
kiara mengerejapkan matanya saat tarasa ada sentuhan di bibir mungilnya
kiara melotot melihat suaminya yang sudah polos tanpa penutup apapun
kiara menyandarkan dirinya di atas ranjang mencoba mengumpulkan nyawanya yang masih terasa ngantuk
"kamu kenapa sih seneng banget gangguin aku lagi tidur" ucap kiara kesal
"siapa yang ganggu, lanjutin aja tidurnya mas cuman menikmati keindahan tubuh istri mas sendiri apa salahnya" sahut keenan santai
"tapi tetep aja aku keganggu sama tangan kamu yang nakal berkeliaran kemana-mana, itu juga ngapain gak pake baju? pasti mau bertempur lagi kan" kiara mengerucutkan bibirnya
keenan tak dapat menahan tawanya ketika melihat istrinya nampak begitu kesal
"mas mau nagih janji kamu" bisik keenan di telinga kiara
"nanti malam sekarang masih sore" sungut kiara meninggalkan keenan ke kamar mandi
"kenapa jadi galak sih biasanya kalau ngeliat mas gak pake baju langsung nemplok kayak anak koala" ucap keenan heran
"bodo amat" teriak kiara dari dalam kamar mandi
tawa keenan begitu menggelegar dia begitu senang menggangu istrinya sampai terlihat kesal bukan main
keenan pun tak mengerti dengan tingkahnya akhir-akhir ini yang semakin jahil kepada istrinya
hal itu semakin membuat keenan gemas melihat wajah cemberut kiara
tok.... tok.... tok...
"sayang itu mami papi kiara mau pulang" teriak mami yasmin di balik pintu
"iya mi sebentar lagi ke bawah baru bangun tidur" sahut keenan sembari memakai krmbali pakaiannya yang sempat berceceran dimana-mana
mami yasmin meninggalkan anak dan menantunya yang masih sibuk di dalam kamar
mami yasmin turun ke bawah mesam mesem sendiri karena geli dengan tingkah pengantin baru itu
"jeng kenapa senyum-senyum sendiri" tanya mami linda
"anak-anak tingkahnya bikin geleng-geleng kepala jeng" sahut mami yasmin
"namanya juga pengantin baru masih anget-angetnya" bisik mami linda tersenyum
"kita tunggu mereka di taman belakang aja yuk jeng" ajak mami yasmin
mereka pun kembali menyusul suami mereka ke taman belakang rumah
sedangkan keenan masih menunggu kiara yang tak kunjung keluar dari kamar mandi
__ADS_1
keenan mencoba masuk namun di dari dalam oleh kiara
"sayang ngapain sih lama banget, itu mami papi kamu mau pulang katanya" teriak keenan di balik pintu kamar mandi
"sebentar lagi nanggung" sahut kiara
"ngapain sih bikin penasaran saja" batin keenan
akhirnya keenan berdiri di depan pintu kamar mandi untuk menunggu istrinya selesai
tak lama kiara pun keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sedikit pucat seperti menahan rasa sakit
"kamu kenapa pucat gitu mukanya" tanya keenan khawatir
"sakit perut mas, melilit banget" jawab kiara sembari memegang perutnya
"mau ke dokter?" keenan kembali bertanya
"tidak usah beliin aku obat pereda nyeri datang bulan aja mas" sahut kiara lemas
"kamu datang bulan?" tanya keenan dengan membulatkan matanya
kiara mengangguk
keenan mengusap kasar wajahnya karena sudah pasti dalam satu minggu kedepan dia harus berpuasa
keenan dan kiara pun menemui kedua orang tua kiara yang akan pulang
"biasa mi dateng bulan, mami tau sendiri kalau kia dateng bulan suka begini, sakitnya gak ketulungan" jawab kiara menahan rasa sakitnya
"duh kasian pengantin baru harus puasa dulu selama seminggu, sabar ya nan" sahut mami yasmin tersenyum licik
keenan tak menjawab ocehan maminya yang meledek dirinya
