
Keenan dan kiara yang menjadi pusat perhatian semua orang kemudian memasangkan cincin di jari manis pasangan di depannya dengan bergantian
Kiara masih tidak menyangka sekarang sudah ada sebuah cincin melingkar di jari manisnya dan sekarang dia sudah bersetatus calon istri seorang pengusaha sukses dan tampan
Meskipun begitu kiara tidak bisa menepis kegundahan hatinya, dia belum yakin sepenuhnya dengan perasaan keenan terhadapnya tulus atau tidak
Kiara takut kalau keenan tidak bisa menerima sifatnya yang sedikit kasar dan mempunyai hobi balapan motor
Kiara masih berdiri mematung dengan tatapan kosongnya dia tidak tahu apa yang sedang di rasakannya saat ini
Sebuah perasaan yang sulit untuk di lukiskan
" kamu kenapa kok bengong? Gak senang dengan pertunangan kita" tanya keenan sembari menatap lekat paras kiara yang terlihat begitu cantik malam ini
" bukan itu" kiara menggelengkan kepalanya
" terus apa? Kamu gak suka sama saya, kamu gak tertarik sama saya" keenan kembali bertanya kepada kiara yang hanya duduk mematung
" munafik ya wa kalau gue gak tertarik,," kiara tertawa kecil
tapi untuk perasaan suka atau lebih dari itu mungkin butuh lebih banyak waktu " kiara mulai bercanda dengan keenan yang terlihat begitu kaku
" yaa saya mengerti apalagi sekarang hari pertama ketemu dan langsung di todong untuk tunangan pasti rasanya sulit buat kamu" ucap keenan
" yaa begitulah" sahut kiara singkat
Keenan menatap kiara begitu mengagumi pesona kiara yang semakin hari semakin sangat cantik apalagi malam ini dengan pakaian yang formal membuat kiara semakin anggun di matanya
" ternyata dunia begitu sempit yaa,
aku bersyukur ternyata wanita yang selama ini aku cintai adalah calon istriku sendiri" guman keenan sembari tersenyum menatap kiara
Ternyata keenan sudah sejak lama menyukai kiara namun dia hanya bisa mengagumi dari kejauhan karna sosok kiara sepertinya sulit untuk di dekati
Dan benar saja mobil lambo yang berwana hitam metalic itu adalah milik keenan mobil yang selalu mengawasi kiara ketika dia hendak balapan motor
dan seseorang yang bernama mr.K itu juga adalah keenan yang selalu mengirim buket bunga dan barang-barang lain untuk kiara
itulah cara keenan mengagumi kiara dari jarak jauh
Namun keenan pura-pura belum mengenal Kiara dan pura-pura tidak tahu kalau kiara hobi balapan motor dia lebih menunggu kiara yang bercerita kepadanya
" mau saya ambilkan minuman? Tawar keenan
Kiara mengangguk
Terdengar suara paruh baya yang memanggil kiara dengan lembut
__ADS_1
" kiara sedang apa disini? Keenan kemana? "
" om,, tante.. ii... tuu mas keenan lagi ngambil minum" kiara menjawab dengan gugup
Kedua orang paruh baya yang menyapa kiara adalah kedua orang tua keenan yang masih terlihat cantik dan tampan di usianya yang tak lagi muda
" kiara..." Mami keenan mengusap pundak kiara lembut
" makasih ya nak sudah menerima pertunangan dadakan ini dan tentu saja kamu sudah mau menerima keenan sebagai calon suami kamu" ucap mami keenan lirih
" ii.,,yaa tante" kiara gugup tidak tahu apa yang harus dia katakan
" keenan itu pria yang sangat sulit di dekati, om dan tante khawatir jika keenan sulit mendapatkan istri kalau sikapnya masih kaku dan cuek kepada setiap wanita yang kami kenalkan " ucap mami keenan terlihat sedih
" jadi kiara bukan wanita pertama yang di jodohkan dengan mas keenan" sahut kiara kaget
" begitulah, tapi om dan tante senang ketika keenan mau di jodohkan dengan nak kiara. Keenan sama sekali tidak menolak. Semoga kalian bisa semakin dekat ya, tante yakin kamu bisa mencairkan sifat keenan yang kaku dan cuek" mami keenan mengelus rambut kiara dengan lembut
Kiara hanya tersenyum mendengar ucapan calon mertuanya
Kiara sedikit kaget mendengar kenyataan dari calon suaminya itu
Kiara berharap semoga saja dia tidak hanya di jadikan pelampiasan saja
" sepertinya gue harus pasrah nerima perjodohan ini, gue gak tega nolak permintaan nyokap, bokap keenan,,
Semoga saja keenan gak seburuk dengan apa yang gue pikirin" kiara menjelaskan perasaannya kepada kedua sahabatnya
" gue setuju sama si cumi ki, keenan bisa ngejaga lu secara lu anak tunggal bisa lah dia jadi sosok kakak buat lu selagi lu belom bisa ngebuka hati lu buat dia" denis ikut mengeluarkan sarannya
" tumben lu berdua ngemengnya bener? Kesambet setan apaan" kiara tertawa
Eeh tunggu dulu, gue masih penasaran kenape lu bedua tiba-tiba ada disini, gue kan gaada ngomong apa-apa sama kalian. Mana pas dateng langsung pake baju beginian..
