
kiara lebih memilih tidak memperdulikan pria yang sedang mematung di hadapannya
dia hanya sibuk memainkan ponsel di tanganya
" aduh keenan lama banget sih, gue udah gak nyaman diem disini" kiara bergumam dalam hatinya
" kamu lagi nunggu siapa? tumben gak bawa motor.. " tanya davin
DAVIN ERLANGGA adalah pria yang sejak tadi mematung di hadapannya yang tak lain dia adalah mantan kekasih kiara sejak 5 bulan terakhir
Davin kepergok sedang selingkuh dengan teman kampus kiara
kiara menangkap dengan mata kepalanya sendiri bahwa mantan kekasihnya itu bermesraan di dalam sebuah kamar hotel
sejak kejadian itu kiara memutuskan hubungannya dengan davin dan kiara sudah bertekad untuk tidak berhubungan baik dengan davin
rasa kecewa dan sakit hati yang begitu dalam membuat kiara begitu membenci mantan kekasihnya itu
jangankan untuk bertegur sapa sekedar melihat wajahnya pun kiara tidak mau
" kamu kok sombong sekarang di sapa gak pernah jawab" davin kembali menyapa kiara
lagi, lagi kiara menulikan pendengarannya dari davin
karena sama sekali tidak anggap oleh kiara davin menarik tangan kiara dengan kencang sampai mereka berpandang-pandangan dengan jarak yang begitu dekat
" kamu kenapa sekarag berubah? aku nyari kamu dari 2 bulan yang lalu tapi kamu selalu menghindar dan no ponsel kamu pun sudah tidak bisa di hubungi lagi " ucap davin dengan tatapan lekatnya pada kiara
" lepasin gue... gue bukan anak ilang yang harus lu cari-cari" kiara mencoba melepaskan tangannya dari genggaman davin namun sialnya genggaman itu malah semakin kuat mencengkeram lengan kiara
" aku gak bakalan lepasin kamu sebelum kamu mau maafin aku kiara, aku nyesel aku khilaf...
maafin aku ya, aku mau hubungan kita kembali lagi seperti dulu" davin memohon kepada kiara
" sinting lu, jangan ganggu gue. gue udah bahagia dengan hidup gue sekarang kehadiran lu kembali di hidup gue cuman bikin gue menderita, lepasin tangan gue" kiara merasa tangannya semakin kesakitan karena terlalu kencang di cengkram oleh davin
tanpa di sadari keduanya mobil keenan sudah sampai di halaman kampus kiara
kiara bergegas menghampiri kiara karena dia melihat calon istrinya sedang di ganggu seseorang
" lepaskan... " keenan menepiskan tangan davin yang mencengkeram tangan kiara dengan sekuat tenaga nya
" lu siapa ikut campur masalah gue" ucap keenan dengan tatapan penuh amarah
" gue calon suami kiara" tegas keenan
gue peringatin sama lu siapapun elu, apapun hubungan elu sama kiara mulai detik ini jangan pernah ganggu hidup kiara lagi " keenan berdiri membelakangi kiara seakan memberi perlindungan pada kiara
" gak usah ngaku-ngaku lu, kiara baru sebentar putus sama gue gak mungkin secepat itu dia mau menikah" selidik davin
" terserah lu mau percaya apa engga yang jelas gue gak bakalan tinggal diem kalau lu coba-coba ngedeketin kiara lagi apalagi sampai melukainya" keenan memberikan peringatan kepada mantan kekasih calon istrinya
" ayok sayang " keenan menarik tangan kiara meninggalkan davin yang masih mematung
__ADS_1
keenan membukakan pintu mobil untuk kiara
dengan mata yang mulai berembun kiara duduk di samping kemudi
kiara merasa kesakitan dengan tangannya yang di cengkeram oleh davin
keenan pun masuk dan menduduki kursi kemudinya
" kamu kenapa? ada yang sakit" tanya keenan menatap kiara khawatir
kiara mencoba menyembunyikan lebam di tangannya dari keenan
namun keenan menangkap dari sorot mata kiara kalau ada sesuatu yang dia sembunyikan
keenan menarik tangan kiara dan benar saja kiara menyembunyikan rasa sakitnya dari keenan
" yaa TUHAN kiara ... sampai lebam begini..
