
seperti biasa keenan kembali membuka laptopnya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tadi siang sempat tertunda
keenan harus ekstra bekerja lebih cepat lagi karena akan segera pergi bulan madu dengan istri tercintanya
kiara menyiapkan secangkir kopi hitam dan beberapa cemilan untuk menemani keenan bekerja malam ini
sama halnya dengan suaminya kiara juga membuka laptopnya karena akan memulai melanjutkan skripsi yang sempat tertunda
keduanya tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing sampai tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11 malam
kiara dan keenan sudah terlihat beberapa kali menguap menandakan mereka sudah mulai mengantuk
kiara menutup laptopnya dan menarik selimut tebalnya
tak lama keenan pun menyusul istrinya yang sudah tidur terlebih dahulu
kiara bangun terlebih dahulu untuk menyiapkan semua kebutuhan keenan mulai dari pakaian hingga membuatkan sarapan untuk keenan sebelum berangkat ke kantor
hari ini kiara tidak berangkat ke kampus dia akan seharian diam di apartement
kiara sudah berniat untuk make over apartementnya agar terlihat lebih menarik dan lebih rapi
"sayang kamu gak ke kampus hari ini? " keenan baru saja keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sudah rapi
"engga mas seharian ini aku ingin istirahat saja" ucap kiara sembari menyiapkan sarapan untuk keenan
"kamu gak enak badan" keenan menekan kening kiara lembut untuk memastikan kalau kiara baik-baik saja
"i'm oke baby" sahut kiara tersenyum
keenan pergi ke kantor setelah menghabiskan sandwich dan segelas susu yang sudah di siapkan kiara
tak lupa kiara mencium punggung tangan keenan sebelum keenan pergi ke kantor
setelah kepergiannya ke kantor kiara bergegas melakukan niatnya untuk make over apartemennya
tentunya dengan bantuan kedua sahabatnya denis dan viola
sebelumnya denis di minta oleh kiara untuk mencetak hasil foto prewedding kiara dengan keenan sedangkan foto pernikahan kiara akan di antar langsung oleh pihak WO yang mengurus pernikahan kiara kemarin
__ADS_1
sementara di kantor keenan tengah di sibukan dengan setumpuk berkas yang harus dia tanda tangani dan beberapa jadwal meeting yang harus dia hadiri sebelum waktu keberangkatannya pergi berbulan madu
keenan memberi sedikit pekerjaan yang harus bagas handle selagi dia berbulan madu selama satu minggu
"gue mau proyek kita yang di semarang berjalan dengan lancar ya gas, gue percayain semuanya sama lu, gue yakin lu bisa di andelin selama gue pergi bulan madu nanti" ucap keenan yang masih fokus pada berkas-berkas di tangannya
"iya lu tenang aja bos gue bisa handle semuanya, lu anteng-anteng aja disana dan bikin keponakan yang lucu-lucu buat gue" sahut bagas terkekeh
keenan menyimpan berkas-berkas yang sudah selesai dia tanda tangani
dia beralih menatap bagas yang masih setia berdiri di sampingnya
"kapan lu halalin viola? jangan kebanyakan mikir sadar umur, mau sampai kapan lu jadi perjaka tua" tanya keenan dengan nada mengejek
"yang udah jadi kepala keluarga berasa paling bener ya wa, tenang aja semua ada waktunya pak bos. lu tinggal nunggu undangan pernikahan aja dari gue" sahut bagas sombong
"jangan macem-macem lu sama viola, sekali lu bikin viola kecewa gua yang bakalan jadi sasaran kemurkaan bini gue" hardik keenan
"tenang aja bos gue serius sama viola, dan lu siap-siap buat cari pengganti gue mulai sekarang" bagas tersenyum smirk
"serius lu? gak dalam waktu deket ini kan?" tanya keenan penasaran
bagas mengacuhkan ocehan bos dan sekaligus sahabatnya itu
"bukannya di jawab malah ngeloyor gitu aja, gimana kalau ocehan dia bener, gue belum bisa percaya sama orang lain" gumam keenan menghela nafas
jam makan siang pun tiba keenan berniat untuk pulang karena ingin mencicipi kembali masakan kiara yang membuatnya ketagihan
namun sebelum sampai lobby kantor bagas memanggil keenan dan berusahaa mencegah keenan agar tidak pulang ke apartement
ya tentu saja itu adalah suruhan dari kiara
"bos mau kemana?" tanya bagas sedikit berlari ke arah keenan
"pulang lah, mau makan masakan bini gue" sahut keenan bangga
"temenin gue ketemu klien sekarang.. urgent" ucap bagas berbohong
"klien yang mana? hari ini gak ada jadwal meeting kan? jangan ngadi-ngadi lu" sahut keenan tak percaya
__ADS_1
"klien yang dari kalimantan dia minta meeting kemarin yang batal di ganti hari ini" pungkas
bagas
dengan sangat terpaksa akhirnya keenan menemani bagas untuk bertemu kliennya meskipun hanya modus
keenan menghubungi kiara karena batal untuk makan siang bersamanya hari ini
kiara tak marah sedikitpun karena memang ini adalah rencananya tidak ingin keenan pulang cepat karena apartemeennya masih dalam keadaan seperti kapal pecah
kiara ingin memberi kejutan kepada keenan dengan hasil make over apartemennya dan kiara memasang beberapa foto prewedding dan foto pernikahannya agar terlihat seperti rumah keluarga yang sebenarnya
tak lupa kiara juga mengganti gorden yang sudah nampak pudar warnanya
bagas dan keenan sudah menunggu satu jam sampai melupakan makan siang mereka namun sayangnya klien yang di maksud bagas itu tak kunjung datang
jelas saja sampai dunia jungkir balikpun klien itu tak akan pernah datang karena memang ini semua hanya akal bulus istri tercinta bosnya itu
"lu gimana sih gas ngasih info gak bener" sungut keenan kesal
"maaf bos gue juga tau kabar ini dari laras, jangan salahin gue dong" bagas berkelit
"kita balik ke kantor" ajak keenan menahan amarahnya
demi apapun saat ini bagas ingin tertawa melihat wajah kesal keenan
seumur hidup baru kali ini dia bisa mengerjai bosnya
"misi selesai... kita udah balik lagi ke kantor"
bagas mengirim pesan kepada viola
viola tertawa puas membaca pesan dari kekasihnya itu dan mengerahkan layar ponselnya ke arah kiara
kiara pun ikut tertawa karena sudah berhasil mengerjai suami tercintanya
"semoga gue gak dosa ya wa ngerjain suami gue sampe bener-bener kesel" ucap kiara masih dengan tawanya
"lu tinggal goyang aja pasti keenan luluh" viola terbahak
__ADS_1
"yauda lu selesaikan semuanya ya, gue mau masak dulu. lu juga jangan pulang dulu ya nanti makan sama-sama disini sekalian ajak bagas juga"
denis yang tertidur akibat kelelahan sama sekali tak mendengar obrolan kedua sahabatnya yang sama sekali tidak berfaedah itu