
"bos are you oke, ini gue bagas bukan istri lu"
"bagas..... ada apa telfon malam-malam"
[.................]
"hhmmm... "
[……..............]
"iyaa.... kenapa lu jadi cerewet, udah gue tutup telfonnya"
keenan mencoba menghubungi kiara kembali saat sudah mematikan panggilan telfonnya bersama bagas
keenan berjalan terus menelusuri setiap sisi pantai dengan tatapan kosongnya tak terasa waktu mulai menunjukan dini hari
keenan yang merasa begitu lelah dan mengantuk memutuskan untuk pulang terlebih dahulu ke hotel tempatnya menginap
keenan ingin beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan mencari kiara
08:00
kiara yang baru bangun di sebuah hotel berbeda dengan keenan namun tetap masih di kawasan pantai labuan bajo
"udah bangun lu" tanya seoarang wanita kepada kiara
"heem" jawab kiara masih dengan muka bantalnya
"mandi sana biar otak lu lebih fress dan cerita semuanya sama gue"
kiara segera masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya di bawah guyuran air shower yang membuat isi kepalanya lebih terasa ringan dan segar
sejenak kiara melupakan permasalahannya dengan keenan yang membuat dirinya stres
sekarang disinilah keberadaan kiara di sebuah hotel yang tak jauh dari tempatnya menginap dengan keenan kiara sengaja menghindari keenan agar pikirannya kembali jernih dan tidak mengambil tindakan saat dirinya sedang emosi
flashback on
"mau saya antar kemana nona?" tanya seorang supir taksi kepada kiara
"mmmm... jalan dulu saja pak nanti saya kasih tau" jawab kiara yang fokus pada ponselnya
"gue harus kemana nih, gue gak bakalan balik ke hotel kalau keenan belum minta maaf sama gue" batin kiara
kiara mencari kontak teman-temannya untuk minta bantuan dan kiara teringat dengan bianca yang tempo hari memposting dirinya tengah berlibur di tempat yang sama dengannya
kiara langsung menghubungi bianca
tuutt.... tuutt.. tuuutt
"kiara.... how are you?
__ADS_1
"i'm oke... where are you bi? masih liburan di labuan bajo gak?
"yes gue masih disini? lu mau nyusul gue?
"lu boleh share lokasi hotel tempat lu menginap gak? gue kesana sekarang?
"oke wait... "
bianca memutuskan panggilan telfon dari kiara karena ingin mengirim lokasi tempatnya menginap saat ini
kiara memperlihatkan lokasinya kepada supir taksi yang membawanya dan di balas dengan anggukan sang supir
kiara yang sudah sampai di sebuah hotel tempat sahabat lamanya menginap langsung menuju resepsionis untuk menanyakan keberadaan bianca
"hai kiara.... I miss you so" teriak bianca memeluk kiara yang sudah sampai di kamar hotelnya
"I miss you more babe... " kiara membalas pelukan sahabatnya begitu erat
flashback off
ceklek....