laki-laki brengsek... " keenan memukul setir mobilnya
" udah... aku gapapa cuman lebam doang lama-lama juga hilang" kiara mencoba menenangkan keenan
" mas gak terima kamu di sakitin gitu sayang, harus di kasih pelajaran itu cowok" umpat keenan
kiara menggenggam tangan keenan dengan lembut mencoba meredam amarah calon suaminya
" mas aku mohon, jangan sampai ada kekerasan apapun lagi. kalau kita meladeni orang gila sama juga kita ikutan gila " seloroh kiara
keenan menatap lekat ke wajah kiara yang terlihat di sudut netranya mengeluarkan sedikit air mata
" mas sayang banget sama kamu, hati mas sakit ketika ada pria lain yang menyakiti kamu" ucap keenan yang enggan melepaskan pelukannya
kiara hanya menghamburkan wajahnya di dalam dada bidang milik keenan
kiara mencoba menahan airmatanya untuk tidak tumpah
kiara merasa sangat beruntung mempunyai calon suami yang begitu menyayanginya sedalam ini
bahkan hanya sekedar luka kecil seperti ini keenan khawatir setengan mati
" janji ya mas akan lupain kejadian ini? anggap semuanya tidak pernah terjadi" kiara mengatupkan kedua tangannya
" tapi sayang... "
" please... "
keenan tidak bisa menolak permintaan kiara apalagi dengan wajah yang begitu memelas
keenan mencoba melupakan semuanya demi kiara
" ya sudah mas akan lupain semuanya tapi... kalau laki-laki itu masih nekad gangguin kamu mas gak akan tinggal diam" ancam keenan
" iya... iya..."
__ADS_1
keenan melajukan mobilnya meninggalkan kampus dan segera mengantarkan kiara pulang kerumahnya
" mas boleh mampir dulu ke minimarket sebentar" pinta kiara
" mau beli apa? biar mas yang belikan" jawab keenan
" vio sama denis sudah nunggu di rumah kita mau maen playstation, aku mau beli cemilan " kiara nyengir kepada keenan
" kamu tuh tangan lagi sakit malah mau maun playstation " umpat keenan
" kan sudah janji dari sebelum ketemu sama orang gila tadi, boleh yaa sayang" kiara mengatupkan kedua tangannya kembali dan tersenyum manis kepada keenan
" mana bisa mas menolak kalau kamu sudah merajuk gitu " keenan menepikan mobilnya karena sudah sampai di sebuah minimarket
mereka berdua turun dari mobil dan memasuki minimarket itu dengan keenan menggandeng tangan kiara
mereka memasukan beberapa macam cemilan dan minuman dingin ke dalam troli
" kok banyak banget beli cemilannya kan cuman buat bertiga doang" ucap. kiara
" berempat bukan bertiga" seloroh keenan
" berempat sama siapa? tanya kiara
" sama calon suami kamu" keenan menjawil dagu kiara
keenan berjalan meninggalkan kiara karena berniat mencari obat untuk luka lebam di lengan kiara
setelah mendapat obat yang keenan cari dia kembali menghampiri kiara yang sedang memilih kebutuhannya yang sudah hampir habis
" kamu mau beli apa lagi? kok di umpetin gitu " keenan menatap heran ke arah sesuatu yang di sembunyikan kiara
" yang ini di pisah aja ya jangan di satuin kesitu, aku malu" bisik kiara
" emang kamu beli apa sih" keenan mengambil pembalut yang di sembunyikan kiara
" yaa Tuhan beli beginian aja sampai malu segala, sini gapapa biar sekalian ? keenan menyimpan pembalut itu ke dalam troli
mereka berjalan menuju kasir
setelah selesai melakukan pembayaran mereka bergegas pulang ke rumah kiara
ddddrrrttttt.... dddrrrtttttt...
" *oncom lama banget lu... buruan kek jangan mojok dulu" terdengar suara viola di balik panggilan telfon yang kiara jawab
" iye fatimah bentar lagi sampai, gak sabaran banget lu " jawab kiara ketus*
kiara munutup panggilan telfonnya tanpa menunggu viola berbicara lagi
" dasar bawel " kiara menyimpan krmbali ponselnya ke dalam tas
" siapa yang nelfon? " tanya keenan
__ADS_1
" netizen rempong" jawab kiara santai
keenan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia mendengar percakapan kiara di dalam telfon yang menyuruhnya untuk cepat sampai