Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Sandiwara


__ADS_3

sudah dua minggu kiara terbaring di ranjang rumah sakit


keenan yang sudah pasrah dengan keadaan kiara hanya bisa menunggu keajaiban datang sungguh keenan tidak akan sanggup jika menjalani hari-harinya tanpa kiara apalagi dengan kehadiran buah hati mereka yang begitu tampan dan menggemaskan sungguh keenan tidak mengurus buah hati mereka hanya seorang diri meskipun ada kedua orang tua dan mertuanya tetap saja kehadiran kiara yang paling berarti


"pi apa gak keterlaluan membohongi keenan dengan cara seperti ini" ucap mami yasmin dari balik pintu yang tengah memperhatikan keenan


"biarkan saja keenan merasakan apa yang kiara rasakan dulu mi, sekarang keenan tau bagaimana sakitnya melahirkan berjuang antara hidup dan mati untuk buah hati mereka" sahut papi adi


"apa keenan tidak akan marah kalau nanti tahu kiara sebenarnya baik-baik saja dan tidak mengalami koma sama sekali" lirih mami yasmin mulai takut dengan kemarahan putranya


"papi yang akan tanggung jawab jika keenan marah, sudahlah mami masuk saja ke dalam papi mau bertemu dengan dokter raisa dulu"


akhirnya mami yasmin masuk ke dalam ruangan menyusul keenan yang sejak tadi sendirian menjaga kiara


begitupun papi adi yang segera menemui dokter raisa di ruangannya untuk membahas tentang kiara, di hati kecil papi adi memang tidak tega melihat keenan tersiksa seperti ini


papi adi berencana untuk menyudahi sandiwara ini dan membiarkan kiara sadar apalagi baby tampan mereka yang sangat membutuhkan kehadiran sosok ibu nya


tok


tok


tok


papi adi mengetuk pintu ruangan dokter raisa karena tidak ada perawat yang berjaga disana


"silahkan masuk" titah dokter raisa dari balik pintu


"tuan adi wijaya, silahkan masuk tuan" ucap dokter raisa


"selamat siang dokter" sapa papi adi


"siang tuan, apa terjadi sesuatu dengan menantu anda tuan?" tanya dokter raisa cemas


"tidak ada dok hanya saja saya berniat untuk mengakhiri sandiwara ini saja, saya tidak tega melihat keenan terus bersedih sudah cukup rasanya memberi pelajaran untuk anak itu, buatlah kiara sadar tanpa membuat keenan curiga dok" sahut papi adi menjelaskan

__ADS_1


"baiklah saya akan lakukan seperti yang tuan inginkan" ucap dokter raisa sembari tersenyum ramah


"terima kasih dokter saya sudah banyak merepotkan anda selama dua minggu ini"


"tidak apa-apa tuan saya sudah menganggap ibu kiara dan pak keenan seperti saudara saya sendiri, saya tahu betapa sulitnya perjalanan cinta mereka karena sifat pak keenan yang terlalu pencemburu" sahut dokter raisa sedikit terkekeh


"ya seperti itulah keenan berubah jadi pria bodoh ketika menyangkut soal istrinya, baiklah kalau begitu saya permisi dok"


"ya silahkan tuan"


selama dua minggu ini memang dokter raisa ikut andil dalam rencana papi adi yang berpura-pura membuat kiara koma, papi adi masih merasa kesal kepada keenan saat kejadian dimana keenan mengira kalau anak yang di kandung kiara bukan darah dagingnya saking sayangnya papi adi kepada menantunya akhirnya papi adi meminta bantuan kepada dokter raisa untuk menjalankan misinya meskipun dengan sedikit paksaan karena awalnya dokter raisa sempat menolak rencana papi adi yang sangat konyol itu


"selamat siang, saya mau periksa kondisi ibu kiara dulu" ucap dokter raisa menatap keenan yang begitu menyedihkan


"silahkan dok" sahut keenan dan mami yasmin kemudian mereka meninggalkan dokter raisa di ruangan


"bu kiara apa anda baik-baik saja" bisik dokter raisa di telinga kiara


"astaga dokter saya hampir mati karena menahan nafas" sahut kiara clingak clinguk mencari keberadaan suaminya


"maafkan saya bu ini semua ide mertua anda, apa ada keluhan?" tanya dokter raisa


"tidak ada hanya bokong saya terasa panas terlalu lama berbaring tanpa ada pergerakan, ini menyiksa sekali dok" sahut kiara dengan wajah masamnya


