
kiara sampai di tempat balapan motor yang di katakan denis
kiara di sambut dengan sapaan para penggemarnya yang sebagian besarnya adalah pria
kiara memang sudah terkenal di dunia balapan yang begitu lekat dengan dunia malam dan kaum berandalan
namun kiara bersyukur senakal-nakalnya dia, kiara tidak pernah melakukan hal yang di luar batasan hanya sebatas balapan motor saja yang sudah menjadi hobinya sampai saat ini
" com lu kok bisa nyampe sini? bukannya tadi lu sama keenan? tanya viola
" keenan ninggalin gue di rumah sendirian katanya dia sibuk, bodo amat lah gue gak peduli " jawab kiara ketus
" lu baik-baik aja kan sama dia" selidik viola
" gak penting lagi lah buat gue mau baik-baik aja atau hancur sehancur-hancurnya" tegas kiara
" lu tau disini ada balapan dari siapa? viola kembali bertanya
" noh si jamet" kiara menunjuk ke arah denis
" apaan lu kampret nunjuk-nunjuk gue" tanya denis
" sensi bener lu kayak cewek lagi pms" kiara terbahak
" ki... lu ijin sama keenan gak mau kesini" tanya viola yang sudah mulai banyak bicara
" ngapain gue ijin sama dia, bokap nyokap gue juga bukan. dia juga gak peduli sama gue" sungut kiara
viola merasa sedang ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu
viola tahu betul kalau kiara ikut balapan untuk meluapkan kemarahan dia yang tak tersampaikan
namun viola khawatir jika sesuatu terjadi dengan sahabatnya karena suasa hatinya sedang tidak baik-baik saja
" yauda com lu siap-siap sekarang, bentar lagi balapannya mulai " ucap denis
******
sementara di rumah, papi krisna dan mami linda yang baru pulang mencari keberadaan kiara
mami linda melihat ke kamar kiara namun kiara tak terlihat batang hidungnya pun
" bi... kiara pergi kemana? teriak mami linda yang berjalan menuju dapur
" non kia pergi sendiri nyah pakai motor" sahut bi tuti
" sejak kapan perginya? selidik mami linda
" sekitar jam 7 nyah" bi tuti bicara apa adanya kepada majikannya itu
mami linda melihat jam yang ada di pergelangan tangannya
waktu menunjukan pukul 9 malam dan kiara pun belum pulang
mami linda khawatir dan mencoba menghubungi putrinya namun tak ada satupun panggilannya yang di jawab oleh kiara
akhirnya mami linda terpaksa menghubungi keenan
sedangkan kiara yang sedang melajukan motornya di arena balap tiba-tiba merasakan tangannya begitu kesakitan hingga akhirnya kehilangan kendali
__ADS_1
bruuugggghhh...
motor kiara terjatuh dan tubuh kiara tersungkur ke aspal
" KIARAAA.... " teriak viola dan denis menghampiri sahabatnya
" shittttt... malah jatuh lagi gue" umpat kiara
bukannya merasa kesakitan kiara malah merutuki dirinya karena dia terjatuh dan di pastikan kiara kalah balapan kali ini
" yaa Tuhan kiara kening lu luka darahnya keluar gitu, ini lutut sama sikut lu juga luka. kita kerumah sakit ya" ajak viola yang benar-benar khawatir dengan keadaan sahabatnya
" lebay banget sih lu, gue gapapa gue masih hidup... pasti gue kalah nih sekarang gara-gara gue jatuh" kiara mendengus
" eh cumi lu gausa mikirin kalah apa menang lu liat badan lu penuh luka begini... dasar keras kepala" sungut denis
tanpa di sadari dari kejauhan mobil keenan berhenti di antara kerumunan yang menyaksikan kiara terjatuh
namun keberadaan keenan tak di sadari oleh kiara maupun kedua sahabatnya
keenan membulatkan matanya ketika yang ada di balik kerumunan itu adalah kiara
keenan tak habis pikir kenapa kiara bisa ada di tempat itu tanpa meminta ijin padanya
keenan tidak berniat untuk menghampiri kiara keenan lebih memilih untuk menunggu kiara di rumahnya saja
" pantas saja tante linda menelfonnya sampai berulang kali, ternyata ini alasannya" gumam keenan memijat pelipisnya yang terasa berdenyut
" jalan gas kita kerumah om krisna " titah keenan kepada asistennya
keenan menyuruh asistennya untuk meninggalkannya di rumah kiara
urusan pulang nanti keenan bisa menghubungi supirnya
" tuh kan lu mau jalan aja gak bisa " viola dan denis memapah kiara ke pinggir jalan
" lu mau pulang ke rumah apa ke rumah sakit " tanya denis khawatir