keenan hanya melihatkan raut wajah masamnya karena sudah pasti nanti malam kiara tidak akan menepati janjinya karena tamu. bulanan yang datang tanpa di undang
"keenan beliin obat pereda nyeri datang bulan di apotik ya, kiara kalau gak minum obat itu pasti badannya lemes karena kesakitan bahkan kiara sempat pingsan menahan rasa sakitnya terlalu lama" titah mami linda kepada menantunya
"iya mi sekalian pulang nanti mampir dulu ke apotik" sahut keenan
"kalian mau pulang? kenapa gak nginep disini aja kiara kan lagi sakit besok kalau kamu ke kantor siapa yang jaga kiara" ucap mami yasmin
"udah nan kamu nginep aja malam ini disini" timpal papi adi
kedua orang tua kiara pun pamit pulang bersamaan dengan keenan yang akan pergi ke apotik untuk membeli obat
kiara di bantu berjalan oleh mami mertuanya untuk pergi ke kamarnya karena rasa sakitnya sudah semakin menjadi sampai berjalan pun kiara harus di papah
kiara menyenderkan dirinya di atas kasur
__ADS_1
"tunggu sebentar ya sayang mami buatkan teh manis hangat buat kamu" ucap mami yasmin yang memakaikan selimut untuk kiara
"makasih ya mi" ucap kiara tulus
mami yasmin menjawab dengan senyuman kemudian meninggalkan kiara ke dapur untuk membuat teh manis hangat untuk menantu kesayangannya
satu jam berlalu keenan kembali membawa obat dan beberapa makanan serta buah-buahan untuk kiara
kiara yang yang di temani mami yasmin tersenyum melihat keenan yang begitu perhatian kepadanya
"sayang masih sakit perutnya?" tanya keenan mengelus rambut kiara
kiara mengangguk dengan wajahnya yang begitu pucat
"obatnya di minum dulu sayang biar sakitnya hilang" titah mami yasmin
keenan memberikan obat dan segelas air putih untuk kiara
keenan menatap lekat wajah istrinya yang begitu pucat karena menahan sakit di perutnya
"sakit banget ya" keenan bertanya sembari mengusap perut kiara lembut
"heem... mas tolong potongin buah dong" titah kiara sembari tersenyum malu
"baik tuan putri" keenan menjawil dagu kiara
mami yasmin merasa geli sendiri melihat sikap keenan kepada kiara dan mereka pun tak sungkan memperlihatkan kemesraan mereka di depan mertuanya
mami yasmin yang merasa jadi nyamuk memutuskan untuk pergi meninggalkan menantunya karena sudah ada keenan yang menjaganya
"sayang nanti malem tempurnya gak jadi dong" ucap keenan sembari menyuapi kiara dengan buah
uhukkk
uhukkk
kiara tersedak mendengar ucapan suaminya yang terkadang kalau bicara suka ceplas ceplos
kiara merasa geram karena dalam kondisinya yang masih lemas yang ada di dalam pikiran keenan hanya main di atas ranjang saja
"kamu itu melihat kondisi istri begini masih aja ngebahas masalah di atas ranjang" sahut kiara yang mulai kesal kepada keenan
"ya itukan sudah menjadi jadwal rutin kita setiap hari setelah menikah yang" ucap keenan santai
"iya tapi harus tau waktu juga, aku kan baru dateng bulan jangan selalu di bahas masalah begituan terus" kiara mengerucutkan bibirnya
"tapi kalau cium sama remas-remas dikit boleh dong" bisik keenan nakal
kiara memukul dada bidang suaminya yang begitu mesum itu
__ADS_1
setelah menikah memang keenan begitu agresif dalam urusan ranjang bahkan kiara harus memberikan jatah kepada keenan setiap malam bahkan di pagi haripun keenan sudah kembali meminta jatahnya alasannya adalah supaya semangat kerja
memang ada-ada saja akal bulus keenan