Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Perkara Cabe Gendot


__ADS_3

tiba-tiba ada seorang wanita menghampiri keenan


wanita itu berpakaian sedikit terbuka dan terlihat dengan riasan wajah yang terlihat mencolok lebih terlihat seperti wanita malam yang akan mencari mangsanya


bagas mengerenyitkan dahinya kenapa tiba-tiba ada wanita seperti itu di wilayah kampus dan yang lebih membuat bagas kaget adalah tiba-tiba wanita itu menghampiri keenam seakan sudah mengenal keenan sejak lama


"kak keenan apa kabar?" sapa tami dengan lancangnya menggelayut di lengan keenan


keenan tersentak dengan perlakuan tami, keenan langsung menepiskan lengan tami dari rangkulannya


keenan merasa risih dengan tingkah tami yang semakin tidak tau malu


"bos lu kenal sama tuh cewek?" tanya bagas menunjuk ke arah tami dengan tatapan tidak suka


"cewek stres" jawab keenan sekenanya


keenan berniat untuk menelfon kiara karena sudah tidak ingin berlama-lama lagi di sana terlebih ada tami


keenan takut kehadiran tami disana malah membuat kiara salah paham kepadanya


belum sempat keenan menekan tombol untuk menghubungi kiara tiba-tiba saja tami memeluk keenan dari belakang bertepatan dengan datangnya kiara dan kedua sahabatnya


keenan berusaha melepaskan pelukan tami namun tami makin memeluknya erat seakan sengaja ingin membuat kiara berprasangka buruk tentang apa yang sedang di lihatnya saat ini


keenan semakin emosi dengan tingkah tami, keenan menghempaskan tangan tami dengan kasar sampai tubuh tami hampir tersungkur


"lu gila ya" sentak keenan memandang tami dengan tatapan tajamnya


"udah berani ya sekarang" suara lantang kiara membuat keenan tak bisa berkutik


keenan tak menyangka bahwa kiara sudah berada di hadapannya saat ini


keenan menatap kiara dengan tatapan yang sulit di artikan


sedangkan kiara menatap keenan dengan tatapan membunuhnya


"maksudnya apa ini" kiara berusaha masih mengontrol emosinya saat ini


"mas bisa jelaskan sayang, kamu tanya bagas kejadian sebenarnya seperti apa" keenan membela dirinya karena memang ini bukan salah keenan sama sekali


tami yang masih mematung disana menatap ke arah kiara dengan senyuman liciknya

__ADS_1


tami merasa menang melihat pasangan pengantin baru ini telah beradu mulut dan tentu saja tami merasa senang mereka bertengkar karena ulahnya yang sengaja untuk memanas-manasi kiara


namun di luar dugaan tami kiara malah menghampiri dirinya dengan tatapan tajamnya


"cara lu norak, kalau lu pikir dengan cara ini mampu buat gue cemburu lu salah besar


gue tau isi dari otak licik lu" kiara dengan lantang berbicara kepada tami dengan tatapan tidak sukanya


tami terdiam seribu bahasa dia tidak menyangka bahwa usahanya untuk membuat keenan dan kiara bertengkar sudah gagal


tami kesal lalu pergi meninggalkan halaman kampus dengan rasa dongkol di hatinya


"hey cabe-cabean lain kali pakai baju yang bener, baju belum di jahit lu pake, keliatan semua kan isinya" teriak kiara kepada tami sembari tertawa mengejek


keenan menatap kiara kagum dia tak menyangka bahwa istrinya tidak salah paham dengan apa yang sudah tami lakukan


keenan tersenyum melihat kiara yang tidak merasa kesal kepadanya sama sekali


"sayang kamu gak marah?" tanya keenan dengan percaya dirinya


"kata siapa? satu minggu gak dapat jatah" kiara berjalan memasuki mobil keenan dengan senyum smirknya


bagas, viola dan denis tertawa puas melihat ekpresi keenan yang seperti ayam sakit


bahkan kiara sama sekali tidak membela dirinya


kiara lebih membiarkan kedua sahabatnya dan bagas menggoda keenan sampai membuat keenan benar-benar kesal


