
pagi ini keenan dan kiara sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes kesuburan keduanya
ada rasa cemas di dalam lubuk hati kiara takut akan kenyataan yang tidak bisa dia terima kalau di antara mereka ada masalah dalam kesuburan salah satunya yang menyebabkan sulit untuk memiliki keturunan bahkan kemungkinan besar tidak akan memiliki keturunan sama sekali
kiara tidak bisa membayangkan raut kekecewaan yang akan di alami kedua orang tuanya atau mertuanya jika hal itu benar-benar terjadi
kiara beberapa kali menepis rasa cemas itu namun tetap saja di dalam lubuk hatinya belum siap menerima kekecewaan keluarga besarnya yang sangat menantikan kehadiran seorang cucu di tengah keluarga besar mereka apalagi keenan dan kiara merupakan anak tunggal di keluarga mereka masing-masing
"semoga yang aku pikirkan tidak benar-benar terjadi" batin kiara
"sayang ayo berangkat" ajak keenan membuyarkan lamunan kiara
setelah selesai sarapan semuanya pergi meninggalkan kediaman mewah milik papi adi hanya mami yasmin yang tidak melakukan kegiatan apapun hanya diam di rumah layaknya seorang ibu rumah tangga yang baik
papi adi berangkat menuju perusahaan miliknya yang berbeda dengan perusahaan milik keenan
keenan dan kiara pun pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan dokter spesialis yang akan menangani keluhan mereka
"sayang kenapa dari tadi ngelamun terus, ada sesuatu yang di pikirin?" tanya keenan menggenggam tangan kiara sedangkan tangan yang satunya memegang setir mobilnya
"aku hanya takut mas" jawab kiara dengaj wajah sendu
"takut kenapa? apapun hasilnya nanti tidak akan merubah apapun sayang bukannya sudah di bahas sebelumnya apalagi yang harus kamu takutkan?" tanya keenan yang masih fokus pada kemudinya
"aku takut kedua orang tua kita akan kecewa jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi mas, apalagi mereka sangat menginginkan kehadiran cucu" sedih kiara membayangkan raut kekecawaan kedua orang tuanya
"kita pikirkan nanti saja ya, tetap positive thinking aja jangan terlalu berpikiran yang macam-macam" keenan mencoba menenangkan kiara
tak terasa mobil yang di kendarai keenan sudah sampai di halaman rumah sakit terbesar di kota jakarta
tanpa menunggu lama keenan dan kiara langsung turun dan memasuki area rumah sakit untuk bertemu langsung dengan dokter yang sudah melakukan janji terlebih dahulu dengan keenan
"selamat pagi bapak ibu, silahkan duduk" sapa dokter raisa yang akan menangani keluhan keenan dan Kiara
"pagi dok" jawan keenan dan kiara secara bersamaan dan mendudukan di kursi pasien di hadapan dokter raisa
"apa keluhan bapak dan ibu? bisa di ceritakan secara intinya saja" ucap dokter raisa mendang keenan dan kiara secara bersamaan
keenan menceritakan semua keluhannya selama satu tahun ini dan menyampaikan tujuannya menemui dokter raisa hari ini
dokter raisa sudah sering menangani pasien seperti apa yang di alami dengan keenan kiara saat ini
"baiklah apa ibu kiara datang bulannya lancar setiap bulan atau sering terjadi keterlambatan atau nyeri yang berlebih saat datang bulan?" tanya dokter raisa terlebih dahulu kepada kiara
"selama ini lancar-lancar saja dok hanya saat mendapat tamu bulanan untuk hari pertama sampai hari ketiga terasa sakit dan mulas dok" kiara mencoba menjelaskan secara detail
"baiklah untuk melakukan tes kesuburan untuk bapak dan ibu ada beberapa tes yang harus di jalanai dulu tentunya tes di jalani ibu dan bapak ada sedikit perbedaan untuk ibu kiara ada beberapa tes yang harus di lakukan seperti tes pap smear, tes hormon luteinizing (LH), progesteron dan tiroid, tes organ reproduksi, hysterosalpingogram (HSG), USG transvaginal, histeroskopi, dan yang terakhir adalah tes laparoskopi
semua tes ini di lakukan untuk mengecek rahim beberapa sel telur apakah berfungsi dengan baik dan tidak sumbatan dalam saluran tuba dan juga untuk mengetahui kadar hormon progesteron dalam darah untuk bisa hamil ibu perlu melepaskan telur setiap bulannya yang di sebut ovulasi
__ADS_1
dan satu lagi untuk mendeteksi sejak dini kanker serviks serta masalah lain seperti leher rahim dan penyakit menular seksual lainnya
apa cukup di mengerti dengan penjelasan saya ibu kiara?"
"wah tes nya cukup banyak juga ya dok" kiara tersenyum kikuk
"iya begitulah bu, apa ada yang tidak ibu mengerti?" dokter raisa kembali memberi peetanyaan
"tidak ada dok saya cukup mengerti dengan penjelasan dokter" ucap kiara
"baiklan untuk rangkaian tes pak keenan bisa melakukan beberapa tes seperti analisis air mani, urinalisis, aglutinasi ******, uji penetrasi ****** dan ultrasonografi
semuanya merupakan prosedur untuk mengetahui hasil tes kesuburan bapak nantinya dan adapun tujuan dari beberapa tes itu adalah salah satunya untuk memeriksa sel darah putih pada urin sebagai indikasi adanya kemungkinan terjadinya infeksi juga untuk mengetahui apabila terjadi penggumpalan ****** menyebabkan tak bisa bergerak melalui lendir serviks dan untuk mengevaluasi kampuan ****** menembus sel telur dan satu untuk mencari apakah adanya kerusakan atau penyumbatan pada saluran reproduksi
cukup di mengerti ya pak?
