
keenan teringat kembali akan kejadian kiara terjatuh dari motor
keenan belum sempat menanyakan kenapa kiara sampai bisa terjatuh dan pulang larut malam apalagi sampai tidak memberi kabar dan tidak meminta ijin padanya
" heiii... malam itu kenapa kamu bisa jatuh dari motor? kenapa keluar rumah gak ngasih kabar dulu" tanya keenan penuh selidik
" kan kemaren mas udah nanya, aku juga udah jelasin alasannya apa? " sahut kiara yang sebenarnya lupa-lupa ingat dengan pertanyaan itu
" kamu balapan lagi? " tanya keenan
" iya, aku kalau lagi kesel ya gitu numpahin semua kekesalan aku dengan balapan motor" jawab kiara santai
" lain kali jangan gitu lagi, gak baik mengendarai kendaraan kalau suasana hati kamu lagi kacau apalagi ini balapan" keenan menasehati kiara
" iya... cerewet" sungut kiara
keenan menjewer telinga kiara gemas seperti sedang menghukum anak kecil yang susah di atur
" sakit tau... kamu mah jahat " ucap kiara mengelus telinganya yang panas
tok... tok.. tok
kiara melihat ke arah pintu kamarnya yang terbuka
ternyata bi tuti yang mengetuk pintu kamarnya
"non kia sama den keenan di tunggu tuan sama nyonya di bawah" ucap bi tuti lembut
" iyaa bi.. makasih ya" sahut kiara
" bibi permisi ya non" bi tuti melenggang pergi meninggalkan kamar kiara kembali menuju dapur
keenan menatap begitu dalam ke wajah kiara
entah kenapa hasratnya tiba-tiba menggebu ketika melihat bibir kiara yang tipis dan terlihat seperti buah chery
ingin sekali keenan melahap bibir ranum kiara saat itu juga
" woy... kenapa sih ngeliatin aku gitu banget" kiara menepukan kedua tangannya dan membangunkan keenan dari lamunannya
" sayang... kamu cantik " batin keenan
CUP
tanpa berbasa-basi keenan mengecup bibir ranum kiara
sontak saja membuat kiara kaget dan mencubit perut keenan
keenan pun meringis
" kamu itu mencuri kesempatan dalam kesempitan " ucap kiara mengerucutkan bibirnya
" biar cepet sembuh" keenan menggoda kiara
" modus " hardik kiara
__ADS_1
keenan tertawa puas
kiara dan keenan bergegas berjalan ke lantai bawah untuk menemui kedua orang tua kiara
dalam hati keenan merasa akan ada sesuatu yang ingin di sampaikan calon mertuanya itu
keenan berharap semoga apapun nanti yang akan di sampaikan tidak akan membuat hubungannya dengan kiara merenggang lagi
kiara dan keenan pun duduk di atas sofa ruang tengah dimana papi krisna dan mami linda sudah menunggunya dengan tatapan tajam ke arah mereka
" mami sama papi kenapa ngeliatin kita begitu banget " ucap kiara sembari mendudukan dirinya di atas sofa
" sudah gak marahan lagi kan? sudah baikan sekarang? " tanya mami linda kepada kiara dan keenan
" siapa juga yang marahan " kiara mengelak
" bukan marahan mi tapi kiara lagi cemburu " papi krisna tersenyum
keenan pun ikut menahan tawanya karena melihat wajah calon istrinya itu merona
" mami sama papi nyuruh kita kesini cuman mau ngeledek kia doang" kiara berkacak pinggang
semuanya pun tertawa mendengar ucapan kiara
papi krisna dan mami linda merasa tenang karena melihat hubungan kiara dan keenan sudah kembali membaik
jadi ada kesempatan buat papi krisna untuk menyampaikan niatnya untuk segera melangsungkan acara pernikahan kiara dan keenan
suasana begitu sunyi semuanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun
" aduh sepi ya wa kayak di kuburan " kiara terbahak
papi krisna menghela nafas dalam-dalam
" ada yang mau papi sampaikan pada kalian berdua tapi ingat kia jangan marah lagi ya " ucap papi krisna
" ya tergantung " jawab kiara tersenyum licik
papi krisna menatap tajam ke arah kiara
" becanda kali pi, serius amat...
