Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Motivator Bagaskara Hartanto


__ADS_3

keenan sengaja berdiam diri di ruangan kerjanya biarlah kiara mengira bahwa keenan sengaja meninggalkannya sendiri saat sedang sakit dan butuh perhatian dari suaminya


keenan tak kagi mendengar suara ocehan kiara yang seperti burung beo


keenan membuka laptopnya dan mulai mebgecek pekerjaan yang sudah di kirim bagas melalui email


dddrrrtttt..... ddrrtttttt..... dddrrttttt


"hallo"


"dengan pak keenan? saya menelfon untuk memberitahu bahwa tes yang anda jalani 2 hari ke belakang sudah bisa di ambil hasilnya hari ini di rumah sakit "


"ok terima kasih, segera saya ambil"


keenan menutup panggilan telfonnya dari pihak rumah sakit


ada rasa bimbang di hati keenan untuk mengetahui hasilnya


"aku kasih tau kiara atau jangan ya atau aku sendiri saja yang pergi ke rumah sakit untuk mengambil hasilnya?" keenan bergumam


keenan keluar dari ruangan kerjanya dengan laptopnya yang masih menyala keenan melupakan pekerjaannya dan berniat untuk menemui kiara


keenan membuka pintu kamar dan melihat kiara sedang tertidur di atas sofa dengan memegang ponselnya


"sayang bangun" keenan menepuk-nepuk pipi kiara dengan lembut


"mmmmhhhhh... kamu udah pulang? jam berapa sekarang?" kiara mengucek-ngucek matanya dan berusaha mengumpulkan kesadarannya


"jam satu siang sayang, ayo bangun kita makan siang di luar kamu sudah enakan kan badannya?" tanya keenan menempelkan tangannya di dahi kiara


"aku udah sehat, tunggu sebentar aku siap-siap dulu" kiara berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka dan berganti pakaian dengan pakaian casualnya


keenan menunggu kiara di sofa ruang tengah dengan setianya


tak lama kemudian kiara selesai dengan menggunakan mini dress di padukan dengan jacket jeans oversize nya


benar-benar terlihat seperti masih gadis tidak terlihat seperti wanita yang sudah memiliki suami


"kamu gak ganti baju dulu?" tanya kiara kepada keenan yang masih mengenakan pakaian kerjanya


"apa harus" keenan mengkerutkan dahinya


" bukannya kita mau makan siang bukan mau rapat dengan rekan bisnis kamu kan mas?" jelas kiara dengan wajah datarnya


"baiklah mas ganti pakaian dulu, kamu tunggu sebentar jangan kabur" keenan tersenyum jahil kepada kiara


"emangya aku tawanan" cibir kiara kesal


akhirnya keenan dan kiara memutuskan makan siang di restoran yang berjarak begitu dekat dengan rumah sakit


selera makan kiara belum kembali normal seperti biasanya tapi dari pada tidak mengisi perut sama sekali lebih baik kiara makan walaupun hanya sedikit

__ADS_1


kiara lebih banyak memakan cemilan dari pada makan makanan berat seperti keenan


satu jam berlalu keenan dan kiara selesai makan siang dan berniat ingin langsung pulang ke apartemen namun keenan seolah memberi isyarat bahwa ada sesuatu yang ingin dia sampaikan terlebih dahulu kepada istrinya


"ada apa?" tanya kiara yang langsung bisa menangkap isi kepala keenan


"kita mampir ke rumah sakit sebentar ya?" ajak keenan dengan tangan sebelahnya yang memegang ponselnya


"apa hasilnya udah keluar?" tanya kiara penasaran


"sudah tadi pihak rumah sakit nelfon mas" keenan menarik tangan kiara dan berjalan keluar meninggalkan restoran itu


keenan mengapit lengan kiara dengan begitu erat


seakan takut kiara akan di ambil pria lain


sebenarnya keenan tidak ingin mengajak kiara kembali ke rumah sakit karena takut kiara akan kembali bertemu dengan adrian


keenan berjalan tanpa melepaskan tangan kiara


keenan bertanya kepada staff administrasi tentang tujuannya datang ke rumah sakit dan ternyata benar hasilnya sudah bisa di ambil hari ini juga


"mohon tunggu sebentar ya pak, saya ambilkan dulu hasilnya"


