
hari ini kiara berniat untuk mengunjungi rumah kedua orangtuanya kiara sangat rindu dengan mami yasmin dan papi krisna
sebelum berangkat ke kantor keenan mengantarkan kiara terlebih dahulu ke rumah mertuanya setelah berpamitan keenan pergi menuju perusahaannya
"mami sehat kan? kia kangen banget sama mami" kiara memeluk erat mami linda
"mami sangat sehat sayang, kangen sama mami atau sama masakan mami?" tanya mami linda menggoda kiara
"dua-duanya" jawab kiara terkekeh
"oh ya tadi papi bilang nanti sore kamu jangan dulu pulang papi mau bicara sesuatu sama kamu" seru mami linda membawakan cemilan untuk putri kesayangannya
"ada apa mi tumben papi mau bicara penting sama kia?" tanya kiara penasaran
"mami juga gak tau sayang makanya nanti tunggu sampai papi pulang ya" mami linda mengelus rambut kiara lembut
sedangkan di kantor keenan tiba-tiba terjadi keributan karena ulah mantan sekretaris keenan yang bernama dina
entah ada niat apa tiba-tiba saja dina datang ke perusahaan keenan yang sudah jelas sudah memecatnya sejak lama
keenan yang baru datang heran melihat keributan yang terjadi di lobby kantornya
"ada apa ini? kenapa pada ribut di saat jam kerja berlangsung kembali ke ruangan kalian masing-masing" titah keenan tegas dengan suara lantangnya
semua karyawan kembali keruangannya masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan mereka
"bos itu si dina maksa banget mau masuk ke ruangan bos kan kurang ajar sekali apalagi dia bukan lagi karyawan disini" ucap laras menunjuk ke arah dina
"ada urusan apa kamu ingin bertemu dengan saya? jika tidak penting pergilah saya masih banyak pekerjaan" tanya keenan begitu datar
"nan aku rindu kamu, makanya aku bela-belain buat samperin kamu kesini. aku temenin kamu kerja ya" sahut dina tidak tahu malu
"cih dasar pelakor, lu harusnya sadar kalau bos keenan sudah beristri jadi perempuan kok murahan banget" sarkas laras memandang jijik ke arah dina
"ras bagas mana? kenapa belum keliatan sampai jam segini?" tanya keenan kepada laras tanpa memperdulikan ucapan dina yang membuat dirinya muak
__ADS_1
"bagas di ruangannya bos lagi siapin bahan meeting kita pagi ini" sahut laras
"yasudah saya ke ruangan saya dulu, suruh security buat urus wanita tidak tahu malu ini" keenan berjalan menuju lift khusus presdir
"keenan apa kurangnya aku sampai berkali-kali kamu menolakku dan kenapa kamu memilih kiara yang tidak ada apa-apanya di banding denganku" teriak dina membuat semua orang melotot ke arahnya
"kamu itu kurang waras dina, pergilah sebelum kesabaranku habis" sentak keenan yang mulai mengeluarkan taringnya
"huuuuh dasar perempuan gila" teriak semua karyawan kepada dina yang benar-benar tidak tau malu itu
tingg
pintu lift terbuka keenan langsung menemui bagas keruangannya
wajah keenan yang tadinya ceria sekarang berubah menjadi masam akibat perbuatan dina yang membuat malu dirinya di hadapan semua karyawan
beruntung meeting dengan klien pentingnya belum di mulai
"gas kenapa lu gak usir tu perempuan gila dari sini" seloroh keenan yang masuk begitu saja ke ruangan bagas
"perasaan gue kenapa jadi gak enak gini ya gas, gue takut dina berbuat macam-macam sama kiara" seru keenan dengan wajah cemasnya
"jangan terlalu di pikirin gue yakin kiara juga bukan tipe cewek yang gampang percaya gitu aja sama orang apalagi orang yang belum dia kenal" bagas menenangkan keenan
"ya semoga, gue ke ruangan gue dulu" ucap keenan dan pergi meninggalkan bagas di ruangannya
bagas langsung menelfon orang suruhannya untuk menyelidiki dina tanpa sepengetahuan keenan
bagas tidak mau kalau sampai kehadiran dina merusak rumah tangga keenan
bagas tidak ingin melihat keenan terpuruk karena kehilangan wanita yang dia cintai
seperhatian itu bagas kepada keenan sampai rela membayar orang untuk menyingkirkan hama yang akan mengganggu kehidupan orang-orang yang dia sayangi terutama istrinya dan keluarganya
ya bagas sudah menganggap keenan sebagai keluarganya sendiri
__ADS_1
"urus dia bila perlu kirim jauh ke luar negeri yang menyulitkan dia untuk kembali ke indonesia tapi ingat jangan membuat perempuan itu terluka" bagas mengirimkan pesan kepada orang suruhannya
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
adrian yang baru saja keluar dari ruang operasi tanpa sengaja melihat seorang wanita memakai masker dan memakai kacamata hitam masuk ke dalam laboratorium rumah sakit
adrian penasaran kenapa bukan karyawan rumah sakit bisa masuk begitu saja ke ruangan yang tidak sembarangan orang bisa masuk
adrian mengendap-endap dan mendengarkan apa yang sedang di bicarakan oleh petugas laboratorium itu dengan wanita yang memakai masker itu
adrian mencoba memperhatikan wajah wanita itu barangkali dia mengenali sosok wanita itu namun nihil karena masker yang wanita pakai sangat sulit bagi adrian mengenalinya
"apa kamu sudah menukarnya?" tanya wanita itu ke petugas laboratorium
"sudah non saya sudah menukar sample yang akan di gunakan untuk mengecek ke**b***n pak keenan dengan sseseorang yang sudah pernah melakukan tes di rumah sakit ini yang hasilnya ******" jawab petugas itu secara detail
"bagus pastikan tidak ada yang mengetahui tentang ini, dan apa hasilnya sudah keluar" wanita itu kembali bertanya kepada petugas lab
"saya pastikan tidak akan ada yang mengetahuinya non, hasilnya sudah pak keenan ambil tiga hari yang lalu"
"good job, dan ini sisa bayaran kamu ingat jangan pernah ketauan oleh siapapun hanya kamu dan saya yang tahu masalah ini"
tanpa mereka sadari adrian sudah merekam percakapan mereka lewat kamera video di ponsel milik adrian
ini sudah termasuk melanggar hukum karena memalsukan sample seseorang untuk data rumah sakit dan alasannya sudah jelas hanya untuk kepentingan pribadi saja benar-benar merusak moral
adrian segera pergi agar tidak ketahuan bahwa dia sudah mengetahui rencana licik wanita itu dan petugas laboratorium itu hanya sekedar di manfaatkan oleh wanita itu
"dasar bodoh hanya demi uang mau melakukan hal bejad seperti itu" seloroh adrian yang pergi menuju ruangannya
adrian sampai di ruangannya dia duduk di kursi kebesarannya dan tiba-tiba dia mengingat sosok wanita yang selama ini menjadi penghuni satu-satunya di dalam hati dan pikirannya
kiara dialah sosok wanita yang mampu membuat adrian seolah mati rasa kepada wanita lain meskipun kini adrian tahu bahwa kiara sudah bersuami tapi kenapa perasaan itu malah tumbuh semakin kuat
"apa aku harus menjadi perebut istri orang untuk mendapatkan kamu kiara, apa aku harus jadi orang jahat dulu baru kamu bisa menganggap perasaannku yang tulus?"
__ADS_1