Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Persiapan Pernikahan part 2


__ADS_3

kiara melenggak lenggokkan badannya di depan cermin


dia ingin memastikan kalau penampilannya sudah sempurna untuk bertemu dengan calon suami tampannya itu


" sudah cantik sayang, nanti cerminnya malu kamu pandangi terus " sahut seseorang di ambang pintu kamar kiara yang terbuka


kiara terkejut karena yang berbicara kepadanya adalah keenan


" sayang... aku kira siapa? " sahut kiara sembari melangkah mendekati keenan dan langsung memeluk tubuh tegap calon suaminya


keenan tersenyum melihat kiara yang sudah bermanja-manja kepadanya


keenan paling senang ketika melihat kiara manja kepadanya


" kamu cantik banget hari ini " ucap keenan sembari mengelus rambut panjang kiara


" harus dong biar kamu gak tergoda sama pelakor " sahut kiara mencubit hidung keenan gemas


" kamu itu ada-ada aja kalau ngomong" keenan menggelengkan kepalanya


" jaga-jaga mah harus say, pelakor itu lebih ganas dari mulut tetangga harus waspada "


keenan hanya tertawa mendengar ocehan calon istrinya tapi keenan senang karena ada rasa takut di hati kiara kalau dirinya di dekati wanita lain


itu tandanya kiara takut kehilangan keenan dan benar-benar tulus mencintai keenan


keenan dan kiara segera meninggalkan kamar kiara dan berjalan menuju lantai bawah untuk berpamitan kepada calon mertuanya


" sayang aku mau ajak viola kan buat ketemu sama vendor kamu ajak bagas juga dong biar viola ada temennya " ucap kiara mengangkat alisnya di hadapan keenan


" emang denis gak ikut, biasanya juga berdua terus mereka " tanya keenan


" denis lagi sibuk... ajak bagas aja ya, dia jomblo kan? sahut kiara nyengir


" setau mas dia gak ada pacar sih sibuk kerja mulu, ya udah mas telfon dia dulu " ucap keenan


" orang kerjaan kamu di kasih ke bagas semua makanya gak dapet-dapet cewek dia" kiara tertawa


keenan mulai menghubungi bagas untuk memintanya ikut dengannya alasannya adalah akan ada metting di luar kantor


bagaa tidak akan bisa menolak apapun yang di suruh oleh bosnya itu

__ADS_1


setelah menelfon bagas kiara dan keenan bergegas menjemput viola ke rumahnya, setelah menjemput viola barulah mereka akan menjemput bagas di kantor milik keenan


" com undangan pernikahan gue udah kelar semua kan? bisa di ambil hari ini? tanya kiara kepada viola


" udah, semalem gue udah menelfon orang percetakannya " jawab viola


" kita mampir ke kantor mas keenan dulu sebentar ya abis itu kita langsung ke tempat percetakan undangan " sahut keenan


kiara dan viola mengangguk


keenan sampai di kantor dan segera menelfon bagas untuk menemuinya di lobby kantor


keenan mengajak bahas untuk ikut dengannya menggunakan mobil milik keenan


bagas kaget ketika hendak masuk ke dalam. mobil ada seorang


" kenalim ini viola sahabatnya calon istri gue " sahut keenan


" tenang aja viola gak gigit kok gas " ucap kiara terkikik


" sembarangan lu " viola menoyor kepala kiara


bagas dan viola pun berkenalan dengan mengulurkan tangan masing-masing dan menyebutkan nama mereka bersamaan


" bang ryan untuk lokasi pernikahannya itu dimana ya? soalnya kiara mengiinginkan konsep outdor kayak garden party gitu " tanya viola


" untuk lokasi outdor kita biasanya di adakan di daerah cisarua, puncak atau lembang, kiara tinggal memilih aja lokasi mana cocok " sahut bang ryan yang merupakan wo dari vendor tersebut


" aduh lokasinya lumayan jauh ya bang, ini masalahnya waktunya mepet banget cuman sisa 5 hari lagi bang, kira-kira bisa gak " tanya kiara bingung


" begini saja kita pilih lokasi yang paling deket antara cisarua dan puncak jaraknya tidak terlalu jauh kan, nanti disana kita menyiapkan penginapan untuk keluarga calon pengantin juga "


" kalau survey lokasi gimana bang? " kiara kembali bertanya


" sekarang kita bisa langsung berangkat mumpung masih pagi jadi bisa kembali lagi ke jakarta sore hari " jawab bang ryan


mereka semua bergegas pergi menuju lokasi untuk pernikahan keenan dan kiara


mobil keenan mengikuti mobil ryan dari belakang


suara di dalam mobil keenan begitu hening tak ada sedikitpun suara yang terdengar

__ADS_1


" kok sepi ya pada ngobrol dong jangan diem bae " ucap kiara


" ngobrol apaan cumi " sahut viola "


"ya apaan kek tukeran no ponsel bisa kali, pada jomblo kan kalian berdua " kiara menggoda bagas dan viola


bagas hanya tertunduk malu karena terus di goda oleh calon istri bosnya itu


bagas yang sifatnya memang pendiam dan tidak terlalu suka mengobrol apalagi dengan orang yang baru pertama kali dia kenal


sifat dinginnya bisa melebihi gunung es


dddddrrrrttttt.... drrrrtttttttt


keenan menepikan mobilnya karena ada pesan masuk di ponselnya


" bos ngapain sih ngajak gue kalau cuman jadi obat nyamuk doang, kerjaan di kantor lebih penting " bagas mengirim pesan kepada keenan


"makanya kalau gak mau jadi obat nyamuk lu deketin tuh si vio, biar gak monoton hidup lu, biar di otak lu isinya bukan cuman kerjaan doang " balas keenan sembari senyum-senyum sendiri


" sialan lu bos, lu ngerjain gue yak sengaja mau deketin gue sama cewek, kayak gue gak bisa cari cewek sendiri aja " Bagas kembali mengirimkan pesan kepada keenan


" buktinya sekarang lu masih sendiri gak pernah gue denger lu curhat masalah cewek, udah sikat aja, viola baik kok , cantik lagi tapi teuteup cantikan bini gue " keenan kembali membalas dari bagas


keenan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena lumayan tertinggal jauh dari mobil ryan


bagas sejenak berpikir ternyata ucapan bosnya itu ada benarnya juga


bagas sudah terlalu lama sendiri di usianya yang sudah matang


bagas selalu di sibukkan dengan pekerjaan dari keenan yang selalu mengandalkannya makanya dia tidak punua waktu untuk sekedar memikirkam seorang wanita


bagas memulai percakapannya dengan viola dengan menanyakan kesibukan viola apa, kuliah ngambil jurusan apa dan masih banyak lagi hingga suasana menjadi lebih mencair


" nah gitu dong jadi enak kan di liatnya kalau ngobrol begitu. kalau diem-dieman kayak orang lagi marahan " ucap kiara tertawa


" gas lu gak keberatan kan gue libatin di persiapan pernikahan gue sama kiara" tanya keenan yang melihat bagas dari kaca spion mobilnya


" tentu tidak bos, apapun yang bos besar perintahkan gue gak bisa menolak asal bos besar bahagia saja " sahut bagas melotot ke arah keenan


keenan tertawa puas melihat bagas yang sudah mulai kesal padanya

__ADS_1


sepanjang perjalanan mereka mengobrol dan tak ada lagi kecanggungan antara viola dan bagas


viola termasuk wanita yang mudah bergaul dengan siapa saja, dan sangat humble tidak sulit baginya untuk mencairkan bagas yang sedingin gunung es itu


__ADS_2