
saat ini kiara memang sudah di pindahkan ke ruang perawatan namun saat ini keadaan kiara sedang tidak sadarkan diri karena kondisi yang begitu lemah pasca melahirkan
keenan begitu cemas melihat keadaan kiara dengan wajah yang begitu pucat dengan mata yang masih terpejam
keenan terus berada di samping istrinya untuk menguatkan istrinya, keenan terus menggenggam erat jari-jemari kiara dan mengecupnya bertubi-tubi
mami linda dan papi krisna juga papi adi dan mami yasmin begitu khawatir melihat keadaan kiara tapi mereka masih bisa bersyukur karena keadaan bayi kiara sehat tanpa kekurangan suatu apapun dan saat ini bayi tampan itu sedang tidur di ruangan khusus untuk bayi karena kondisi kiara yang belum pulih
"sayang mas mohon sadarlah, mas dan anak kita membutuhkan kamu, mas yakin kamu wanita yang kuat. bangunlah sayang mas gak bisa hidup tanpa kamu" lirih keenan dengan mata yang keluar tanpa permisi dari pulupuk matanya
sudah tiga hari kiara tidak sadarkan diri, keenan terlihat semakin tak terurus rambutnya yang semakin panjang juga tumbuh bulu-bulu halus di sekitar wajahnya jika kiara melihat keadaan keenan seperti ini sudah pasti keenan akan di ceramahi tujuh hari tujuh malam oleh istrinya itu
semua sahabat kiara belum di ijinkan untuk menjenguk kiara karena kondisi kiara yang belum memungkinkan untuk di jenguk hanya keluarga inti saja yang bergantian untuk menjaga kiara
namun keenan tidak ingin meninggalkan kiara walau janya sedetik saja, keenan ingin selalu berada di samping kiara sampai kiara membuka matanya dan yang pertama kali kiara lihat adalah suaminya bukan orang lain
"sayang jangan siksa mas terlalu lama, tolong sadarlah kamu gak mau melihat anak kita, dia sangat tampan sayang kamu harus segera sadar, bayi kita ingin segera di gendong oleh mommy nya" lagi-lagi keenan meminta kiara untuk cepat sadar
"permisi pak keenan bisa keluar sebentar saya akan memeriksa kondisi bu kiara dulu" ucap dokter raisa yang menangani kiara
"baik dok silahkan" sahut keenan dan berjalan keluar dari ruang perawatan
__ADS_1
keenan berjalan dengan langkah gontai sudah tidak ada semangat lagi untuk menjalankan hidupnya ketika melihat istri yang dia sayangi terbaring lemah di atas brankar rumah sakit dan yang paling menyakitkan adalah keenan tidak bisa berbuat apa-apa untuk kesembuhan istrinya keenan hanya berserah diri kepada sang maha pencipta
"sayang jangan seperti ini, kiara pasti sedih kalau tahu kondisi kamu seperti ini" ucap mami yasmin mengelus pundak keenan
"kamu harus menjaga kesehatan kamu juga nak kalau kamu ikutan sakit siapa yang akan menjaga kiara dan anak kalian, kamu jangan egois anak kamu juga butuh perhatian kamu keenan biarlah saat ini kiara di tangani oleh dokter telebih dahulu. apa kamu tidak mau melihat cucu kami yang begitu menggemaskan itu?" sahut mami linda
"makanlah walaupun hanya sedikit keenan setelah itu kamu bersihkan diri lalu pergilah untuk melihat bayi kalian, selama kiara koma kamu belum sempat melihat bayi kalian lagi kan? apa kamu gak sayang sama anak kamu sendiri?" timpal papi adi mengingatkan keenan
"seorang keenan yang papi kenal itu adalah keenan yang kuat dalam kondisi apapun kamu harus yakin kiara akan segera sadar papi yakin kiara juga merindukan kamu dan bayi tampan kalian, jangan terpuruk dalam keadaan ini keenan teruslah menyemangati kiara agar bisa segera sadar dan memeluk kalian kembali" seru papi krisna menepuk-bepuk bahu keenan
