
kiara bangun terlebih dahulu karena suara adzan subuh telah berkumandang
kiara melirik suaminya yang masih terlelap perlahan kiara membangunkan keenan untuk sholat subuh berjamaah dengannya
kiara mencium punggung tangan suaminya setelah selesai melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim
tak lupa keenan mencium kening kiara dengan penuh kasih sayang
"mas hari ini kamu ke kantor gak?" tanya kiara sembari membereskan tempat tidurnya
"mas di rumah aja sayang, besok aja mulai masuk kantornya. malam ini bukannya acara pertunangan viola sama bagas ya" sahut keenan yang duduk di atas sofa yang fokus pada ponselnya
"oh iya aku hampir lupa, temenin aku cari gaun ya" ajak kiara bergelendotan di lengan keenan dengan senyum manisnya
"kalau ada maunya pasti mendadak manja begini" jawab keenan menjawil ujung hidung kiara
"manja sama suami sendiri bebas kali" kiara beringsut meninggalkan keenan keluar dari kamarnya
"tuh kan udah dapet yang dia mau maen ninggalin suami gitu aja" keenan menghela nafas melihat tingkah istrinya
setelah sarapan dan membantu mami linda menyiram tanaman di halaman rumah kiara dan keenan akhirnya pamit pulang sesuai keinginan kiara yang ingin membeli dulu gaun untuk acara pertunangan sahabatnya nanti malam
meskipun terus di tahan oleh mami linda akhirnya mereka pun pergi dengan memberi alasan yang cukup di terima oleh mami linda sedangkan papi krisna sudah sejak pagi-pagi sekali sudaj pergi ke luar kota untuk mengunjungi proyek pembangunan salah satu hotel miliknya
saat akan memasuki mobil kiara berhenti sejenak karena ponselnya tiba-tiba berdering dan dilihatnya ada panggilan masuk dari sahabatnya
"cumi lu dimana?" tanya denis kepada kiara yang baru saja menjawab telfon darinya
"gue di rumah, kenapa?" jawab kiara santai
"ini gue di apartemen lu, gila lu ya pantesan gue gedor-gedor ni pintu kagak ada yang nyaut" timpal denis kesal
"lah salah lu sendiri mau ke apartemen kagak bilang dulu" sahut kiara santai
"lu buruan balik dah, gue udah jamuran ini nunggu lu udah satu jam tau gak"
"iya gue balik sekarang emang ada apaan sih?"
"buruan balik penting pokoknya"
denis mengakhiri panggilan telfonnya tanpa menunggu jawaban dari kiara
kiara berdecak kesal karena tingkah denis yang menyebalkan
__ADS_1
"siapa yang nelfon" tanya keenan kepada kiara yang baru saja masuk ke dalam mobilnya
"denis... kita ke apartemen dulu mas denis udah nunggu disana" jawab kiara yang memasang seat beltnya
"lho kenapa bukannya kita mau ke butik yang?" keenan mulai melajukan mobilnya meninggalkan kediaman mertuanya
"nanti aja mas katanya ada masalah penting" sahut kiara yang membaca pesan masuk di ponselnya
"ki lu dimana? denis udah marah-marah tuh nungguin lu di apartemen katanya" viola mengirm pesan singkat kepada kiara
"gue nginep di rumah mami papi ini lagi jalan pulang vi barusan denis udah nelfon gue" kiara membalas pesan dari viola
keenan melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya
hanya waktu tiga puluh menit untuk sampai di apartemen karena memang jarak dari rumah orang tua kiara ke apartemen tidak terlalu jauh
keenan dan kiara sudah sampai di basement apartement dan langsung memarkirkan mobilnya di tempat biasa keenan menyimpan mobilnya
keenan dan kiara berjalan menuju lift menuju unit apartemen mereka
ting...
pintu lift terbuka dan kiara sudah melihat denis menyender di tembok dengan menenteng paperbag besar di tangannya
"sorry... nunggu lama ya...
