
ddrrttt
ddrrtttt
ponsel keenan berdering dan membuyarkan lamunannya
adrian sudah pergi sedari tadi meninggalkan keenan sendirian di coffe shop itu
"ya, ada apa?"
"..................."
"ok, terima kasih"
keenan mematikan sambungan telfonnya dan segera pergi meninggalkan coffe shop itu
keenan melajukan mobilnya begitu kencang dia sudah tidak sabar ingin segera sampai di kediaman orang tuanya
"asslamualaikum" keenan mengucap salam saat memasuki rumah milik kedua orang tuanya
"wa'alikum salam" jawab mami yasmin menatap keenan dingin
"mami kenapa menatap keenan kayak gitu?" tamya keenan sedikit takut dan mencium punggung tanganami yasmin
"kiara mana? kenapa kamu datang sendiri?" bukannya menjawab mami yasmin malah melontarkan pertanyaan kepada keenan
"duduk dulu mi ada yang mau keenan bicarakan" ajak keenan menarik tangan mami yasmin untuk duduk di sofa ruang tengah
mami yasmin sudah menduga bahwa permasalahan keenan dan kiara belum juga selesai namun mami yasmin enggan untuk memulai pembicaraan mengenai masalah anak dan menantunya itu biarlah keenan yang bicara terlebih dahulu kepadanya
"keenan minta maaf mi keenan udah melukai hati kiara" ucap keenan sendu
__ADS_1
"maksud kamu apa?" tanya mami yasmin pura-pura tidak tahu
"mi keenan mohon jangan berpura-pura lagi mami sama papi tau kan masalah keenan dengan kiara, tolong keenan untuk mencari keberadaan kiara mi" mohon keenan dengan pelupuk mata yang sudah mengeluarkan air mata
"kamu keterlaluan keenan tega-teganya menuduh menantu mami hamil oleh pria lain otak kamu di simpan dimana hah? sudah sejak lama mami menahan ini semua, mami sangat kecewa dengan sikap kamu" sentak mami yasmin mengeluarkan amarahnya
"maafin keenan mi, keenan salah keenan benar-benar bodoh, keenan tidak bisa mengendalikan emosi keenan saat sedang marah, keenan menyesal" keenan bersimpuh di kaki mami yasmin memohon ampun
"minta maaflah pada menantu mami, kamu sangat berdosa keenan bukan hati kiara saja yang kamu lukai tapi fisiknya juga bagaimana kalau itu berpengaruh pada mentalnya, kiara sedang mengandung cucu mami keenan" mami yasmin semakin geram mengingat perilaku anaknya yang mengecewakan
papi adi yang baru datang langsung duduk di samping mami yasmin dan menatap keenan penuh amarah
sungguh ingin sekali melayangkan pukulan pada wajah keenan namun mau bagaimanapun juga keenan tetap anaknya anak kebanggaannya
"liat papi keenan" titah papi adi namun keenan hanya menunduk tak mampu untuk menatap mata papi adi
"kamu pengecut keenan menatap wajah papi saja kamu tidak berani apalagi menatap wajah kiara yang sudah kamu sakiti hati dan fisiknya, papi mendidik kamu menjadi pria berprinsip,l tegas dan penuh tanggung jawab bukan seorang pria yang berperilaku kasar pada seorang wanita apalagi itu istri kamu sendiri" ucap papi adi membuat keenan semakin terpojok
"maaf pi, keenan menyesal sangat-sangat menyesal tolong kembalikan kiara untuk keenan pi" mohon keenan dengan wajah yang beruaraian air mata
"jadi papi krisna dan mami linda belum tau kalau aku dan...." ucapan keenan terhenti saat mami yasmin memotongnya
"lihat kan betapa bodohnya kamu keenan menyia-nyiakan istri sempurna seperti kiara, dalam keadaan kamu salah pun dia tidak mau kalau orang tuanya sampai tau dan membencimu karena sifat kamu yang membuat kita semua muak, berubahlah jika kamu mau kiara kembali lagi" mami yasmin pun pergi meninggalkan keenan yang membeku mendengar ucapannya
bertambahlah penyesalan keenan saat ini, entah umpatan apa lagi yang pantas di lontarkan kepadanya saat ini
mami yasmin dan papi adi saja sebagai orang tua kandung keenan sudah sangat kecewa apalagi kiara belum lagi mendapat amukan dari sahabat-sahabat kiara yang begitu menjaga dan menyayangi kiara
"semoga kata maaf itu masih ada untuk mas sayang dan berikanlah mas satu kesempatan lagi untuk merubah segalanya" lirih keenan
☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
malam ini bianca kembali mendenger kiara bergumam sambil menangis dan selalu menyebut nama keenan
bianca begitu miris melihat keadaan sahabatnya yang semakin terpuruk meskipun ketika di hadapannya kiara berusaha mencoba baik-baik saja dan menyembunyikan rasa rindunya kepada sang suami tapi lihatlah dalam mimpinya saja dia masih menyebut nama keenan sebegitu besarkah rasa cinta kiara untuk keenan
bianca mencoba menghubungi viola memintanya untuk datang bersama denis mungkin dengan kehadiran sahabat-sahabat kiara di sampingnya akan membuat kiara lebih terhibur dan bisa kembali lagi ceria bukan bianca tak bisa membuat kiara tertawa namun bianca tak mampu ketika melihat sorot mata kiara yang menahan rindu untuk suaminya tapi kiara bersikeras menutupinya rasanya menyakitkan bukan memaksa dua hati yang saling mencintai untuk berjauhan
"jangan terus memaksakan diri kalau lu sendiri udah gak mampu ki, kembalilah pada keenan jangan membuat lu semakin tersakiti karena keadaan" lirih bianca menatap kiara yang sedang terlelap
"bi lu belum tidur?" tanya kiara yang terbangun karena merasa haus
"gak bisa tidur, lu mau minum? biar gue ambilin ya" bianca mengambil satu gelas air putih di atas nakas dan memberikannya untuk Kiara
"lu kenapa gak bisa tidur bi?" tanya kiara yang sudah menghabiskan minumannya
"gimana gue bisa tidur kalau tiap malem gue denger suara orang nangis ki" sahut bianca apa adanya
"maksus lu?" tanya kiara
"do you miss him?" lagi-lagi bianca menanyakan hal itu kepada kiara
"udah malem mendingan kita tidur lagi" ajak kiara mencoba mengalihkan pembicaraan
"do you miss him?" untuk yang ketiga kalinya bianca menanyakan hal yang sama namun kiara hanya diam
"seperti kata dilan rindu itu berat lu gak akan kuat, so berhentilah untuk berpura-pura kuat kiara, lu pikir gue gak tau rasanya menahan rindu kayak gimana, lu pikir gue gak bisa ngerasain gimana sakitnya harus berjauhan dengan pria yang kita cintai?
pulanglah ki jangan memaksakan diri kalau lu udah gak sanggup" ucap bianca mencoba membuka hati dan pikiran kiara
kiara tak menjawab apapun dia hanya diam dan menangis dalam dekapan bianca
terjawab sudah semua pertanyaan bianca hanya dengan tangisan kiara
__ADS_1
bianca mengelus pundak kiara lembut mencoba menenangkan sahabatnya yang sedang gundah gulana
"menangislah ki jika itu membuat lu lebih nyaman, keluarkan semua beban di hati lu gue akan selalu ada buat lu"