
Tanpa menunggu lama keenan memutuskan untuk menyusul kiara ke kampusnya keenan tidak mau kalau kiara berbuat yang aneh-aneh
keenan sudah hafal bagaimana kelakuan kiara kalau sedang marah
cukup sekali saja dia kecolongan membiarkan kiara terluka karena dia mengabaikan kemarahan kiara
keenan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena takut kiara akan terlebih dahulu sebelum dia sampai di kampusnya keenan membeli satu buket mawar putih kesukaan kiara dan satu lagi keenan tak melupakan kacamata hitamnya karena dengan menggunakan kacamata hitamnya kiara akan terpesona melihat suaminya yang memang tampan dalam keadaan apapun
sedangkan di kantin kampus kiara dan kedua sahabatnya sedang membahas hubungan viola dan bagas serta denis dan amanda
berbeda dengan viola, denis harus lebih ekstra untuk mendekati amanda karena memang sifat amanda yang masih labil di ingat usianya yang masih 17tahun
viola menceritakan niat bagas yang ingin segera melamarnya
karen usia bagas yang sama dengan keenan yaitu 28 tahun, usia yang cukup matang untuk menjalani biduk rumah tangga
"lu serius bagas udah minta restu nyokap bokap lu buat ngelamar?" tanya kiara penasaran
"iya... noh si cumi juga udah tau niat bagas yang mau ngelamar gue pas nanti orangtuanya balik dari luar negri" jawab viola yang menunjuk ke arah denis
"kok gue baru di kasih tau sekarang, jahat lu berdua" timpal kiara
"lah orang lau yang sibuk sama laki lu, jangan salahin kita kalau lau ketinggalan berita" sahut denis
mereka terus mengobrol tentang kisah percintaan ketiganya yang nyaris tak pernah terbayangkan di benak mereka sebelumnya
bahkan kiara sendiri tak pernah menduga-duga bahwa dia sekarang sudah menjadi seorang istri
ketiganya begitu asik dengan obrolan mereka sampai lupa waktu
"abis ini gak ada lagi kegiatan apapun kan? kita balik aja yuk" ajak kiara
"oke capcuss kita balik" sahut viola
"gue cabut gak bareng kalian ya, gue mau jemput amanda dulu mau nemenin dia ke toko buku" ucap denis yang menaikan sebelah alisnya
"pepet terus sampai dapet jangan kasih kendor bang jamet" kiara tertawa melihat denis pergi terburu-buru meninggalkan dirinya dan viola
"lu di jemput keenan gak?" tanya viola
"tau dah, gue lagi bete sama dia pesan sama telfon dari dia aja gue abaikan, males" jawab kiara dengan wajah malasnya
"yauda gue anterin balik aja yak" viola merangkul pundak kiara dan berjalan ke arah parkiran
setelah sampai di parkiran kiara terkejut melihat keenan yang sudah berada di parkiran kampusnya dengan di kelilingi segerombolan mahasiswi yang menggoda keenan
kiara menghampiri keenan dengan tatapan membunuhnya
"vi gue gak jadi balik bareng elu" ucap kiara berjalan ke arah keenan
keenan dengan cepat menghindar dari kerumunan mahasiswi yang sedang menggodanya karena melihat kiara menghampirinya
dari kejauhan viola hanya menggelengkan kepala melihat tingkah pasangan suami istri baru itu
__ADS_1
tanpa berpikir kiara langsung masuk ke dalam mobil keenan menutup pintu mobil begitu kencang
dan sontak saja membuat semua mahasiswi itu kaget
"wow sudah ada yang punya ternyata"
"pawangnya ngamuk guys"
"gue rela dah jadi yang kedua"
begitulah kira-kira sahutan para mahasiswi centil yang baru saja menggoda keenan
keenan masuk ke dalam mobil dengan perasaan takutnya akan kemurkaan kiara
keenan tersenyum kecut melihat wajah kiara yang memerah menahan amarahnya
"bisa di lihat sendiri kan tuan keenan siapa yang keganjenan dan suka tebar pesona" ucap kiara tepat di hadapan wajah keenan seakan ingin menerkamnya hidup-hidup
keenan menggaruk tengkuknya yang tak gatal
