Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Menemukanmu


__ADS_3

keenan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh rasanya sudah tidak sabar untuk menanyakan dimana kiara saat ini kepada kedua orang tuanya


keenan sudah tidak tahan lagi ingin segera bertemu dengan istri tercintanya


rasa rindu yang membuncah sudah tidak dapat keenan tahan lagi ingin rasanya keenan segera mendekap kiara ke dalam pelukannya saat ini


keenan menutup pintu mobilnya begitu keras ketika sudah sampai di halaman rumah papi adi dan mami yasmin, keenan semakin melebarkan langkahnya ingin segera berhadapan dengan papi adi yang selama ini mempermainkan perasaannya


mami yasmin yang melihat keenan datang langsung menyambutnya dengan pertanyaan yang bertubi-tubi


"kamu belum menemukan kiara juga? sebenarnya apa yang kamu lakukan selama ini nan sampai kiara saja tak bisa kamu temukan, kamu sungguh ingin mempertahankan rumah tangga kamu atau tidak sebenarnya?" sentak mami yasmin


"sudahlah mi jangan membuat keenan semakin pusing, sebenarnya mami sama papi tau kan kiara tinggal dimana selama ini? mami sama papi sengaja mempermainkan keenan?" ucap keenan yang tak kalah emosi


"papi sengaja menyembunyikan kiara dari kamu, papi ingin tau seberapa besar perjuangan kamu untuk mempertahakan rumah tangga kamu dan kiara, ternyata untuk menemukan kiara saja kamu tidak bisa, payah" sahut papi adi yang baru masuk dari taman belakang


"sekarang katakan dimana kiara pi? bagaiman keenan bisa memperbaiki hubungan keenan dan kiara kalau papi masih menyembunyikan keberadaan kiara" tanya keenan geram


"cari sendiri lah, teman-teman kalian saja bisa menemukan kiara masa kamu yang suaminya tidak bisa, perjuangan kamu belum selesai keenan. masa kamu mau kalah cepat dengan adrian" ucap papi adi sengaja memanas-manasi keenan dengan menyebut nama adrian


"adrian? maksud papi apa? papi kasih tau si brengsek adrian dimana kiara tinggal dan pergi untuk menjemputnya?" keenan berucap dengan emosi yang sudah menggebu-gebu


"ternyata kamu belum berubah keenan masih emosian tidak bisa berpikir jernih, kamu pikir papi sebaik itu memberitahu orang lain keberadaan menantu papi sedangkan suaminya sendiri masih kalang kabut mencari keberadaan istrinya


sebaiknya kamu urungkan kembali niat kamu buat menemui kiara sekarang jika kamu masih belum bisa merubah sifatmu" ucap papi adi penuh penekanan


keenan kembali merutuki kebodohannya yang tak bisa mengendalikan emosinya sungguh dia menyesal telah berkata seperti itu kepada papi adi, rasanya sudah gagal ingin mengetahui keberadaan kiara hari ini juga


keenan meremat kepalanya frustasi


"kenapa sulit sekali Tuhan, aku hanya ingin kembali bersama dengan istri dan anak yang ada di dalam kandungan istriku" gumam keenan lirih


***ting


ting


ting***


dan lagi beberapa notifikasi masuk di akun sosial media milik keenan


sekarang kiara yang memposting foto dirinya sendiri yang sedang menunduk sedangkan tangannya mengelus perutnya yang masih rata kiara menulis caption yang cukup membuat hati keenan terenyuh "cinta tau kemana dia harus pulang"

__ADS_1


keenan mengepalkan tangannya ketika adrian memberikan komentar yang sedikit menyindir dirinya "rumah yang akan memberi kehangatan dan kenyamanan bukan rumah yang membawa luka dan kecewa"


kiara tak membalas komentar adrian tapi kiara memposting kembali fotonya bersama viola, denis, bianca dan bagas mereka terlihat begitu bahagia di dalam foto itu berjalan beriringan sembari tertawa kiara menulis caption yang lagi-lagi membuat keenan tersentuh


"terima kasih untuk tiga puluh hari ini tanpa kalian aku bisa apa?"


