Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Tidak Merubah Apapun


__ADS_3

"sayang apa hasil tes ini masih penting untuk kita?" tanya keenan dengan menatap dalam wajah kiara


"sebenernya mau apapun hasil tes itu gak bakalan ngaruh juga sih buat aku, tapi kalau mas pensaran yang tinggal buka aja" jawab kiara dengan senyuman manisnya


"yasudah mas buka ya" keenan langsung membaca hasil tes itu dan di balas anggukan oleh kiara


keenan begitu teliti membaca setiap kata dari hasil tes itu


tiba-tiba saja raut wajah keenan berubah menjadi murung


kiara yang sedari tadi memperhatikan wajah keenan langsung bertanya-tanya ada apa dengan perubahan wajah keenan yang tiba-tiba murung


"mas what happen?" tanya kiara lembut


"mas minta maaf sayang, maaf" keenan memeluk kiara begitu erat sampai kiara kesulitan untuk bernafas


"mas aku susah buat nafas ini, lepasin dulu... kenapa sayang?" lagi-lagi kiara bertanya dengan begitu lembut kepada keenan


"mas gak bisa ngasih kamu keturunan sayang, mas sudah gagal menajdi suami yang sempurna untuk kamu, mas minta maaf" keenan menitikan airmatanya


"hey...look at me bukannya kita sudah bahas ini sebelumnya


aku cinta sama kamu tulus mas, aku terima semua kekurangan kamu dan yang paling penting aku gak akan ninggalin kamu dalam kondisi apapun percayalah" kiara menangkup wajah keenan yang sedang menunduk


keenan hanya menatap nanar wajah kiara yang saat ini sedang menatap wajahnya


keenan tidak percaya wanita yang berada di hadapannya ini begitu tulus mencintainya bahkan dalam kondisi seperti ini pun kiara akan bertahan dan tidak akan meninggalkan keenan


"terima kasih sayang" keenan mengecup kening kiara


"aku minta masalah ini hanya kita berdua saja yang tahu, hanya kita ya" tegas kiara


"orang tua kita?" tanya keenan


"jangan sampai tau mas, kita simpan rahasia ini cuman untuk kita berdua saja" kiara lebih mempertegas ucapannya


"why" lagi-lagi keenan kembali bertanya


"demi keharmonisan keluarga kita mas, jangan ada sedikitpun celah yang membuat rumah tangga retak, kamu ngerti maksud aku kan?" kiara menjelaskan kepada keenan

__ADS_1


"kamu yang terbaik sayang" keenan mengecup bibir kiara sekilas


"I know" tukas kiara bangga


dan malam ini menjadi malam yang sangat panas untuk keenan dan kiara


hasil tes yang sudah mereka ketahui tidak sedikitpun mengurangi rasa tulus keduanya mereka saling memacu dan menikmati ranjang panas mereka malam ini seolah tidak terjadi apa-apa di hidup mereka saat ini


setiap sentuhan lembut kiara kepada sang suami seakan menghipnotis keenan yang tengah di landa kegundahan hatinya


kiara ingin membuktikan kepada suaminya bahwa apapun yang terjadi diantara mereka tidak akan pernah bisaa merubah apapun termasuk urusan ranjang mereka


suara des ahan dan era ngan keduanya saling bersahutan di dalam kamar aparteman keenan yang temaram


keenan berhasil menyemburkam benih-benih cintanya ke dalam ra him kiara sampai tak tersadar saat ini mereka sudah tertidur dengan keadaan tubuh mereka yang sama-sama polos hanya selimut yang dengan setia menutupi tubuh polos mereka


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


"sayang mas berangkat ya, kalau mau kemana-mana kabarin mas dulu" pinta keenan kepada kiara


"siap sayangku, kamu yang semangat kerjanya ya jangan fokus jangan memikirkan hal yang aneh-aneh" ucap kiara menyemangati suaminya