"baik mbak"


keenan menunggu dengan gelisah takut tiba-tiba adrian muncul di hadapannya


"kamu kenapa mas? gelisah banget" tanya kiara mendelik


"mas tidak mau lama-lama diam di rumah sakit ini" jawab keenan tegas


"why?" tanya kiara


"takut kamu bertemu dengan cinta pertama kamu lagi" sahut keenan ketus


"ya Tuhan" kiara menepuk jidatnya sendiri


tak lama seorang staff administrasi kembali dan menyerahkan satu buah amplop kepada keenan


keenan menerimanya dan langsung meninggalakan area rumah sakit dengan terburu-buru


keenan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang karena sudah berhasil keluar dari area rumah sakit tanpa bertemu dengan adrian


keenan menghela nafas panjang tanda dirinya merasa lega


"kenapa gak di buka dulu amplopnya?" tanya kiara


"nanti di rumah saja biar lebih santai" jawab keenan yang pokus pada kemudinya


keenan dan kiara sampai di apartemen mereka terkejut ketika sampai sudah ada bagas dan viola menunggu mereka di pintu masuk unit apartemen mereka

__ADS_1


keenan dan kiara bergegas menghampiri mereka yang sepertinya sudah lama menunggu mereka dengan wajah masamnya


"lu bukannya lagi sakit kok malah keluyuran sih ki" tanya viola heran dan langsung memeluk sahabatnya itu


"abis makan siang vi, sorry ya nunggu lama" kiara membalas pelukam sahabatnya begitu hangat


"gue kangen tau.... mmmmm itu pelipislu kenapa pake plester, lu gak kenapa-napa kan?" viola mendelik ke arah keenan


"gapapa, cuman kepeleset doang... ayo masuk" kiara menarik tangan viola untuk masuk ke dalam apartemennya yang sudah di buka oleh keenan


viola dan bagas membawa makanan dan buah-buahan untuk kiara


karena mendengar dari sang suami kalau sahabatnya tengah sakit viola meminta bagas untuk mengantarnya menjenguk kiara


setelah melihat keadaan kiara yang sudah membaik kecemasan viola pun sirna


"gas lu gak balik ke kantor lagi?" tanya keenan kepada bagas


"ijin lah setengah hari doang bos 3 hari ke belakang gue bener-bener kelimpungan handle semua kerjaan lu" bagas menghela nafas


"baiklah untuk hari ini saja, gue kasih pengecualian" sahut keenan untuk ungkapan rasa terima kasihnya terhadap bagas


"lu emang yang terbaik bos" ucap bagas mengangkat jempolnya


kiara dan viola asik melepaskan rasa rindu mereka yang sudah lama tidak bertemu


hanya satu yang kurang yaitu tidak ada kehadiran denis disana


mereka sampai melupakan kehadiran suami-suami mereka yang sedang menatap jengah ke arah mereka


"gas lu belum ada rencana buat punya anak" tanya keenan


"rencana pasti ada lah tapi gue gak mau terlalu terburu-buru sedikasihnya aja lah, lu kenapa tiba-tiba ngebahas masalah anak?" bagas berbalik bertanya kepada keenan


"ya nanya aja bukannya orang yang udah nikah pasti tujuannya adalah punya anak, aneh lu" sungut keenan


"ya emang salah satunya itu tapi ada yang lebih penting dari itu, lu tau gak alasan satu pasangan yang udah nikah selama berpuluh-puluh tapi belom di karuniai anak tapi masih setia dengan pasangannya" tanya bagas serius


"lah mana gue tau bambang" keenan menjawab heran pertanyaan bagas


"karena mereka tidak menjadikan pernikahan sebagai tujuan pertama untuk mempunyai anak tapi mereka ingin melindungi pasangannya satu sama lain terutama pihak suami yang ingin melindungi sang istri, menerima apapun kekurangan pasangan kita masing-masing secara ikhlas, saling menjaga, saling percaya, saling menghargai dan saling menghormati anggaplah kelebihan setiap pasangan adalah bonus


percaya sama gue ketika lu udah ngedapetin itu semua dalam rumah tangga lu, lu gak bakalan berharap apapun lagi" sahut bagas panjang lebar


"emang iya begitu" tanya keenan tak percaya dengan ucapan bagas


"maybe yes maybe no" bagas mengangkat bahunya


"lah giman sih lu kok plin plan eh tapi gue serius nanya kalau misalkan posisinya ada di elu yang gak bisa punya anak gimana?" tanya keenan dengan wajah seriusnya


"gak masalah buat gue, gue bisa adopsi anak dari panti asuhan. hidup itu udah kejam bro jangan namabahin beban pikiran kita dengan hal yang sudah Tuhan takdirkan untuk kita, jalani, nikmati, syukuri itu kuncinya" sahut bagas mantap

__ADS_1


"wih sang motivator bagaskara hartanto" keenan tertawa dan menepuk-nepuk pundak bagas


__ADS_2