
hari ini keenan pulang lebih awal karena dia berniat untuk mengajak kiara dinner malam ini karena sibuknya keenan beberapa hari ke belakang dia sedikit mengbaikan kiara meskipun kiara tak pernah merasa keenan mengabaikan karen kiara memang sangat mengerti seorang presdir pastilah sangat sibuk apalagi beberap bulan ini keenan sering sekali tidak masuk kantor dan menyerahkan semua pekerjaannya kepada bagas
keenan pulang ke apartemen melihat kiara yang sedang tertidur pulas di atas sofa ruang tv
keenan menggendong kiara berniat untuk memindahkannya ke dalam kamar namun belum sempat keenan berjalan kiara sudah membuka matanya terlebih dahulu
"sayang kenapa bangun hhmm" tanya keenan masih menggendong kiara
"aku kira aku lagi mimpi mas" kiara terkekeh
"kamu itu, mau lanjut tidur apa bangun aja?" keenan membawa kiara masuk ke dalam kamar mereka
"bangun aja mas udah sore juga, kamu tumben masih sore udah pulang" tanya kiara membenamkan wajahnya di dada bidang milik keenan
"mas kangen sama kamu sayang" jawab keenan mengecup tengkuk leher kiara
keenan beralih mengecup bibir kiara mel umat dan menye sap bibir ranum itu penuh naf su
keenan mengangkat tubuh kiara agar duduk di atas pangkuannya
kiara yang mulai tersulut gairah tidak menolak setiap gerakan keenan
keenan mulai turun ke leher mulus kiara menge cup dan menggigit kecil leher kiara meninggalkan tanda kepemilikannya disana
"ssshhhhhhhh aahhhhsss" des ah kiara
keenan membuka kaos yang kiara kenakan hingga terlihatlah dua bu kit sintal milik kiara yang semakin menyembul
keenan mela hap buah favoritnya dengan rakus
menye sap, memainkan lidahnya di pucuk bu ah miliknya tangan keenan mulai meraba pa ha mu lus kiara dan mu lai sam pai di daerah in tim milik kiara yang sudah mulai ba sah keenan memainkan jarinya di di bibir ba wah kiara
keenan memasukan maju mundur jari sakti miliknya di dalam goa milik kiara
kiara menggelinjang dan men des ah nik mat dengan sentu han lembut suaminya
"sayang su su kamu makin be sar mas suka" bisik keenan yang sudah terbakar gairah
entah kapan mereka mulai melocoti pakaian mereka hingga kini keduanya sama-sama sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun kiara yang saat ini sudah berada di bawah kungkungan keenan sudah siap menerima serangan nik mat dari suaminya perlahan keenan mulai memasukan pu saka miliknya menghentakan dengan perlahan dan mu lai memaju mundurkan pinggulnya dengan penuh has rat
"aaahhhhh sa yang" des ah keenan
keenan meng ecup bi bir kiara dan melum atnya dan tangannya pun tak berhenti mer emas dan memi lin pucuk bu ah milik kiara yang masih merah muda
__ADS_1
"sayang biar aku yang pegang kendali" bisik kiara nakal
keenan tersenyum dan membalikan tubuhnya ke bawah dan kiara berada di atas tubuhnya saat ini tanpa melepaskan penya tuan mereka
kiara mulai menggerkkan badannya dan mengg oyang kan pinggulnya secara perlahan
keenan semakin di buat melayang oleh perma inan istrinya
keenan semakin meracau dan men desah jebat saat kiara mempercepat rit me nya
"aaaaah sa yang kamu membuat mas jadi gila" ceracau keenan
kiara hanya tersenyum melihat suaminya menger ang nik mat karena ulahnya
keenan mengambil alih kendali saat dirinya kan menyemburkan benih cin ta di ra him kiara
keenan menghentakan pingg gul nya lebi cepat lagi membuat kiara semakin mende sah nik mat
