Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Hatiku Hanya Milikmu Dad


__ADS_3

kiara mondar mandir di dalam kamarnya sembari menggigit kecil ujung kukunya seperti sedang memikirkan sesuatu


keenan yang sedang mengecek kembali laporan perusahaan akhir bulan ini sampai tidak fokus karena ulah istrinya itu


"sayang bisa diem gak? mas pusing liat kamu gak bisa diem udah kayak gangsing aja" ucap keenan dengan nada yang sedikit meninggi


"kamu berani ngebentak aku mas?" sahut kiara dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca


"siapa yang ngebentak kamu sayang mas cuma bilang kamu diem mas lagi meriksa laporan perusahaan jadi gak fokus kalau kamu mondar mandir terus" ucap keenan panjang lebar


"jadi kamu gak mau aku disini? ya udah aku keluar" kiara menghentakan kakinya dan membanting pintu kamar begitu keras


"ya Tuhan tenaga ibu hamil memang luar biasa" gumam keenan mengelus dada nya


kiara berjalan menuju dapur ingin mencari cemilan disana entah kenapa mood nya begitu buruk saat ini dan ingin melampiaskannya dengan makan sepuasnya


mata kiara berbinar karena melihat mami linda yang sedang membuat kue kesukaannya


"mi tumben bikin kue malem-malem begini?" tanya kiara memeluk mami linda manja


"sengaja buat cemilan kamu malam ini sayang, kamu kenapa keluar kirain udah tidur" sahut mami linda mengelus perut kiara yang semakin buncit


"laper mi lagian ini masih jam 7 belum waktunya kia tidur" kiara terkekeh


"biasanya kan kalau ibu hamil suka cepet ngantuk nak, oh iya keenan mana? kalian belum makan malam kan?" tanya mami linda sembari memasukan adonan ke dalam cetakan


"lagi sibuk sama kerjaannya mi, kia aja di cuekin" gerutu kiara


"sudah panggil dulu sana ajak makan malam nanti di lanjut lagi kerjaannya" titah mami linda


terpaksa kiara memanggil keenan ke kamarnya untuk makan malam


kiara melihat keenan masih fokus pada laptopnya sangat malas untuk mengajak keenan makan karena takut dengan bentakan keenan yang seperti tadi


kiara hanya mematung memandang keenan yang sedang sibuk bekerja


keenan semakin terlihat tampan saat sedang mode seriusnya


kiara perlahan mendekati keenan dan duduk di samping keenan tanpa mengeluarkan sepatah katapun


"udah ngambeknya?" tanya keenan yangbmasih fokus pada laptopnya


"siapa juga yang ngambek" cebik kiara


"kamu" keenan menekan hidung kiara sampai kiara kesakitan

__ADS_1


"sakit tau, jahat" rengek kiara memegang hidungnya yang terasa berdenyut


"lagian ngambeknya kayak anak kecil bikin gemes tau gak" ucap keenan menguyel-uyel kedua pipi kiara yang semakin gembul


"udah ah, makan dulu ayo aku laper mas" ajak kiara menarik tangan keenan untuk keluar kamar


"iya sebentar... mas matiin laptop dulu"


keenan dan kiara sudah sampai di ruang makan terlihat papi krisna dan mami linda sudah menunggu mereka


kiara langsung duduk di samping mami linda dan mengisi piring untuk keenan


mereka makan begitu khidmat tanpa ada sedikitpun suara yang terdengar


setelah selesai makan, kiara, keenan, papi krisna dan mami linda bersantai sejenak di taman belakang rumah sembari memandangi suasana malam hari ini yang begitu cerah


"ki perlengkapan untuk baby udah lengkap semua?" tanya papai krisna memecah keheningan


"udah pi kemarin kia belanja sama mami, udah di beli semuanya sama mami tinggal beli stroller aja nanti gampang bisa pesan online aja" sahut kiara yang sedang bermanja-manja di lengan keenan


"jangan pesan online nanti biar papi aja yang beliin, hadiah untuk cucu pertama papi" ucap papi krisna mengelus lembut perut kiara


"apa gak ngerepotin pi? biar keenan aja yang beli nanti kalau udah sedikit senggang" seloroh keenan merasa tidak enak hati dengan mertuanya


