kiara
keenan makan begitu lahapnya tak peduli dengan wajah cemberut kiara
"sayang beneran gak mau makan? enak nanget lho" tawar keenan yang semakin menggoda kiara dengan makanan yang sedang di makannya
"gak nafsu" jawab kiara ketus
"nafsunya sama junior mas ya" keenan mengangkat sebelah alisnya
"gak lucu" sungut kiara
"siapa juga yang ngelucu orang mas bukan pelawak" sahut keenan santai
"mas aku ngantuk, mau tidur" kiara mengerucutkan bibirnya
"iya nanti di rumah mami kamu lanjut tidur,
aaaaaa sekarang makan dulu" keenan menyodorkan ke mulut kiara
terpaksa kiara menerima suapan dari suaminya karena memang kiara juga sudah merasa lapar namun karena gengsinya terlalu tinggi dia leboh memilih menahan rasa laparnya dan kembali dengan aksi merajuknya
"kenapa makanannya enak banget, jadi mau nambah lagi kan" kiara bergumam dalam hatinya
"kenapa melamun? makanannya enak kan? apalagi ni cumi sama udangnya pasti kamu suka banget" keenan menyodorkan cumi dan udang makanan kesukaan kiara
"kamu mah curang mana bisa tahan aku ngeliat beginian" kiara langsung melahap cumi dan udang di hadapannya
sedangkan keenan hanya tertawa melihat tingkah istrinya yang menggemaskan
tidak salah ternyata keenan memesan kedua masakan kiara hingga akhirnya kiara mengalah dan mau mengisi perutnya sebelum berangkat menuju rumah mertuanya
keenan menatap kiara yang sedang melahap makanan di hadapannya sampai tandas tak bersisa sedikitpun
"sudah kenyang?" tanya keenan menatap kiara
__ADS_1
di balas anggukan oleh kiara
keenan dan kiara pergi meninggalkan restoran dan langsung pergi menuju rumah papi adi
kiara yang kekenyangan akhirnya tertidur dengan pulas di mobil
keenan mengelus kepala kiara lembut tak berselang lama akhirnya mereka sampai di kediaman orang tua keenan
keenan menggendong kiara masuk ke dalam rumah tanpa berniat untuk membangunkannya
"kiara kenapa sayang?" tanya mami yasmin khawatir karena melihat kiara di gendongan keenan
"gapapa mi kiara hanya tidur, aku antar ke kamar dulu ya" pamit keenan mengantarkan kiara ke kamarnya di lantai atas
keenan membaringkan tubuh kiara di atas ranjangnya setelah memastikan kiara tidur dengan posisi nyaman keenan meninggalkannya agar kiara bisa tidur tanpa terganggu
keenan turun ke lantai bawah berniat untuk menemui mami yasmin karena ada sesuatu yang ingin keenan bicarakan
"mi keenan mau bicara, keenan bicara di taman belakang ya" ajak keenan kepada mami yasmin dan di ikuti mami yasmin di belakangnya
"ada apa nak?" tanya mami yasmin mendudukan bokongnya di samping keenan
"kalau kiara belum siap tidak usah terburu-buru sayang mungkin kalian belum di beri kepercayaan sama Allah pasangan lain juga banyak yang belum punya anak setelah menikah bertahun-tahun, yang sabar dan terus berusaha ya"mami yasmin mencoba menasehati keenan
"kiara gak keberatan kok mi buat periksa, tapi aku minta sesuatu sama mami kalau ada hal yang tak di inginkan terjadi mami harus berjanji tak akan membuat keenan dan kiara berpisah" sahut keenan dengan wajah yang semakin sedih
mami yasmin langsung memeluk anak semata wayangnya dengan begitu hangat
mami yasmin mengelus rambut keenan lembut berusaha menenangkan keenan bahwa semuanya akan baik-baik saja untuk urusan keturunan mungkin saja mereka belum waktunya untuk memiliki seorang anak
"mami tidak sejahat itu sayang, jangan berpikiran yang aneh-aneh berbahagialah dengan kiara apapun yang akan terjadi kedepannya" mami yasmin mengurai pelukannya dan tersenyum kepada keenan
"makasih ya mi, mami memang yang terbaik" keenan kembali memeluk maminya dengan erat
tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sudah menyaksikan interakasi mereka dari atas balkon
kiara tersenyum melihat keenan begitu manja dengan maminya berbeda ketika saat bersama dengan dirinya malah kiara yang lebih manja kepada suaminya
kiara masuk kembali ke dalam kamar dan berniat untuk menyusul suami dan mertuanya ke taman belakang rumah
__ADS_1
"sayang sudah bangun?" tanya mami yasmin memeluk menantu kesayangannya
"maafin kia ya mi, bukannya bantu-bantu mami di rumah malah keenakan tidur" ucap kiara menundukan wajahnya malu
"gapapa sayang kan sudah ada bibi, mami juga cuman diem aja gak ngerjain apapun" sahut mami yasmin kepada kiara
"mas mau balik ke kantor lagi gak?" tanya kiara masih dalam pelukan mami mertuanya
"mas masih ada meeting jam 3 gapapa ya mas balik lagi ke kantor?"
"iya gapapa, aku mau belajar masak aja sama mami disini sambil nunggu kamu pulang"
"istri yang baik, yaudah mas berangkat ya... mi titip istri keenan ya" keenan tersenyum den mengecup kening kiara
"hati-hati mas" kiara mengecup punggung tangan keenan
keenan melajukan mobilnya meninggalkan rumah orang tuanya
kiara menatap kepergian suaminya dengan senyuman dan masuk kembali ke dalam rumah setelah mobil keenan menghilang dari pandangannya
mami yasmin menggandeng tangan kiara memasuki rumah dan berniat untuk mengajari kiara untuk memasak makanan kesukaan keenan
kiara begitu memperhatikan apapun yang di ajarkan mami mertunya mulai dari memberi tahu resepnya dan mengeluarkan satu persatu bahan masakan dari dalam lemari es dan mulai tahap demi tahap untuk memulai memasak masakan kesukaan suaminya
kiara langsung mempraktekan semua yang sudah di ajarkan oleh mami yasmin
kiara mulai memotong sayuran, mencuci daging dan meracik bumbu sesuai arahan dari mami mertuanya
Kiara tampak begitu antusias memasak dengan harapan hasil masakannya akan lezat dan tidak mengecewakan suaminya
"sepertinya kamu gak kesulitan sama sekali sayang, gak butuh waktu lama agar kamu bisa cepat pintar memasak" ucap mami yasmin bangga
"mami bisa aja, kiara akan selalu belajar dan berusaha buat jadi istri yang baik buat mas keenan mi termasuk memanjakan mas keenan dengan masakan kiara semoga hasilnya memuaskan" sahut kiara panjang lebar
"mami percaya sama kamu sayang, ayo lanjutin lagi masaknya" mami yasmin tersenyum bahagia melihat ketulusan dari kiara untuk anaknya
mami yasmin memperhatikan setiap gerakan tubuh kiara yang cekatan ketika berada di dapur
mami yasmin sedikit lega melihat menantunya yang bisa memperlakukan keenan dengan baik dan bisa dengan tulus mencintai dan menyayangi keenan
__ADS_1