
keenan dan kiara sudah sampai di apartemen setelah beberapa jam menghabiskan waktu untuk makan bercanda tawa dengan para sahabatnya
kiara masih enggan untuk bertegur sapa dengan keenan berbeda dengan keenan yang selalu mengekori kiara kemenapun kiara pergi bahkan sampai kiara masuk ke dalam kamar mandi pun keenan terus mengikutinya
kiara menggeram kesal melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil
"apa sih ngikutin terus dari tadi pusing aku ngeliatnya" kiara menatap keenan kesal
"maafin aku sayang, jangan diemin aku lama-lama" keenam terus saja memohon kepada kiara agar kiara memaafkannya
"oke aku maafin tapi ada syaratnya?" ucap kiara dengan seringai liciknya
"jangan aneh-aneh deh" keenan menghela nafas panjang
"mau di maafin apa engga?" ancam kiara tegas dan di balas dengan anggukan oleh keenan
sejenak kiara berpikir tentang syarat apa yang akan dia berikan kepada keenan bukan syarat sih sebenarnya tapi tepatnya ingin mengerjai keenan terlebih dahulu
jarang-jarang kiara bisa mengerjai keenan dan mungkin inilah saatnya
"mas aku mau sesuatu" ucap kiara memelas
"mau apa?" jawab keenan menatap kiara lekat
"aku mau di masakin nasi goreng tapi..." ucapan kiara terjeda ketika melihat keenan melotot ke arah kiara
"tapi pakai daster" kiara berusaha menahan tawanya agar tidak pecah
"what? seorang keenan harus masak terus pake daster, jangan gila kamu sayang" keenan menggelengkan kepalanya berlalu dari hadapan kiara
"yasudah puasa aja sebulan" sahut kiara berlalu meninggalkan keenan masuk ke dalam kamarnya
"shitttt.... syaratnya yang lain dong sayang jangan ini
aku mana bisa masak" teriak keenan namun tak di hiraukan oleh Kiara
keenan mengacak rambutnya frustasi menurutnya ini syarat yang mustahil untuk dia lakukam tapi untuk menolak keinginan istrinya pun pasti tak akan bisa
keenan berpikir mencari cara lain untuk mendapatkam maaf dari kiara namun nihil otaknya seakan buntu untuk mencari ide
"aarrrgggghhhhhhh"
keenan membuka pintu kamarnya dan melihat kiara sedang fokus pada ponselnya keenan mencoba untuk membujuk kiara supaya merubah syarat yang dia berikan
keenan mengeluarkan senyuman terbaiknya di hadapan kiara berharap dengan senyuman keenan bisa merubah keinginan kiara
__ADS_1
"gausah senyum-senyum gitu syaratnya gak bakalan aku rubah kecuali emang kamu mau puasa satu bulan" ucap kiara tanpa melihat wajah keenan
"kok satu bulan sih tadi kamu bilang cuman satu minggu" sahut keenan dengan wajah masamnya
"oh jadi mau puasa aja gak mau ngikutin syarat dari ak, oke baik" kiara membaringkan tubuhnya membelakangi keenan dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sampai ujung kepalanya
"sayang kamu serius?" tanya keenan hati-hati takut ucapannya kembali menambah kemarahan kiara
namun tak ada sedikitpun jawaban dari kiara
keenan semakin frustasi membayangkan selama satu bulan dirinya tak akan mendapatkan jatah dari kiara kalau dia tak mau memenuhi syarat dari istrinya
dengan berat hati akhirnya keenan menuruti apa yang kiara inginkan karena keenan tidak sanggup di acuhkan kiara lebih lama lagi
"oke, oke mas mau turutin mau kamu tapi jangan marah lagi ya" keenan menyerah dan menuruti syarat yang di berikam istrinya
"promise" kiara terbangun dan tersenyum manis ke arah keenan
"kalau rasanya gak enak jangan marah lagi" ucap keenan
"iya suamiku"
"giliran di turutin aja manis banget ngomongnya, untung sayang kalau engga udah gue karungin dah" batin keenan menghela nafas
tanpa menunggu lama kiara dan keenan keluar kamar dengan keenan yang sudah memakai daster milik kiara
"sayang kalau karyawan aku ngeliat aku seperti ini bisa hilang harga diri dan wibawa aku sebagai PRESDIR" ucap keenan dengan wajah yang terlihat sendu
