Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
dua garis merah


__ADS_3

19:00


dokter raisa sedang berjalan di sebuah lorong rumah sakit untuk memasuki ruangan khusus untuk memutar cctv beberapa hari ke belakang hari dimana keenan dan kiara melakukan tes kesuburan itu


dokter berjalan sedikit terburu-buru karena tidak ingin terlalu lama membuang waktu apalagi sekarang waktu praktek dokter raisa sudah berakhir


tidak ingin menimbulkan curiga karena berlama-lama diam di rumah sakit


"raisa" sapa seorang dokter yang tiba-tiba ada di hadapannya


"drian" sahut dokter raisa sedikit gugup


"lu masih ada jam praktek malam ini?" tanya adrian


"engga, gue hanya ada urusan sedikit" jawab dokter raisa tersenyum


"urusan apa?" adrian tak henti-henti melayangkan beberapa pertanyaan kepada dokter raisa


"apa anda bisa saya percaya dokter adrian?" tanya dokter raisa menyidik


"menurutmu?"


"oke ikut gue"


raisa dan adrian teman satu kampus saat adrian kuliah di amerika dan kebetulan mereka mengambil jurusan kedokteran bedanya hanya raisa mengambil spesialis kandungan sedangkan adrian lebih menjadi dokter umum, mereka menjalin hubungan pertemanan yang cukup dekat sampai sekarang


dan kenapa adrian sampai bisa kerja di rumah sakit ini juga tentu karena rekomendasi dari dokter raisa kepada kepala rumah sakit disini


akhirnya dokter raisa dan dokter adrian masuk ke dalam ruangan khusus untuk melihat rekaman cctv satu minggu yang lalu


adrian tidak banyak bertanya dia hanya mengikuti apapun yang raisa lakukan


satu persatu raisa mulai membuka rekaman cctv itu sampai akhirnya dia menemukan apa yang dia cari


dengan teliti raisa dan adrian melihat rekaman cctv itu disana terlihat ada salah satu pemuda yang berjalan mengendap-ngendap ke ruangan laboratorium di rumah sakit itu dan dengan sengaja pria itu menukar semua sample milik keenan dengan sample entah milik siapa


raisa dan adrian hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat aksi tak bermoral seperti itu


"apa petugas itu tidak sadar kalau di setiap ruangan di rumah sakit ini terpasang cctv" ucap adrian


"sepertinya dia lupa akan hal itu" jawab raisa yang sedang mengcopy rekaman cctv itu ke dalam flashdisk nya

__ADS_1


"tapi apa niat petugas itu menukar sample pasien rumah sakit ini apa dia ada masalah pribadi dengan pasien ini sa?" tanya adrian heran


"sepertinya ada orang luar yang menyuruhnya melakukan ini dan dapat di pastikan petugas itu mendapatkan imbalan yang cukup fantastis dari orang yang menyuruhnya" jawab raisa


"emangnya siapa pasien itu lu kenal sama mereka?" tanya adrian mulai kepo


"keenan adiwijaya dan kiara azalea wiryatama, ayok keluar gue udah selesai" ajak raisa kepada adrian


"kenapa lu mau membantu mereka sa? apa lu punya hubungan keluarga dengan mereka?" tanya keenan bertubi-tubi seperti seorang wartawan


"wah sepertinya dokter adrian akan merangkap menjadi seorang wartawan" raisa terkekeh melihat wajah penasaran adrian


"jawablah dok jangan membuatku mati karena penasaran" jawab adrian tidak sabar


"mereka itu pasien gue dua hari yang lalu kiara sengaja ngajak ketemudi luar jadwal praktek gue di rumah sakit ini"


dokter raisa menceritakan semua apa yang jadi masalah kiara saat ini kepada adrian


adrian mendengarkan dengan seksama setiap cerita yang keluar dari mulut dokter raisa


sebenarnya kalau pun dokter raisa mau membantu atau tidak toh dia juga tidak akan mendapat apapun namun jiwa sosial dokter raisa meronta-ronta saat tau bahwa kiara saat ini sedang mengandung raisa tidak ingin masalah ini menjadi boomerang di kehamilan kiara yang masih sangat rentan


"kiara hamil sa?" tanya adrian syok


"dia cinta pertama gue sa" jawab adrian sendu


"jangan-jangan lu masih cinta sama kiara ya pantes aja sampe sekarang lu masih jomblo" raisa tertawa kecil meledek adrian