keenan seperti mendapatkan kekuatan kembali setelah tiga hari ini terus terpuruk menangisi kondisi istrinya, namun sekarang keenan sadar bahwa anaknya pun butuh perhatian keenan segera membersihkan diri dan mencukur bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar wajahnya,
keenan langsung berlari ke ruangan dimana bayinya di rawat
keenan terharu melihat bayi tampannya sedang tertidur pulas, perlahan keenan mendekati bayinya dan membawanya dalam gendongan keenan
"anak daddy yang tampan, maafkan daddy baru bisa menggendong kamu kembali nak, kita doakan mommy supaya cepat sadar ya nak biar bisa gendong kamu" ucap keenan mengecup pipi gembul anaknya bertubi-tubi
hampir dua jam keenan menghabiskan waktu bersama bayi nya, sampai suara panggilan dari seorang perawat membuat keenan terpaksa meninggalkan bayi nya kembali
"permisi pak keenan dokter raisa meminta anda untuk menemuinya di ruangan dokter raisa" ucap salah satu perawat
__ADS_1
"baiklah, tolong jaga anak saya ya sus"
"anak daddy yang tampan sama suster dulu ya nanti daddy sama mommy kesini buat jemput kamu pulang ke rumah kita" lagi-lagi keenan menciumi seluruh wajah bayinya sebelum meninggalkan dengan perawat
keenan langsung bergegas menemui dokter raisa, keenan ingin tahu bagaimana perkembangan kondisi kiara saat ini, keenan akan melakukan apapun asalkan kiara bisa secepatnya sadar dan kembali berkumpul bersamanya dan juga baby tampan mereka
"bagaimana keadaan istri saya sekarang dok apa sudah ada perkembangan?" tanya keenan kepada dokter raisa
"kondisi ibu kiara masih belum ada perkembangan yang signifikan pak, tapi saya selalu mengusahakan yang terbaik untuk setiap pasien saya termasuk bu kiara teruslah menyemangati bu kiara meskipun koma taoi bu kiara bisa mendengar semua apa yang kita bicarakan hanya saja bu kiara belum bisa merespon" sahut dokter raisa panjang lebar
"apa tidak ada cara untuk mempercepat istri saya agar segera sadar dok? saya tidak sanggup melihat istri saya seperti ini" lirih keenan
"teruslah berdoa dan menyemangati ibu kiara ajak mengobrol bu kiara sesering mungkin pak, ceritakan masa-masa indah kalian berdua agar bisa merangsang sistem sarafnya, saya akan bantu sebisa saya pak"
keenan keluar dari ruangan dokter raisa rasanya semangat yang tadi di berikan oleh kedua orang tua dan mertuanya hilang kembali, keenan merasa tidak berguna karena tidak bisa membantu apapun untuk kesembuhan kiara, airmata keenan jatuh begitu saja sungguh keenan tidak sanggup kalau harus kehilangan kiara disaat mereka baru saja memiliki seorang bayi laki-laki yang begitu tampan dan menggemaskan
"jangan Kau ambil istri hamba terlebih dahulu Tuhan, ijinkan hamba memilikinya lebih lama lagi, hamba mohon" lirih keenan dengan deraian airmata yang terus mengalir
adrian yang melihat keenan dari kejauhan sungguh merasa iba, sekarang adrian yakin kalau keenan benar-benar menyayangi kiara, adrian menemui dokter raisa ingin menanyakan apa penyebab sebenarnya yang membuat kiara bisa koma seperti sekarang ini
sedangkan keenan kembali ke ruangan rawat kiara dia akan melakukan apa yang disarankan oleh dokter raisa mudah-mudahan kiara akan cepat sadar setelah keenan melakukan apa yang sudah di sarankan oleh dokter raisa
__ADS_1