"hari ini bu kiara akan di nyatakan sadar bersiaplah untuk melihat putra anda yang begitu tampan dan menggemaskan tapi ingat jangan membuat pak keenan curiga ya bu saya takut di gantung oleh mertua anda" sahut dokter tertawa kecil


"tenang dok saya cukup lihai untuk berakting"


"baiklah saya rasa anda sudah tahu apa yang harus anda lakukan bu kiara, saya permisi dulu"


"terima kasih banyak dok saya sudah banyak merepotkan, semoga cepat menikah dengan dokter adrian" bisik kiara di telinga dokter raisa dan membuat dokter raisa tersipu malu


dokter raisa pun keluar dari ruang rawat kiara dengan wajah yang berbinar, sungguh akting yang luar biasa kalau mereka di persatukan dalan sebuah sinetron pasti akan sangat cocok


keenan segera menghampiri dokter raisa yang baru saja menutup pintu, dahi keenan mengjerut melihat ekspresi dokter raisa yang begitu bahagia

__ADS_1


"bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya keenan penasaran


"alhmdulilah ibu kiara sudah semakin membaik dan bisa di pastikan beliau akan segera sadar pak keenan, teruslah di ajak bicara dan di berikan semangat. saya permisi ke ruangan saya dulu"


wajah keenan berbinar mendengar penjelasan dari dokter raisa tanpa menunggu lagi keenan segera masuk ke dalam ruang rawat kiara


keenan menggenggam erat tangan kiara dengan airmata yang meleleh di pipinya bukan airmata kesedihan melainkan airmata kebahagiaan


"mom keadaan mommy sudah semakin membaik, segera sadarlah apa mommy tidak ingin melihat baby kita yang begitu tampan dan menggemaskan, daddy belum memberikan nama untuk anak kita daddy akan menunggu mommy" cerocos keenan membuat kiara bersusah payah menahan tawanya


keenan mengecup setiap inci wajah kiara dan berakhir di jari jemari kiara yang sedari tadi tak di lepaskan keenan barang sedetikpun keenan tak henti-henti bercerita tentang awal pertemuan dirinya dan kiara dari mulai penolakan kiara sampai akhirnya kiara mulai jatuh kepada sosok keenan adi wijaya


keenan tersenyum geli ketika mengingat penolakan kiara saat itu, kiara yang keras kepala dan sulit di atur akhirnya bisa luluh karena ketulusan keenan apalagi keenan selalu memanjakan kiara dengan cara yang begitu romantis


kiara perlahan menggerakan jarinya dan tentu saja membuat keenan bahagia bukan main


"sayang kamu bergerak, kamu dengar semua yang mas katakan?


bangunlah sayang mas mohon jangan sampai mas mencari mommy pengganti untuk baby kita" canda keenan membuat kiara meradang


"aku kebiri kamu dad sampai berani mencari mommy pengganti untuk anak kita" ucap kiara membuat keenan mendongak dan memandang wajah kiara yang menatapnya tajam


"kamu udah sadar sayang, kamu mendengar semua yang mas katakan?"


"hm, aku sadar karena mendengar suami aku mau cari istri lagi" sahut kiara dengan nada suara yang di buat selemah mungkin


"mommy terima kasih sudah berjuang untuk anak kita, i love you more" keenan mengecup semua bagian wajah kiara sebagai rasa syukurnya


"daddy gak jadi cari mommy pengganti untuk anak kita kan?" tanya kiara


"daddy hanya bercanda mom buktinya Daddy berhasil membuat mommy sadar karena ucapan daddy" keenan memeluk kiara untuk menumpahkan rasa rindunya kepada kiara


setelah puas melepas rindu dengan sang istri tercinta keenan bergegas menemui dokter raisa untuk memeriksa kembali kondisi kiara yang sudah siuman setelah mengalami koma selama dua minggu, mami yasmin dan papi adi ikut bahagia melihat kebabahagiaan anak dan menantunya meskipun mereka tahu bahwa kiara hanya pura-pura koma


setelah menemui dokter raisa keenan segera mengambil bayinya untuk di pertemukan dengan kiara, sudah saatnya kiara melakukan tugasnya sebagai seorang ibu yaitu memberi asi untuk anaknya setelah dua minggu ini mengelami koma

__ADS_1


__ADS_2