
usia kandungan kiara kini sudah memasuki empat bulan keenan dan kiara sekarang tinggal di rumah papi krisna dan mami linda
rencananya mereka akan tinggal di rumah papi krisna sampai kiara melahirkan dan setelah itu keenan dan kiara akan pindah ke rumah baru mereka yang sudah di siapkan oleh keenan
keenan semakin menunjukkan rasa sayangnya kepada kiara dan bayi yang ada di dalam di kandungan kiara
sikap kasar keenan sudah tak pernah lagi dia tunjukkan bahkan sekarang sikap keenan begitu lembut
kiara berguling ke kiri dan ke kanan di atas tempat tidurnya
keenan yang melihat tingkah istrinya merasa heran tidak biasanya kiara bersikap seperti itu
keenan menghampiri kiara yang terlihat begitu gelisah
"sayang jangan guling-guling gitu ingat baby kita" keenan mengingatkan kiara
kiara langsung terdiam menatap langit- langit kamarnya sembari melotot
"sayang kamu baik-baik aja kan? jangan membuat mas takut" tanya keenan khawatir
"mas aku mau...." ucap kiara tertahan
"mau apa?" tanya keenan tersenyum nakal
"tapi janji mas harus beliin malam ini juga ya" sahut kiara menatap keenan iba
"iya mau apa dulu" tanya keenan lagi
"aku mau makan asinan yang ada di bogor" sahut kiara
"what?" pekik keenan tak percaya
"ini anak kita yang mau lho mas, kamu mau anak kita ileran nanti pas lahir?" ucap kiara mengerucutkan bibirnya
keenan melihat jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan pukul sebelas malam
__ADS_1
keenan mengusap wajahnya kasar bingung apa yang harus dia lakukan sekarang
ini sudah hampir tengah malam sedangkan perjalanan dari jakarta menuju bogor menghabiskan waktu kurang lebih dua jam
"sayang ini udah hampir tengah malam, besok aja ya mas janji pagi-pagi sekali mas langsung cari asinan yang kamu mau" bujuk keenan
"mau nya sekarang kalau besok ngidamnya beda lagi" sentak kiara dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"cari asinan yang ada disini aja ya besok baru beli yang di bogor, perjalanan dari sini ke bogor lama sayang nanti keburu tutup toko nya percuma kan kita jauh-jauh kesana kalau toko nya udah tutup" lagi-lagi keenan membujuk kiara begitu lembut
"mau nya malam ini titik, kalau kamu gak mau beliin aku pergi sendiri" kiara menghentakan kakinya dan berjalan meninggalkan keenan yang mulai frustasi
"ya Tuhan cobaan apa lagi ini, kenapa kiara terus menguji kesabaranku" batin keenan melangkah menyusul kiara
kiara terus saja menggerutu sembari menghentak-hentakan kakinya
setelah kehamilannya yang memasuki usia tiga bulan kiara menjadi lebih sensitif dan lebih manja setiap apa yang dia inginkan harus segera di lakukan saat itu juga entah kemauannya itu masuk akal atau tidak
awalnya memang kiara ingin menguji seberapa kuat kesabaran keenan menghadapi ngidam kiara yang sedikit aneh dan terlalu di buat-buat namun semakin hari ngidam yang di rasakan kiara semakin tidak masuk akal entah benar keinginan sang jabang bayi atau hanya akal-akalan saja untuk mengerjai keenan
"mau cari asinan" sahut kiara ketus
"astaga kiara, kamu yang bener aja sayang mana ada yang jual asinan jam segini" ucap mami linda
keenan dan papi krisna mendengar suara kiara dan mami linda langsung keluar dari kamar mereka dan menghampiri kiara dan mami linda
"jangan bilang kamu ngidam yang aneh-aneh lagi kiara" ucap papi krisna
"pokoknya kia mau asinan malam ini juga titik" rengek kiara
"sayang tenang dulu, yaudah kita berangkat sekarang cari asisannya ya jangan ngambek lagi" bujuk keenan
"kalian mau cari asisan kemana malam-malam begini?" tanya papi krisna
"bogor" sahut kiara enteng
__ADS_1
"ya Tuhan kiara kamu gak lagi ngerjain suami kamu lagi kan? kamu gak kasian sama keenan sejak kehamilan kamu keenan kurang tidur nak gara-gara ngidam kamu yang gak masuk di akal itu" sarkas papi krisna yang merasa kiara sedang mengerjai keenan
"bukan kia yang mau tapi baby" kiara tersenyum sembari mengusap-ngusap perutnya yang mulai menonjol
"udah gak apa-apa pi, kasian nanti baby kita ileran kalau ngidamnya gak di turutin, kita pamit ya pi" sahut keenan dan pergi menggandeng tangan kiara
papi krisna dan mami linda hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku kiara yang semakin aneh mengingat semua ngidam kiara mulai dari ingin memakan rujak jam tiga subuh, mau makan sate yang berada di puncak, ingin makan kelapa muda langsung di petik dari pohonnya hampir setiap hari kiara meminta yang aneh-aneh kepada keenan selama dua bulan terakhir ini dan sekarang kiara ingin makan asinan yang berada di bogor
"waktu mami ngidam dulu gak sampai segitunya kenapa anak kita ngidamnya aneh begitu pi" tanya mami linda menggelengkan kepalanya
"papi rasa kiara sengaja ngerjain keenan mi, kasian juga menantu kita hampir tiap malam ngikutin kemauan kiara yang gak bisa di bantah" papi krisna menghela nafasnya
"iya, bahkan kantung mata keenan mulai keliatan, semoga aja ini murni keinginan baby bukan akal-akalan kiara aja" sahut mami linda yang kembali ke dalam kamarnya di susul oleh papi krisna
keenan dan kiara sampai di kawasan kota bogor yang khusus menjual berbagai macam makanan dan oleh-oleh di kota bogor
pukul satu dini hari beruntung masih ada beberapa toko yang masih buka dan salah satunya ada toko yang berjualan asisan seperti yang kiara mau
"sayang udah sampai, ayo kita tur....." ucap keenan terhenti kala melihat kiara yang sudah tertidur pulas
"ya Tuhan lelucon macam apa lagi ini, kenapa kamu senang sekali menyiksa suami mu ini kiara, untung kesabaranku stoknya masih banyak" batin keenan menggerutu
keenan mencoba membangunkan kiara untuk membeli asisan apa yang ingin kiara beli namun usaha keenan sia-sia sudah beberapa kali keenan mencoba membangunkan kiara namun kiara tetap tidur pulas
terpaksa keenan keluar sendiri dan membeli semua jenis asinan yang ada di toko itu
keenan mentrng dua kantong kresek besar dan menyimpan di jok belakang
"baby sehat-sehat sampai lahiran nanti ya nak, bilang pada mommy ngidamnya jangan yang aneh-aneh daddy tersiksa sayang" lirih keenan sembari mengelus perut kiara yang mulai menonjol
tanpa membuang waktu keenan langsung melajukan mobilnya dengan kecepetan tinggi sungguh badan keenan terasa sangat lelah semua sendi dan tulang-tulangnya seakan remuk
Ingin rasanya keenan membaringkan tubuh lelahnya di atas kasur empuk miliknya
"mas tau kamu sengaja menguji kesabaran mas sayang, tapi mas gak peduli sekalipun nyawa mas yang akan jadi taruhannya mas rela asal kamu benar-benar bisa memaafkan mas dan melihat ketulusan mas yang sungguh-sungguh ingin berubah jadi lebih baik, mas cinta sama kamu kiara melebihi apapun"
__ADS_1