
prang
prang
prang
semua barang di apartemen keenan habis di banting oleh sang pemilik keenan sangat geram karena saat ini ponsel kiara sama sekali tak bisa di hubungi
keenan semakin frustasi karena tidak bisa melacak keberadaan kiara saat ini melalui gps di ponsel kiara
suara umpatan terus keluar dari mulut keenan tanpa henti keenan sama sekali tidak dapat berpikir secara jernih dalam pikirannya saat ini kiara sedang pergi bersama selingkuhannya
"aku akan membunuh siapapun pria yang berani menyentuh kiara, kiara hanya milikku hanya milikku" teriak keenan seperti orang yang kehilangan kewarasannya
suara dering ponsel pun sama sekali tak keenan hiraukan dia hanya ingin kiara kembali
keenan seperti orang yang sudah kehilangan separuh nyawanya benar-benar terlihat seperti orang depresi penampilan yang berantakan wajah yang kusam dan sorot mata yang tajam seperti elang
sungguh siapapun yang akan melihat keenan saat ini akan berpikiran kalau keenan adalah pasien rumah sakit jiwa yang tengah kabur
"aku mencintaimu kiara, aku mencintaimu jangan tinggalin mas kiara, jangan " racau keenan dengan deraian air mata yang sudah membasahi pipinya
☘️☘️☘️☘️☘️
sedangkan kiara yang baru bangun dari tidurnya melihat viola yang sedang menatap nanar kepadanya sungguh viola ingin sekali membunuh keenan saat ini melihat sahabat yang dia sayangi penuh lebam di wajahnya viola sudah tak bisa membendung lagi tangisannya viola memeluk kiara erat seakan ingin menguatkan sahabatnya yang sedang tidak baik-baik saja
"don't be sad ki, ada gue sama denis yang selalu ada buat lu" viola mengusap-usap punggung kiara lembut
"maafin gue yang selalu bikin kalian repot karena masalah gue sama keenan" sahut kiara dengan isak tangisnya
"lu itu sahabat kita ki apapun yang terjadi sama lu sudah seharusnya kita yang pertama kali ada buat lu, keenan gak sempet ngelukain lu lebih dari ini kan ki? si baby baik-baik aja kan?" tanya viola mengusap luka lebam dam beralih mengusap perut kiara yang masih rata
kiara hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya saja
sungguh saat ini lidah Kiara terasa sangat kelu untuk berucap dia hanya ingin menangis meluapkan semua
denis dan viola cukup ada di sisinya untuk membuat kiara merasa tidak sendirian
__ADS_1
setelah merasa sedikit lega kiara berusaha untuk berbicara kembali dengan kedua sahabatnya
" vi, bagas gak tau kan kalau gue ada disini?" tanya kiara dengan matanya yang sembab
"engga, tenang aja sekalipun bagas tau dia gak akan bilang apa-apa sama keenan dia tahu betul sifat keenan seperti apa" sahut viola mengusap-ngusap lengan kiara
"apa kalian bisa temenin gue ke rumah sakit sekarang? gue mau ketemu dokter raisa" pinta kiara kepada kedua sahabtnya
"lu yakin mau ke rumah sakit dalam keadaan kayak gini ki?" tanya denis khawatir
"yakin, gue gak mau buang-buang waktu lebih lama lagi, gue mau kesalahpahaman ini cepet selesai dan menemukan kebenarannya" sahut kiara yakin
akhirnya viola dan denis mengantarkan kiara ke rumah sakit setelah membujuk kiara agar mau sarapan terlebih dahulu
kiara tidak berbicara sedikitpun ketika di dalam.mobil dia menatap lurus kedepan dengan tatapan kosongnya entah apa yang sedang kiara pikirkan saat ini semuanya terasa begitu rumit
andai saja keenan bisa berpikir secara jernih dan tidak mengandalkan emosinya pasti semua ini tidak akan seperti ini, jika keenan bisa sedikit saja menggunakan hati nuraninya dia pasti bisa merasakan ikatan batin yang kuat kalau memang anak yang di kandung kiara adalah anaknya sungguh keegoisan keenan saat ini membuat rumah tangganya di ujung tanduk
