
setelah menyelesaikan makan malamnya keenan dan kiara berbincang dengan mami linda dan papi krisna di taman belakang rumah
mereka menceritakan saat berbulan madu kemarin di labuan bajo dengan begitu antusias
kiara mengingat oleh-oleh yang dia bawa untuk mami papinya masih tertinggal di dalam mobil
kiara pun berjalan ke halaman depan rumah dengan tergesa-gesa hingga keenan menatapnya aneh
tak berselang lama kiara kembali dengan membawa beberapa paper bag untuk kedua orangtuanya
"aku lupa tadi ketinggalan di mobil" kiara memberikan paper bag kepada mami linda
"ini apa sayang?" mami linda melihat isi dari paperbagnya
"oleh-oleh buat mami sama papi" ucap kiara yang kembali duduk di samping keenan
"repot-repot segala, padahal mami sama papi cuman mau oleh-oleh cucu aja dari kalian" sahut mami linda terkekeh
sontak saja membuat keenan dan kiara saling berpandangan mereka sangat mengerti kalau mami linda dan papi krisna sudah sangat ingin mempunyai cucu bahkan kedua orang tua keenan pun sama di usia mereka yang sudah tak lagi muda ingin segera menghabiskan waktu mereka dengan menimang cucu-cucu mereka
keenan baru sadar bahwa selama ini dia belum terpikirkan sedikitpun untuk mempunyai anak dia hanya fokus kepada hubungannya dengan kiara agar selalu harmonis apalagi usia pernikahan mereka baru menginjak dua bulan belum kepikiran sama sekali buat mempunyai keturunan
"gimana udah ada tanda-tanda kiara hamil belum nan?" tanya papi krisna yang baru mengeluarkan suaranya
"kita masih menikmati masa-masa pernikahan kita dulu pi, kita juga kan baru banget nikah masih mau menghabiskan waktu berdua biar lebih mengenal satu sama lain" sahut keenan jujur kepada papi mertuanya
"jangan lama-lama nunda ya kalian, mami sama papi udah gak sabar pengen cepet nimang cucu" timpal mami linda
"setelah kiara wisuda rencananya kita mau ikut program kehamilan mi, untuk sekarang biar kiara fokus dulu buat skripsinya supaya konsentrasinya gak kebagi-bagi" sahut keenan
kiara hanya diam menyimak obrolan diantara suami dan kedua orangtuanya
sejujurnya kiara bingung kalau harus menjawab soal anak
kiara belum siap untuk menjadi ibu di usianya yang masih muda menurutnya
lagi pula beberapa bulan lagi kiara akan segera lulu kuliah kiara ingin fokus dulu menyelesaikan pendidikannya tanpa harus memikirnya hal yang lainnya dulu
tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 21:30 saking keasikan ngobrol mereka sampai lupa waktu
__ADS_1
namun mami linda masih semangat mendengar cerita dari putri kesayangannya saat berbulan madu
kiara menceritakan semua kejadian di sana tanpa ada yang di tutupi sedikitpun bahkan saat dia kabur ke hotel bianca pun kiara menceritakannya kepada mami linda
keenan yang mendengar ocehan kiara tertunduk malu karena seakan terpojokkan dengan cerita kiara yang lebih banyak bertengkar dari pada bermesraan dengan suaminya
berbeda dengan papi krisna yang hanya menggelengkan kepalanya mendengar curhatan kiara yang seharusnya tidak perlu di bicarakan kepada mami linda
"sudah punya suami masih saja kamu itu manja sama mami kamu ki, jangan terlalu terbuka masalah rumah tangga sekalipun sama mami kamu, hargai suami kamu kiara...
