
tiba-tiba ada seorang wanita menghampiri keenan
wanita itu berpakaian sedikit terbuka dan terlihat dengan riasan wajah yang terlihat mencolok lebih terlihat seperti wanita malam yang akan mencari mangsanya
bagas mengerenyitkan dahinya kenapa tiba-tiba ada wanita seperti itu di wilayah kampus dan yang lebih membuat bagas kaget adalah tiba-tiba wanita itu menghampiri keenam seakan sudah mengenal keenan sejak lama
"kak keenan apa kabar?" sapa tami dengan lancangnya menggelayut di lengan keenan
keenan tersentak dengan perlakuan tami, keenan langsung menepiskan lengan tami dari rangkulannya
keenan merasa risih dengan tingkah tami yang semakin tidak tau malu
"bos lu kenal sama tuh cewek?" tanya bagas menunjuk ke arah tami dengan tatapan tidak suka
"cewek stres" jawab keenan sekenanya
keenan berniat untuk menelfon kiara karena sudah tidak ingin berlama-lama lagi di sana terlebih ada tami
keenan takut kehadiran tami disana malah membuat kiara salah paham kepadanya
belum sempat keenan menekan tombol untuk menghubungi kiara tiba-tiba saja tami memeluk keenan dari belakang bertepatan dengan datangnya kiara dan kedua sahabatnya
keenan berusaha melepaskan pelukan tami namun tami makin memeluknya erat seakan sengaja ingin membuat kiara berprasangka buruk tentang apa yang sedang di lihatnya saat ini
keenan semakin emosi dengan tingkah tami, keenan menghempaskan tangan tami dengan kasar sampai tubuh tami hampir tersungkur
"lu gila ya" sentak keenan memandang tami dengan tatapan tajamnya
"udah berani ya sekarang" suara lantang kiara membuat keenan tak bisa berkutik
keenan tak menyangka bahwa kiara sudah berada di hadapannya saat ini
keenan menatap kiara dengan tatapan yang sulit di artikan
sedangkan kiara menatap keenan dengan tatapan membunuhnya
"maksudnya apa ini" kiara berusaha masih mengontrol emosinya saat ini
"mas bisa jelaskan sayang, kamu tanya bagas kejadian sebenarnya seperti apa" keenan membela dirinya karena memang ini bukan salah keenan sama sekali
tami yang masih mematung disana menatap ke arah kiara dengan senyuman liciknya
__ADS_1
tami merasa menang melihat pasangan pengantin baru ini telah beradu mulut dan tentu saja tami merasa senang mereka bertengkar karena ulahnya yang sengaja untuk memanas-manasi kiara
namun di luar dugaan tami kiara malah menghampiri dirinya dengan tatapan tajamnya
"cara lu norak, kalau lu pikir dengan cara ini mampu buat gue cemburu lu salah besar
gue tau isi dari otak licik lu" kiara dengan lantang berbicara kepada tami dengan tatapan tidak sukanya
tami terdiam seribu bahasa dia tidak menyangka bahwa usahanya untuk membuat keenan dan kiara bertengkar sudah gagal
tami kesal lalu pergi meninggalkan halaman kampus dengan rasa dongkol di hatinya
"hey cabe-cabean lain kali pakai baju yang bener, baju belum di jahit lu pake, keliatan semua kan isinya" teriak kiara kepada tami sembari tertawa mengejek
keenan menatap kiara kagum dia tak menyangka bahwa istrinya tidak salah paham dengan apa yang sudah tami lakukan
keenan tersenyum melihat kiara yang tidak merasa kesal kepadanya sama sekali
"sayang kamu gak marah?" tanya keenan dengan percaya dirinya
"kata siapa? satu minggu gak dapat jatah" kiara berjalan memasuki mobil keenan dengan senyum smirknya
bagas, viola dan denis tertawa puas melihat ekpresi keenan yang seperti ayam sakit
bahkan kiara sama sekali tidak membela dirinya