"ya seperti yang lu katakan tapi cinta gue layu sebelum berkembang, niat gue kembali ke indonesia mau balikan sama kiara eh malah dia udah maried sama pria lain" ucap keenan dengan wajah sedihnya


"lu gak berniat jadi orang ketiga di hubungan mereka kan apalagi memanfaatkan masalah ini buat misahin mereka?" tanya raisa


"kenapa sih semua orang nyangka gue bakalan jadi orang ketiga emang tampang gue ada tampang perebut bini orang?" sarkas adrian dan di balas tawa oleh raisa


"sabar pak orang sabar jodohnya pasti cepat mendekat" ucap raisa menepuk-nepuk bahu adrian


mereka berjalan menyusuri setiap lorong rumah sakit sambil bercerita tentang hubungan adrian dulu dengan kiara seperti apa


mereka juga membicarakan langkah selanjutnya untuk petugas yang sudah berbuat curang di rumah sakit ini dan mereka memutuskan besok pagi akan menemui petugas itu untuk meminta penjelasan kenapa dia mau melakukan hal tercela seperti itu dan sudah jelas pekerjaannya di rumah sakit ini bisa terancam


☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


"sayang kamu bercanda ini udah malem mau nyampe kesana jam berapa?" keenan mencoba membujuk kiara yang terus merengek ingin pergi ke puncak


"tapi aku pengen banget kesana mas" ucap kiara dengan mengerucutkan bibirnya


"minggu depan mas janji akan bawa kamu kesana sekalian liburan tapi jangan malam ini ya" pinta keenan sedikit memohon


"iya deh iya minggu depan aja" jawab kiara sendu


"mukanya jangan sedih gitu dong"


kiara senyum terpaksa melihatkan gigi putihnya kepada keenan


akhirnya setelah luluh membujuk kiara mereka berdua makan di restoran yang sudah keenan reservasi


kiara makan begitu lahap dan melupakan keinginannya untuk ke puncak keenan hanya tersenyum melihat tingkah kiara yang mulai aneh akhir-akhir ini


sebelum pulang keenan mampir ke sebuah minimarket untuk membeli beberapa cemilan karena keenan berniat akan mengajak kiara bergadang sambil menonton film favorit mereka malam ini


keenan ingin benar-benar menghabiskan waktu sampai pagi bersama kiara untuk menebus seminggu ini yang sudah mengabaikan kiara karena kesibukannya


sesampainya di apartemen keenan membersihkan diri terlebih dahulu karena kiara lebih memilih untuk merebahkan dirinya di atas ranjang karena kekenyangan


kiara mengusap-ngusap perutnya yang masih rata sambil tersenyum kecil mengingat sekarang sudah ada janin yang tumbuh di dalam perut kiara


"sehat-sehat yasayang mommy, besok mommy akan cerita sama daddy kalau sudah ada kamu di dalam perut mommy" gumam Kiara terkekeh


"kamu kenapa senyum-senyum sendiri gitu?" tanya keenan yang baru saja keluar dari kamar mandi


"aku cuman lagi seneng aja mas, ya udah aku mandi dulu ya itu baju kamu udah aku siapin" jawab kiara dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri


keenan berdiri di depan cermin dan mengacak-acak rambutnya yang basah oleh handuk kecil


keenan mulai mengenakan baju yang kiara siapkan namun kiara melupakan dalaman keenan akhirnya keenan mengambil sendiri di dalam lemari


Prakkkkk....


sesuatu jatuh dari tumpukan baju di dalam lemari karena keenan tidak hati-hati


keenan mengambil benda yang jatuh itu dan melihatnya dengan seksama bukan hanya satu tapi ada lima, terdapat dua garis merah di dalam lima tespack itu


"bukannya ini alat tes kehamilan? ini punya siapa kenapa ada disini? jangan-jangan ini punya kiara" keenan bertanya-tanya di dalam hatinya dengan gelisah

__ADS_1


"tidak mungkin kiara hamil sudah jelas kalau aku tidak bisa memberikan keturuan kepada kiara atau jangan-jangan kiara bermain gila di belakangku sampai dia menyembunyikan kehamilannya dariku?" pikiran kotor keenan mulai menyeruak di dalam otaknya


__ADS_2