"ya saya mengerti dok" jawab keenan tegas
"apa bapak sama ibu sudah siap bila langsung di lakukan sekarang?" tanya dokter kepada keenan dan kiara
keenan dan kiara pun mengangguk dan mengikuti semua arahan dari dokter untuk melakukan tes yang sudah dokter raisa katakan satu persatu
butuh waktu satu sampai dua jam untuk merampungkan semua tes tersebut sampai selesai
"hasilnya bisa kami terima kapan ya dok?" tanya keenan kepada dokter raisa
"kami akan memeriksa dalam waktu 1x24 jam dan sesegera mungkin hasilnya akan segera keluar pak"
"iya sama-sama" sahut dokter raisa
setelah menyelesaikan semua prosedur untuk tes kesuburan dari dokter raisa keenan dan kiara memutuskan untuk langsung dan sebelumnya memalukan pembayaran terlebih dahulu di bagian administrasi
kiara berjalan menuju lobby rumah sakit karena ingin menunggu keenan di sana
Bruggghhhhhh
ponsel kiara terjatuh karena bertabrakan dengan seorang dokter pria yang tak sengaja menubruknya karena berjalan dengan tergesa-gesa
"maaf saya tidak sengaja? apa ada yang terluka" ucap dokter tersebut
"handphone gue" kiara melihat ponselnya yang retak karena dokter itu
"gimana sih dok kalau jalan yang bener dong handphone saya jadi rusak kan" sungut kiara yang belum melihat wajah sang dokter
"maaf saya benar-benar tidak sengaja, nanti biar saya ponsel mba yang rusak dengan ponsel yang baru" sahut dokter itu gugup
"gak usah" kiara menatap wajah dokter itu dan seketika wajahnya memucat melihat dokter pria yang ada di hadapannya
"adrian" lirih kiara
__ADS_1
"kiara" sapa adrian antusias
dokter yang menubruk kiara secara tidak sengaja adalah dokter adrian
adrian adalah cinta pertama kiara saat duduk di bangku SMP dulu yang di bilang justin adalah cinta monyet bagi kiara
seketika kiara membeku kala melihat cinta pertamanya sudah berdiri di hadapannya saat ini
sesuatu kebetulan yang tak pernah kiara bayangkan sebelumnya
lidah kiara tiba-tiba kelu tak bisa berucap sepatah katapun
"hai apa kabar?" adrian menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan kiara namun kiara hanya bengong tak membalas uluran tangan adrian
"kiara are you oke?" tanya adrian yang memecah lamunan kiara
"aahh ya ba...baik, kabar aku baik...
kamu sendiri apa kabar?" kiara kembali bertanya dengan gugup kepada adrian
"seperti yang kamu lihat aku sangat baik kiara" jawab adrian dengan senyumannya dan sukses membuat kiara salah tingkah
tanpa di sadari keduanya keenan yang sudah menyelesaikan administrasi sudah mematung memperhatikan interkasi kiara dan adrian seketika rahangnya mengeras, wajahnya memerah menahan amarahnya dan tangannya terkepal ingin sekali meninju wajah mulus dokter yang sedang berbincang begitu akrab dengan istrinya
keenan melangkahkan kakinya menghampiri kiara dan adrian
"ehem" keenan berdehem
"mas sudah selesai" tanya kiara santai
"sudah, ayok pulang" keenan menarik tangan kiara namun tangan kiara tiba-tiba di cekal oleh adrian
keenan yang melihat itu sontak saja emosinya semakin membuncah ingin sekali dia benar-benar mendaratkan pukulannya di wajah dokter itu yang sudah lancang menggenggam tangan istrinya
"tunggu... dia siapa ki?" tanya adrian dengan tatapan intens nya
"saya keenan suami kiara" jawab keenan dengan wajah datarnya
"maaf saya adrian temannya sekolahnya kiara dulu" jawab adrian dengan ramah
"adrian? sepertinya gue pernah denger nama itu" keenan bergumam dalam hatinya
"tadi saya tidak sengaja menghancurkan ponsel kiara, biar saya ganti ponsel kiara dengan yang baru. saya mau minta no ponsel kiara apa boleh?" tanya adrian ragu-ragu
"tidak perlu saya bisa membelikan 100 ponsel baru untuk istri saya" keenan menarik tangan kiara sedikit kasar dan meninggalkan adrian yang masih mematung
"dasar sombong" batin adrian
adrian menatap kepergian kiara dari hadapannya tiba-tiba kiara berbalik dan mengatupkan kedua tangannya sebagai permohonan maafnya
__ADS_1
adrian tersenyum karena setidaknya kiara masih mempunyai perasaan tidak seperti suaminya yang terkesan sombong dan arogan
"kasian kamu dapat suami yang begitu posesif ki" adrian berguman dan berlalu menuju ruangannya