papi masuk duluan kalian menginap saja sudah malam" ucap papi krisna menepuk pundak keenan lalu pergi menuju kamarnya
"iya kalian menginap saja jarang-jarang kan kalian menginap disini" sahut mami linda menatap ke arah kiara dan keenan bergantian
kiara menatap keenan meminta persetujuan dari suaminya keenan pun mengangguk tanda menyetujui untuk menginap
akhirnya mami linda pun menyusul papi krisna yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamarnya
sedangkan keenan dan kiara masih terdiam di taman belakang tanpa ada pembicaraan di antara keduanya
terlihat wajah keenan yang begitu datar dan dingin semenjak mendengar obrolan kiara dan mami linda
bukan marah hanya saja keenan merasa malu dan tidak enak hati masalah pribadi dalam rumah tangganya harus terdengar oleh mertuanya bahkan langsung keluar dari mulut istrinya sendkee"mas ke kamar duluan" ucap keenan meninggalkan kiara tanpa menoleh ke arah kiara
"sayang" panggil kiara merajuk kepada suaminya
"hhmm" jawab keenan singkat
kiara langsung memeluk keenan melihat sikap dingin suaminya dan sudah di pastikan saat ini keenan sedang marah padanya
keenan tak membalas pelukan kiara hanya fokus pada ponselnya
"maaf jangan marah" ucap kiara tulus dengan wajah sendunya
"untuk apa" jawab keenan ketus
"untuk semuanya yang udah aku ceritain sama mami, aku janji gak bakalan ngulangin lagi
maafin aku ya jangan marah lagi" sahut kiara yang mengelus pipi keenan
__ADS_1
"mas gak marah, mas malu masalah pribadi kita kamu ceritain sama orang tua kamu. kamu seperti tidak menghargai mas seperti yang tadi papi katakan, tidak semua harus kamu ceritakan kiara cukup kita berdua saja yang tau, kita bukan anak kecil lagi yang setiap ada masalah harus selalu di ceritakan kepada orang tua kita" ucap keenan tegas dan berhasil membuat kiara menjatuhkan air matanya
"jangan di ulangi lagi mas gak suka sikap kamu seperti itu, udah jangan nangis" keenan menarik kiara mendekapanya ke dalam pelukannya
kiara tak menjawab ucapan keenan malah menangis semakin tersedu-sedu menyusupkan wajahnya ke dalam dada bidang milik keenan
keenan mencoba menenangkan kiara agar berhenti menangis dan meyakinkan kiara kalau keenan sama sekali tidak marah kepadanya hanya saja sedikit kesal karena ucapannya yang tidak bisa di filter
"maafin mas ya udah dong jangan nangis terus nanti mas beliin es krim" keenan menangkup wajah kiara dan menggodanya
"emangnya aku anak kecil di sogok pake es krim" sahut kiara dengan tangisan yang masih terisak
"yang nangisnya kayak gini kan emang anak kecil" ucap keenan tersenyum jahil
"KEENAN ADI WIJAYA" teriak kiara kesal karena keenan tak berhenti menggoda dirinya
keenan dan kiara berpelukan mereka belajar dari pengalaman mereka untuk tidak terlalu larut dalam masalah kecil
kiara menyesali perbuatannya dan bertekad di dalam hatinya untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dua kali
benar yang di katakan papi krisna, kiara harus lebih menghargai suami ada ataupun sedang tidak ada di sampingnya
kiara semakin mengeratkan pelukannya seakan tidak ingin melepaskan keenan walau hanya sedetik saja
kiara akan belajar menjadi istri yang lebih baik dan lebih dewasa dalam pemikirannya kiara taj ingin ada celah sedikitpun yang bisa membuat dirinya dan suaminya bertengkar karena sesuatu yang seharusnya tak di permasalahkan
kiara menatap lekat wajah tampan suaminya yang sedang tertidur
dia mengelus setiap inci wajah suaminya dia merasa sangat beruntung sangat di sayangi dan di cintai oleh seorang keenan adi wijaya dia tidak ingin membuat kecewa suaminya untuk yang kedua kalinya karena perbuatannya sendiri
kiara mengecup bibir keenan kemudian beralih kedua pipi dan kening keenan
"I love you suami tampanku" ucap kiara tulus
"I love you too istri galakku" sahut keenan yang sebetulnya belum sepenuhnya terlelap
## author kurang semangat buat up nih akhir-akhir ini
yuk kasih like, komen dan vote nya biar othor semangat lagi up nya
__ADS_1
tetap dukung karya othor yang amatiran ini ya
happy reading guys##