Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
KECELAKAAN MOTOR


__ADS_3

kiara sampai di tempat balapan motor yang di katakan denis


kiara di sambut dengan sapaan para penggemarnya yang sebagian besarnya adalah pria


kiara memang sudah terkenal di dunia balapan yang begitu lekat dengan dunia malam dan kaum berandalan


namun kiara bersyukur senakal-nakalnya dia, kiara tidak pernah melakukan hal yang di luar batasan hanya sebatas balapan motor saja yang sudah menjadi hobinya sampai saat ini


" com lu kok bisa nyampe sini? bukannya tadi lu sama keenan? tanya viola


" keenan ninggalin gue di rumah sendirian katanya dia sibuk, bodo amat lah gue gak peduli " jawab kiara ketus


" lu baik-baik aja kan sama dia" selidik viola


" gak penting lagi lah buat gue mau baik-baik aja atau hancur sehancur-hancurnya" tegas kiara


" lu tau disini ada balapan dari siapa? viola kembali bertanya


" noh si jamet" kiara menunjuk ke arah denis


" apaan lu kampret nunjuk-nunjuk gue" tanya denis


" sensi bener lu kayak cewek lagi pms" kiara terbahak


" ki... lu ijin sama keenan gak mau kesini" tanya viola yang sudah mulai banyak bicara


" ngapain gue ijin sama dia, bokap nyokap gue juga bukan. dia juga gak peduli sama gue" sungut kiara


viola merasa sedang ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu


viola tahu betul kalau kiara ikut balapan untuk meluapkan kemarahan dia yang tak tersampaikan


namun viola khawatir jika sesuatu terjadi dengan sahabatnya karena suasa hatinya sedang tidak baik-baik saja


" yauda com lu siap-siap sekarang, bentar lagi balapannya mulai " ucap denis


******


sementara di rumah, papi krisna dan mami linda yang baru pulang mencari keberadaan kiara


mami linda melihat ke kamar kiara namun kiara tak terlihat batang hidungnya pun


" bi... kiara pergi kemana? teriak mami linda yang berjalan menuju dapur


" non kia pergi sendiri nyah pakai motor" sahut bi tuti


" sejak kapan perginya? selidik mami linda


" sekitar jam 7 nyah" bi tuti bicara apa adanya kepada majikannya itu


mami linda melihat jam yang ada di pergelangan tangannya


waktu menunjukan pukul 9 malam dan kiara pun belum pulang


mami linda khawatir dan mencoba menghubungi putrinya namun tak ada satupun panggilannya yang di jawab oleh kiara


akhirnya mami linda terpaksa menghubungi keenan


sedangkan kiara yang sedang melajukan motornya di arena balap tiba-tiba merasakan tangannya begitu kesakitan hingga akhirnya kehilangan kendali

__ADS_1


bruuugggghhh...


motor kiara terjatuh dan tubuh kiara tersungkur ke aspal


" KIARAAA.... " teriak viola dan denis menghampiri sahabatnya


" shittttt... malah jatuh lagi gue" umpat kiara


bukannya merasa kesakitan kiara malah merutuki dirinya karena dia terjatuh dan di pastikan kiara kalah balapan kali ini


" yaa Tuhan kiara kening lu luka darahnya keluar gitu, ini lutut sama sikut lu juga luka. kita kerumah sakit ya" ajak viola yang benar-benar khawatir dengan keadaan sahabatnya


" lebay banget sih lu, gue gapapa gue masih hidup... pasti gue kalah nih sekarang gara-gara gue jatuh" kiara mendengus


" eh cumi lu gausa mikirin kalah apa menang lu liat badan lu penuh luka begini... dasar keras kepala" sungut denis


tanpa di sadari dari kejauhan mobil keenan berhenti di antara kerumunan yang menyaksikan kiara terjatuh


namun keberadaan keenan tak di sadari oleh kiara maupun kedua sahabatnya


keenan membulatkan matanya ketika yang ada di balik kerumunan itu adalah kiara


keenan tak habis pikir kenapa kiara bisa ada di tempat itu tanpa meminta ijin padanya


keenan tidak berniat untuk menghampiri kiara keenan lebih memilih untuk menunggu kiara di rumahnya saja


" pantas saja tante linda menelfonnya sampai berulang kali, ternyata ini alasannya" gumam keenan memijat pelipisnya yang terasa berdenyut


" jalan gas kita kerumah om krisna " titah keenan kepada asistennya


keenan menyuruh asistennya untuk meninggalkannya di rumah kiara


urusan pulang nanti keenan bisa menghubungi supirnya


" tuh kan lu mau jalan aja gak bisa " viola dan denis memapah kiara ke pinggir jalan


