
lagi-lagi kiara merasakan ada hal yang aneh karena sudah tiga hari ini kiara tak merasakan mual ataupun pusing sama sekali
biasanya tiap jam segini kiara sedang bolak balik ke kamar mandi untuk memuntahkan semua isi di dalam perutnya
kiara berjalan-jalan sebentar ke halaman villa untuk menghirup udara segar pagi ini
aroma khas kebun teh sangat terasa menyejukan hatinya
bohong kalau kiara tidak mengingat keenan saat ini bahkan kiara merasakan rindu teramat sangat kepada ayah dari anak yang ada di dalam kandungnya saat ini namun kiara harus bisa menahan rasa rindunya sampai hari itu tiba hari dimana keenan benar-benar sadar atas kesalahannya sendiri dan bisa merubah sikapnya yang akan menghancurkan diri sendiri nantinya
kiara mengingat kembali saat pertama kali dia datang kesini bersama keenan
senyuman kecil terlihat di sudut bibirnya karena di tempat inilah kiara mencoba membuka hati untuk keenan
"lu disini ternyata gue cari-cari di kamar gak ada" ucap bianca yang baru keluar dari villa
"gue lagi menikmati udara pagi-pagi disini, menyejukan sekali rasanya" kiara menghirup dalam-dalam udara pagi ini
"ki, do you miss him?" tanya bianca
kiara hanya membalas dengan senyuman tanpa di jawab pun pasti bianca akan tahu jawaban dari pertanyaannya itu
kiara sangan paham sifat kiara yang tak mudah berpaling dari seseorang yang sudah kiara cintai apalagi keenan sudah menjadi suaminya dan sebentar lagi akan ada seorang bayi mungil yang akan hadir di antara mereka
"kita sarapan dulu yuk, bi inah udah bikin nasi goreng buat kita" ajak bianca kepada kiara yang masih larut dalam lamunannya
"bi lu gak bosen tiap hari nemenin gue disini? maafin gue ya karena gue lu udah kayak tawanan disini" ucap kiara yang sudah duduk di ruang makan
"ki gue seneng bisa temenin lu disini meskipun gue gak bisa bantu apa-apa setidaknya disini lu gak ngerasa kesepian, kita bukan hanya sahabat tapi kita juga saudara, gue sayang sama lu" sahut bianca dengan mata yang mulai berembun
"gue juga sayang sama lu bi, maaf kalau gue begitu manja akhir-akhir ini dan buat lu pusing" ucap kiara mulai menitikan air matanya
"gue gak masalah kiara, udah ya bumil jangan sedih nanti dede utun juga ikutan sedih, harus happy ya" sahut bianca mengelus-elus perut kiara yang masih terlihat rata
setelah selesai sarapan bianca memberikan segelas susu hamil untuk kiara kegiatan rutin setiap pagi dan malam hari yang di lakukan oleh bianca
bianca senang melakukan ini semua tak ada rasa paksaan sedikitpun di dalam hatinya
bianca benar-benar tulus menyayangi kiara sebagai sahabatnya
__ADS_1
bianca berharap semoga masalah kiara dan keenan segera berakhir dan mereka bisa kembali bersama lagi seperti dulu
setiap manusia pasti punya kesalahan dan masih layak di kasih kesempatan kedua bukan begitupun dengan keenan, bianca yakin keenan begitu tulus mencintai kiara dan tidak ingin kehilangan istrinya hanya mungkin cara keenan menunjukan rasa cintanya itu yang salah, semua orang bisa berubah begitupun dengan keenan, bianca bisa melihat dengan jelas sorot mata kiara yang memancarkan kerinduan yang begitu dalam kepada suaminya
menyakitkan bukan ketika kita merindukan seseorang namun orang itu tidak ada di samping kita begitu menyesakkan
☘️☘️☘️☘️☘️
keenan langsung beringsut meninggalkan ranjangnya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, keenan mulai mencukur bulu-bulu halus yang mulai tumbuh di sekitar wajahnya keenan seperti memiliki kekuatan untuk terus berusaha dan memperjuangkan rumah tangganya
keenan akan berusaha mencari kiara kemanapun meskipun harus mencari sampai ke ujung dunia sekalipun keenan tidak ingin kiara benar-benar pergi meninggalkannya
bagas yang melihat semangat keenan telah kembali menyunggingkan senyuman tipis di sudut bibirnya tak sia-sia bagas mengeluarkan jurus andalannya untuk membuat keenan sadar bahwa tak ada yang lebih berharga ketika dari apapun selain keberadaan seorang istri di sampingnya
keenan keluar dari kamar mandi dengan wakah yang lebih segar dan lebih tampan pastinya
"nah begini dong semangat, kiara patut lu perjuangkan bos jangan sampai ada orang lain yang merebut posisi lu saat ini" ucap bagas menohok
