Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Keenan Curiga


__ADS_3

kiara yang sedang asik memandangi foto suaminya tiba-tiba tersentak melihat suaminya yang tiba-tiba berdiri di hadapannya dengan bertolak pinggang


kiara tidak mengerti kenapa keenan malah terlihat tak suka melihat dirinya saat ini terlihat dari sorot mata keenan yang begitu tajam


"ngapain senyum-senyum sendiri? lagi chat'an sama siapa kamu? sini mas lihat?" keenan mencoba merebut ponsel kiara namun kiara menjauhkan dari tangan keenan


"bukan siapa-siapa mas, sana kerja lagi bukannya pagi ini ada meeting" sahut kiara cuek


bukannya pergi keenan malah semakin menajamkan tatapannya kepada kiara


keenan sudah berpikiran yang tidak-tidak kepada kiara karena baru kali ini ketika keenan ingin melihat ponsel kiara namun kiara tak mengijinkannya


keenan berpikir ada sesuatu yang di sembunyikan kiara darinya


"kenapa gak boleh apa yang kamu sembunyiin dari mas?" tanya keenan sudah mulai emosi


"gak ada yang aku sembunyiin mas, percayalah" jawab kiara menatap wajah keenan


"bohong" bentak keenan dan membuat kiara terpaku seketika


kiara merasa sedikit kecewa karena keenan membentaknya di depan bagas, baru saja semalam dia bicara akan mengurangi sifat buruknya tapi sekarang sudah terjadi lagi


kiara berniat untuk pergi karena sudah tak ingin meladeni sikap keenan yang selalu seperti anak kecil


belum sempat kiara bernajak keenan leboh dulu mencekal tangan kiara agar tidak pergi


bagas yang mulai tidak nyaman berada di antara mereka memutuskan untuk menunggu keenan di ruangannya


"mau kemana? mau janjian sama pria yang sedang bertukar pesan sama kamu barusan?" tanya keenan dengan nada suara yang mulai meninggi


"masih pagi sudah ngajak ribut, males" kiara memalingkan wajahnya dari tatapan keenan


"kamu yang pertama ngajak ribut suami mana yang gak akan curiga melihat istrinya senyum-senyum sendiri sambil melihat ponselnya apalagi pas mau mas lihat kamu tidak mengijinkannya sama sekali, itu tandanya ada yang kamu sembunyiin" sentak keenan dengan raut wajah yang menahan emosi


"kamu bener-bener mau tau apa yang aku liat barusan" kiara memberikan ponselnya kepada keenan dengan kasar


keenan melihat isi ponsel kiara yang ternyata sedang dalam mode penyimpanan foto di galeri ponselnya


keenan melihat satu persatu foto yang baru saja di lihat kiara ternyata banyak sekali foto dirinya yang sedang fokus pada pekerjaan dan laptopnya, keenan mulai menyunggingkan senyumnya


kemudian keenan beralih ke room chat yang berwarna hijau untuk memastikan kalau kiara tidak bertukar pesan dengan pria lain


tak ada satupun pesan mencurigakan malah lebih banyak chat darinya yang sengaja tidak kiara hapus selebihnya hanya chat bercandaan dengan para sahabatnya

__ADS_1


keenan menatap kiara dengan senyuman tanpa dosanya lalu memberikan kembali ponsel milik kiara


kiara menatap keenan malas dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah ingin rasanya dia meninju wajah tampan suaminya saat ini namun dia berpikir saat ini keenan akan melakukan meeting penting dengan kliennya tidak lucu kalau keenan meeting dengan wajah yang babak belur


"PUASSS?" kiara seakan meledek keenan


"maaf" keenan mencoba menggenggam tangan kiara namun kiara menepisnya


"bodo ah, sana pergi aku males liat wajah kamu" kiara fokus menatap kembali ponselnya


"mas meeting dulu, jangan kemana-mana sebelum mas selesai" keenan berlalu dan mencium kening kiara terlebih dahulu


kiara tak menjawab ucapan keenan malah sibuk dengan game yang ada di ponselnya


keenan menyuruh OB untuk membawakan minuman untuk istrinya dan beberapa cemilan sebagai teman minumannya


