
Malam ini adalah malam paling di nanti-nanti oleh bagas dan viola
viola yang sudah terlihat cantik dengan kebaya berwarna navy di padukan rok batik yang bermotif senada dengan kebaya yang di kenakan viola
viola terlihat sangat gugup dan sesekali meremas jari-jemarinya tidak di pungkiri viola masih merasa bermimpi bahwa hubungannya dengan bagas yang baru terjalin akan berlanjut ke tahap yang lebih serius
sementara kiara dan keenan baru saja datang di lobby hotel tempat dilaksanakannya pertunangan viola dan bagas
bertepatan dengan denis dan amanda yang juga baru sampai
keenan melirik ke arah amanda yang tangannya bergandengan dengan tangan denis membuat keenan sedikit tidak suka
bukan tidak suka denis tapi karena amanda masih belum cukup umur untuk menjalin hubungan yang serius dengan seorang pria terlepas siapapun nanti pria yang di cintai oleh amanda keenan tak akan melarangnya asalkan nanti minimal setelah amanda lulus sekolah
"sayang tatapannya jangan gitu dong, kasian amanda" ucap kiara yang tak melepas gandengannya di lengan keenan
"iya bang biasa aja kali ngeliatnya, gue jadi kikuk sendiri nih di tatap mesra sama calon kakak ipar" denis menggoda keenan yang sejak tadi menatap tajam ke arahnya sedangkan amanda hanya menunduk malu tak berani menatap kakak sepupunya
"lu ijin dulu gak mau bawa anak orang pergi malam-malam begini" tanya keenan ketus
"ijin dong bang, gini-gini juga gue cowok yang penuh sopan santun gak mungkin gue nyulik anak orang" timpal denis santai
"sayang kamu kenapa sih biasanya juga cuek aja kok ini ribet banget, denis gak mungkin macem-macem sama amanda" kiara mencoba meyakinkan keenan untuk percaya kepada sahabatnya
"jangan natap aku kayak gitu terus dong kak, aku kan gak macam-macam mami papi juga udah ijinin aku pergi sama kak denis" sahut amanda dengan wajah sendunya
"udah jangan terlalu di pikirin ya amanda sayang, kakak yakin sahabat kakak itu pria yang baik gak bakalan macem-macem sama kamu. kalau denis kurang ajar sama kamu kakak yang bakalan duluan ngehajar dia" kiara berbicara kepada amanda penuh keyakinan bahwa denis adalah pria yang baik
"sayang aku nyamperin viola dulu ya, kamu tunggu disini apa mau ikut?" tanya kiara kepada suaminya
"di sini saja" jawab keenan singkat
"kaku nya kumat, amanda ikut kakak aja yuk disini suasananya tiba-tiba berubah jadi kutub utara" kiara menarik tangan amanda dan menatap keenan sinis
kiara dan amanda berjalan ke kamar hotel yang di siapkan khusus untuk viola
sedangkan keenan memilih untuk mengajak ngobrol papi viola yang kebetulan sudah lama mengenalnya dan sempat menjalin kerjasama beberapa kali dengan perusahannya
kiara berdecak kagum melihat penampilam viola yang begitu berbeda viola yang sehari-harinya tidak pernah menggunakan make up yang mencolok malam ini terlihat begitu cantik dengan polesan make up yang tidak terlalu berlebihan
__ADS_1
"gila cantik banget lu vi" kiara menatap viola kagum
"hai kak vio" sapa amanda dengan senyuman manisnya
"hai... lu sama amanda juga cantik banget tau" viola melirik ke arah amanda yang berdiri di belakang kiara
"tapi tetep lu yang jadi ratunya malam ini" timpal kiara terkekeh
"suka-suka lu aja lah, denis sama laki lu pada kemana?" tanya viola yang masih sedikit menormalkan degup jantungnya yang berdetak tak beraturan
"ada di luar lagi ngobrol sama bokap elu, jangan gugup vi rileks aja" kiara bisa melihat dengan jelas kegugupan di wajah sahabatnya itu
"keliatan banget ya kalau gue gugup?" tanya viola *******-***** jari jemarinya
"menurut lu" kiara tertawa sedangkan amanda hanya tersenyum tipis
