
setelah selesai dengan membeli semua keperluannya kiara mengajak keenan untuk pulang
namun tiba-tiba ada terdengar suara cempreng yang memanggilnya
"kak kiaaaaa" teriak amanda yang berhamburan memeluk istri dari kakak sepupunya itu
"manda, sama siapa kesini? tanya kiara yang melonggarkan pelukan amanda
"sama kak denis, kakak aku kangen tau" sahut amanda yang kembali memeluk tubuh ramoing kiara
"iya kakak juga kangen kamu, denisnya kemana kok kamu sendirian?" kiara kembali bertanya kepada amanda
"lagi ke toilet, eh kakak dari kapan punya bodyguard" amanda tertawa lepas melihat keenan yang tengah kerepotan membawa barang belanjaan
"yang sopan kamu bicara sama kakak, mau kakak stop uang jajan kamu" sahut keenan ketus sembari menatap tajam amanda
"jangan dong kak, masa gitu aja ngambek kayak bocah aja" amanda mencolek pinggang keenan
keenan mendengus kesal melihat kelakuan adik sepupunya yang kurang ajar menurutnya
amanda memang senang sekali menjahili kakak sepupunya itu apalagi melihat keenan sekarang seolah-olah menjadi babu kiara tentu saja itu menjadi bahan ledekan untuk amanda
"cumi... lau disini juga" sapa denis
"hooh.. salim dulu sama calon kakak ipar" kiara mengarahkan punggung tangannya di wajah denis
"kampret lu... " sahut denis kesal dan terpaksa mencium punggung tangan kiara
kiara tertawa melihat sahabatnya yang mau menuruti permintaannya padahal jelas saja itu hanya bercandaanya semata
keenan hanya diam melihat interkasi ketiga orang di hadapannya tanpa berniat bernegosiasi sedikitpun
"lu katanya mau ke toko buku, kok disini" tanya kiara kepada denis
"lau pikir di mall segede gini gak ada toko buku" sahut denis ketus
"lu lagi gak nyiksa laki lu kan" bisik denis di telinga kiara
kiara tertawa sembari melirik ke arah suaminya
sudah bisa di bayangkan seperti apa penampilan keenan saat ini sangat jauh dari kata bermiwaba dan berkarismatik
namun di mata kiara, keenan masih terlihat tampan dengan penampilannya yang sedikit berantakan karena banyaknya barang belanjaannya yang keenan bawa
"sayang sudah selesai kan, kita pulang aja yuk" ajak keenan yang sudah mulai kesal dengan tatapan ledekan denis dan amanda
__ADS_1
"iya... iya... kita pulang sekarang" jawab kiara
"manda sayang kakak pulang duluan ya, sekarang kakak tinggal di apartement nanti mampir kesana ya" ucap kiara kepada amanda
" jagain ade gue ya harus pulang dengan keadaan utuh tanpa kurang satu apapun" keenan memperingatkan denis dengan tatapan tajamnya
"iye... lu kira gue doyan makan orang, ade lu aman di tangan gue" sahut denis
kiara dan keenan berlalu meninggalkan amanda dan denis
kiara mulai tidak tega melihat suaminya yang tengah kerepotan
kiara berinisiatif untuk membantu keenan membawa sebagian belanjaannya namun keenan menolak
"beneran gapapa? kamu kerepotan banget gitu mas" tanya kiara iba
"gapapa lagian sebentar lagi juga sampai di parkiran, kamu tenang aja mas sanggup bawa semuanya" sahut keenan tegas
keenan melajukan mobilnya dengan pelan-pelan
keenan melirik ke arah kiara
"sayang... sudah gak marah lagi kan sama mas?" tanya keenan dengan menggenggam erat tangan kiara
keenan kembali fokus pada kemudinya dan
setengah jam kemudian keenan dan kiara sampai di apartement
mereka langsung menuju unit kamar milik keenan
keenan yang sudah merasa begitu kelelahan ingin segera merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya
"sayang bersih-bersih dulu gih baru istirahat, aku mau masak buat makan malam kita" ucap kiara yang menyimpan barang belanjaannya
"kamu gak capek? beli makanan aja gak usah masak" titah keenan
"sudah jadi kewajiban istri buat ngalayanin suami termasuk masakin kamu, bukan muasin kamu di atas ranjang doang" tegas kiara meninggalkan keenan di kamarnya
keenan tersenyum melihat perubahan kiara setelah menjadi istrinya
kiara menjadi lebih dewasa dan bisa lebih mengontrol emosinya ketika sedang marah
keenan mencium wangi masakan yang begitu menusuk indera penciumannya
"sayang masak apa" tiba-tiba keenan memeluk kiara dari belakang
__ADS_1
"tentunya masak yang bisa di makan lah sayang masa masak batu" kiara mulai menggoda keenan
kiara menyiapkan semua hasil masakannya di atas meja makan
ada beberapa lauk pauk dan sayuran yang menggugah selera
"aku gak nyangka kamu bisa masak" ejek keenan yang mendudukan bokong di kursi
"jangan banyak ngomong, makan aja, jangan sampai ketagihan ya masakan aku"
bisik kiara mengisi piring keenan dengan nasi
keenan langsung melahap masakan kiara yang sudah sangat menggodanya
keenan menikmati suapan demi suapan yang dia masukan ke dalam mulutnya
"lezat sayang, sumpah enak banget" keenan memuji masakan kiara tanpa henti
"syukurlah kalau kamu suka mas" sahut kiara yang mulai memasukan makanan ke dalam mulutnya
"ternyata selain pandai di ranjang kamu juga pandai di dapur sayang, benar-benar istri idaman" keenan kembali memuji kiara dan membuat wajah kiara merona
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
amanda dan denis baru saja keluar dari bioskop
amanda yang masih memakai seragam sekolahnya merasa dirinya seperti anak nakal yang hobi keluyuran sampai malam hari
"kamu kenapa? mukanya kok berubah gitu" tanya denis heran
"kak aku keliatan kayak anak nakal ya jam segini masih keluyuran pake seragam sekolah" jawab amanda dengan wajah sendu
denis menepuk jidatnya
denis bahkan tidak sadar kalau amanda masih mengenakan seragam sekolah
"ya sudah kita pulang aja, kaka minta maaf ya karena kaka kamu jadi pulang terlambat" ucap denis tulus
"gapapa kak kan aku yang ngajak kakak nonton dulu tadi" sahut amanda polos
"besok-besok kalau mau jalan mendingan kamu ganti baju dulu aja biar lebih nyaman" ucap denis yang menggandeng amanda keluar dari mall itu
amanda tersipu malu karena untuk pertama kalinya denis memegang tangannya apalagi di hadapan banyak orang
amanda merasa sangat bahagia layaknya ABG yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta
__ADS_1