Jujur gak? Kalau boong gue timpuk pake heels gue" kiara mengancam kedua sahabatnya
" bar bar elu gak usah di liatin disini kali wa, malu kalau ketauan sama calon laki dan mertua elu" deniss tertawa puas
" kita di kasih tau sama nyokap bokap elu.
Mereka gak mau kalau kita bedua sampe ketinggalan momen spesial di hidup elu meskipun ada unsur paksaan yak" viola tertawa
Mereka bertiga asik mengobrol sampai melupakan keenan yang sedari tadi mematung memperhatikan percakapan mereka bertiga
" eeeehhheeemmmm""
" eh ada keenan... Sini gue kenalin sama sahabat gue" ajak kiara
__ADS_1
Keenan mengerti kalau kiara masih berbicara sedikit kasar kepadanya
"Lambat laun juga pasti berubah menjadi lebih lembut" gumam keenan dalam hati
Setelah berkenalan dengan calon suami kiara kedua sahabatnya itu memutuskan untuk segera pulang
Karena takut akan menggangu waktu pendekatan kiara dan keenan
Kiara dan keenan mengantarkan viola dan denis sampai teras depan rumah mereka kembali ke dalam setelah kedua sahabatnya itu menghilang dari pandangan mereka
Namun tak berselang lama keenan dan kedua orang tuanya pun ikut berpamitan karena takut terlalu malam sampai rumah
" nak keenan sering-sering main kesini ya" titah papi krisna
" iyaa om" jawab keenan
" kalian berdua jangan kapok ya maen ke rumah kita, sekarang kan udah mau jadi besan" sahut mami linda kepada kedua orang tua keenan
" pasti dong jeung" mami keenan menjawab dengan penuh senyuman
" yasudah kami pulang dulu ya, nak kiara kemana kok tidak keliahatan" ucap papi keenan
" kiara sini sayang... Keenan sama mami papinya mau pamit pulang" teriak mami linda
" om,, tante kok buru-buru" kiara keluar dari halaman samping
" sudah malam sayang, lain kali kita main lagi kesini ya" sahut mami keenan
Keenan dan kiara hanya saling bertatapan tidak tahu apa yang harus mereka katakan
Kiara hanya tersenyum ketika melihat keenan yang sedari tadi menatap kearahnya begitu lekat
Keenan dan kedua orangtuanya pun bergegas meninggalkan kediaman rumah kiara
Kiara dan kedua orang tuanya masih mematung di teras depan rumah, mereka memeperhatikan mobil keenan yang berlalu sampai tak terlihat oleh netra mereka
🍁🍁🍁🍁🍁
Mereka bertiga duduk di teras belakang rumah sambil menikmati udara malam yang terasa begitu sejuk
"Kiara... Papi harap kamu bisa bersikap baik kepada keenan, belajarlah untuk bersikap lembut padanya
Mau tidak mau, suka atau tidak dia adalah calon imam kamu sekarang" papi krisna mencoba menasehati kiara
" kiara gak janji pi, entah bahagia atau sedih yang harus kia rasakan sekarang, kiara merasa papi mulai membatasi kebebasan, masa-masa remaja kiara papi renggut secara perlahan " kiara mengeluarkan isi hatinya dengan netra yang mulai berembun
" maksud papi bukan begitu sayang,, paa... "
__ADS_1
Belum sempat papi krisna melanjutkan pembicaraamnya kiara sudah melenggang pergi meninggalkan kedua orang tuanya dengan perasaan yang tak bisa d lukiskan
" sabar ya pi, jangan terlalu memaksakan kehendak pada kiara. Biarkan semuanya berjalan apa adanya.. Mami yakin lambat laun kiara akan sadar kalau keenan adalah calon suami yang baik" mami kiara menenangkan hati papi krisna