bagas yang baru datang berjalan menuju ballroom hotel di dampingi oleh kedua orang tuanya dan adik perempuannya bianca
bagas terlihat begitu tampan dengan mengenakan kemeja batik yang bermotif senada dengan rok batik yang di kenakan viola
bagas menyalami calon mertuanya yang sudah berdiri memyambut kedatangannya dan keluarga besarnya
"akhirnya waktunya tiba juga, gue turut bahagia ya gas" keenan merangkul bagas sebagai sahabat yang selalu setia mendapinginya dalam keadaan apapun
"thank you bos" timpal bagas yang masih tak percaya bahwa malam ini dia akan melamar gadis pujaan hatinya
semua tamu kini sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan
hanya bagas yang masih berdiri menunggu kedatangan viola yang masih berada di dalam kamar hotel
bagaa sudah menyiapkan buket mawar merah yang akan dia berikan kepada viola dan tak lupa satu pasang cincin berlian yang akan dia sematkan di jari manis calon istrinya
tak lama viola pun keluar di dampingi dengan mama nya dan kiara dan beberapa kerabat viola di belakangnya
mereka berjalan ke arah bagas yang sedari tadi berdiri menunggu viola
pandangan bagas hanya fokus kepada viola yang malam ini terlihat begitu cantik
dan kini bagas dan viola sudah berdiri saling beradu pandangan satu sama lain bagas tersenyum penuh arti menatap wajah viola
__ADS_1
setelah semuanya duduk di kursi masing-masing bagas pun memulai menyampaikan niatnya yang ingin melamar viola di hadapan kedua orang tua viola, sahabat dan kerabat viola
bagas menyampaikan sepatah dua patah kata sebagai pembukaan dan penyambutan kepada kedua pihak keluarga besar yang sudah hadir disana
bagas mulai menyampaikan niatnya yang ingin melamar viola menjadi istrinya dan bersedia untuk menjadi ibu dari calon anak-anaknya nanti
terlihat kesungguhan dan ketulusan dari bagas saat meminta viola menerima lamarannya
dan tanpa menunggu lama viola pun mengangguk dan menerima lamaran dari kekasihnya itu
bagas menyematkan cincin di jari manis viola begitupun sebaliknya viola menyematkan cincin di jari bagas dan saat ini mereka sudah resmi bertunangan
rasa bahagia dan terharu bercampur menjadi satu di tambah dengan tepuk tangan dari semua tamu undangan membuat suasana menjadi lebih ramai
semua para tamu undangan mencicipi semua hidangan yang sudah di siapkan
bagas terus tersenyum menatap wajah viola yang saat ini sudah resmi menjadi calon istrinya
viola yang di tatap begitu intens oleh bagas seketika wajahnya merona menahan malu
"woyyy calon manten diem-diem bae, selamat ya kalian berdua bentar lagi mau belah duren" ucap denis yang memecahkan suasana hening di antara keduanya
"congratulation vi... i'm happy for you" kiara memeluk viola erat merasakan kebahagiaan yang saat ini di rasakan oleh sahabatnya
"selamat ya kak vio,, lancar-lancar sampai hari H" ucap amanda tulus
"selamat ya gas" keenan memeluk bagas dengan gaya khas laki-laki
"thank's ya kalian semua udah nyempetin hadir, thank's juga buat doa-doa kalian" ucap viola yang berkaca-kaca menahan rasa harunya
"ngemeng apaan sih lu jelas aja lah kita pasti nyempetin buat acara penting di hidup lu kita gak mau dapet julukan sahabat durhaka, iya gak com" sahut denis terkekeh sembari melirik ke arah kiara
semuanya ikut tertawa mendengar ocehan denis yang kadang suka ceplos ceplos
mereka melakukan sesi foto bersama setelah puas mengobrol dan berbicara hal konyol yang mengundang tawa di antara mereka
keenan menatap kiara yang sejak tadi clingak clinguk seperti mencari sesuatu
"kamu cari siapa sayang?" tanya keenan penasaran
__ADS_1
"bianca... aku belum ketemu dia dari tadi" sahut kiara masih mencari keberadaan sahabat lamanya