" ke rumah, nyokap bokap pasti nyariin gue" sahut kiara
" lu bisa pulang pake motor apa mau gue telfon keenan buat jemput lu disini" tanya viola
" pake motor aja lu boncengin gue " titah kiara kepada viola
kebetulan gue gak bawa motor... nis lu ikutin kita di belakang ya" titah viola
mereka pun pergi meninggalkan tempat. balapan itu
kiara di boncengi oleh viola
kiara menempelkan kepalanya ke pundak kiara karena terasa sedikit pusing di kepalanya
sedangkan denis mengikuti mereka dari belakang
setelah memasuki komplek rumahnya, kiara memilih di antarkan hanya sampai depan pagar saja
kiara tidak mau kedua sahabatnya kena amukan papi nya
" lu yakin di anter sampe sini... kepala lu kan pusing ki" viola benar-benar khawatir pada kiara
__ADS_1
" udah gapapa, lu berdua balik aja gih motor gue biar mang jajang yang bawa ke dalem " titah kiara
" yauda kita balik ya,, lu istirahat" ucap viola
mang jajang adalah satpam yang mengabdi di kediamam krisna sejak kiara masih berada di dalam kandungan maminya
viola dan denis bergegas meninggalkan kiara di depan pagar pintu rumahnya
"mang jajang, buka pager nya" teriak kiara dengan suara bergetar
" non kiara.... non kenapa kok luka-luka gitu " tanya mang jajang panik
" gapapa mang, tolong bawa motor kia ke dalam ya, badan kia lemes" kiara membuka pagar rumahnya
kiara berjalan dengan kaki yang terpincang-pincang karena luka di lututnya yang lumayan dalam
keadaan kiara saat ini begitu tak beraturan rambutnya acak-acakan, celana yang dia pakai robek karena terseret aspal saat jatuh dari motor
tanpa di sadari ternyata keenan sudah mematung di teras depan rumah kiara yang melihatnya dengan tatapan tajam ke arahnya
kiara berjalan begitu saja tanpa memperdulikan keenan disana
keenan sebetulnya sangat khawatir melihat keadaan kiara sekarang apalagi melihat jalannya yang terpincang-pincang
namun ada sedikit kekesalan di batin keenan karena kiara pergi tanpa memberi kabar padanya
" habis dari mana kamu? jam segini baru pulang" tanya keenan dengan nada ketus
kiara menulikan pendengarannya dan tetap berusaha masuk ke dalam rumah
namun sayangnya keadaan rumah sudah di terkunci
terpaksa kiara harus menunggu sejenak sampai pintu rumahnya terbuka
kiara duduk di atas kursi yanga ada di teras rumahnya
kiara merasa pusing di kepalanya semakin menjadi
" kalau di tanya itu jawab, bukan diem aja? kamu abis balapan lagi? badan semua pada luka-luka begitu udah kayak gadis berandalan yang abis berantem" keenan mendadak cerewet dan mengeluarkan kalimat di luar nalar kiara
" udah tau gue berandalan kenapa masih mau di jodohin sama gue, sana lu cari cewek yang baik yang gak suka keluyuran tengah malem, yang hobinya baca buku diem di rumah seharian taunya bunting sebelum di kawinin" kiara mengeluarkan amarahnya
keenan merasa apa yang di ucapkannya menyinggung perasaan kiara terlihat dari ucapan kiara yang mendadak menjadi kasar
" apaan sih kamu tuh ngomong ngelantur kemana-mana, aku cuman nanya kenapa kamu berantakan dan badannya luka-luka, tinggal jawab apa susahnya" hardik keenan
tiba-tiba mang jajang membawa motor kiara ke halaman rumah kiara
keenan kaget kenapa motor kiara sampai di bawa mang jajang
" motor kiara kenapa mang" tanya keenan heran
" sepertinya jatuh den, banyak yang lecet di bagian depan motornya kaca spionnya juga copot satu, remnya juga kurang pakem.. harus di service sepertinya " jawan mang jajang panjang lebar
keenan melirik ke arah kiara yang sedang duduk dengan memejamkan matanya
kiara merasa seluruh badannya terasa sakit dan kepalanya semakin pusing
kiara berharap keenan akan peka dengan kesakitannya saat ini tanpa dia harus mengatakan apapun
__ADS_1
keenan mendekat ke arah kiara dan memandang lekat wajah calon istrinya itu yang terdapat luka di keningnya dan sedikit lebam
" sshiittt... kenapa gue gak peka kalau kiara jatuh dari motor, malah berpikiran macam-macam sama dia pantas saja kiara marah banget sama gue... bodoh... bodoh" keenan merutuki dirinya sendiri