Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
H-1


__ADS_3

"sayang jangan marah lagi, mas khawatir banget sama kamu? badan kamu udah mendingan belum? angkat telfon dari mas ya,, please... mas kangen" Keenan mengirim pesan kepada Kiara


Kiara tersenyum-senyum sendiri membaca isi pesan dari Keenan yang sebentar lagi akan segera menjadi suaminya


"rasain suruh siapa nyuekin gue, gak enak kan kalau di cuekin balik"


ddddrrrttt.....ddrrrrtttt....ddrrrrtttt


suara panggilan kembali masuk di ponsel Kiara tak lain dan tak bukan itu panggilan dari Keenan


akhirnya Kiara memutuskan menjawab telfon dari keenan


"hhmmm"


"akhirnya kamu jawab telfon dari mas juga, mas kangen tau, maafin mas ya"


"hhmmm"


"apasi jawabnya gitu doang, kamu gak kangen juga sama mas?"


"hhmm"


"sayang..... jangan gitu, ngomong dong jangan siksa mas gini"


Keenan terus membujuk Kiara agar tidak bersikap cuek padanya


Keenan berusaha lebih sabar menghadapi Kiara yang sebentar lagi akan menjadi istrinya


setelah membujuk Kiara dengan berbagai gombalan akhirnya Kiara luluh juga


karena tak bisa di pungkiri Kiara juga sangat merindukan calon suaminya itu


"yasudah kamu bobo gih, besok kan kita berangkat pagi-pagi ke lokasi pernikahan kita"


"iya ini juga mau tidur, kamu juga awas kalau telfonan sama sekretaris kamu yang genit itu"


"siapa? Bagas?"


"bukan atuh yang cewek ih"


"ya engga lah ngapain aku telfonan sama dia, ada-ada aja kamu tuh, yaudah mas tutup ya


I love you "


"I love you"


Keenan dan Kiara pun tertidur setelah melakukan perbincangan yang cukup lama melalui sambungan telfon


mereka terbuai di dalam mimpi mereka masing-masing


*


*


*


*


*


hari ini tepat satu hari sebelum acara pernikahan Kiara dan Keenan di lakukan


keluarga Keenan dan keluarga bersiap untuk pergi ke lokasi dimana mereka berdua akan melangsungkan akad pernikahan dan resepsi


terlihat pancaran kebahagiaan dari kedua pasangan yang sebentar lagi akan resmi menjadi pasangan suami istri


tak lupa Kiara membawa kedua sahabatnya dan Keenan membawa asisten pribadinya Bagas untuk menjadi saksi pelabuhan terakhir cinta Kiara dan Keenan


selesai menyiapkan berbagai keperluan mereka disana


kedua keluarga itu langsung melajukan mobilnya dari kediaman masing-masing


"Cong masa gak ada pesta lajang dulu sih" ucap Denis yang mengendarai mobilnya


"eh iya bener kita pesta di lajang di villa aja, disana pasti ada room karaoke dong" sahut viola antusias


"tapi Keenan bakalan marah gak kalau gue ngadain pesta lajang" timpal Kiara


"masa marah ini kan pesta buat ngelepas masa lajang elu, semua yang mau nikah juga begitu, asal kita pestanya yang bae-bae aja no alkohol no drugs" sahut denis yang masih fokus pada kemudinya


"iya bener cong, nanti biar gue tanyain sama bang ryan deh ada room karaoke apa engga disana" ucap viola yang semakin bersemangat


"oke, kalau kalian maksa"


sedangkan keenan dan bagas masih asik dengan ponsel mereka masing-masing


Keenan sudah tidak sabar menyambut acara pernikahannya dengan Kiara


Keenan senyum-senyum sendiri sembari menatap layar ponselnya


"bos kenape lu senyum-senyum sendiri, sehat?"

__ADS_1


"sehat wal'afiat gue, gue cuman lagi ngebayangin malam pertama gue sama Kiara pasti romantis"


"gausah manas-manasin gue mentang-mentang gue jomblo"


"lah bukannya udah gak jomblo lagi? viola gimana?


