
"aku juga suka sama kakak tapi aku takut kak" jelas amanda yang semakin menundukan wajahnya
"takut kenapa? kak denis bukan mau jahatin kamu amanda" sahut denis yakin
"bukan gitu, aku takut sama mami papi dan bang keenan mereka gak ijinin aku buat pacaran kalau belum lulus" ujar amanda sendu
"kita backstreet aja ya, kakak janji gak bakalan ganggu waktu belajar kamu dan kakak janji gak bakalan macam-macam sama kamu" denis tersenyum manis melihatkan gigi gingsulnya
"tapi kakak janji jangan selingkuh ya meskipun aku masih SMA tapi aku gak bodoh dan polos-polos banget tau" amanda seakan merajuk kepada denis dan tentu saja membuat denis semakin gemas
"kakak janji, jadi mulai sekarang kita pacaran ya" denis mengangkatkan jari kelingkingnya kepada amanda sebagai tanda mereka sudah berpacaran
amanda menyatukan jari kelingkingnya dan kelingking denis
benar-benar seperti percintaan bocah SMA
denis pun sadar dengan tingkahnya yang seakan terhipnotis dengan pesona amanda dia pun tidak tahu kenapa bisa bertingkah sekonyol ini bahkan di usia yang sudah masuk 22 tahun denis terlihat seperti anak SMA yang baru merasakan cinta monyet
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
hari ini adalah hari dimana kiara, viola dan denis akan melangsungkan wisuda
mereka sudah siap dengan dengan memakai toga untuk meresmikan gelar yang mereka perjuangkan selama hampir empat tahun lamanya
kiara di dampingi kedua orang tuanya dan di dampingi oleh keenan suami tercintanya
senyum merekah terlihat jelas di wajah cantik kiara saat ini
setelah selesai dengan acara wisudanya, mereka melangsungkan sesi foto bersama keluarga mereka dan dengan teman-teman seperjuangan mereka
mereka berdiri di tengah lapangan dan tengah bersiap untuk melepaskan toga mereka ke udara, rasa haru di antara mereka begitu terasa kebersamaan yang mereka jalin selama beberapa tahun ini cukup merasakan pertemanan yang cukup membekas di hati mereka
tentu saja yang membuat kiara dan kedua sahabatnya lebih bahagia adalah nilai kiara mendapatkan nilai tertinggi di antara kedua sahabatnya meskipun denis dan viola tidak berada jauh di bawah kiara
rasa bangga di diri kiara sangat kentara karena bisa membuktikan kepada kedua orang tua dan suaminya bahwa dia bisa sukses dalam pelajarannya meskipun sering mendapat masalah karena bolos dalam mata pelajaran kuliah namun tak dapat di pungkiri kiara juga mempunyai otak yang cerdas
"happy graduation my beautiful wife" keenan memeluk kiara dan memberikan buket bunga mawar putih untuk istri tercintanya
"thank you my beloved husband" kiara membalas pelukan keenan begitu erat
"mas bangga sama kamu sayang, kamu lulusan terbaik mahasiswa tahun ini" keenan kembali memberikan hadiah kepada kiara
__ADS_1
"makasih mas.... cincinnya cantik aku suka" kiara mendaratkan kecupan di pipi suaminya tak peduli sedang di antara kerumunan banyak orang
keenan menyematkan cincinnya di jari kiara, keena mencium tangan kiara dengan penuh rasa cinta dan tentu saja membuat semua pasang mata yang melihatnya merasa iri dan ingin sekali berada di posisi kiara saat ini
"selamat ya putri cantik mami sudah lulus sekarang" mami linda berhamburan memeluk putri tercintanya
"papi bangga sama kamu nak, terima kasih sudah menjadi putri kebanggan papi" papi krisna juga memeluk kiara erat dan mendaratkan kecupan kasih sayang di kening kiara
tak ada lagi kebahagiaan yang kiara rasakan selain kebahagiaan bersama keluarga yang sangat dia sayangi apalagi saat ini sudah ada suami yang mendampinginya dalam keadaan apapun
keenan begitu mencintai dan menyayangi kiara sepenuh hatinya terlihat dari cara keenan memperlakukan kiara bak seorang ratu meskipun sering kali terjadi percekcokan kecil dalam rumah tangga mereka namun itu wajar bahkan dengan adanya kerikil kecil itu rumah tangga kiara dan keenan semakin harmonis dan saling mengerti satu sama lain
