Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Semakin Runyam


__ADS_3

"apa kamu gak mau memberikan mas kesempatan kedua lagi kiara? mas tidak akan berjanji akan membuat kamu selalu bahagia tapi mas akan selalu berusaha untuk membuat kamu tidak terluka, ijinkan mas memperbaiki hubungan kita, mas selalu akan merubah semua sifat buruk mas asalkan kamu masih tetap di samping mas" keenan berucap dengan suara bergetar seperti menahan tangis


"kamu tau gimana perasaan aku saat kamu menuduh aku hamil dengan pria lain? kamu bisa rasain gak gimana terlukanya hati aku ketika ayah dari anak yang aku kandung menolak kehadirannya? jika kamu benar-benar tau istri kamu seperti apa kamu gak akan mengira aku seperti seorang ja lang" sentak kiara dengan deraian airmata yang mulai membasahi pipinya


"mas benar-benar minta maaf kiara, mas benar-benar menyesal harus dengan cara apa lagi mas harus meminta maaf sama kamu, mas memang brengsek mas memang bodoh apa mas gak berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah?


tanpa kamu mas seperti kehilangan arah separuh jiwa mas pergi, tolong maafkan semua kesalhan mas" keenan bersimpuh dengan airmata yang sudah mengalir deras


"kamu jahat keenan, jahat" sahut kiara menatap lurus kedepan


keenan berdiri segera menarik kiara masuk ke dalam pelukannya


keenan mengecup pucuk kepala kiara menyalurkan rasa rindu yang selama ini bersarang di hatinya


tak ada penolakan dari kiara, keenan semakin mengeratkan pelukannya seolah meminta kiara untuk tidak meninggalkannya


keenan berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan perut kiara


keenan mengelus lembut perut kiara yang masih terlihat rata


"hai baby, ini daddy sayang maafkan semua kesalahan daddy kepadamu dan mommymu ya, daddy tidak tahan harus berlama-lama lagi berjauhan dengan mommy kamu" ucap keenan di hadapan perut kiara dan mengecupnya


kiara tetap tak bergeming melihat perlakuan keenan yang begitu manis, jujur saja kiara masih sangat kesal melihat wajah keenan namun kiara juga tak bisa membohongi hatinya bahwa kiara juga merindukan sosok keenan, sosok yang selama satu tahun ini selalu ada di sampingnya

__ADS_1


"apa jaminannya kalau kamu tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi?" tanya kiara melerai pelukan keenan


"apapun asalkan kamu memaafkan kesalahan mas, bahkan jika nyawa mas harus jadi taruhannya mas rela" sahut keenan menatap wajah kiara begitu dalam


"aku mau kamu dan adrian berbaikan, adrian tidak ada sangkut pautnya dalam hubungan kita, kamu membenci orang yang salah bahkan dia dan dokter raisa yang membantu aku mencari bukti tentang kebenaran tes waktu itu" ucap kiara dengan tatapan dinginnya


"gak, mas gak mau, sudah jelas dia bilang cinta sama kamu di saat status kamu sudah menjadi seorang istri apa itu pantas? dan dengan terang-terangan dia mau menggantikan posisi mas menjadi suami kamu disaat kita sedang bermasalah " tolak keenan


"emangnya aku bisa nawar sama wanita mana adrian akan jatuh cinta, aku yakin adrian juga tidak mau memiliki perasaan sama aku yang notabene istri kamu cinta itu tumbuh begitu saja tanpa tau pada siapa cinta itu berpaut.


kamu itu egois selalu mikirin perasaan kamu sendiri" ucap kiara panjang kali lebar


"setidaknya dia harus tau diri, harus sadar dengan kenyataan kalau wanita yang sangat dia cintai dari masa SMP itu sudah bersuami, mas memang egois, egois untuk mempertahankan wanita yang mas cintai, egois untuk selalu bersama dengan istri mas sendiri, egois untuk memperjuangkan pernikahan kita apa itu salah?" sahut keenan dengan nafas yang memburu menahan emosi ketika mendengar nama adrian


mas akan berterima kasih sama adrian tapi untuk berhubungan baik apalagi sampai berteman maaf mas gak bisa" ucap keenan masih tetap dengan pendiriannya


kiara kalah telak oleh ucapan keenan niatnya hanya ingin membuat keenan melunak dan menerima adrian sebagai bagian dari masa lalu kiara nyatanya malah membuat masalah tambah runyam, keenan benar-benar cemburu dengan lelaki yang mengaku sebagai cinta pertama istrinya


mana mungkib keenan akan bersikap manis kepada pria yang terang-terangan akan merebut istrinya


"udah malam, aku ngantuk" ucap kiara tanpa membalas ucapan keenan


"jangan terus menghindar mau sampai kita terus begini? apa mau nunggu anak kita lahir dulu baru kita akan kembali seperti dulu? mas rasa yang egois itu kamu bukan mas" sahut keenan

__ADS_1


"kamu sadar gak sikap aku jagi gini karena siapa? kamu sadar gak ucapan kamu begitu melukai hati aku? ternyata kamu belum berubah, mendingan kamu pulang aja percuma ada disini cuman membuat aku makin stres" ucap kiara meninggalkan sendiri


keenan tidak mau membuang-buang waktu keenan mengikuti kiara yang hendak masuk ke kamarnya dia tidak peduli dengan penolakan kiara bahkan jika kiara akan membunuhnya malam ini juga keenan siap asalkan kiara memberikan maafnya malam ini juga pada keenan


bagas, viola, denis dan bianca melihat pasangan yang masih setia dengan egonya masing-masing itu hanya menggelengkan kepala mereka


mereka sudah tidak mau ikut campur lebih dalam lagi dengan masalah keenan dan kiara


biarlah keenan dan kiara mengambil keputusan sesuai isi hati mereka masing-masing


"mau sampe lebaran ayam pun gak bakalan baikan kalau gak ada yang mau ngalah, bener-bener kayak bocah" ucap bagas meminum kopi yang sudah viola buatkan


"terserah mereka sajalah mau saling bunuh juga itu yang mereka mau, susah emang kalau sama-sama keras kepala" timpal denis


"kalau keenan kasar lagi sama kiara gimana? gue takut kiara di apa-apain lho, sayang bujuk keenan aja lah supaya ngalah biar cepet beres gitu masalahnya" rengek viola kepada bagas


"sayang percaya sama aku ya keenan gak akan kasar lagi sama kiara, dia udah janji sama aku kalau sampai dia kasar lagi sama kiara aku akan ngundurin diri jadi asistennya dan pindah ke semarang ngurus perusahaan papa disana biar keenan kelabakan kerja tanpa bantuan aku" sahut bagas mengelus pipi viola dan mencium bibirnya sekilas


"astaga bang inget ya disini ada gue sama denis, kalau mau mesra-mesraan mendingan masuk kamar aja sana bukan pamer disini, justin kan gak ada disini gak ada yang bisa gue cium" sentak bianca melihat kemesraan bagas dan viola


"udah sana lu berdua langsung ngamar aja jangan jadiin gue sama bianca obat nyamuk disini, udah tau kita disini tanpa pasangan sengaja yang bikin kita panas" denis ikut bicara karena tiba-tiba merasa kesal teringat dengan amanda yang belum dia sentuh sama sekali


"makanya kalian buru-buru nikah jangan pacaran mulu, dosa tau bersentuhan dengan pasangan yang belum halal" viola terkekeh mendadak menjadi seorang penceramah

__ADS_1


__ADS_2