"gak ada yang tau mas, ayo buruan ke dapur keburu ngantuk akunya" kiara menarik tangan yang terlihat malas untuk beranjak
keenan memulai menyiapkan bahan-bahan untuk memasak nasi goreng yang kiara inginkan
keenan yang begitu awam dengan peralatan di dapur apalagi dengan bumbu-bumbu, apapun yang keenan lihat langsung saja dia masukan ke dalam wajan entah akan seperti apa rasa nasi goreng yang keenan masak saat ini
tanpa sepengatahuan keenan, kiara merekam kegiatan keenan dengan ponselnya bukan untuk di posting di sosial media namun untuk jaga-jaga saja jika nanti keenan berbuat macam-macam kiara punya senjata untuk membuatnya tidak berkutik
di tempat lain denis dan amanda masih menikmati suasana kota jakarta di malam hari
amanda yang jarang sekali keluar malam karena di larang oleh kedua orangtuanya saat ini merasa sedikit bebas karena bisa dengan leluasa pergi tanpa harus khawatir kalau kedua orang tuanya akan memarahinya saat dia pulang nanti
karena setau kedua orang tuanya kini manda sedang berada di apartemen keenan
"happy banget kayaknya" ucap denis yang sedang menatap amanda duduk di atas motor sport miliknya
"makasih ya kak udah ngajak amanda jalan-jalan malam ini" amanda tersenyum dengan menatap denis intens
__ADS_1
"kamu gak pernah jalan-jalan malam sebelumnya?" tanya denis penasaran
"ini pertama kalinya kak makanya aku ngerasa happy banget" sahut amanda merentangkan tangannya menikmati udara kota jakarta pada malam hari
"gini kali yak kalau ngajak bocah baru di ajak jalan beginian aja udah happy banget" batin denis seraya tersenyum memandang wajah imut amanda
entah perasaan apa yang sedang denis rasakan saat ini tidak dapat di pungkiri denis nyaman ketika berada di dekat amanda denis bahagia dengan kebersamaannya dengan amanda selama beberapa bulan ini meskipun hanya berstatus sebagai teman
"apa iya gue mulai jatuh cinta sama bocah SMA di depan gue ini" lagi-lagi denis bergumam di dalam hatinya
namun jika memang denis sudah mulai jatuh cinta dengan amanda, denis harus berpikir seribu kali untuk meminta amanda menjadi kekasihnya karena status amanda yang masih pelajar yang baru masuk kelas 12 apalagi jika denis mengingat perkataan keenan yang menyuruhnya menunggu sampai amanda lulus SMA
"manda" tanya denis lirih
"kenapa kak?" jawab amanda lembut
"perasaan kamu ke aku sekarang gimana? maksudnya kamu nganggap aku ini sebagai kakak atau lebih diri itu" tanya denis ingin memastikan perasaan amanda kepadanya selama ini
DEG
sontak saja pertanyaan itu membuat amanda mematung seketika
amanda memang sudah terpesona melihat sosok denis yang berwajah tampan yang mirip dengan opa korea
namun amanda tidak menyangka kalau denis akan menanyakan pertanyaan seperti itu kepadanya saat ini
"mmmmm, kenapa kak denis tiba-tiba nanya gitu?" amanda balik bertanya kepada denis
"seandainya kakak mau kamu jadi pacar kakak gimana? kamu terima gak?" tanya denis dengan tatapan seriusnya
"jangan bercanda kak gak lucu" jawab amanda yang sudah mulai menegang dengan ucapan denis
denis menggenggam erat tangan amanda denis berusaha untuk mengutarakan isi hatinya entah mau di terima ataupun tidak denis tidak peduli yang jelas setelah denis mengungkapkan isi hatinya setidaknya dia merasa lega karena sudah mengungkapkan apa yang sudah dia rasakan selama ini
"kak denis suka sama amanda, amanda mau jadi pacar kak denis? denis bertanya sekali lagi kepada amanda masih dengan tatapan seriusnya
"kakak ih jangan bercanda manda bilang, jangan main-main sama ucapan kakak" wajah amanda mulai merona dengan tatapan denis yang sama sekali tak pernah berpaling menatap wajahnya
"apa kakak terlihat main-main dan gak serius?" denis semakin mengeratkan genggaman tangannya
## yuk tinggalkan jejak para readers
bantu like, komen dan vote nya
terus dukung karya othor ya
__ADS_1
selamat membaca##