"sayang kita ke rumah mas ya, mami sama papi sudah nunggu kita disana" ajak keenan kepada kiara yang masih tersenyum dengan kebahagiaan yang tengah kiara rasakan
"ayo... mami sama papi ikut juga kan? jarang-jarang kan kita kumpul bersama mi, pi" kiara memelas agar kedua orang tuanya mau ikut ke rumah papi adi wijaya
"iya sayang mami sama papi ikut, tadi mami mertua kamu sudah wanti-wanti sama mami" mami linda mengelus pipi putri cantiknya lembut
"guys gue balik duluan ya, nanti malam jangan lupa kita dinner bareng" kiara pamit kepada kedua sahabatnya yang masih asik berkumpul dengan teman-teman yang lainnya
mereka pergi menggunakan mobil masing-masing meninggalkan kampus
suasana hening di dalam mobil keenan hanya suara alunan musik yang sayup-sayup terdengar
sementara di kampus viola yang sudah kesal menunggu kedatangan bagas karena sudah menunggu berjam-jam namun bagas belum juga menampakan batang hidungnya
bahkan acara di kampus sudah akan selesai akhirnya denis lah yang menjadi sasaran kemurkaan viola saat ini sedangkan kedua orangtua mereka sudah pulang terlebih dahulu karena masih ada kepentingan yang lain
"lu kesel sama siapa marah-marahnya ke siapa, aneh lu" sungut denis yang sudah bosan mendengar ocehan tidak berfaedah dari mulut viola
"gue kesel tau gak si bagas di telfonin juga kagak di angkat di chat juga kagak di bales, bikin bere kan" sahut viola dengan nada bergetar seakan menaham tangisnya
"elah tungguin aja sih ribet banget lagian kan bagas juga kerja vi bukan kelayaban gak jelas harusnya lu seneng punya calon laki yang tanggung jawab" denis yang mulai beranjak dari tempat duduknya
"eh mau kemana lu? temenin gue dulu dong sampai bagas dateng" viola memohon kepada denis dengan mangtupkan kedua tangannya
"cabut gue ngapain disini cuman di marahal-marahin doang sama elu mendingan nyamperin ayang gue"
denis pergi meninggalkan viola karena memang bagas sudah ada disana namun viola belum menyadari kehadiran bagas yang sudah mematung di belakangnya
viola tak henti-henti mengumpat mengeluarkan semua unek-unek di dalam hatinya saat ini
__ADS_1
"tau gini mendingan gue balik aja tadi bareng bokap nyokap" kesal viola
"ehhemmmmm"
sontak saja suara deheman dari seorang pria membuat viola kaget dan melihat ke arah suara pria yang berada di belakangnya
"sudah marah-marahnya" tanya bagas dengan menyodorkan satu buket bunga mawar berwarna merah
viola ingin sekali langsung memeluk bagas namun dia teringat kalau sekarang dia sedaing dalam mode marah kepada calon suaminya itu
tanpa berbicara sepatah katapun viola berbalik badan membelakangi bagas
"maaf aku telat... happy graduation honey" bagas memeluk viola dari belakang
viola memberontak dan ingin melepaskan pelukan bagas namun nihil Bagas tidak memberikan kesempatan viola untuk lepas dari pelukannya
bagaa semakin mengeratkan pelukannya
"maaf sayang" bisik bagas di telinga viola
"bodo" sahut viola ketus
"maaf... keenan kan gak masuk kantor jadi kerjaan semua aku yang handle
kamu boleh minta apa aja asal jangan ngambek lagi ya" bujuk bagas agar viola segera memaafkannya
viola membalikan badannya dengan senyuman manis di bibirnya
bagas menatap viola lekat bahkan saat ini jarak wakah mereka begitu dekat deru nafas mereka sampai terdengar jelas oleh keduanya
bagas memperhatikan bibir merah milik viola seakan memintanya untuk mengecup bibir merah viola
CUP
satu ciuman mendarat di bibir viola dan sontak saja membuat viola membulatkan matanya dan memukul lengan bagas kencang
"dasar mesum tidak tau tempat" umpat viola
## ***yang sudah mampir mari tinggalkan jejak
terus dukung karya author ya
__ADS_1
berikan like, komen dan vote nya
happy reading guys***##