dia bingung harus mulai berbicara apa kepada istrinya yang mulai tersulut amarah
keenan sangat takut akan kemarahan kiara yang bisa lebih buas dari singa betina
kiara memalingkan wajahnya dari tatapan keenan
keenan berpikir harus dengan cara apa membujuk istrinya agar segera meredakan amarahnya
kiara menoleh ke arah keenan
kiara tersenyum tipis ketika keenan memberinya mawar putih
"selalu nyogoknya pake mawar putih abis itu bikin aku kesel lagi" ucap kiara mengambil bunga mawar putih itu dari tangan keenan
"gak lagi lagi deh janji, kamu maafin mas kan? please.... " keenan memohon kepada istrinya
"aku nerima bunga dari kamu bukan berarti aku maafin kamu ya mas, aku masih kesel sama kamu ngapain juga nungguin aku di parkiran sengaja kan mau tebar pesona sama cewek-cewek disini" sungut kiara panjang lebar
"gak gitu sumpah... mas sengaja nungguin kamu di parkiran karna mas takut kecolongan kalau kamu duluan pergi sama temen-temen kamu, mas gak mau kejadian kemarin-kemarin terulang lagi" keenan mencoba menjelaskan kepada kiara
"aku mau maafin tapi ada syaratnya?" ucap kiara tersenyum licik
"apapun syarat mas pasti turutin " sahut keenan bersemangat
"apapun? " kiara kembali bertanya
"iya sayang" jawab keenan lembut
"ok... lets go" ajak kiara
"kemana?" tanya keenan heran
"mall" jawab kiara
__ADS_1
keenan melajukan mobilnya ke salah satu mall terbesar di jakarta
keenan tidak tau syarat apa yang akan di berikan kiara kepadanya
setelah sampai kiara menarik tangan keenan untuk masuk ke sebuah toko alat-alat rumah tangga
kiara berniat membeli keperluannya untuk di apartement
keenan hanya mengekori setiap langkah istrinya
setelah menemukan semua barang yang kiara cari, kiara langsung membayarnya di kasir dan di serahkan kepada keenan untuk membawanya
kiara kembali memasuki supermarket yang berada di dalam mall tersebut
kiara membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak, gula, dan kebutuhan dapur lainnya
tidak lupa kiara membeli beberapa cemilan dan minuman tanpa alkohol untuk memenuhi isi kulkasnya
seperti biasa menyuruh keenan membawa hasil buruannya
jangan di tanya lagi sekarang keenan sudah kerepotan membawa belanjaan yang begitu banyak di tangannya
awalnya kiara ingin langsung pulang namun ketika melewati sebuah butik kiara melihat dress yang begitu menggoda matanya kiara memutuskan untuk masuk ke dalam butik itu
bukan hanya satu baju bahkan kiara membeli beberapa baju untuknya
keenan yang merasa begitu kerepotan tidak berani untuk mengeluh
"sayang sudah belanjanya?" tanya keenan yang mulai kelelahan
"belum, sedikit lagi" jawab kiara santai
"mungkin ini syarat yang di berikan kiara agar dia mau maafin gue" batin keenan
kiara sama sekali tak memperdulikan keenan yang tengah kerepotan membawa barang belanjaannya bukan tidak kasihan tapi itu adalah hukuman untuk suaminya yang sudah berani tebar pesona sama wanita-wanita centil di kampusnya
kiara kembali masuk ke sebuah toko und*rw*r*
kiara memilih beberapa pakaian tidur se*s* dan dalaman untuknya dan untuk keenan
"sayang beli ini" tunjuk keenan ke sebuah lingerie berwarna merah menyala
"awas pikirannya jangan ngelayap kemana-mana ingat masih puasa" tegas kiara
keenan tersenyum meskipun dia mulai kelelahan karena mendadak jadi asisten untuk kiara keenan tak merasa keberatan asalkan dia dapat melihat kembali senyuman kiara untuknya
"sebucin inikah gue sama kiara sampe rela jadi jongos begini" keenan kembali bergumam sembari menggelengkan kepalanya
##tak lupa author untuk meminta dukungannya ya buat para readers tercinta
mohon like dan komennya agar aouthor lebih semangat lagi up nya
happy reading###
__ADS_1