
keenan yang baru selesai mandi memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh kiara
keenan menatap dirinya di cermin terlihat kaget karena banyaknya kissmark di leher putihnya
"sayaaaaang....... " teriak keenan histeris
"apa sih teriak-teriak ayo cepet nanti kita ketinggalan pesawat" sahut kiara
"lihat ini, kamu garang banget" keenan menunjuk ke lehernya terlihat banyak hasil karya kiara
"itu namanya tanda cinta sayang" kiara tersenyum nakal
"nakal yaa" keenan berlari mengejar kiara yang sudah menjauh darinya
akhirnya keenan dan kiara sudah sampai di bandara
keenan terlihat gelisah melihat tatapan orang-orang yang memandangnya sambil tersenyum aneh
"sayang semua orang ngeliat mas kok gitu banget, ada yang aneh sama penampilan mas? " tanya keenan penasaran
"udah gak usah di pikirin mungkin mereka terpesona melihat suami tampanku ini" sahut kiara menggandeng tangan keenan memasuki pesawat
akhirnya pesawat pun lepas landas
menempuh jarak sekitar 2 jam akhirnya pesawat yang di tumpangi kiara dan keenan sampai di bandara Soekarno Hatta di Jakarta
keenan dan kiara turun dari dalam pesawat dan jangan lupakan kaca mata hitam yang bertandang di hidung mancung mereka
keenan dan kiara berjalan saling menautkan jari jemari mereka sedangkan tangan yang satunya membawa koper masing-masing
bagas yang sudah menunggu di parkiran menyambut kedatangan bos sekaligus sahabatnya itu
bagas pun tersenyum kikuk melihat kedatangan keenan
tentu saja dia melihat banyak kissmark di leher keenan yang sengaja kiara tinggalkan disana
kiara meminta ijin kepada keenan untuk pergi ke toilet sebentar
"bos kiara ganas juga ternyata" bagas berbisik sembari menahan tawanya
"maksudnya?" keenan pura-pura tak mengerti
"gak usah pura-pura polos, lu gak nyadar itu leher udah kayak macan tutul" akhirnya bagas sudah tidak bisa lagi menahan tawanya
keenan meraba-raba lehernya dan tersenyum menatap bagas yang masih tertawa puas
"ini itu namanya tanda cinta" keenan tersenyum dan menaikan sebelah alisnya
"dasar bucin" sungut bagas
"gas viola gak di ajak? " tanya kiara yang baru datang dari toilet
"engga ki, lagi gak enak badan katanya" jawab bagas yang membantu memasukan koper ke dalam bagasi mobil
bagas pun tak sengaja melirik ke arah leher kiara dan terdapat lebih banyak kissmark di leher mulus kiara
__ADS_1
bagas menggelengkan kepalanya
"ternyata kalian pasangan ganas" gumam bahas di dalam hati
mereka bertiga memasuki mobil dan bagas langsung menancapkan gas mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang
bagas merasa menjadi nyamuk karena melihat kemesraan keenan dan kiara dari spion mobilnya
"ehemmm.... ehemmm... ingat disini masih ada orang" bagas menyindir keenan dan kiara
keenan dan kiara saling menatap dan tertawa melihat ke arah bagas yang sudah kesal dengan kelakuan mereka
"kerjaan gimana gas? " tanya keenan mengalihkan pembicaraan
"aman... semuanya lancar selama lu pergi gak ada masalah sedikitpun" sahut bagas datar
"good job" keenan kembali memeluk kiara dan mencium setiap inci wajah kiara
"sayang diem, kamu mau bagas nurunin kita di tengah jalan" sentak kiara kepada keenan yang tak bisa menahan dirinya
"tuh dengerin apa kata bini lu, otak mesumnya di ilangin dulu" sahut bagas ketus
"sirik aja lu, makanya buruan halalin viola biar biar bisa mesra-mesraan kayak gue" ucap keenan santai
"tunggu aja undangan pernikahan gue bentar lagi gue sebarin
lu mau di anter kemana?" tanya bagas masih dengan nada ketusnya
"apartemen" sahut keenan singkat
bagas ingin segera terlepas dari pasangan bucin yang tidak tau tempat untuk mesra-mesraan
tak berselang lama mobil bagas pun sampai di basement apartemen mewah milik keenan
"lu gak mampir dulu gas" ajak keenan yang turun dari mobil bagas
"ogah" sahut bagas ketus
"lu gak mau oleh-oleh dari gue" keenan semakin menggoda bagas yang bertambah kesal
"bodo amat" bagas semakin kesal dengan tingkah bosnya
keenan pun tertawa puas sembari menurunkan koper dari dalam bagasi
"gas makasih ya... salam buat viola" ucap kiara tulus
"iya sama-sama ki, gue balik dulu ya...