"aku seperti tidak asing melihat tempat itu tapi dimana?" gumam keenan masih belum sadar dengan keberadaan kiara


keenan baru ingat kalau dia memasang gps di ponsel kiara yang langsung terhubung ke ponsel keenan


keenan langsung melihat posisi kiara saat ini, keenan mengusap wajahnya ketika dia melihat lokasi dimana kiara berada saat ini


"kenapa gue sampe gak sadar" keenan langsung belingsatan keluar rumah dan melajukan mobilnya menuju villa miliknya


jalanan terlihat sangat padat oleh kendaraan yang berlalu lalang karena saat weekend seperti ini kebanyakan orang akan menghabiskan waktunya untuk berlibur


seperti yang di lakukan viola, denis dan bagas yang mengunjungi kiara dan bianca di weekend ini untuk mengahbiskan waktu liburan mereka


keenan berkali-kali memukul setir mobilnya karena jalanan begitu macet


keenan sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan kiara tak peduli reaksi seperti apa yang akan kiara tunjukan saat melihat keenan nanti


☘️☘️☘️☘️☘️


"gue yakin sekarang keenan lagi di jalan buat kesini" ucap denis


"tau dari mana lu?" sahut viola


"lu mau taruhan sama gue?" tawar denis


"ogah" sarkas viola


"guys makan dulu bi inah udah masakin ikan bakar buat kita" ajak bianca


namun mereka tidak melihat keberadaan kiara disana


terakhir kali mereka bersama kiara saat mereka berjalan-jalan di kawasan kebun teh pagi tadi dan setelah itu kiara menghilang entah kemana


"kiara kemana bi?" tanya viola


"lagi tidur katanya kepalanya pusing, dia udah sarapan kok tadi udah minum susu sama vitamin juga" sahut bianca

__ADS_1


semuanya makan tanpa kiara, mereka melahap semua makanan yang di sajikan bi inah sampai tandas tak tersisa sedikitpun


apalagi denis yang makan begitu lahap seperti tidak makan selama satu minggu


"lu laper apa doyan? rakus bener" tanya bianca kepada denis


"dua-duanya" sahut denis dengan mulutnya sibuk mengunyah


saat semuanya sedang mengobrol asik di ruang makan tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka begitu kencang


sontak semuanya menjadi kaget dan langsung melihat siapa yang datang dengan tidak sopan seperti orang yang akan menagih hutang


"keenan" ucap viola, denis dan bianca


"istri gue mana?" tanya keenan dengan tatapan membunuhnya


"lu masih nganggep kiara istri lu hah? setelah apa yang udah lu lakuin sama kiara" teriak denis dengan berani mencengkram kemeja keenan


"lu jangan ikut campur masalah rumah tangga gue" sentak keenan menghempaskan tengan denis dari kemejanya


"semua yang berhubungan dengan sahabat gue mau kiara ataupun viola itu jadi urusan gue juga, lu lupa kalau bukan karena bantuan kita lu sama kiara gak bakalan nikah sampai sekarang, gue nyesel dulu pernah bantuin bantuin bokap nyokap kiara ngeyakinin kiara buat nerima lu" denis menatap penuh amarah melihat keenan


"gue kesini mau jemput kiara" sahut keenan tanpa dosa


"apa kiara masih mau buat nerima lu bang?" kini bianca yang ikut bertanya


"gue mohon sama kalian ijinin gue buat ketemu sama kiara, gue harus bicara sama dia, gue mohon" keenan berlutut memohon di depan semuanya


"lu temuin kiara di kamar tapi inget sekali saja lu ngelukain kiara kita semua yang akan bakar lu hidup-hidup" bagas ikut menimpali


tanpa berpikir panjang keenan langsung berlari menuju kamar dimana kiara berada


keenan melihat kiara yang sedang terlelap saat dia membuka pintu kamar


pelan-pelan keenan mendekati kiara, dia menatap wajah cantik yang selama satu bulan ini dia rindukan


keenan mengelus pipi kiara yang terlihat sedikit lebih cuby deraian air matapun lolos begitu saja tanpa permisi


rasa bersalah semakin menyeruak di hati keenan


"maafin mas sayang, mas sangat berdosa sama kamu dan anak kita" gumam keenan lirih

__ADS_1


__ADS_2