pintu kamar mandipun terbuka
kiara yang baru saja selesai mandi terlihat kebingungan karena sama sekali tidak membawa pakaiannya satupun
"lu kenapa kayak orang kebingungan gitu?" tanya bianca
"gue gak bawa baju bi... masa gue harus pake baju yang semalem lagi" kiara menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"pake baju gue, masih ada baju baru yang belum sempet gue pake dalemannya juga ada" sahut bianca yang fokus pada ponselnya
"thank you so much you're the best" kiara memeluk bianca dan mendaratkan ciuman di pipi bianca
"you crazy kiara... geli gue di cium sama lu" bianca bergidik melihat tingkah aneh sahabatnya yang sudah lama tak bertemu dengannya
kiara hanya tertawa melihat bianca yang ketakutan di cium olehnya
🍁🍁🍁🍁🍁
sementara di jakarta tepatnya di apartemen milik bagas terlihat kedua orang tua bagas yang baru pulang dari luar negri sedang menatap serius ke arah putra sulungnya
"kamu sudah yakin dengan keputusan kamu? kamu sudah benar-benar melupakan cassandra? tanya mama anita yang tak lain adalah mama bagas
"yakin ma... bagas sudah melupakan perasaan bagas pada casandra sejak dia memutuskan pergi bersama selingkuhannya" jawab bagas tegas
"oke baiklah... mama tenang kalau gitu" ucap mama anita menghela nafas dalam
"jadi kapan rencana kamu untuk melamar kekasih kamu itu " tanya papa james kepada bagas
"aku mau lamarannya besok malam pa tapi untuk tunangan dan tukar cincin secara resmi aku mau pestanya di adakan satu minggu lagi" jawab bagas sangat yakin
__ADS_1
"baiklah mama dan papa yang akan mengurus semuanya, dan tentu saja akan di bantu adik kamu untuk mencari MUA terbaik di kota ini" ucap papa james yang masih duduk di sofa apartemen bagas
"bianca kenapa gak ikut kesini pa? dia masih kuliah? bukannya sekarang adalah liburan akhir semester" tanya bagas penasaran
"adik kamu sedang liburan sama teman-temannya nanti pulangnya langsung kesini" sahut mama anita
bagas mengubungi viola untuk memberikan kabar bahwa dirinya dan kedua orangtua nya akan melamar resmi viola besok malam
"what.... secepat ini? "
"iya... kamu keberatan sayang?
"engga sih aku cuman kaget aja... tapi kan kiara sama keenan masih honeymoon , aku mau acara pertunangan kita bisa di saksika kedua sahabat aku juga"
"lima hari lagi kan kiara pulang lagian besok malam itu aku cuman melamar kamu pesta pertunangan dan tukar cincinnya nanti satu minggu ke depan"
"oke baiklah"
bagas menutup panggilan telfonnya dan kembali mengobrol dengan kedua orang tuanya
*
*
*
*
*
kiara menghidupkan ponselnya karena semenjak dia tiba di hotel tempat bianca menginap kiara langsung mematikan ponselnya karena tidak ingin keberadaannya di ketahui oleh keenan
kiara melihat banyak sekali pesan dan panggilan masuk dari suaminya
namun kiara tak berniat untuk membalas satupun pesan dari keenan karena hatinya masih terasa sakit karena ucapan suaminya
"gimana lu udah mau cerita sama gue? lu gak mungkin kan semalem langsung nyusul gue dari jakarta kesini dalam waktu satu jam" selidik bianca menatap kiara penuh pertanyaan
"iya gue cerita... tapi lu jangan ngeledekin gue yaa" sahut kiara ketus
"i'm promise" bianca mengacungkan dua telunjuknya
kiara menceritakan semuanya secara detail dari awal kejadian dirinya bertengkar dengan keenan sampai akhirnya dia memutuskan naik taksi dan menemui sahabatnya yang sekarang ada di hadapannya yaitu bianca
"tunggu dulu... suami lu namanya keenan adi wijaya? presiden direktur di perusahaan wijaya corp bukan? tanya bianca serius
"kok lu bisa tau, lu kan lama tinggal di LA" kiara kembali bertanya pada bianca
"abang gue kerja disana kiara, dia asisten pribadi sang presiden direktur di perusahaan itu sekaligus sahabatnya bang keenan sejak SMA" sahut bianca panjang lebar
"jadi lu adenya bagas... kok bisa? muke lu bule sedangkan bagas indo banget lagian dulu pas gue sering maen ke rumah lu, gue gak pernah ngeliat ada anak cowok di rumah lu" kiara nampak berpikir dan tak percaya dengan ucapan sahabatnya
__ADS_1
"muke gue mirip bokap yang asli bule sedangkan bang bagas mirip nyokap yang asli jawa dan emang dari kecil sampai SMP bang bagas tinggal sama eyang di surabaya dan pas mau masuk SMA dia pindah kesini itu pun langsung tinggal di apartemen sama saudara cowok gue yang lain" timpal bianca