"masih pendekatan kali bos, gak berani gue langsung terburu-buru nembak dia"


"jangan lama-lama nanti keburu di embat cowok lain"


setelah menempuh beberapa jam perjalanan akhirnya kedua keluarga itu sampai di villa yang sudah di siapkan Tim wedding organizer


tentu saja villa keluara Keenan dan keluarga Kiara terpisah hanya berjarak beberapa meter saja


mereka semua turun dari mobil dan langsung beristirahat karena perjalanan yang cukup melelahkan


tiba-tiba bagas membulatkan matanya ketika melihat viola yang turun dari mobil di rangkul oleh denis


bagas mengepalkan tangannya melihat pemandangan yang membuat hatinya memanas


"tuh cowok siapa? apa viola udah punya pacar? tapi kok dia gak bilang kalau udah punya pacar" batin bagas lirih


Bagas berjalan menuju kamar untuknya beristirahat namun tetap saja pemandangan tadi begitu mengganggu pikirannya


sampai akhirnya dia bertanya langsung pada viola


ddddrrrttt....ddddrrrttt...ddrrrrtttt...


"***Vi kamu kesini sama siapa?


"sama keluarga Kiara lah sama siapa lagi, kenapa?


"gapapa aku cuman nanya aja, kirain kamu kesini bawa pacar kamu"


"pacar siapa? ngaco"


"tapi aku liat tadi kamu di rangkul sama cowok keluar dari mobil***"


viola tertawa puas tanpa sengaja dia membuat bagas cemburu


viola memutuskan untuk tidak membalas lagi pesan dari bagas biar saja dia berekspetasi sendiri


"lu kenape ketawa sendiri kesembet lu" tanya denis bergidik


"kepo lu" sahut viola ketus


"Yee berobat lu,, cumi katanya cowok yang lagi pdkt sama elu ikut kesini juga ya. kenalin dong sama gue" ucap denis penasaran


"nanti kalau udah waktunya pasti gue kenalin" sahut viola yang pergi meninggalkan denis masuk ke kamarnya


denis memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitaran villa


denis tertarik dengan pemandangannya yang masih di kelilingi pepohonan denis ingin mengambil beberapa foto untuk koleksi pribadinya


brruuggghhhhh


tiba-tiba ada seorang gadis memakai earphone yang tidak sengaja menubruk denis yang sedang fokus dengan kameranya


"duh sorry kak, aku gak sengaja" ucap gadis cantik yang menubruk denis


"makanya kalau jalan liat-liat dong, untung aja kamera gue gak jatoh" sahut denis mencoba berdiri dan mengusap bokongnya yang sedikit kotor


"iya sorry kak" gadis itu tertunduk tak berani menatap denis


"iya gapapa udah gak usah nunduk gitu, biasa aja, gue maafin" ucap denis


seketika denis terpesona melihat gadis yang menubruknya begitu cantik dan terlihat masih imut-imut gemes


denis menatap gadis itu begitu lekat


"pasti ni cewek masih SMA, tapi lucu cantik lagi" batin denis


"mmm lu sodara dari kiara apa keenan? kok gue baru liat lu sih, nama lu siapa" tanpa berbasa-basi denis mengajak gadis itu berkenalan


"aku amanda kak adik sepupunya kak keenan" sahut amanda


"gue denis sahabatnya kiara calon kakak ipar lu" ucap denis santai


amanda hanya tersenyum melihat tingkah denis yang sedikit tidak tau malu


tanpa ragu denis mengajak amanda untuk menjadi foto modelnya dan amanda pun tak menolak ajakan denis yang memang sudah terpesona melihat wajah tampan denis dengan matanya yang sedikit sipit seperti oppa korea


sementara bagas yang masih gelisah memutuskan untuk mengajak viola bertemu


bagas ingin memastikan bahwa pria yang tadi merangkulnya tidak mempunyai hubungan spesial dengan viola


setelah menelfon viola, bagas bergegas menemui viola yang sudah menunggunya di taman dekat villa