"perangnya udah bos?" tanya bagas terkekeh


"sialan lu" keenan meninju lengan bagas dan mereka berjalan beriringan menuju ruang meeting


tok....tok....tok


"masuk" ucap kiara tanpa menoleh ke arah pintu


"maaf nona saya mengantar minuman dan cemilan untuk anda" ob itu meletakan minuman dan cemilannya di atas meja


"saya permisi nona kalau butuh sesuatu bisa langsung panggil saya" ob itu berlalu meninggalkan ruangan bosnya


"tunggu mba, saya mau pempek apa di sekitar sini ada yang jualan?" tanya kiara kepada ob tersebut


"ada tapi jam segini sepertinya belum buka" sahut ob itu dengan menundukan kepalanya


"gapapa nanti kalau sudah buka tolong belikan ya" kiara memberikan uang selembar berwarna merah kepada ob itu


"baiklah... kalau begitu saya permisi non" sekarang ob itu benar-benar meninggalkan ruangan sang presdir


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


kiara merasa bosan hampir setengah hari diam di ruangan keenan tanpa melakukan apapun kiara mencoba keluar ruangan untuk mengelilingi perusahaan milik suaminya itu namun langkahnya terhenti ketika seorang ob membawakan pesanan untuk kiara


"nona maaf ini pempek yang anda pesan tadi pagi, maaf anda menunggu terlalu lama pekerjaan saya baru selesai" ob itu memberikan satu kantong pempek dan mangkuknya untuk kiara


"tidak apa-apa , terima kasih banyak ya maaf sudah merepotkan mba" ucap kiara dengan tersenyum ramah

__ADS_1


ob itu ingin memberikan uang kembaliannya namun kiara menolak dan memberikan uang kembaliannya kepada sang ob meskipun awalnya menolak namun karena kiara memaksa akhirnya ob itu menerimanya


kiara langsung memakan pempek yang sudari dia inginkan


keenan datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu membuat kiara sedikit kaget


"kamu lagi makan apa?" tanya keenan mengelus rambut kiara lembut


"pempek, mas mau?" tawar kiara


"gak, tanggung pempeknya cuman sedikit nanti kamu gak kenyang lagi" keenan terkekeh


"emangnya aku serakus itu apa" kiara mendengus


keenan hanya tersenyum melihat kiara dan kembali melanjutkan pekerjaannya


kiara menghabiskan pempeknya sampai habis tak tersisa


kiara melihat jam di lengannya sudah menunjukkan pukul sebelas siang namun keenan masih saja sibuk dengan pekerjaan padahal sebentar akan masuk waktu makan siang


"ternyata membosankan seharian diam disini" kiara bergumam


kiara kembali merebahkan tubuhnya di atas sofa


kiara kembali memainkan game di ponselnya untuk menghilangkan rasa jenuhnya


setengah jam berlalu kiara merasa matanya muali mengantuk kiara pun tertidur dengan posisi tangannya masih memegang ponselnya


keenan begitu fokus pada pekerjaannya sampai tidak menyadari bahwa istrinya telah tertidur di atas sofa


tok....tok....tok....


suara ketukan pintu membuyarkan keenan yang sedang fokus menatap laptopnya


keenan mempersilahkan masuk seseorang yang sudah mengetuk pintu ruangannya


ternyata yang datang adalah laras sekertaris keenan, laras membawa beberapa berkas yang harus di tanda tangani oleh keenan


laras melirik sekilas kiara yang sedang tertidur dan memberitau keenan


"pak maaf itu ibu tertidur di sofa kelihatannya seperti kurang nyaman" ucap laras kepada bosnya


"ya Tuhan ternyata dia tidur pantas saja dari tadi sepi gak ngoceh terus" keenan mengangkat tubuh kiara dan memindahkannya ke kamar khusus di ruangannya

__ADS_1


setelah semua berkas di tanda tangani oleh keenan akhirnya laras pergi meninggalkan ruangan bosnya


akhirnya keenan menyusul kiara yang masih terlelap keenan berniat untuk membangunkan kiara untuk mengajaknya makan siang karena sudah hampir jam satu siang dan sekalian ingin mengantarkan kiara ke rumah mami mertuanya


__ADS_2