"gue akan bunuh pria manapun yang berani menggantikan posisi gue di hidup kiara, SIAPAPUN" tekan keenan dengan tatapan elangnya
"wow taringnya udah mulai keluar lagi" gumam bagas bergidik
setelah meetingnya selesai barulah keenan akan mulai kembali mencari keberadaan kiara
semangat keenan terlihat semakin menggebu-gebu saat telah mendapat siramam rohani dari sahabat sekaligus asisten pribadinya itu
sampai di kantor keenan langsung masuk ke ruangan meeting karena materi dan berkas-berkas untuk meeting sudah di siapkan oleh bagas
bagas memang bisa di andalkan dalam hal apapun
semua petinggi perusahaan yang akan ikut serta dalam meeting itu sudah mulai berdatangan keenan menyambut kedatangan mereka dengan senyuman yang begitu ramah
namun senyuman keenan seketika sirna ketika melihat sosok adrian yang tiba-tiba muncul di hadapannya
adrian tersenyum dan menyalami keenan lalu duduk di kursi yang sudah di siapkan
"kenapa dia ada disini? bukannya dia seorang dokter?" keenan bertanya-tanya dalam hatinya
"dia anak pertama dari tuan barata bos, tuan barata sengaja meminta anaknya untuk menggantikan beliau hari ini karena ada urusan pekerjaan di luar kota" bisik bagas menjawab tasa penasaran keenan
__ADS_1
meeting berjalan dengan lancar sampai saat jam makan siang meeting baru selesai semua orang keluar dari ruangan itu secara bergantian dan yang terakhir keluar adalah keenan, bagas dan adrian
"keenan bisa kita bicara sebentar?" ajak adrian membuka obrolan di antara keduanya
"ada apa dokter adrian? apa ada yang tidak anda pahami tentang proyek ini?" tanya keenan ketus
"no, bukan masalah pekerjaan tapi masalah kiara bisakan kita bicara hanya berdua?" ajak adrian lagi dan di balas anggukan oleh keenan
akhirnya adrian dan keenan memutuskan untuk berbicara di sebuah coffe shop yang tak jauh dari kantor keenan
mereka duduk saling berhadapan memandang ekspresi wajah masing-masing
"tinggalkan kiara kalau lu gak bisa membuatnya bahagia" ucap adrian to the point
"sampai mati gue gak bakalan lepasin kiara apalagi buat cowok kayak lu" sahut keenan tegas
"buat apa lu pertahanin kiara sedangkan lu sendiri gak bisa percaya sama istri lu sendiri, syarat utama agar hubungan bisa berjalan mulus adalah kepercayaan tuan keenan" ucap adrian menohok hati keenan
"lu gak perlu ikut campur masalah rumah tangga gue, gue percaya sepenuhnya sama kiara dan ini hanyalah kesalahpahaman saja dan gue akan perbaikin ini semua untuk kiara dan anak gue" sahut keenan berusaha menahan emosinya
adrian tersenyum sinis mendengar keenan yang sudah mengakui bahwa janin yang ada di dalam kandungan kiara adalah anaknya
"apa lu yakin kiara mau terima lu lagi? setelah apa yang udah lu lakuin sama kiara? gue peringatin sekali lagi sama lu keenan
jagalah kiara layaknya seperti menjaga berlian jangan kembali lu membuat berlian itu hancur berkeping-keping karena kalau sudah hancur semuanya tidak akan kembali utuh seperti sedia kala"
keenan terus mendengarkan ocehan adrian tanpa mencela sedikitpun ucapannya
"gue memang cinta sama kiara, bahkan rasa cinta gue lebih dulu bersemi dari pada cinta kalian saat ini tapi gue bukan pria bodoh yang akan mengatas namakan cinta buat merusak rumah tangga kalian
bahagiakanlah kiara, jagalah kiara, percayalah apapun yang kiara ucapkan jangan membuat dia terluka dan menangis untuk kesekian kalinya
karena jika hal itu sampai terjadi gue gak segan-segan buat gantiin posisi lu di hati dan di hidup kiara bukan hal sulit untuk membuat kiara jatuh cinta lagi sama gue karena seperti orang bilang cinta pertama itu sulit untuk di lupakan"
keenan membeku saat mendengar ucapan adrian seperti mendapatkan tamparan yang begitu keras
namun ucapan adrian sama sekali tak menyurutkan perjuangannya untuk kiara
sampai kapanpun sehingga keenan masih bisa bernafas keenan tak akan melepaskan kiara untuk siapapun
__ADS_1
tidak perduli siapapun cinta pertama kiara itu hanya terjadi di masa lalu dan keenan bisa pastikan bahwa hanya keenan yang akan menjadi masa depan kiara dan cinta terakhir untuk kiara