manda ikut juga kirain kakak denis cuman sendiri" ucap kiara yang membuka pintu apartementnya
"iya nih bocah mau aja di ajak kesana kesini" timpal keenan mengacak rambut amanda
"ayo masuk" ajak kiara kepada denis dan amanda sedangkan keenan sudah masuk terlebih dahulu dan masuk ke dalam kamarnya
denis dan viola pun duduk di atas sofa ruang tamu menunggu kiara yang sedang mengambil minum
entah mengapa amanda sangat suka melihat foto prewed kakak sepupunya beserta kedua sahabatnya itu
kiara sengaja memasang foto prewed yang bersama kedua sahabatnya karena menurut kiara, denis dan viola sudah menjadi bagian dari hidupnya sudah seperti saudara sendiri bukan seperti orang lain
"kamu liat apa?" tanya denis melihat amanda yang tak mengalihkan pandangannya dari foto yang dia pandangi
"lagi liat foto kalian, gak tau kenapa manda suka banget ngeliatnya setiap kesini" sahut amanda
"jangan bilang kamu terpesona melihat ketampanan kakak di foto itu" ucap denis bangga
__ADS_1
"ishh kepedean" amanda kembali duduk di samping denis
sebelum menghampiri denis dan amanda, kiara terlebih dahulu menemui keenan di kamarnya
dia ingin mengajak keenan untuk mengobrol di ruang tamu bukannya hanya diam di dalam kamar kesannya seperti tidak menghargai tamu
"sebenernya ada apaan si kalian berdua kesini gak ngasih kabar dulu pula" tanya kiara yang baru keluar dari kamar dan di susul keenan di belakangnya
"nih ada titipan dari viola buat elu sama bang keenan" denis menyodorkan paperbag yang tadi dia bawa
"apaan nih" sahut kiara melihat isi dari paperbagnya
"itu gaun sama batik buat elu pake nanti malem pas acara pertunangan viola sama bagas, batiknya buat di pake bang keenan ya
gue sama amanda juga pake kok" jawab denis sembari meneguk satu gelas air putih di atas meja
"oh jadi ceritanya kita seragaman nih" sahut kiara terkekeh
denis hanya mengangguk dan menyenderkan bahunya ke ujung sofa
sementara keenan menatap amanda dengan tatapan penuh pertanyaan
keenan mengira denis sudah tidak lagi menghubungi amanda karena keenan mengira denis hanya bermain-main saja dengan adik sepupunya itu
"kak keenan ngapain sih ngeliatin manda kayak gitu, serem tau gak" ucap amanda yang merasa tidak nyaman di tatap oleh kakak sepupunya
"anak kecil jangan dulu pacaran fokus belajar bentar lagi ujian, nis jangan macem-macem lu sama ade supupu gue" sahut keenan dengan suara tegasnya
"tenang aja bang ade lu aman sama gue, gue gak mau macem-macem sama amanda gue cuman mau satu macem aja" denis tertawa sembari memejamkan matanya
"berani lu macem-macem gue pecat jadi sahabat bini gue" ancam keenan yang terdengar lucu oleh kiara dan denis
"becanda bang serius amat lu, com ni tamu cuman di anggurin doang nih kagak di kasih cemilan gitu laper nih gue" denis melirik ke arah meja sama sekali tak ada makanan ataupun cemilan
"gue belum belanja, tau sendiri kemaren gue baru pulang... pesen online aja deh sekalian gue sama laki gue juga laper" sahut kiara menyimpan paperbag ke dalam kamarnya
"bang lu yang bayar yak" ucap denis mengangkat sebelah alisnya
"gak tau malu lu, ngajak cewek jalan malah minta di jajanin sama orang" sahut keenan ketus
"yaelah bang duit lu kan banyak pelit amat sama calon adik ipar" denis terus menggoda keenan yang sudah terlihat kesal
akhirnya keenan memesan makanan untuk semua orang yang ada di apartemennya
__ADS_1
tidak di pungkiri meskipun sikap denis menyebalkan tapi keenan sudah menganggap denis seperti sahabatnya sendiri karena keenan tau kiara begitu peduli kepada denis sebagai sahabatnya begitupun viola yang sudah kiara anggap seperti saudara