jangan lupa suami mesum lu itu harus di rukiyah biar gak nyosor di sembarangan tempat " sahut bagas dan pergi meninggalkan keenan dan kiara
keenan kiara memasuki apartemen dan langsung menghamburkan tubuh keduanya di atas ranjang
karena terasa sangat lelah akhirnya keduanya tertidur pulas tanpa mengganti pakaian mereka terlebih dahulu
bagas langsung menuju ke rumah viola karena hari ini adalah hari weekend dia terbebas dari segala ritinitas dalam pekerjaannya
__ADS_1
bagas berniat untuk mengajak viola jalan-jalan dan mencoba cincin yang sudah bagas pesan untuk hari pertunangan mereka
bagas pun sampai di halaman rumah besar milik viola
viola yang sudah tau akan kedatangan bagas sudah mematung di teras rumahnya menyambut kedatangan kekasihnya
"sayang are you oke? kok mukanya di tekuk gitu?" tanya viola penuh tanya
"aku abis jemput keenan sama kiara barusan" jawab bagas yang memeluk viola untuk melepas rindu
"terus kenapa cemberut gitu mukanya?" viola kembali bertanya
"masa keenan sengaja mesra-mesraan sama kiara di mobil aku, dasar bos mesum" umpat bagas yang mengecup ceruk leher viola
viola hanya tersenyum tipis mendengar ucapan dari bagas
viola melepaskan pelukan bagas karena takut kedua orangtuanya melihat apa yang sedang mereka lakukan bagaimanapun hubungan mereka belum resmi harus menghargai peraturan yang di buat oleh kedua orang tua viola
viola mengajak bagas masuk ke dalam rumahnya dan mengajaknya untuk makan siang bersama
disana sudah ada kedua orang tua viola dan kakak sepupu viola yang baru datang dari LA
"sayang kenali ini kakak sepupu aku" kiara mengenalkan kakak sepupunya kepada bagas
mereka saling bersalaman dan saling menyebutkan nama masing-masing
mereka melanjutkan acara makan siang mereka
tak ada obrolan di sela-sela makan siang mereka
papa viola sudah menyelesaikan makannya terlebih dahulu dan menyuruh bagas dan viola untuk menyusulnya ke taman belakang setelah mereka selesai makan
tak berselang viola dan bagas menghabiskan makanannya dan sesuai perintah calon mertuanya bagas mengajak viola untuk menemui papa nya di taman belakang rumah
bagas dan viola duduk berdampingan di depan papa viola
"hari ini kalian mau kemana?" tanya papa viola memulai percakapan
"kami mau melihat cincin untuk acara pertunangan kami om takutnya masih ada yang kurang" sahut bagas
"papa kira kalian mau diam di rumah seharian ini" ucap papa santai
"lah emang papa mau kita diem aja disini? papa butuh sesuatu?" tanya viola menatap wajah papanya
"papa mau ngajak bagas main catur sayang" sahut papa viola meminum kopi di hadapannya
"kirain ada apa pa, ya udah nanti aja main caturnya kalau aku sama bagas sudah pulang lagi ya" ucap viola tersenyum penuh makna
"yasudah kalian pergi saja, hati-hati di jalan"
akhirnya viola dan bagas bergegas meninggalkan papa viola di taman belakang
viola meminta bagas menunggunya sebentar untuk berganti pakaiannya terlebih dahulu
setelah selesai bersiap bagas dan viola pergi menuju toko perhiasan untuk mengambil cincin pertunangan mereka
__ADS_1