
kiara yang baru keluar dari kamar mandi langsung terperanjat kaget melihat keenan sudah ada di hadapannya dengan bersidekap dada keenan menatap kiara dengan tatapan elangnya tak peduli raut wajah ketakutan kiara saat ini
keenan semakin memajukan langkahnya hingga kini tubuh keduanya sudah tak berjarak
keenan berhenti melangkah saat tubuh kiara membentur tembok di belakangnya
"jelaskan tentang testpack ini" ucap keenan memberikan lima testpack dari tangannya kepada kiara
"kamu dapat dari mana testpack itu?" tanya kiara mulai ketakutan
"jelaskan atau aku akan cari tau sendiri" tekan keenan yang sudah mencengkeram erat kedua bahu kiara yang masih menggunakan handuk
"aa..aku haaa.... mil mas" ucap kiara terbata-bata
"gimana kamu bisa hamil sedangkan sudah jelas aku ini man dul kiara" bentak keenan dengan suara lantangnya
"mungkin teskemarin ada kesalahan mas, mungkin saja kamu tidak benar-benar man dul" sahut kiara dengan tubuh bergetar karena ketakutan
"apa mungkin rumah sakit mempermainkan data seorang pasien semudah itu, apa kau hamil dengan pria lain?" tanya keenan mencengkram kedua pipi kiara begitu kuat
kiara tak dapat menjawab apapun yang di tuduhkan keenan kepadanya cengkraman dari tangan keenan cukup membuat kedua pipinya begitu sakit bahkan kiara sampai menitikan air matanya
inilah yang kiara takutkan jika memberitahu keenan terlebih dulu sebelum tau kebenaran dari hasil tes itu, ketika sedang marah keenan sama sekali tidak dapat mengontrol emosinya sendiri bahkan dia tega melukai istrinya sendiri yang notabene nya adalah wanita yang paling dia cintai
keenan masih mencengkram kedua pipi kiara bahkan kedua pipi kiara sudah mulai terluka karena cengkraman keenan yang begitu kuat namun keenan tak peduli dengan hal itu bahkan air mata kiara yang sudah deras pun tak membuat keenan iba
"katakan bayi siapa yang ada di dalam rahim mu saat ini" sentak keenan dengan sorot mata elangnya
"tentu saja ini anak kamu mas, kenapa kau tidak pernah percaya dengan apa yang aku katakan" ucap kiara yang menangis tersedu-sedu
__ADS_1
"gimana aku bisa percaya kalau kenyataannya seperti ini, kau menghianatiku kiara" sahut keenan dengan wajah frustasinya
"demi Allah mas aku gak pernah sekalipun di sentuh pria lain selain papi, ternyata rasa cintamu tidak cukup tulus untukku mas" ucap kiara lirih
"jangan memutar balikan fakta sudah jelas kamu yang tidak tulus mencintaiku kan, buktinya kau rela memberikan tubuhmu kepada pria lain hanya untuk kau memiliki keturunan yang tidak bisa kamu dapatkan dariku kan?"
"jaga ucapan kamu keenan atas dasar apa kamu menilai aku serendah itu kalau memang cintamu tulus dan begitu besar kepadaku kau seharusnya percaya kalau ini adalah anakmu, ternyata keegoisanmu lebih kuat dari hati nurani kamu"
"omong kosong apa lagi ini kiara sudah jelas kan aku tidak bisa memberimu anak dan tentu saja janin yang ada di rahim mu bukan anakku, dan jika kamu ingin terus menjadi istrikku gugurkan janin yang ada di dalam rahim kamu aku tidak mau menerima anak yang bukan darah dagingku sendiri"
"aku lebih memilih pergi dari pada harus menggugurkan bayi ini, kamu harus ingat keenan adiwijaya jangan pernah menyesal dengan ucapan kamu dan jangan pernah menarik kembali kata-kata sudah kamu ucapkan dari mulut berbisa kamu itu"
kiara segera memakai pakaiannya dengan lengkap tak lupa dia juga mengemasi barang-barang yang dia perlukan saja ke dalam tasnya
kiara meninggalkan keenan sendiri di dalam kamar apartemennya tak peduli dengan hubungannya dengan keenan akan seperti apa nantinya kiara hanya berusaha untuk melindungi janin tak berdosa yang ada di dalam rahimnya saat ini
luka yang ada di kedua pipi kiara sama sekali tak dia hiraukan bahkan rasanya tidak sesakit dengan perlakuan keenan kepadanya
keenan sudah seperti oramg yang kehilangan akal sehatnya keenan terus saja merutuki dirinya sendiri bukan karena rasa bersalah dengan ucapannya namun keenan tak terima kiara meninggalkannya demi anak yang ada di dalam kandungannya saat ini
di dalam taksi kiara segera menghubungi denis untuk saat ini hanya denis yang bisa membantu dirinya karena kalau kiara menemui viola sudah pasti ada bagas bersamanya
untung saja denis tidak sedang bersama amanda lebih memudahkan kiara untuk datang ke apartemen denis
denis segera membuka pintu apartemennya setelah mendengar suara bel berbunyi
kiara langsung berhamburan ke pelukan denis dan menumpahkan tangisnya di dalam pelukan sahabatnya itu
denis mengusap-usap lembut punggung kiara berusaha menenangkan kiara yang menangis sejadi-jadinya
__ADS_1
denis membawa kiara masuk dan duduk di sofa ruang tv
"apa yang terjadi ki? lu berantem lagi sama keenan?" tanya denis pelan-pelan
"seperti yang gue takutin nis, keenan gak percaya kalau janin yang ada di rahim gue adalah darah dagingnya sendiri" jawab kiara yang masih sesenggukan
"ya Tuhan... kenapa lu ngasih tau keenan sekarang bukannya lu mau cari tau dulu tentang kebenaran tes itu?" tanya denis kembali
"keenan tau sendiri nis dia nemuin tespack yang gue simpen di dalam lemari" jawab kiara
"pipi lu kenapa terluka gini? lebam lagi, keenan main tangan sama lu? geram denis
bukannya menjawab kiara malah semakin menangis sejadi-jadinya dengan tangisan kiara denis bisa menyimpulkan bahwa luka lebam di pipi kiara adalah ulah suaminya yang sudah seperti psikopat
"brengsek, ini keterlaluan ki mau semarah apapun dia gak seharusnya dia kasar sama lu apalagi sampai main tangan, nyesel gue ngeretuin hubungan lu dulu sama keenan" denis mencoba mengatur nafasnya karena sudah tersulut emosi
"gue gak apa-apa nis luka ini gak sebanding dengan luka di hati gue" isak kiara
"gue gak abis pikir sama laki lu, apa hati nuraninya gak bisa mgerasain kalau anak itu anak kalian, bego apa gimana sih" gerutu denis
"entahlah gue gak ngerti sama jalan pikiran keenan kalau lagi marah seperti bukan keenan yang gue kenal" kiara menghelan nafasnya
"vio udah tau masalah ini? terus rencana lu kedepannya mau gimana?" tanya denis kepada kiara
"belum tau, lu suruh vio dateng aja kesini tapi jangan sampai bagas tau kalau gue ada disini pasti dia bilang sama keenan kalau tau gue ada disini"
"iya sini gue obatin dulu luka lu, udah kayak pemain tinju aja lu ki lebam sana sini, greget gue pengen nampol muka laki lu"
kiara meminta ijin kepada denis untuk istirahat sebentar sembari menunggu viola datang
__ADS_1
kiara ingin menenangkan sedikit pikirannya dan dengan tidur mungkin rasa pusing di kepalanya akan menghilang