Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
TAMAT


__ADS_3

hari terus berlalu tanpa terasa usia kandungan kiara saat ini sudah memasuki usia sembilan menurut HPL kiara akan melahirkan sekitar 2 minggu lagi


malam ini keenan berencana untuk mengajak kiara pergi dinner


keenan yang sudah berada di rumah sejak siang tadi saat ini sedang berusaha mengusap-ngusap pinggang kiara yang tiba-tiba kerasa sakit dan panas


"masih sakit gak?" tanya keenan cemas


"udah engga mas, kamu siap-siap gih katanya mau ajak aku dinner" titah kiara dengan puppy eyes nya


"dinner nya kita tunda aja dulu ya, mas khawatir kalau tiba-tiba perut kamu sakit lagi" seru keenan


"harus jadi aku gak mau tahu" sahut kiara mencebikan bibirnya


"baiklah, mas siap-siap dulu jangan cemberut gitu" keenan mengacak-acak rambut kiara gemas


setelah keenan bersiap kiara pun segera mengganti pakaiannya, kiara memoles wajahnya dengan riasan tipis agar tidak terlihat pucat


kiara melihat keenan begitu tampan dengan setelan blazer dan celana chino berwarna abu senada dengan warna blazernya


kiara tersenyum menatap calon hot daddy itu tanpa berkedip


"mas tampan kan?" ucap keenan memeluk kiara


"sangat, semakin hari kamu semakin tampan mas awas aja kalau tergoda sama wanita yang lebih muda dan lebih seksi dari aku" cebik kiara


"tidak akan sayang, di mata mas kamu yang paling seksi dan menggairahkan" bisik keenan menggigit kecil telinga kiara


"nakal.... ayo jalan" kiara menarik tangan keenan untuk segera pergi


keenan dan kiara sampai di salah satu restoran mewah di kota jakarta, keenan sengaja memilih ruangan terbuka di rooptop restoran itu, sengaja karena ingin menikmati suasana malam kota jakarta bersama kiara selagi masih ada kesempatan sebelum kiara melahirkan nanti


keenan menyeret kursi dan mempersilahkan kiara duduk keenan pun duduk di samping kiara


kiara mengerutkan keningnya karena di hadapannya masih ada dua kursi yang kosong


"mas kamu ngajak siapa lagi, kok itu masih ada kursi yang kosong" tanya kiara penasaran


"tunggu aja nanti juga kamu tau sendiri sayang" sahut keenan yang fokus pada ponselnya


keenan sengaja tidak memberitahu kiara kalau keenan sudah mengundang seseorang untuk makan malam bersama dengan mereka, keenan ingin mengabulkan ngidam kiara sebelum kiara melahirkan dalam waktu dekat ini


tak berselang lama orang yang di tunggu pun datang


"maaf telat, tadi jalanan macet parah" sahut seorang pria tepat di belakang kiara dan keenan


"adrian" ucap kiara kaget


"ada dokter raisa juga" seru kiara lagi


"malam bu kiara" sapa dokter raisa begitu ramah


"jangan panggil ibu dong dok, panggil kiara aja" sahut kiara terkekeh


"apa kamu senang sayang ngidam kamu sudah mas turutin?" tanya keenan dengan wajah malasnya


"jadi adrian kamu yang ngundang mas?" tanya kiara dengan wajah berbinar


"hhhmmmm" sahut keenan singkat


"terima kasih suamiku" ucap kiara mengecup pipi keenan mesra


adrian dan raisa merasa malu sendiri melihat kemesraan pasangan suami istri itu


keenan mempersilahkan adrian dan raisa duduk di kursi yang masih kosong

__ADS_1


seorang pelayan pun datang dengan membawa beberapa buku menu


setelah memilih mereka akhirnya memesan makanan dan minuman sesuai keinginan mereka masing-masing


"ad kamu kok bisa sama dokter raisa? kalian pacaran ya" kiara sengaja menggoda adrian


"raisa susah di deketin ra, masih malu-malu kucing padahal aku tau banget dia juga naksir sama aku" sahut adrian terkekeh


"dokter raisa udah sikat aja, adrian udah kelamaan jomblo kasian nanti dia keburu karatan" seru kiara terkekeh


"adrian itu terlalu cuek dan gak peka ki, makanya aku masih ragu sama dia serius atau sekedar mau main-main aja" sahut dokter menyindir adrian dengan terang-terangan


"nyindirnya kena banget" cebik adrian di balas kekehan oleh kiara dan dokter raisa


"EHEM" suara deheman keenan membuat kiara menoleh ke arah keenan dan menyengir kuda


"lupa kalau ada mas disini? asik bener ngobrolnya" gerutu keenan yang terlihat gemas di mata kiara


"bukan lupa mas hanya sedikit lupa diri kalau sudah bergosip, benar begitu ibu dokter?"


dokter raisa hanya mengangguk sembari tersenyum


tak lama pelayan pun datang membawa pesanan mereka masing-masing


mereka langsung menyantap hidangan yang begitu terlihat sangat lezat apalagi kiara yang nafsu makannya semakin bertambah tanpa babibu dia langsung melahap makanan yang ada di depan katanya


keenan yang melihat tingkah istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja


"ah iya ada sesuatu yang harus saya sampaikan, ini masalah orang yang mensabotase tes kalian waktu itu dan sekarang dalang dari semua kekacauan itu sudah di tangkap polisi" ucap dokter raisa


keenan dan kiara hanya saling pandang mendengar ucapan dokter raisa


"aduh maaf kalau saya bicara di waktu yang salah" umseru dokter raisa yang merasa tidak enak dengan keenan dan kiara


"namanya dina saraswati ki, setelah di selidiki dia juga sempat menjadi sekretaris di perusahaan keenan" sahut dokter raisa


kiara langsung mendelik ke arah keenan menunggu penjelasan yang akan keenan sampaikan


namun belum sempat keenan bicara perut kiara terasa mulas


"aduhhh sakit" ringis kiara


"sayang kamu gak apa-apa?" tanya keenan cemas


"perutku sedikit mulas mas tapi udah ilang lagi, ayo coba jelasin siapa dina saraswati itu, selingkuhan kamu?" tanya kiara penuh dengan tatapan intimidasi


"astaga kalau ngomong mulutnya gak pernah di saring kamu itu, kapan mas selingkuh?"


"aduh sakit banget" ringis kiara yang semakin merasakan mulas di perutnya


"apa pinggangnya terasa panas?" tanya dokter raisa dan di balas anggukan oleh kiara


"aduh mas aku gak kuat sakit banget" teriak kiara mencengkeram lengan keenan


"sepertinya kiara mau melahirkan" seru dokter raisa


"apa? waktunya masih dua minggu lagi dok" seru keenan


"itu hanya sekedar prediksa saja keenan, bahkan ada yang melahirkan jauh sebelum prediksi dari dokter seperti yang di alami kiara sekarang, cepat bawa ke rumah sakit sekarang" titah dokter raisa


"aaaaaa sakit banget mas" teriak yang semakin kuat mencengkram lengan keenan sampai berdarah


"sabar sayang, tahan sebentar ya kita ke rumah sakit sekarang" ucap keenan menenangkan kiara


kiara langsung di bawa ke rumah sakit untung saja dokter raisa sedang bersama mereka dan bisa langsung menangani kiara yang akan melahirkan jauh dari HPL nya, keenan langsung menghubungi kedua orang tua dan mertuanya agar segera menyusul ke rumah sakit dan membawa semua perelatan yabg akan di butuhkan oleh bayi nya nanti

__ADS_1


kiara di baringkan di atas brangkar rumah sakit dan segera di bawa ke ruang persalinan, keenan yang melihat istrinya meringis kesakitan tidak ingin istrinya berjuang sendirian, keenan ingin menemani kiara untuk menguatkannya akhirnya keenan ikut ke dalam ruangan bersalin sedangkan adrian menunggu di luar dan segera menghubungi bianca bahwa kiara akan segera melahirkan


dokter raisa yang sudah berganti pakian dan memakai alat untuk proses persalinan mulai mengecek kondisi kiara dan kandungannya


"sudah pembukaan tujuh, persiapkan semuanya" ucap dokter raisa kepada semua perawat yang membantunya


"dok apa tidak ada obat penghilang nyeri kasian istri saya dok" ucap keenan


"setiap wanita yang akan melahirkan pasti mengalami sakit seperti ini pak keenan, hal ini wajar tapi nanti setelah bayi kalian lahir semua kesakita akan tiba-tiba sirna, anda hanya cukup berdoa dan memberi kekuatan untuk bu kiara saja


"mas sakit banget, aaaaaaa" kiara menjambak rambut keenan begitu kencang


"pembukaan sudah lengkap sekarang waktunya" ucap dokter raisa dan di bantu oleh beberapa perawat


"ibu kiara coba tarik nafas dan keluarkan ikuti petunjuk saya ya bu


satu


dua


tiga


mengejan bu" titah dokter raisa


kiara berusaha sekuat tenaga untuk mengejan namun usaha yang pertama belum berhasil


"coba lagi bu" titah dokter raisa


"semangat sayang... i love you" bisik keenan


"euunnghhhhhh"


"owek... owek... owek"


suara tangis bayi pun menggeman di ruangan persalinan itu kiara nampak bahagia melihat buah hatinya yang lahir dengan selamat, kiara dan keenan sampai menitikan airmata kebahagiaannya karena sudah menjadi orang tua


"selama bu kiara dan pak keenan bayi anda laki-laki dan sangat tampan seperti ayahnya" ucap dokter raisa


dokter raisa memberikan bayi itu kepada perawat untuk di bersihkan terlebih dahulu


tak berselang lama bayi itu sudah bersih dan terbalut selimut dan di serahkan kepada keenan untuk mengadzaninya terlebih dahulu


suara keenan saat mengadzani bayinya terasa sangat merdu dan menyejukan hati, kiara sampai menitikan airmatanya begitu pun keenan dengan begitu bahagia mengecup kening putra tampannya yang baru saja lahir keduania ini


"terima kasih sayang sudah memberikan mas seorang jagoan yang sangat tampan" ucap keenan dan mengecup kening kiara penuh kasih sayang


\***TAMAT**\*


🍁


🍁


🍁


🍁


***dan akhirnya karya pertama aku benar-benar tama ya guys


terima kasih yang sudah mendukung karya perdana author ini, maafkan jika masih banyak kesalahan dalam penulisan dan cerita yang masih kurang menarik


akan ada beberapa bonus chapter setelah ini ya


tetap dukung karya author yang lainnya ya


salam sayang untuk semua readers***

__ADS_1


__ADS_2