bahkan bisa saja kiara menyerah dan pergi meninggalkan keenan saat ini juga tanpa memperdulikan bayi yang ada di dalam kandungannya akan lahir tanpa sosok seorang ayah
setibanya di rumah sakit kiara langsung masuk ke dalam ruangan dokter raisa karena jadwal praktek dokter raisa pagi ini belum di mulai
dokter raisa penasaran apa yang terjadi dengan pasiennya itu
sedangkan viola dan denis memilih menunggu kiara di parkiran saja
"pagi dok maaf saya mengganggu waktu dokter lagi" sapa kiara kepada dokter raisa
"tidak apa-apa bu kiara, apa anda baik-baik saja? ada apa dengan wajah ibu kiara" tanya dokter raisa bertubi-tubi
"tidak ada apa-apa bu kemarin saya jatuh kena meja sampai lebam gini, oh ya maaf dok apa sudah ada kabar mengenai kejanggalan tes kemarin?" tanya kiara antusias
"tapi perut ibu tidak terbentur apapun kan?" tanya dokter raisa cemas
"ah ya masalah tes itu saya sudah cek cctv dan benar saja ada yang sengaja menukar sample milik pak keenan, dan hari ini kita akan introgasi sang pelaku apa ibu kiara ingin ikut?
"alhmdulilah perut saya tidak terbentur apapun dok hanya wajah saya saja yang lebam, apa donger gak keberatan kalau saya ikut?" tanya kiara
__ADS_1
"tentu boleh, mari kita pergi sekarang" ajak dokter raisa mulai beranjak
kiara dan dokter raisa berjalan beriringan sampai di tengah jalan kiara berpapasan dengan adrian
adrian mengerenyitkan dahinya ketika melihat penampilan kiara yang tidak aeperti biasanya terlihat lebih lusuh dan seperti sedang mempunyai beban apalagi ketika asrian melihat lebam di kedua pipi kiara dadanya terasa begitu sesak melihat keadaannya wanita yang sangat dia cintai begitu menyedihkan
"kiara are you ok?" tanya adrian yang audah berada tepat di hadapannya saat ini
"i'm oke, don't worry" kiara berlalu meninggalkan adrian namun tangan adrian mencekalnya merasa ada sesuatu yang harus dia tau
kiara dan dokter raisa pun menoleh ke arah adrian bersamaan
"sa gue mau bicara berdua dengan kiara" ucap adrian melirik ke arah dokter raisa
"oke, bu kiara nanti bisa menyusul dengan dokter adrian ya" dokter raisa pun pergi meninggalkan kiara dan adrian yang sedang menatap penuh tanya
"ikut aku" adrian menarik tangan kiara untuk ikut bersamanya
kiara pun terpaksa mengikuti langkah adrian seolah kata hatinya yang menuntun agar dia ikut bersama adrian
entah perasaan apa yang sedang kiara rasakan saat ini, kenapa masih terasa gugup ketika berhadapan dengan adrian
apakah rasa cinta di hatinya belum sepenuhnya milik keenan
apakah masih ada secuil rasa cinta di hatinya untuk adrian cinta pertama kiara yang tak sempat tersampaikan
"aku udah tau masalah kamu sekarang ki" ucap adrian yang sudah duduk di bangku taman rumah sakit
"masalah apa?" tanya kiara pura-pura tidak mengerti
"jangan berusaha ingin terlihat baik-baik saja di depan orang lain ra, aku sangat kau menyimpam beban yang kau pendam sendiri" sahut adrian seolah tau tentang kehidupan kiara saat ini
"jangan ikut campur masalah hidupku ad, urus saja kehidupan kamu sendiri" ketus kiara
"aku mencintaimu kiara dari sejak kita berpisah 7 tahun lalu perasaan aku masih tetap sama mungkin dulu aku belum tau apa arti cinta yang sebenarnya tapi sekarang aku sangat yakin dengan perasaanku sendiri aku mencintaimu sampai sedalam ini, aku gak berharap kamu membalas cintaku ra aku hanya ingin kamu tau perasaanku selama 7 tahun ini karena aku sadar saat ini status kamu adalah istri orang"
bugh
__ADS_1
bugh
bugh