"I love you more hubby" kiara memeluk keenan manja


"manjanya, yaudah mas beneran berangkat" keenan mengacak rambut kiara gemas


"hati-hati ya suamiku" kiara mencium punggung tangan suaminya


keenan benar-benar berangkat ke kantor untuk mennyelesaikan semua pekerjaannya yang sempat tertunda beberapa hari ke belakang


entah kenapa kiara merasa rindu dengan bianca dan mendadak ingin bertemu dengan bianca


kiara mencoba menghubungi bianca dan meminta bianca bertemu siang ini dan akhirnya bianca menyeyujui permintaan kiara dan mereka akan bertemu di restoran yang jaraknya dekat dengan apartemen kiara


kiara meminta ijin kepada keenan untuk pergi makan siang dengan bianca


keenan memastikan kalau kiara hanya pergi berdua tidak ada orang lain yang akan ikut makan siang bersama mereka apalagi adrian


keenan sangat sensitif hanya dengan mendengar nama adrian saja apalagi kalau melihat wajahnya benar-benar keenan ingin meninju dokter sok kegantengan itu

__ADS_1


"hai bi sorry gue telat" kiara menyapa bianca dan memeluk sahabat kecilnya itu


"it's oke ki kayak sama siapa aja lu" sahut bianca santai


"lu sekarang udah stay disini kan gak bakalan balik lagi ke ausi?" tanya kiara yang duduk di depan bianca


"yes i'm here lagian gue mau nerusin perusahaan bokap gue ki lu tau sendiri kak bagas gak mau resign dari kantor laki lu" sahut bianca yang sedang memilih menu untuk makan siang mereka


setelah membolak balik daftar menu akhirnya kiara dan bianca memesan menu andalan di restoran ini yaitu sirloin steak dengan minummya ice lemon tea


mereka dengan lahap menyantap makanan yang sudah berada di atas meja


sesekali mereka bercanda di sela-sela makan siang mereka


"mmmm bi... gue mau cerita soal adrian" bisik kiara seolah takut ada yang mendengar ucapannya


"what?" pekik bianca menghentikan aktifitas makannya


"lu kaget kan kenapa tiba-tiba gue ngebahas dia lagi?" tanya kiara yang membuat bianca bertanya-tanya


"jelas lah setelah beribu-ribu purnama lu ngebahas dia lagi dapet hidayah dari mana lu" bianca tertawa mengejek kepada kiara


"gue serius bi, gue ketemu sama adrian di rumah sakit pelita kasih dia salah satu dokter yang kerja di sana, kaget kan lu" seru kiara


bianca melotot seakan matanya akan keluar saat itu juga


bianca sangat tau bagaimana perasaaan adrian kepada kiara sejak dulu sampai detik ini bahkan tanpa sepengetahuan kiara selama ini adrian selalu menelfon bianca hanya sekedar untuk menanyakan kabar kiara awalnya bianca akan menceritakan tentang adrian yang sering menanyakan kabar kiara namun setelah tau kiara sudah menikah bianca mengurungkan niatnya dan mengubur dalam-dalam semua niatnya untuk mempersatukan cinta yang belum sempat terjalin antara kiara dan adrian


"bahaya nih kalau adrian sampai nekat jadi orang ketiga di rumah tangga kiara dan keenan" batin bianca


"bianca kok ngelamun sih? jangan bilang lu tau tentang adrian yang udah kembali ke indonesia?" selidik kiara kepada bianca


"ngarang lu, gue cuman kaget aja ki tiba-tiba adrian balik kesini karena setau gue setelah dia lulus kuliah dia langsung kerja di salah satu rumah sakit di amerika" bianca menutup mulutnya karena mulai kebablasan membahas tentang adrian


"lu tau dari mana adrian sempet kerja di rumah sakit amerika bahkan gue sendiri aja gak tau kalau adrian kuliah ambil jurusan kedokteran, lu nyembunyiim sesuatu dari gue?" kiara menatap tajam ke arah bianca yang sudah mulai gugup


bianca merasa menjadi seorang tersangka saat ini antara jujur atau tetap pura-pura tidak tau tentang adrian selama ini


bianca tidak mau mengambil resiko karena dia tau betul saat keenan sedang cemburu bukan perang lagi yang akan terjadi bahkan kiamat pun bisa saja terjadi lebih cepat

__ADS_1


"oh my god kenapa gue jadi seperti penjahat gini sih" batin bianca yang sudah bercucuran keringat dingin


__ADS_2