"wah ada angin apa nih tiba-tiba papi mau ajak mami shoping, jangan-jangan ada udang di balik bakwan" mami linda terkekeh geli


"emangnya salah kalau papi mau nostalgia sama mami, sekali-kali kita pacaran lagi jangan kalah sama anak dan mantu kita"


mereka mengobrol dengan penuh canda dan tawa, mami linda merasa bahagia melihat kiara yang sudah bahagia dengan pernikahannya apalagi kiara dan keenan akan di karuniai seorang anak semakin lengkap kebahagiaan yang mereka rasakan


mami linda hanya berdoa semoga kebahagiaan kiara dan keenan tak akan pernah berakhir meskipun akan selalu ada kerikil kecil menghantam rumah tangga mereka


"mas besok jadwal aku periksa ke dokter, kamu sibuk gak?" tanya kiara yang menyenderkan badannya di kepala ranjang


"iya mas udah kosongin jadwal mas besok buat nganter mommy cek baby" sahut keenan gemas menciumi perut buncit kiara


"kok di kosongin periksa kan cuman satu jam paling lama abis itu mas bisa balik lagi ke kantor" ucap kiara mengelus-elus rambut keenan


"mas mau ngajak mommy dan baby jalan-jalan seharian besok, kemanapun yang mommy mau daddy turutin" sahut keenan tersenyum manis


"serius daddy gak bohong kan?" tanya kiara dengan wajah yang berbinar


"iya lima rius malah"


"thanks' daddy" kiara memeluk erat keenan dan menyusupkan wajahnya ke dalam dada bidang keenan

__ADS_1


***********


"pagi ibu kiara dan pak keenan, sehat ya bapak dan ibu?" tanya dokter raisa kepada kiara dan keenan


"sehat dok alhamdulilah" sahut kiara dan keenan berbarengan


"sepertinya bumil semakin bahagia ya terlihat dari wajahnya yang begitu bersinar" ucap dokter raisa berbasa-basi


"wah dokter bisa aja" sahut kiara malu-malu


dokter raisa mulai memeriksa kandungan kiara mulai dari memeriksa tensi darah, berat badan, detak jantung baby yang ada di dalam kandungan kiara dan melakukan USG untuk melihat perkembangan janinnya


"yakin gak mau di kasih tahu soal jenis kelaminnya?" tanya dokter raisa


"yakin dok biar surprise" sahut keenan


"baiklah, ibu dan dedek bayi sehat ya perkembangannya juga baik, detak jantungnya juga sangat baik


harus lebih sering jalan kaki ya bu tapi jangan sampai kelelahan biar peredaran darahnya lancar dan bisa membantu proses persalinan lebih mudah lagi nanti" sahut dokter raisa di balas anggukan oleh keenan dan kiara


"ini saya buatkan resep vitamin untuk ibu kiara, kalau sudah tidak merasa mual cukup minum vitamin saja ya bu, sehat-sehat ya ibu dan janinnya"


keenan dan kiara keluar dari ruangan dokter raisa dengan senyuman yang mengembang namun senyum keenan mendadak sirna saat berpapasan dengan adrian, seketika eajahnya berubah menjadi masam dan tidak enak di pandang


"hai ra nan, abis cek kandungan ya" sapa dokter adrian ramah


"iya... kamu apa kabar ad?" tanya kiara basa-basi


"sehat ra... nanti kalau lahiran jangan lupa kabarin ya" ucap adrian antusias


"pasti... yauda kita duluan ya" pamit kiara berbeda dengan keenan yang memperlihatkan wajah juteknya


"jangan di tekuk gitu mukanya gak enak di liat daddy" sahut kiara


"seneng ya abis ketemu cinta pertama, pakek senyum-senyum gak jelas gitu" gerutu keenan dengan mode cemburunya


"udah mau punya anak masih aja cemburuan, hatiku cuman milikmu dad gak ada yang lain"


## hai para readers mampir di cerita baru othor yuk semoga suka ya



***dukung terus karya author biar makin semangat lagi buat nulisnya


happy reading***##

__ADS_1


__ADS_2