
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam akhirnya kiara, bianca, denis, viola dan bagas sampai di villa milik keenan yang ada di bogor
kiara, bianca dan denis turun dari mobil.bianca sedangkan viola turun dari mobil bagas
mereka berjalan menuju villa yang terlihat begitu asri dan sangat nyaman
mereka yang kesehariannya berkutat dengan pekerjaan dan hiruk pikuk kota jakarta bisa merasakan ketenangan disini
mang ucup dan bi inah sudah berdiri di teras villa memyambut kedatangan kiara
"neng kiara gimana kabarnya? meuni makin geulis" sapa bi inah menyambut kedatangan kiara
"baik bi alhamdulilah, bi inah sama mang ucup gimana kabarnya?" ucap kiara menyalami bi inah dan mang ucup secara bergantian
"alhmdulilah mamang sama bibi baik neng, ayo atuh semuanya silahkan masuk" ajak mamg ucup
"oh iya mang ini temen-temen kiara dari jakarta" kiara memperkenalkan semua sahabatnya kepada mang ucup sedangkan bi inah sedang membuat minuman di dapur
"saya mang ucup yang biasa ngurus villa ini, kalau teteh sama aa ada apa-apa jangan sungkan bilang saja sama mamang" sahut mamlng ucup tersenyum ramah
tak lama bi inah datang membawa minuman dan beberapa cemilan
kiara, bianca, denis, viola dan bagas langsung meneguk minuman yang bi inah siapkan sampai tandas
"guys gue tinggal sebentar gapapa ya, gas lu ikut gue, vi gie pinjem bagas dulu sebentar" ajak kiara kepada bagas
"mau kemana sih ki?" tanya bagas penuh tanya
"ketemu mang ucup" jawab kiara yang langsung membawa bagas
"mang bisa bicara sebentar" ucap kiara kepada mang ucup yang hendak mengambil ikan di kolam
"ada apa neng?" tanya mang ucup langsung menghampiri bagas dan kiara
"papi adi udah cerita semuanya sama mang ucup belum?"
"sudah neng tadi tuan sudah menelfon mamang bicara soal masalah neng kia sama den keenan, tenang aja neng mamang sama bibi bisa jaga rahasia kok" ucap mang ucup panjang lebar
"saya minta tolong sama mang ucup jangan sampai keceplosan ya mang kalau keenan ada ngehubungi mang ucup, ah ya ini bagas asisten sekaligus sahabat keenan mang"
__ADS_1
"siap neng, neng kia sing sabar nya semoga masalahnya cepat selesai sama den keenan"
"Aamiin mang, makasih ya kia ke dalam dulu"
setelah bicara dengan mang ucup kiara membawa bahas duduk di taman samping villa keenan
kiara akan menceritakan semua kejadian dari awal sampai sekarang kiara bisa berada di villa ini
"kenapa ki?" tanya bagas
"keenan ada hubungi lu gak?" bukan menjawab kiara malah balik bertanya
"gak ada ponsel gue sengaja di matiin gue takut keenan ngelacak keberadaan gue" sahut bagas
"makasih ya gas lu udah mau bantuin gue, demi apapun gue gak ada niatan buat lari dari masalah tapi gue cuma mau ngelindungi calon anak gue sama keenan gas" ucap kiara menjelaskan sedikit permasalahannya
"santai aja, sebenernya lu sama keenan itu ada masalah apa sih ki, keenan sampai uring-uringan di kantor semua karyawan jadi sasaran kemarahannya" tanya bagas lagi
kiara pun menjelaskan semuanya kepada bagas supaya bagas tidak salah paham lagi kepadanya
kiara menceritakan semuanya secara detail dari awal sampai terjadilah kesalahpahaman dia dan keenan
termasuk keenan yang menyuruh kiara mengugurkan kandungannya
"lu gak ada niat buat bener-bener ninggalin keenan kan? bisa gila dia kalau lu sampai ninggalin keenan ki"