ayo atuh di lanjutin ngomongnya " ucap kiara meledek papi krisna
sedangkan keenan hanya berdiam diri saja dia sudah menangkap apa yang akan di bicarakan oleh papi krisna
" bagaimana kalau pernikahan kalian di percepat saja, tidak baik kalau di tunda terlalu lama " ucap papi krisna
DEG
DEG
ucapan papi krisna membuat kiara bergitu terkejut
kiara menatap keenan dengan tatapan penuh pertanyaan
__ADS_1
"bagaimana.. kalian setuju atau tidak? tanya papi krisna
" tapi kan kia masih kuliah pi, bentar lagi juga kelar sudah mau skripsi juga palingan nunggu satu atau dua bulan lagi" sahut kiara
" melaksanakan pernikahan kan tidak akan menggangu kuliah kamu kiara, semuanya di urus sama MUA dan WO, kamu dan keenan tinggal duduk manis saja di depan penghulu " ucap papi krisna
" mas kok kamu diem aja sih, ngomong dong... kita di paksa nikah nih " sungut kiara
" bukan maksa sayang, om krisna memberi saran untuk kita. mas pikir ini bukan ide yang buruk, mas setuju-setuju aja lagian nikah itu ibadah kan " sahut keenan
" aduh gimana ini, masa iya secepat ini gue belum siap buat buka segel " kiara bergumam di dalam hatinya
kiara belum bisa memutuskan apalagi dengan keputusan yang tergesa-gesa, kiara harus berpikir terlebih dahulu untuk memantapkan hatinya
" kia pikir-pikir dulu deh ya... seminggu kasih kia waktu " tawar kiara
" macem-macem aja kamu kiara" sungut papi krisna
" terserah kalian saja lah, nanti kalau sudah pasti kabarin papi " ucap papi krisna yang melenggang pergi
" jangan terlalu di pikirkan ya sayang " ucap mami linda mengelus rambut kiara
"nak keenan jangan dulu pulang ya kita makan malam dulu "
keenan mengangguk...
sementara kiara masih saja dengan mode diam nya
keenan takut jika terlalu memaksakan kehendaknya membuat kiara menjauh lagi darinya
itu yang selalu menjadi ketakutan keenan selama ini jika ingin menyampaikam niatnya untuk mempercepat pernikahannya
" mas " .... kiara membuyarkan lamunan keenan
" iya... kenapa? " tanya keenan
keenan menatap kiara begitu lekat
dia takut mendengarkan ucapan kiara yang membuat hatinya kecewa
" kamu yakin dengan rencana pernikahan kita yang akan di percepat apa gak terlalu tergesa-gesa" ucap kiara
" kalau sudah bertunangan pasti cepat atau lambat tujuannya adalah pernikahan, kamu masih belum yakin sama mas?
" bukan begitu, aku belum siap kalau kita nikah sekarang-sekarang"
" gak siap karena apa? belum siap ninggalin masa muda kamu? belum siap ninggalin hobi balapan kamu?
kamu pernah dengar seseorang yang terpaksa menikah karena hamil di luar nikah, apakah mereka siap untuk menikah? bahkan di usia mereka yang masih sangat muda, belum cukup sampai pernikahan saja tapi sudah di tuntut bertanggung jawab atas janin yang di kandungnya " keenan mencoba memberi pencerahan kepada kiara
kiara terpaku dengan ucapan keenan sejenak dia berpikir bahwa yang di bicarakan keenan ada benarnya
memang benar pepatah orang-orang lebih baik pacaram setelah menikah daripada pacaran tanpa ada ikatan pernikahan
semoga saja apa yang di takutkan kiara tidak akan pernah terjadi
__ADS_1
karena banyak sekali terjadi pernikahan di usia yang masih muda berakhir dengan perceraian
dan sebenarnya itulah yang benar-benar di takutkan oleh kiara