"siapa suruh bikin gue badmood" batin kiara yang memperhatikan suami dan sahabatnya dari dalam mobil


sesampainya di cafe keenan masih dengan wajahnya yang di tekuk


berbeda dengan kiara yang tertawa lepas bersama denis dan viola sedangkan bagas hanya fokus dengan ponselnya


"sayang mau pesen apa?" tanya keenan kepada kiara dengan nada lembut


"mau makan yang pedes-pedes biar hati aku makin panas" sentak kiara kepada keenan sontak saja membuat keenan langsung membeku


sedangkan tiga orang di hadapannya yaitu bagas, viola dan denis menatap keenan dan kiara silih berganti


mereka seperti sedang melihat drama korea saat ini bahkan lebih menarik dari drama korea yang pernah mereka dengar dari cerita orang di sekelilingnya

__ADS_1


"mas bagas mau pesan apa?" tanya viola kepada calon suaminya


"samain aja sama kamu sayang" bagas mengelus rambut viola mesra dan sengaja ingin memanas-manasi keenan yang sedang perang dingin dengan kiara


"lah gue kagak di tanya?" timpal denis yang merasa di acuhkan


"salah sendiri kesini gak bawa pasangan jadi nyamuk kan lu" sentak kiara dengan tertawa puas


"ngapain juga kesini sama pasangan kalau numpang ribut doang mah mending diem aja di rumah" sindir denis dan sukses membuat keenan dan kiara kesal


denis menatap kiara dan keenan yang saat ini sedang menatap dengan tatapan membunuh ke arahnya denis hanya terkekeh melihat tingkah pasutri baru ini yang seperti anak kecil


tidak ada dari keduanya untuk menyelesaikan masalah yang tidak seberapa ini bahkan keenan tidak ada sedikitpun niat untuk meminta maaf kepada kiara padahal kiara sangat berharap kalau keenan meminta maaf kepadanya kiara akan melupakan kejadian tadi di kampusnya


bagas yang mengerti dari raut wajah kiara langsung saja mengirim pesan kepada bosnya untuk meminta maaf kepada kiara


terlepas keenan salah ataupun tidak tetap saja saat ini dia dalam posisi terpojokan


keenan yang kurang peka terhadap perasaan istrinya harus lebih dulu di sadarkan oleh orang sekitarnya dan bagas lah orang sangat peka dengan keadaan pasangan muda yang baru menikah itu


"sayang aku minta maaf ya, aku gak tau tadi si tami tiba-tiba muncul di hadapan aku


maafin ya" keenan minta maaf kepada kiara dengan wajah memelasnya


"tapi kamu nikmatin kan tadi di peluk-peluk sama tuh cabe gendot" sahut kiara ketus


"kamu gak liat tadi aku hampir aja buat dia tersungkur ke tanah, udang dong marah nya" keenan menggenggam erat tangan kiara seolah enggan untuk di lepaskan


"jangan kayak bocah dah lu berdua, gausa di buat ribet masalah kagak penting kayak beginian doang, lu juga bang kenapa ingkar janji sama gue" sahut denis dengan wajah kesalnya


"ingkar janji apaan jangan ngarang lu" sentak keenan dengan tatapan tajamnya


"lu bilang mau ngajak amanda kesini tapi mana amanda gak ada disini, jadi nyamuk kan gue" sungut denis dongkol


keenan baru teringat dengan janji yang akan mengajak amanda namun keenan mendadak lupa ingatan karena ulah tami yang membuat dirinya berdebat dengan kiara


keenan tidak bisa mengelak dengan tuduhan denis karena memang dia yang sudah berjanji


keenam menghela nafas panjang dan memutuskan untuk menelfon amanda menyuruhnya untuk menyusul ke cafe yang sedang mereka datangi


## yuk tinggalkan jejak para readers tercinta

__ADS_1


mohon dukungannya buat othor biar semakin semangat lagi buat up lagi


__ADS_2