Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Terlambat


__ADS_3

tok... tok... tok....


"bos bangun" ucap bagas di balik pintu


"kurang kenceng kali yak"


"bos bangun woy.... " teriak bagas


berkali-kali bagas mengentuk pintu kamar keenan dan kiara namun tak ada jawaban sama sekali


tangan bagas sampai memerah karena terlalu kencang mengetuk pintu


"ni orang mati kali yak, gue dobrak juga ni pintu" sungut bagas kesal


"sini biar aku yang ngetuk" ucap viola yang mulai mengetuk pintu


tok.... tok.... tok...


"ki ini gue viola, bangun dong kita sarapan udah siang banget ini" ucap viola lembut di balik pintu


karena tidak ada sahutan sama sekali dari dalam kamar


viola mengetuk pintu semakin kencang seperti debt collector yang mau menagih hutang


sontak saja membuat keenan dan kiara bangun karena begitu terganggu dengan ketukan pintu yang begitu kencang


"siapa sih pagi-pagi udah ganggu orang aja" ucap keenan kesal dan segera membuka pintu kamarnya


"apa sih berisik banget masih ngantuk banget nih" sungut keenan yang masih memejamkan matanya


"udah siang bos semua orang nunggu lu sama kiara doang buat sarapan, lu mau ngebiarin kita mati kelaparan" ucap bagas kesal melihat keenan yang baru bangun tidur dengan muka bantalnya


"masih pagi gas udah mau sarapan aja, nanti agak siangan aja" sahut keenan santai


"masih pagi mata ku siwer, ku liat nih udah jam 9 lebih bos, buruan mandi kita tunggu. gak pake lama" bagas dan viola meninggalkan bagas dengan muka kesalnya


keenan masuk kembali ke dalam kamarnya


keenan tersenyum ketika melihat kiara yang masih terlelap tidur dengan tubuh polosnya yang di tutupi selimut


kiara terlihat begitu cantik meskipun dalam keadaan tidur dengan rambuat yang masih berantakan


"sayang bangun" bisik keenan mengusap rambut kiara lembut


mmmm... kiara menggeliat merasakan tubuhnya begitu terasa sakit dan tulangnya belulangnya seakan remuk akibat perbuatan keenan semalaman yang membuatnya begitu kelelahan


"masih ngantuk ya" tanya keenan mengecup kening kiara

__ADS_1


"tubuh aku sakit semua mas., kamu jahat" kiara memukul dada bidang milik keenan


"aaww... sakit sayang. mas gak jahat mas cuman melaksanakan tugas mas sebagai seorang suami yang siaga lahir dan batin" keenan terkekeh


"kamu tuh... kenapa sih akhir-akhir ini pinter banget ngegombal sama...... " kiara menahan omongannya untuk menggoda keenan


"sama apa" keenan menatap kiara


"agresif banget, tangan kamu aktif banget berkeliaran kemana-mana" sahut kiara tertawa


"agresif sama istri sendiri mh gak dosa... udah ah kita mandi yuk semua orang udah nunggu kita buat sarapan " keenan beranjak dari ranjangnya mengajak kiara untuk mandi


"gendong" kiara meregangkan tangannya manja


keenan tersenyum senang melihat tingkah kiara yang begitu manja


menurutnya sikap kiara yang manja adalah salah satu alasannya begitu mencintai kiara


mereka masuk ke dalam kamar mandi untuk melaksanakan ritual mandinya


dan jangan di tanya lagi keenan tak melewatkan waktu sedetikpun untuk melahap kiara


akhirnya acara mandi bersama berakhir dengan peluh keringat dan ******* mereka pagi ini


setelah selesai keenan dan kiara bergegas menemui keluarga besar mereka untuk sarapan


keenan dan kiara mendudukan dirinya di kursi yang masih kosong


kiara hanya menunduk tak berani melihat wajah semua orang yang menatapnya dengan tatapan aneh


"pagi semua... " sapa keenan santai


"duh pengantin baru abis mandi basah nih" sahut mami yasmin


"namanya juga mandi pasti basah lah mi, mana ada mandi kering" keenan terkekeh


"semalem abis berapa ronde lu jamet" celetuk denis frontal


"gue sambit lu yak, tuh mulut minta gue sumpel kali yak.. ****** lu" sungut kiara menatap denis tajam


