
"dad anak kita sangat tampan ya" ucap kiara yang sudah selesai menyu sui bayinya
"siapa dulu daddy nya" sahut keenan bangga
"mommy yang berjuanh hidup dan mati untuk anak kita dad ingat itu" kiara mendelik
"iya daddy gak akan lupa dengan perjuangan mommy, terima kasih untuk semuanya mom, terima kasih telah memberikan keluarga yang sempurna untuk daddy, daddy sangat bahagia karena kehadiran kalian berdua" ucap keenan mengecup pipi gembul bayi nya
"daddy gak akan cari pengganti mommy baru untuk baby kita kan?" selidik kiara
"tidak mom, daddy sudah punya mommy yang lebih dari sempurna untuk apa daddy cari yang lain apalagi sudah ada baby di antara kita, makin lengkap kebahagiaan kita mom" keenan mengecup kening kiara penuh kasih sayang
kiara merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya saat ini, keenan begitu menyayanginya dan anak mereka, permasalahan yang muncul di dalam rumah tangga mereka selama ini membuat hubungan keduanya semakin erat, tidak ada kehidupan rumah tangga yang mulus-mulus saja pasti akan ada hantaman menerpa, mau besar ataupun kecil hantaman yang menerpa setiap rumah tangga tergantung bagaimana kita menyikapinya
kiara senang melihat perubahan keenan yang semakin lembut, tidak emosian dan yang paling penting keenan tidak lagi cemburuan ya tidak jelas, mungkin kejadian waktu itu membuat keenan sadar bahwa tak ada yang paling penting selain kebahagiaan keluarganya apalagi sekarang sudah bayi tampan yang akan selalu menemani hari-harinya
"mom baby kita belum di beri nama, apa mom sudah punya nama untuk baby tampan kita?" tanya keenan yang sedang duduk di samping kiara sembari memandang wajah tampan anak mereka
"belum, daddy saja yang kasih nama untuk baby" sahut kiara menciumi pipi gembul anaknya
"keanu abigail wijaya" seru keenan
"nama yang bagus dad mommy suka" ucap kiara
"welcome to the world baby keanu"
ketika sedang asik berbincang ruangan rawat kiara seketika mendadak begitu ramai karena kedatangan sahabat kiara dan bagas asisten pribadi keenan
__ADS_1
mereka semua begitu antusias ingin melihat baby tampan kiara dan keenan
apalagi viola yang beberapa bulan lagi akan memiliki seorang bayi, dia ingin belajar bagaimana caranya menggendong bayi
"wah baby lu ganteng banget ki, gemes" ucap bianca menguyel-uyel pipi gembul bayi tampan itu
"namanya siapa ki? mirip banget keenan yak, lu benci banget yak sama laki lu pas lagi hamil" celetuk denis dan membuat semua orang menahan tawa mereka
"hahaha... lu kalau ngomong suka bener nis" sahut bagas tertawa puas
"kurang ajar ya kalian, kalau dateng kesini cuman mau ngecengin gue doang mending balik dah kasian anak gue tercemar sama otak kotor kalian"
"dad mereka cuman becanda jangan di ambil hati lah, by the way thanks ya kalian udah dateng kesini buat jengukin gue sama baby"
"gue udah antusias banget ki pengen jengukin ponakan gue yang tampan ini" seru viola
"keanu abigail wijaya" bukan kiara yang menjawab melainkan keenan suaminya
"hai baby keanu" sapa bianca tersenyum manis membuat denis terus memandang wajah cantik bianca
"jangan ngeliatin adek gue kayak begitu, inget ya gue belom kasih restu buat kalian berdua" ketus bagas yang belum setuju kalau denis dan bianca berpacaran
"wah ada apa nih kayaknya gue ketinggalan gosip" seloroh kiara memandang denis dan bianca bergantian
akhirnya denis menceritakan hubungannya dengan bianca yang baru berpacaran selama satu minggu namun hubungan denis di tentang oleh bagas entah karena alasan apa sampai bagas tidak menyetujui hubungan denis dengan adiknya padahal sungguh denis berniat serius dan ingin menjadikan bianca sebagai istrinya namun sayanganya calon kakak iparnya itu belum memberi restu kepada mereka berdua, kalau di lihat dari segi financial denis sudah lebih cukup untuk menafkahi bianca apalagi dari segi mental usia denis sudah tidak lagi muda saat ini denis bukan mencari seorang pacar lagi melain mencari sosok seorang istri dan denis temukan itu ada di dalam diri bianca
"lu kenapa gak ngerestuin hubungan mereka gas?" tanya keenan heran
__ADS_1
"denis itu playboy nan gue gak mau sampai adek gue cuman di mainin doang sama kutu kupret itu" cetus bagas menunjuk denis dengan dagunya
"kak lu punya kesimpulan dari mana kalau denis itu playboy? jangan suka ngarang-ngarang cerita lah gue udah sering bilang denis serius mau ngelmar gue tapi elu selalu nolak niat baik denis" sahut bianca yang mulai geram dengan tingkah kakaknya
"jangan begitu lah gas kalau mereka saling cinta dan sama-sama ada niat baik jangan lu halang-halangin, denis itu orangnya tanggung jawab meskipun sedikit konyol tapi dia orangnya pekerja keras buktinya dia bisa ngebangun usahanya sendiri tanpa bantuan orang tuanya, apa yang lu khawatirin sebenernya?" timpal kiara panjang lebar
"kenapa lu semua jadi nyerang gue sih, gue cuman mau yang terbaik buat ade gue apa itu salah" ucap bagas membeli
"memang gak salah sayang tapi yang terbaik menurut versi kamu itu yang seperti apa? apa selama ini kamu juga udah ngasih yang terbaik untuk bianca sebagai seorang kakak? aku sama kiara kenal denis dari kapan tau dia bukan laki-laki yang suka mainin hati perempuan" sahut viola mencoba memberi pengertian kepada suaminya
"sayang" rengek bagas kepada viola karena merasa di sudutkan oleh semua orang
"apa? jelas kamu yang salah disini, apa coba alasan kamu gak ngerestuin hubungan bianca sama denis? yang berhak ngasih resti itu mama sama papa bukan kamu" ketus viola membuat bagas kalah telak
"jadi gimana kakak ipar? lu restuin gue sama bianca kan? mumpung ada semuanya disini yang jadi saksi, ada baby keanu juga" tanya denis menaikan sebelah alisnya
bagas nampak berpikir untuk menjawab pertanyaan denis, bagas sadar selama ini dia terlalu egois tidak memikirkan kebahagiaan adiknya sendiri benar yang di katakan oleh viola dia sendiri saja belum menjadi kakak yang baik untuk bianca, setelah beberapa tahun mereka terpisah karena bianca kuliah di luar negri dan baru kali ini mereka bertemu kembali tapi bagas malah melarang dengan keras kebahagiaan bianca
"ya udah gue restuin kalian berdua tapi...." bagas menggantungkan ucapannya
"jangan bilang lu nyuruh gue buat mindahin menara Eiffel ke indonesia kak" sahut denis
"gue gak segila itu nis, gue cuman mau lu jagain ade gue dan jangan pernah lu sakitin bianca, dia ade kesayangan gue"
"tanpa di suruh pun gue pasti lakuin itu semua kak"
"jadi kapan kalian mau menikah?" ucap seseorang yang tiba-tiba datang ke ruangan rawat kiara
__ADS_1