Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
PULANG KE RUMAH


__ADS_3

Setelah masuk ke halaman rumah mewah milik kedua orang tuanya kiara mengendarai motor sportnya dengan perlahan


Belum sempat kiara turun dari motornya papi krisna sudah bertolak pinggang di hadapannya seraya menatap kiara penuh amarah


" abis balapan lagi kamu? Anak gadis keluyuran malem-malem pake motor. Gak takut kena begal kamu? Bentak papi krisna yang terlihat begitu kesal pada putrinya


" astagfirullahal'adzim pi nyebut, papi rela anak papi yang cetar membahana ini di begal? Hati-hati omongan itu doa lho


Btw... Kia menang balapan lagi keren gak? " Sorak kiara sembari mengangkat tangannya bangga


" kamu bener- bener balapan lagi sayang, kamu gapapa kan? Gak ada yang luka kan? Sahut mami linda cemas


" jangan terlalu lembut bicara sama kiara mi, dia gak bakalan sadar kesalahan apa yang sudah dia perbuat. Mami liat sendiri dia santai aja, kita yang nunggu di rumah cemas setengah mati" Umpat papi krisna kesal


" udah jangan berdebat disini kita ngomong di dalem yuk malu sama orang- orang satu komplek nanti di kira kia nyolong ayam tetangga" sahut kiara sembari menggiring kedua orang tuanya kedalam rumah


"Yaa Tuhan anak ini" gumam papi krisna dalam hati menahan amarahnya yang sedang memuncak


Seketika mereka pun melenggang masuk ke dalam rumah dan menduduki sofa yang berada di ruang tengah


" papi mau ngomel apa lagi sama kia? Ayo kia siap denger" ucap kiara dengan senyum tipisnya


papi krisna hanya menatap putrinya sudah habis rasanya kesabaran untuk menghadapi tingkah putrinya yang sangat sulit di atur


" kok pada diem sih gak jadi ngomelnya? Tanya kiara dengan wajah tanpa dosa


" cukup kiara... Harus dengan cara apa papi ngomong sama kamu? Balapan itu bukan hobi yang baik buat anak perempuan, kamu bisa nyari hobi yang lebih berpaedah dari pada balap motor, kamu liat anak perempuan di komplek ini gak ada yang punya hobinya aneh dan gak ada yang keluyuran sampai tengah malam begini " ucap papi krisna yang mulai marah dengan ulah putrinya


" apa papi punya saran hobi apa yang berfaedah buat kiara? Please... Papi jangan samain aku sama anak tetangga atau papi mau tukeran sama anak tetangga biar anaknya punya hobi yang berfaedah? Sahut kiara sembari mengangkat kedua alisnya


Sedangkan mami linda hanya bisa menahan tawa ketika melihat ulah putrinya yang benar- benar sudah membuat papinya


marah sampai keubun-ubun


"KIARA... papi serius kalau kamu masih ngeyel ngelanjutin hobi balapan kamu papi gak segan-segan buat pindahin kamu ke desa tempat nenek kamu tinggal


biar kamu bisa ngerasain gimana sulitnya hidup di daerah pedesaan" ucapa papi krisna yang sudah tersulut emosi karena tingkah putrinya itu

__ADS_1


" kia kuliah bener kok pi gak pernah bolos bahkan nilai kia juga bagus. Apa gak bisa nego lagi pi? masa iya kia harus pindah ke daerah pedesaan yang gak ada signal, mana gak ada tempat nongkrong disana tiap malem ngedengerin suara jangkrik mulu" kiara mencoba bernego dengan papinya


" makanya jangan selalu membantah apa kata orang tua kiara, belajar nurut sama papi mami kamu anak satu-satunya di keluarga kita kamu harus bisa jadi kebanggaan papi sama mami, dan ingat papi gak pernah main-main dengan ucapan papi" ucap papi krisna yang berlalu meninggalkan kiara di sofa ruang tengah


" sekarang kamu nurut aja dulu sama omongan papi kamu nak, besok-besok juga pasti lupa lagi sama omongannya barusan. Kamu langsung bobo udah tengah malem ini" ucap mami linda sembari membelai rambut kiara dengan lembut


kiara berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya yang berada di lantai 2


kiara membuka pintu kamarnya dan seketika kiara teringat kembali dengan perselingkuhan davin yang baru saja dia lihat dengan mata kepalanya sendiri


kiara melempar foto dirinya dengan davin yang hampir memenuhi dinding kamarnya


kiara meremas serpihan kaca sampai tangannya terluka dan mengeluarkan darah segar dari jari jemarinya


kiara menangis sejadi-jadinya setelah beberapa jam menahan tangis di hadapan kedua sahabatnya


"davin brengsek, aaaaaarrrrrggggghhhhh" kiara meluapkan emosinya


kiara merasa terbodohi dengan kekasihnya selama dua tahun belakangan ini


kiara selalu percaya dengan apapun yang davin katakan


rasa sesak di hati kiara saat ini merasa dirinya menjadi wanita paling t***l


kiara tak berhenti menangis dan meratapi dirinya sendiri


kiara benar-benar merasa kecewa dan terluka kiara bertekad untuk tidak akan mengenal davin lagi kiara akan melupakan semua yang berhubungan dengan davin


malam semakin larut dan hampir pagi akhirnya kiara pun terlelap dengan kamarnya yang masih berantakan akibat kemarahannya kepada davin


*


*


*


*

__ADS_1


*


08:00


papi krisna dan mami linda sudah berada di meja makan untuk melakukan sarapan namun mereka menunggu kiara yang tak kunjung keluar dari kamarnya


akhirnya mami linda memutuskan ke kamar kiara untuk mengajak sarapan


mami linda terhenyak ketika melihat kamar kiara yang begitu berantakan dan banyak sekali serpihan kaca disana


mami linda melihat tangan kiara yang terluka karena pecahan kaca langsung membulatkan matanya kaget


"ya Allah kiara kamu kenapa sayang? tangan kamu sampai terluka seperti ini" ucap mami linda lirih


kiara merasa ada tetesan air yang jatuh ke pipi mulusnya akhirnya terbangun dari tidur lelapnya dengan mata yang masih sembab akibat tangisnya semalaman


"mami... " kiara mengucek-ngucek matanya yang masih mengantuk


"sebentar mami ambilin air buat kompres luka di tangan kamu"


kiara menahan tangan mami linda yang hendak keluar dari kamar kiara


"mi.... jangan bilang papi masalah ini ya please" kiara memohon


"iya mami gak akan bilang tapi kamu janji harus cerita sama mami apa yang sudah terjadi antara kamu dengan davin" sahut mami linda


kiara mengangguk


mami linda pun keluar dari kamar kiara untuk mengambil air kompresan dan menyuruh bi tuti untuk membereskan kamar kiara yang begitu berantakan


"bi bawain sarapan buat kiara ke kamarnya ya" titah mami linda kepada bi tuti


"kiara kenapa mi" tanya papi krisna


"kiara badannya demam pi, ini mau mami kompres biar agak turun demamnya" jawab mami linda yang membawa air kompresan di dalam wadah


"pasti gara-gara semalam pulang terlalu larut makanya demam, mami urus kiara dulu papi ada meeting penting hari ini mau langsung berangkat ke kantor" ucap papi krisna yang berlalu meninggalkan mami linda di ruang makan tak lupa mami linda mencium punggung tangan suaminya sebelum berangkat ke kantor

__ADS_1


mami linda menghela nafas lega akhirnya suami tampannya itu langsung berangkat ke kantor


mami linda pun segera pergi ke kamar kiara untuk mengompres luka di tangan kiara yang terluka


__ADS_2