Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Menjadi Lebih Sabar


__ADS_3

keenan mengikuti kiara sampai masuk ke dalam kamar keenan menutup dan mengunci pintu kamar secara perlahan agar kiara tidak mengetahuinya keenan sengaja memasukkan kuncinya ke dalam saku celananya agar kiara tidak dapat membuka pintu kamarnya


kiara menatap tajam ke arah keenan saat kiara melihat keenan mengikutinya sampai ke dalam kamar


"hey kenapa kamu masuk ke kamar ini juga, tidur di kamar lain sana, aku gak mau tidur sama kamu"


kiara mendorong keenan dan mencoba membuka pintu kamarnya namun sayangnya pintu kamar itu terkunci kiara mengedarkan pandangannya untuk mencari kunci pintunya namun entah hilang kemana kiara tak dapat menemukannya


"kamu sengaja kunci pintunya, siniin kuncinya biar kamu cepet keluar" pinta kiara namun keenan hanya diam saja


"sini duduk ibu hamil jangan marah-marah terus nanti bayi kita bisa stres di dalam perut kamu" keenan menepuk-nepuk ranjang menyuruh kiara duduk di sampingnya


"yang ada aku yang stres ngeliat muka kamu terus" ketus kiara lalu duduk di atas sofa


"malahan bagus kalau kamu liat muka aku terus, biar anak kita tampan kayak daddy nya" sahut keenan menaikan kedua alisnya sembari tersenyum


"aku ngantuk mau tidur kamu jangan duduk disitu dong" kiara mengusir keenan


"emang apa salahnya aku duduk disini? aku tidur disini juga gak masalah, gak dosa juga kita kan udah halal.


ayo sini bobo biar aku peluk, aku kangen sama kamu dan baby kita" ajak keeenan dengan wajah tanpa dosanya


"ya udah aku tidur disini saja" sahut kiara dan membaringkan tubuhnya di sofa dengan posisi memunggungi keenan


keenan hanya menghela nafas kasar niat hati ingin mengajak kiara tidur bersama dalam satu ranjang malah rencananya gagal


kiara benar-benar kerasa kepala tidak mau mengalah meskipun sudah ada janin di dalam perutnya masih saja egois


keenan beranjak dari ranjangnya dan menggendong kiara tanpa basa-basi kiara berteriak kaget karena tiba-tiba keenan mengangkat tubuhnya memindahkannya ke atas ranjang kiara sempat berontak dan meminta keenan untuk menurunkan dirinya namun keenan seoalah tuli sama sekali tak memperdulikan ocehan kiara


"ibu hamil harus tidur dengan nyaman, jangan egois sekarang di dalam perut kamu sudah ada bayi, mas gak tega liat kamu tidur di sofa.


tidurlah" keenan mengecup kening kiara dengan penuh rasa cinta


kiara hanya diam saja dengan perlakuan keenan, kiara segera memejamkan matanya meskipun kiara belum benar-benar mengantuk hanya ingin menghindari keenan saja sebenarnya


keenan merebahkan tubuhnya di atas sofa dan melihat ponselnya yang sedari tadi bergetar, keenan segera memasang mode silent pada ponselnya


keenan mengkerutkan keningnya saat melihat siapa yang menelfonnya

__ADS_1


papi calling......


"iya pi, kenapa?


"kamu dimana? apa kamu sudah bertemu dengan kiara?


"sudah"


"ingat jangan sakiti mantu papi lagi"


"papi jangan khawatir"


"kapan mau ajak kiara pulang kesini?"