keenan dan kiara menge rang dan men desah saat mereka akan mengeluarkan pelepasannya dan semburan lahar sudah memenuhi ra him kiara saat ini
"makasih sayang" keenan mengecup setiap inci wajah kiara secara bertubi-tubi
keenan memeluk tubuh kiara yang masih terbaring lemas di sampingnya tak peduli keduanya sangat lengket dan bau keringat akibat pertempuran sore mereka
keenan terkekeh dan segera beranjak dari tempat tidur mereka untuk membersihkan diri
keenan menggendong tubuh kiara ke dalam kamar untuk mandi bersama, niatnya ingin mempersingkat waktu tapi malah makin memprlambat waktu karena ritual mandi bersama yang baru saja selesai dalam waktu satu setengah jam
kiara keluar kaman mandi terlebih dahulu dan menyiapkan baju untuk suaminya namun ketika hendak mengambil baju di dalam lemari lengan kekar memeluk kiara dari belakang
"mas bikin kaget saja" sentak kiara
"maaf, kita dinner malam ini mas sudah reservasi resto favorit kamu tadi siang" sahut keenan mencium aroma tubuh kiara yang membuatnya ketagihan
"dalam rangka apa kamu ngajak aku dinner?" tanya kiara heran
"emangnya kalau ngajak dinner harus ada peringatan dulu atau hari spesial dulu kan gak harus begitu" sahut keenan membalikan tubuh kiara agar menghadapnya
"ok...ok... kamu mau pakai baju yang mana mas? yang casual atau yang formal?" tany kiara yang kembali memilih-milih baju untuk keenan
"yang casual aja tapi jangan yang terlalu santai juga" sahut keenan yang sedang mencukur kumis dan jenggotnya yang mulai tumbuh
akhirnya pilihan kiara jatuh pada celana jeans dengan blazer di padukan dengan kaos polos putih sebagai **********
__ADS_1
kiara juga mengenakan mini dress berwarna yang senada dengan blazer yang di kenakan keenan
"sayang badan kamu agak berisi ya sekarang" ucap keenan kepada kiara yang terlihat lebih cabi dari sebelumnya
"kamu mau bilang aku gendut?" sahut kiara dengan wajah juteknya
"bukan gendut sayang tapi berisi jadi kelihatan lebih seksi" bisik keenan di telinga kiara
"gombal, mana ada orang gendut seksi yang ada kayak buntelan" sahut kiara ketus dan berjalan lebih dulu meninggalkan keenan
"sayang jangan marah dong" keenan berlari mengejar kiara yang akan memasuki lift
di dalam mobil kiara masih memasang muka juteknya kiara enggan untuk memulai obrolan dengan keenan dia masih tidak terima di bilang gendut oleh suaminya sendiri ralat bukan gendut tapi berisi
"sayang udah dong ngambeknya masa mau dinner mukanya jutek gitu" bujuk keenan
"bodo amat" ketus kiara memalingkan wajahnya ke arah samping kaca mobil
"maaf deh kalau mas salah ngomong, udah ya marahnya" ucap keenan yang terus membujuk kiara
"hhhmmm" jawab kiara singkat
keenan menginjak rem mobilnya secara tiba-tiba tentu saja membuat kiara kaget dan hampir saja kepalanya kepentok
tanpa menunggu aba-aba keenan langsung menyambar bibir kiara yang sedang cemberut
keenan menggit kecil bibir kiara agar terbuka keenan semakin memperdalam ciumannya tak peduli dengan kiara yang terus meronta
keenan melepaskan ciumannya karena kiara menggigit bibir keenan sekencang mungkin sampai membuat keenan meringis kesakitan
"awwwww sakit sayang" ucap keenan meraba bibirnya yang panas akibat gigitan kiara
"rasain makanya jangan mesum" ketus kiara
"tapi di maafin kan?" ucap keenan menaikan sebelah alisnya
"iya tapi aku gak mau makan di restoran" sahut kiara enteng
"terus mau makan di mana?" tanya keenan menatap ke arah kiara
"puncak" sahut kiara singkat
"what?" pekik keenan tak percaya
__ADS_1