"hai gas... kenapa tiba-tiba ngajak ketemu?" tanya viola dengan senyuman manisnya


"aku cuman penasaran aja sih sama cowok yang ngerangkul kamu tadi" jawab bagas to the point

__ADS_1


"penasaran atau cemburu" viola tersenyum menggoda bagas


"dua-duanya" sahut bagas tegas


"kok ngegas... itu denis sahabat aku sama kiara, kita bertiga udah sahabatan sejak SMP udah kayak sodara sendiri dan gak ada rasa canggung lagi di antara kita" ucap viola panjang lebar


"serius cuman sahabat doang?" bagas penasaran


"serius, emang keliatan kalau aku lagi boong" viola meyakinkan bagas


"yauda aku percaya, lega sekarang kalau udah tanya langsung sama kamu. aku cuman takut aja kalau kamu udah punya pacar, aku gak mau di sebut tukang rebut pacar orang" ucap bagas yang mulai cerewet


"kamu bawel juga ya ternyata" sahut viola terkekeh


"eh nanti malem mau ikut pesta lajang gak?" ajak viola


"wah dimana? keenan tau gak?" bagas balik bertanya


"ada room karaoke disini, kiara pasti minta ijin dulu lah sama keenan" sahut viola


bagas berpikir sejenak dia takut kena omel bosnya kalau dia ikut pesta lajang tanpa bosnya itu, tapi di sisi lain bagas mau lebih deket lagi sama viola


akhirnya bagas mengiyakan ajakan viola tanpa memberi tahu bosnya


*


*


*


*


*


tuutt... tuuttt... tuuttt


"***iya sayang kenapa? " jawab keenan mengangkat telfon dari kiara


"sayangku calon suami aku yang tampannya tak terkalahkan sejagad raya"


"ada apa ni tumben muji-muji aku pasti ada maunya"


"aku ijin mau pesta lajang sama kedua sahabat aku ya, bagas sama amanda juga ikut"


"what... kok bisa mereka ikut ?


" di ajak vio sama denis, boleh ya sayang please aku janji gak aneh-aneh kok cuman karaoke doang "


"aku ikut"


"kan kita gak boleh ketemu lagi di pingit"


"bodo amat aku gak mau sendirian di kamar kayak sapi ompong***"


keenan menutup panggilan telfonnya tanpa menunggu kembali jawaban dari kiara


*


*


*


*


*


19:00


setelah selesai makan malam mereka langsung pergi ke room karaoke yang sudah di siapkan ryan sama pemilik wedding organizer itu


mereka terkejut karena melihat kehadiran keenan disitu


"bos lu disini juga?" tanya bagas


"bukannya kakan lagi di pingit gak boleh ketemu sama kak kia tau" sahut amanda


"gak peduli gue, lu berdua sengaja kan gak ngajak gue ngebiarin gue sendirian diem di kamar kayak sapi ompong" sahut keenan ketus


"yauda jangan pada berantem kita disini kan buat seneng-seneng" kiara mencona melerai perdebetan antara keenan, bagas dan amanda


mereka semua memilih lagu yang akan mereka nyanyikan dan tentu saja mereka sudah memegang mikrofon di tangan masing-masing


mereka semua berjoged menikmati suara dentuman musik yang seakan memacu mereka untuk bergoyang di hiasi lampu kerlap kerlip di ruangan karaoke itu


terkecuali keenan dia hanya menatap lekat calon istrinya yang asik bergoyang bersama teman-temannya


keenan tersenyum ketika mendengar suara merdu kiara yang menyanyikan sebuah lagu sambil bergoyang


seketika keenan menarik pinggang kiara dan duduk di atas pangkuan keenan


"aku gak tahan liat goyangan kamu sayang, adik junior aku bangun nih ngeliat terus goyangan kamu yang menggoda" bisik keenan di telinga kiara

__ADS_1


kiara menahan tawa mendengar bisikan calon suaminya


"sabar ya sayang besok malam aku goyang kamu sampai puas" bisik kiara menggoda keenan


__ADS_2