"jaga sikap kamu kiara, gak malu sama suami dan mertua kamu... udah nikah masih aja sikapanya bar-bar begitu" sahut papi krisna


"sudah-sudah kita lanjutin sarapan aja jangan menggoda pengantin baru terus" lanjut mami linda


mereka semua menyantap hidangan yang sudah di siapkan di atas meja makan


tak ada rasa canggung antara dua keluarga yang sudah menjadi satu keluarga besar

__ADS_1


denis dan viola pun sudah menganggap kiara dan kedua orangtuanya seperti keluarga sendiri begitupun bagas yang sudah tidak sungkan dengan keluarga keenan


"nanti sore kita pulang ke jakarta ya" ucap papi adi yang telah menyelesaikan sarapannya terlebih dahulu


"lah emang cuman sampe hari ini doang bukannya masih seminggu lagi yak" sahut denis tertawa


"itu mah maunya elu cumi, biar bisa terus modusin amanda" celetuk kiara


"kakak" amanda mengerucutkan bibirnya


"awas aja lu kalau macem-macem sama ade sepupu gue, gue pecat ku jadi sahabatnya bini gue" ucap keenan tegas


"wih pak bos jiwa singa nya udah keluar... " denis meledek keenan


tak ada satupun pembicaraan yang berfaedah antara manusia yang sedang berseteru itu


semuanya saling meledek satu sama lain


"bos lu sekarang kenapa cerewet bener si, wibawa lu sebagai ceo yang dingin dan kaku itu udah gak ada lagi di diri lu, aneh gue" bagas nampak berpikir dengan perubahan bosnya yang begitu drastis


"eh iya bener kak biasanya kalau ngedenger orang pada banyak ngomong dia biasa aja gitu malah lebih bersikap seolah-olah dia cuma sendirian dalam keramaian, kok sekarang lebih agresif yak" amanda pun ikut menimpali ucapan bagas


"bener tuh mas yang di omongin amanda sama bagas, kamu lebih cerewet dan banyak ngoceh" sahut kiara santai


"terus aja mojokin gue sampe puas" sungut keenan memperlihatkan wajah kesalnya


"ciieeeee marah kayak bocah, jangan begitu calon kakak ipar nanti cepat keriput " timpal denis tertawa


"mungkin keenan udah bucin akut sama kiara kali yak, jadi kesannya lebih agresif dan posesif banget sama lu com. ngerasa gak sih" sahut viola yang ikut memojokkan keenan


"kenapa semuanya jadi ngedakwa gue begini" keenan semakin kesal dengan tingkah semua yang terkesan memojokan dia


sedangkan kedua orang tua kiara dan kedua orang tua keenan hanya menggelengkan kepala melihat perdebatan anak muda yang saling membicarakan hal yang tidak penting sama sekali


mereka lebih memilih pergi meninggalkan sepasang suami istri baru beserta antek-anteknya itu


mereka akan memberikan sebuah kado pernikahan untuk keenan dan kiara dengan memberikan mereka tiket untuk berbulan madu


"kris enaknya kita menyuruh anak-anak kita untuk bulan madu kemana ya" tanya papi adi kepada papi krisna


"kiara sempat bilang katanya dia pengen banget pergi ke pantai labuan bajo sama setelah dia bersuami " jawab papi krisna sembari meminum kopi hitam di hadapannya


"labuan bajo kan masih di indonesia, kenapa kiara gak kepikiran pergi ke luar negri buat berbulan madu" sahut papi adi


"katanya dia pengen lebih mengenal daerah wisata negaranya sendiri, memang kiara tidak terlalu tertarik dengan hal-hal yang berbau luar negri" ucap papi krisna menjelaskan


akhirnya mereka memutuskan untuk membelikan tiket bulan madu ke labuan bajo selama satu minggu untuk keenan dan kiara

__ADS_1


setelah berbincang cukup lama mereka pergi ke kamar masing-masing untuk membereskan perlengkapannya untuk pulang ke jakarta sore ini


__ADS_2