Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Demam


__ADS_3

kiara meyakinkan viola bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan sahabatnya itu


kiara akan selalu ada ketika kedua sahabatnya sedang membutuhkan dirinya


meskipun kiara sudah berstatus seorang istri


"jangan pernah berpikir gue bakalan ninggalin elu dan denis, sampai kapanpun kita bakalan terus sama-sama, ya meskipun nanti gue gak bakalan sebebas sekarang" ucap kiara kepada viola yang tak berhenti menangis


"gue sayang banget sama elu dan denis, gue gak bisa ngebayangin kalau suatu hari nanti keenan bawa lu pergi ke negara lain" sahut viola terisak


"mikir lu jauh bener dah, gak akan keenan bawa gue jauh dari sini orang keluarganya tinggal disini semua" ucap kiara menenangkan viola


"mending sekarang kita makan aja yuk, gue belum sempet sarapan tadi. biar lu gak mewek mulu" ajak kiara menarik tangan viola keluar dari kamarnya


mereka berdua berjalan menuruni anak tangga menuju ruang makan di rumah kiara


mereka menyantap hidangan yang sudah di siapkan oleh bi tuti


"ki bokap nyokap lu pada kemana kok sepi?" tanya viola


"lagi pacaran kali gue juga belum ketemu sama mami papi semenjak bangun tidur" kiara terkekeh


setelah menyelesaikan makan kiara dan viola duduk di gazebo taman belakang rumah kiara


mereka membahas tentang undangan pernikahan yang akan di berikan kepada teman kampus kiara


ada sedikit keraguan di hati kiara karena dia takut terjadi masalah kalau tami mengetahui pernikahannya dengan keenan karena tami merupakan adik sepupu nindi


nindi yang sampai saat ini masih menganggu keenan


"vi menurut lu harus gak sih ngundang temen kampus kita? gue takut tami bikin kekacauan di acara pernikahan gue" tanya kiara


"tami kan gak ada hubungannya sama pernikahan lu sama keenan ngapain mesti takut" jawab viola


"tami itu ade sepupunya mantan pacar keenan, dan sampai detik ini tuh cewek masih gangguin calon suami gue, karena setau gue si nindi itu lumayan nekad orangnya, ngeri gue kalau ngebayangin dia ngamuk di acara pernikahan gue " sahut kiara bergidik


"mending lu omongin dulu sama keenan masalah ini, gue juga ikutam ngeri kalau tau kenyataannya begitu" ucap viola


kiara memutuskan untuk segera menelfon keenan


namun sayangnya keenan tak menjawab telfon dari kiara sekalipun


kiara mendengus kesal karena sejak semalam keenan tak memberi kabar padanya


dan sekarang pun kiara beberapa kali menelfon dirinya sama sekali tak di jawab oleh keenan

__ADS_1


kiara melemparkan ponselnya ke sembarang arah dan kembali mengobrol dengan viola di taman belakang rumahnya


kiara memperlihatkan wajah masamnya di hadapan viola yang sedang asik berbincang dengan bagas lewat panggilan telfon


sejenak kiara berpikir bagas bisa menelfon kiara di saat jam kerja tapi keenan sama sekali tak merespon panggilan darinya


sontak saja hal itu sangat membuat kiara semakin tersulut amarah dan berpikiran yang tidak-tidak kepada calon suaminya


tiba-tiba kiara merebut ponsel milik viola yang sedari tadi melakukan panggilan telfon dengan bagas


"bagas laki gue dimana? gue telfon gak di jawab-jawab dari tadi, kalian lagi gak sibuk kan" tanya kiara ketus di balik teluk


"kiara" bagas kaget ketika yang berbicara dengannya saat ini adalah calon istri bosnya


"bos keenan lagi meeting ki, dia di temenin sabrina sekretarisnya" sahut bagas


"kenapa gak di temenin sama elu, kenapa harus sabrina" ucap kiara yang semakin tersulut emosi


"ii.. ttuu ki, tadi bos yang meminta karena akan ada tamu datang ke kantor jadi gue yang di suruh standby di kantor" sahut bagas gugup


"awas kalau lu bohong, gue gak restuin hubungan lu sama viola" kiara mengembalikan lagi ponselnya pada viola


viola yang melihat kiara sedang tidak baik-baik saja memutuskan untuk menyudahi perbincangannya dengan bagas


viola mencoba akan menghibur suasana hati kiara yang sedang berantakan


"baiklah, nanti malam jangan lupa ya aku jemput jam 7" bagas mematikan sambungan telfonnya dengan viola


viola menghampiri kiara yang sedang bersender di tiang gazebo dengan wajah yang sedikit memucat


"ki, are you oke? muka lu kok pucet banget" tanya viola sembari menekan kening kiara dengan telapak tangannya


"ya Tuhan kiara lu demam, badan lu panas banget, masuk ke dalam yuk lu harus istirahat" viola memapah tubuh kiara ke dalam rumahnya dan memasuki kamar kiara


"kia kenapa vi?" tanya mami linda yang baru masuk dari pintu ruang tamu


"badan kiara demam tante, aku mau bawa kia ke kamarnya" jawab viola yang terus berjalan menuju kamar kiara


"bi tolong bawa air kompresan ke kamar kiara" teriak mami linda kepada bi tuti


viola merebahkan tubuh kiara di atas ranjang


tubuh kiara begitu lemas dan wajahnya terlihat sangat pucat


mami linda dan viola khawatir melihat kondisi kiara sekarang

__ADS_1


mami linda mengompres kening kiara dengan air hangat yang telah di bawa oleh bi tuti


*


*


*


*


*


sementara keenan yang baru saja menyelesaikan meetingnya melihat ke layar ponselnya banyak sekali panggilan masuk dari kiara dan ada satu panggilan dari bagas


bagas berniat untuk memberi tau keenan kalau kiara marah-marah kepada bagas karena keenan tak menjawab panggilan telfon dari kiara


keenan memutuskan untuk menelfon kiara terlebih dahulu namun sayangnya panggilannya tidak di jawab oleh kiara


"****... kiara pasti marah sama gue" batin keenan meracau


"sayang maaf mas baru selesai meeting ponselnya mas silence, kamu jangan marah ya"


setengah jam sudah keenan menunggu, kiara belum juga membalas pesan dari keenan


keenan semakin khawatir kalau kiara benar-benar marah padanya


apalagi sekarang keadaannya keenan dan kiara sedang di pingit, keenan tidak bisa menemui keenan hanya sekedar untuk minta maaf


keenan memutuskan untuk kembali ke kantornya karena akan ada tamu penting yang akan datang


meskipun sudah ada bagas yang handle tetap saja tamunya itu ingin berjumpa dengan pemilik perusahaannya sendiri


keenan sampai di kantor dan ingin memasuki ruangannya dan terlihat bagas sudah menyambutnya di depan lift


"lu ngapain tadi nelfon gue? klien kita belum datang kan?" tanya keenan tegas


"bukan masalah klien bos tadi kiara marah-marah sama gue, dia kesal karena elu gak menjawab telfon dari dia" jawab bagas berbisik kepada keenan


"kiara kesini?" tanya keenan menyidik


"engga lah, dia bicara lewat panggilan telfon" sahut bagas


ting...


pintu lift pun terbuka

__ADS_1


keenan dan bagas berjalan menuju ruangan meeting di kantornya untuk mempersiapkan pertemuannya dengan klien dari luar negri itu


__ADS_2