kiara lebih membiarkan kedua sahabatnya dan bagas menggoda keenan sampai membuat keenan benar-benar kesal
"siapa suruh bikin gue badmood" batin kiara yang memperhatikan suami dan sahabatnya dari dalam mobil
sesampainya di cafe keenan masih dengan wajahnya yang di tekuk
berbeda dengan kiara yang tertawa lepas bersama denis dan viola sedangkan bagas hanya fokus dengan ponselnya
"sayang mau pesen apa?" tanya keenan kepada kiara dengan nada lembut
"mau makan yang pedes-pedes biar hati aku makin panas" sentak kiara kepada keenan sontak saja membuat keenan langsung membeku
sedangkan tiga orang di hadapannya yaitu bagas, viola dan denis menatap keenan dan kiara silih berganti
mereka seperti sedang melihat drama korea saat ini bahkan lebih menarik dari drama korea yang pernah mereka dengar dari cerita orang di sekelilingnya
__ADS_1
"mas bagas mau pesan apa?" tanya viola kepada calon suaminya
"samain aja sama kamu sayang" bagas mengelus rambut viola mesra dan sengaja ingin memanas-manasi keenan yang sedang perang dingin dengan kiara
"lah gue kagak di tanya?" timpal denis yang merasa di acuhkan
"salah sendiri kesini gak bawa pasangan jadi nyamuk kan lu" sentak kiara dengan tertawa puas
"ngapain juga kesini sama pasangan kalau numpang ribut doang mah mending diem aja di rumah" sindir denis dan sukses membuat keenan dan kiara kesal
denis menatap kiara dan keenan yang saat ini sedang menatap dengan tatapan membunuh ke arahnya denis hanya terkekeh melihat tingkah pasutri baru ini yang seperti anak kecil
tidak ada dari keduanya untuk menyelesaikan masalah yang tidak seberapa ini bahkan keenan tidak ada sedikitpun niat untuk meminta maaf kepada kiara padahal kiara sangat berharap kalau keenan meminta maaf kepadanya kiara akan melupakan kejadian tadi di kampusnya
bagas yang mengerti dari raut wajah kiara langsung saja mengirim pesan kepada bosnya untuk meminta maaf kepada kiara
terlepas keenan salah ataupun tidak tetap saja saat ini dia dalam posisi terpojokan
keenan yang kurang peka terhadap perasaan istrinya harus lebih dulu di sadarkan oleh orang sekitarnya dan bagas lah orang sangat peka dengan keadaan pasangan muda yang baru menikah itu
"sayang aku minta maaf ya, aku gak tau tadi si tami tiba-tiba muncul di hadapan aku
maafin ya" keenan minta maaf kepada kiara dengan wajah memelasnya
"tapi kamu nikmatin kan tadi di peluk-peluk sama tuh cabe gendot" sahut kiara ketus
"kamu gak liat tadi aku hampir aja buat dia tersungkur ke tanah, udang dong marah nya" keenan menggenggam erat tangan kiara seolah enggan untuk di lepaskan
"jangan kayak bocah dah lu berdua, gausa di buat ribet masalah kagak penting kayak beginian doang, lu juga bang kenapa ingkar janji sama gue" sahut denis dengan wajah kesalnya
"ingkar janji apaan jangan ngarang lu" sentak keenan dengan tatapan tajamnya
"lu bilang mau ngajak amanda kesini tapi mana amanda gak ada disini, jadi nyamuk kan gue" sungut denis dongkol
keenan baru teringat dengan janji yang akan mengajak amanda namun keenan mendadak lupa ingatan karena ulah tami yang membuat dirinya berdebat dengan kiara
keenan tidak bisa mengelak dengan tuduhan denis karena memang dia yang sudah berjanji
keenam menghela nafas panjang dan memutuskan untuk menelfon amanda menyuruhnya untuk menyusul ke cafe yang sedang mereka datangi
## yuk tinggalkan jejak para readers tercinta
__ADS_1
mohon dukungannya buat othor biar semakin semangat lagi buat up lagi