" lu mau pulang ke rumah apa ke rumah sakit " tanya denis khawatir


" ke rumah, nyokap bokap pasti nyariin gue" sahut kiara


" lu bisa pulang pake motor apa mau gue telfon keenan buat jemput lu disini" tanya viola


" pake motor aja lu boncengin gue " titah kiara kepada viola


kebetulan gue gak bawa motor... nis lu ikutin kita di belakang ya" titah viola


mereka pun pergi meninggalkan tempat. balapan itu


kiara di boncengi oleh viola


kiara menempelkan kepalanya ke pundak kiara karena terasa sedikit pusing di kepalanya


sedangkan denis mengikuti mereka dari belakang


setelah memasuki komplek rumahnya, kiara memilih di antarkan hanya sampai depan pagar saja


kiara tidak mau kedua sahabatnya kena amukan papi nya


" lu yakin di anter sampe sini... kepala lu kan pusing ki" viola benar-benar khawatir pada kiara

__ADS_1


" udah gapapa, lu berdua balik aja gih motor gue biar mang jajang yang bawa ke dalem " titah kiara


" yauda kita balik ya,, lu istirahat" ucap viola


mang jajang adalah satpam yang mengabdi di kediamam krisna sejak kiara masih berada di dalam kandungan maminya


viola dan denis bergegas meninggalkan kiara di depan pagar pintu rumahnya


"mang jajang, buka pager nya" teriak kiara dengan suara bergetar


" non kiara.... non kenapa kok luka-luka gitu " tanya mang jajang panik


" gapapa mang, tolong bawa motor kia ke dalam ya, badan kia lemes" kiara membuka pagar rumahnya


kiara berjalan dengan kaki yang terpincang-pincang karena luka di lututnya yang lumayan dalam


keadaan kiara saat ini begitu tak beraturan rambutnya acak-acakan, celana yang dia pakai robek karena terseret aspal saat jatuh dari motor


tanpa di sadari ternyata keenan sudah mematung di teras depan rumah kiara yang melihatnya dengan tatapan tajam ke arahnya


kiara berjalan begitu saja tanpa memperdulikan keenan disana


keenan sebetulnya sangat khawatir melihat keadaan kiara sekarang apalagi melihat jalannya yang terpincang-pincang


namun ada sedikit kekesalan di batin keenan karena kiara pergi tanpa memberi kabar padanya


" habis dari mana kamu? jam segini baru pulang" tanya keenan dengan nada ketus


kiara menulikan pendengarannya dan tetap berusaha masuk ke dalam rumah


namun sayangnya keadaan rumah sudah di terkunci


terpaksa kiara harus menunggu sejenak sampai pintu rumahnya terbuka


kiara duduk di atas kursi yanga ada di teras rumahnya


kiara merasa pusing di kepalanya semakin menjadi


" kalau di tanya itu jawab, bukan diem aja? kamu abis balapan lagi? badan semua pada luka-luka begitu udah kayak gadis berandalan yang abis berantem" keenan mendadak cerewet dan mengeluarkan kalimat di luar nalar kiara


" udah tau gue berandalan kenapa masih mau di jodohin sama gue, sana lu cari cewek yang baik yang gak suka keluyuran tengah malem, yang hobinya baca buku diem di rumah seharian taunya bunting sebelum di kawinin" kiara mengeluarkan amarahnya


keenan merasa apa yang di ucapkannya menyinggung perasaan kiara terlihat dari ucapan kiara yang mendadak menjadi kasar


" apaan sih kamu tuh ngomong ngelantur kemana-mana, aku cuman nanya kenapa kamu berantakan dan badannya luka-luka, tinggal jawab apa susahnya" hardik keenan


tiba-tiba mang jajang membawa motor kiara ke halaman rumah kiara


keenan kaget kenapa motor kiara sampai di bawa mang jajang


" motor kiara kenapa mang" tanya keenan heran


" sepertinya jatuh den, banyak yang lecet di bagian depan motornya kaca spionnya juga copot satu, remnya juga kurang pakem.. harus di service sepertinya " jawan mang jajang panjang lebar


keenan melirik ke arah kiara yang sedang duduk dengan memejamkan matanya


kiara merasa seluruh badannya terasa sakit dan kepalanya semakin pusing


kiara berharap keenan akan peka dengan kesakitannya saat ini tanpa dia harus mengatakan apapun

__ADS_1


keenan mendekat ke arah kiara dan memandang lekat wajah calon istrinya itu yang terdapat luka di keningnya dan sedikit lebam


" sshiittt... kenapa gue gak peka kalau kiara jatuh dari motor, malah berpikiran macam-macam sama dia pantas saja kiara marah banget sama gue... bodoh... bodoh" keenan merutuki dirinya sendiri


__ADS_2