"belum tau pi, istri keenan masih belum jinak"


setelah mengobrol beberapa menit akhirnya papi adi memutuskan panggilan telfonnya


kiara yang masih mendengar percakapan keenan dan papi mertuanya merasa dongkol karena keenan mengatakan pada papi nya bahwa kiara belum jinak


"dia pikir gue ini singa" gerutu kiara pelan


krucuk..... krucuk..... krucuk.....


suara perut kiara berbunyi begitu lantang, keenan yang mendengar demo dari dalam perut kiara menyunggingkan senyuman tipisnya keenan ingin tau apa kiara akan berani meminta keenan membawakan makanan untuknya


keenan memandang tubuh kiara yang masih memunggunginya, keenan tau saat ini kiara tidak sedang tidur namun gengsi kiara terlalu tinggi untuk membuka percakapan dengan keenan


tiga puluh menit berlalu keenan masih menunggu kiara meminta bantuan padanya, keenan diam saja seolah tidak tahu kalau istrinya sangat kelaparan


keenan terkekeh melihat tingkah kiara yang benar-benar seperti anak kecil


"aku menyerah, aku lapar banget ambilkan aku makanan" titah kiara dan membalikan tubuhnya menghadap keenan


"baiklah mas ambilkan makanan untuk kita ya, kamu tunggu disini jangan kemana-mana" ucap keenan dengan senyuman kemenangannya


keenan segera menuruni anak tangga dengan langkah lebarnya tidak ingin membuat kiara menunggu terlalu lama


beruntung masih ada makanan di atas meja makan segera keenan mengisi dua piring nasi beserta lauknya dan membawanya ke dalam kamar

__ADS_1


keenan tersenyum melihat kiara yang sudah duduk di sofa sembari memainkan ponsel milik keenan


"mas tidak pernah macam-macam sayang, tidak pernah berbalas pesan dengan wanita lain kecuali rekan bisnis itu pun membahas masalah pekerjaan" ucap keenan mendudukan bokongnya di samping kiara


"ish siapa juga yang mau tahu" cebik kiara menyembunyikan sikapnya yang mulai salah tingkah keenan pun terkekeh dan mencubit hidung kiara gemas


"ayo makan dulu biar mas suapin biar kamu bisa stalking ponsel mas dengan nyaman" ucap keenan menyodorkan satu sendok nasi ke dalam mulut kiara


"aku bisa makan sendiri lagian siapa juga yang stalking ponsel kamu, kepedean" cebik kiara melahap makanannya


"iya juga gak apa-apa sayang, gak ada yang mas sembunyiin dari kamu, malahan mas seneng kamu mau periksa-periksa ponsel mas itu artinya kamu masih peduli sama mas" sahut keenan tersenyum menatap kiara


"aaaaaa" keenan menyodorkan satu suapan kedalam mulutnya kiara pun menerima suapan dari keenan meskipun menecebikkan bibirnya


"lucu sekali" gumam keenan namun masih terdengar oleh kiara


"siapa yang lucu?" tanya kiara ketus


"kamu"


sungguh keenan merasa bahagia meskipun kiara belum mengatakan sudah memaafkan keenan tapi setidaknya kiara sudah mau berbicara kepada keenan meskipun sikapnya begitu ketus


keenan begitu menikmati setiap proses untuk membuat kiara kembali memaafkannya tidak peduli dengan sikap kiara yang selalu ketus bahkan jika kiara menghajarnya pun keenan dengan senang hati menerimanya


setelah makananya habis keenan kembali ke dapur untuk menyimpan piring kotor dan membuatkan susu untuk kiara,


bagas memberitahu kebiasaan kiara setelah mengandung yaitu rutin meminum susu kehamilan setiap pagi dan malam hari juga minum vitamin setelah sarapan


"minum dulu susunya baru tidur ya" keenan menyodorkan satu gelas susu coklat hangat untuk kiara


"aku gak nyuruh kamu buatin susu buat aku" sahut kiara maaih dengan nada judesnya


"mas yang mau, ayo cepat abisin susunya nanti keburu dingin" titah keenan


kiara pun menghabiskan susu nya kemudian naik ke atas ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut sampai batas kepalanya


kiara sengaja memunggungi keenan karena tidak mau kalau keenan melihat kiara yang sedang tersenyum senang karena perhatian keenan


biarlah untuk saat ini kiara menjadi orang munafik asalkan kiara bisa melihat kesungguhan keenan untuk berubah dan buktinya sekarang keenan bisa lebih sabar menghadapi sikap jutek kiara

__ADS_1


suatu kemajuan yang baik bukan


__ADS_2