"entahlah, saat gue melihat kemarahan keenan kemarin gue sedikit ragu kalau keenan tulus cinta sama gue, gue takut kalau keenan cuman terobsesi sama gue gas
gue takut menatap wajah keenan waktu itu seperti bukan keenan yang gue kenal"
"gue pastiin keenan beneran tulus cinta sama lu ki bukan sekedar obsesi doang keenan hanya takut kehilangan lu ya mungkin memang cara nunjukinnya aja yang salah"
"tolong ya gas jangan sampai keenan tau kalau gue disini sebelum dia tau kalau anak yang ada di dalam kandungan gue bener-bener anaknya, biar dia sadar akan kesalahannya sendiri"
"iya gue ngerti ki, gue bakalan ngasih pengertian sama keenan berusaha untuk membuka hatinya pelan-pelan, semoga keenan bisa merubah sikapnya dan gak kasar lagi sama lu"
"ya itu yang gue harepin gas, ya udah cuman itu yang mau gue omongin kita ke dalam lagi"
kiara dan bagas sudah kembali lagi ke dalam villa setelah menyelesaikan pembicaraan mereka berdua
__ADS_1
bi inah pun langsung memanggil mereka untuk makan terlebih dahulu
tanpa menunggu lama mereka pun menyantap hidangan yang sudah di siapkan bi inah karena memang mereka sudah begitu kelaparan sejak di perjalanan mereka tidak berhenti barang sejenak untuk mencari makan karena takut membuang waktu untuk tiba di villa sebelum petang
"ikan bakarnya mantep banget bi" ucap denis dengan mulutnya yang penuh dengan nasi
"bibi ikut makan juga sini ajak mang ucup sekalian" ajak kiara
"bibi sudah makan sama mamang neng, sok di lanjut aja makannya bibi ke belakang dulu" pamit bi inah
"ya udah makasih ya bi" ucap kiara di balas anggukan oleh bi inah
mereka semua menghabiskan semua ikan bakar dan nasi liwet yang sudah bi inah siapkan
setelah selesai viola, bagas dan Denis bersiap untuk segera kembali ke jakarta karena tidak ingin kemalaman di jalan
"ki jaga kesehatan lu sama bayi di dalam perut lu ya, sorry gue sama denis gak bisa setiap hari kesini buat nengokin lu" ucap viola sedih
"kalian tenang aja kiara aman sama gue, bang gue mulai masuk kantor nanti aja yak sekalian bilangin sama papa" sahut bianca
"lu aja yang bilang sendiri sama papa, gue sibuk" ketus bagas
"gue males di ceramahin bang sekali ini tolong bantu gue, kan gue disini juga menunaikan kebaikan nemenin sahabat gue yang lagi merana" ucap bianca terkekeh
"kurang ajar, lu nyumpahin gue merana?
mmmm,, makasih ya kalian semua udah mau nganterin gue kesini" ucap kiara
"santai ki, inget ya bumil jangan stres jangan banyak pikiran , rileks aja semuanya akan baik-baik aja, kita bakalam sempet-sempetin buat mengokin lu disini tiap weekend ya" sahut denis
"iya ki lu yang tenang aja disini jangan berpikiran yang macam-macam, lakuin sesuatu yang bikin lu happy, kita cabut ya" pamit bagas
"kalian hati-hati ya" kiara memeluk viola dan denis begitu erat
"i'll miss you guys" lirih kiara menitikan air matanya di dalam pelukan viola dan denis
"jangan sedih, kita juga pasti bakalan kangen sama lu, lu baik-baik ya kita balik dulu" viola dan denis pamit kepada kiara dan bianca
kiara dan bianca memandang mobil bagas yang mulai menghilang dari pandangan mereka
__ADS_1
kiara menghela nafas panjang tidak menyangka kalau rumah tangganya dengan keenan akan mendapat masalah seperti ini bukan maunya untuk berada jauh dengan suaminya sendiri namun sikap keenan yang memaksanya untuk menjauh sementara waktu
"lu masih hutang cerita sama gue" ucap bianca menatap lurus ke depan tanpa menoleh ke arah kiara