Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
JALAN-JALAN PART 2


__ADS_3

setelah mendengar semua penjelasan dari keenan dan sudah tahu apa isi hati keenan yang sebenarnya akhirnya kiara mulai melunak


kiara mulai memikirkan kembali tentang pertunangan mereka yang memang bukan suatu ide yang buruk


kiara mulai menerima statusnya kini yang sudah menjadi calon istri dari pengusaha muda yang sukses dan tampan


"mas keenan" kiara memanggil keenan dengan wajah yang tersipu malu


"iya kenapa?" keenan menjawab dengan penuh senyuman


"apa sebelum tunangan sama aku, mas pernah pacaran?" tanya kiara


"dulu sebelum mas mulai di jodohkan sana sini sama kedua orang tua mas, mas sempat menjalin hubungan dengan seseorang bahkan hampir tunangan" tegas keenan


"terus" kiara menatap keenan dengan serius


"ya terus tunangannnya gak jadi" sahut keenan


"kok gak jadi, kenapa?" tanya kiara


"karena mas gak cinta sama dia, mas mau pacaran sama dia pun hanya sekedar buat status doang, gak lebih" kiara menatap keenan heran


"kok bisa dia pacaran dan bahkan hampir tunangan tapi tanpa ada rasa cinta, memang aneh" kiara bergumam dalam hatinya


mereka terus berbincang sampai tak terasa waktu menunjukan pukul 2 siang


dan cacing-cacing di perut kiara pun mulai meronta


"mas aku laper" cicit kiara dan keenan pun terkekeh


"mau makan disini apa makan di jalan sekalian pulang" tanya keenan


"disini aja deh, kayaknya ikan bakar enak tuh" kiara berdecak membayangkan ikar bakan yang sudah ada di dalam mulutnya


"emang masih bisa nahan? bikin ikan bakar lumayan lama lho" ucap keenan


" iya gapapa aku tingguin "


"yasudah mas suruh istrinya mang ucup buat masak, kamu kalau capek mending istirahat dulu di kamar gih" titah keenan yang melihat wajah kiara nampak lelah


"iya, aku ke kamar ya. mas gapapa sendirian?" tanya kiara


"gapapa, gak bakalan ada nyulik juga" keenan tertawa kecil


kiara pun pergi meninggalkan keenan untuk istirahat sejenak di kamar


keenan bergegas mencari mang ucup untuk menyuruh istrinya memasak


keenan tidak mau membuat calon istrinya yang menunggu terlalu lama


keenan memutuskan untuk mengambil ikannya sendiri ke dalam kolam sembari menunggu mang ucup yang sedang menyiapkan bahan-bahan yang lain


"den keenan yakin mau turun ke kolam?" tanya mang ucup ragu


"biar cepet mang kalau pake pancingan pasti lama dapetnya" sahut keenan antusias


"yasudah kalau begitu,


neng gelis kemana den? kok gak keliatan?" tanya mang ucup clingak clinguk


"lagi istirahat di kamar mang, kasian cape perjalanan dari jakarta kesini" jawab keenan sembari sibuk menangkap ikan


"kapan mau di halalin atuh den, jangan lama-lama nanti keburu di ambil orang, si neng cantik begitu pasti banyak yang naksir" ucap mang ucup menggoda keenan


keenan terdiam memikirkan omongan mang ucup yang menurutnya memang benar


sebetulnya keenan ingin segera menikahi gadis yang sudah lama dia cintai itu


namun ada perasaan takut kalau keenan mengajak kiara buru-buru untuk menikah

__ADS_1


keenan takut kiara merasa di paksa dan takut kiara berubah pikiran dan akhirnya pergi meninggalkannya


keenan tidak mau hal itu sampai terjadi


"di doain saja mang, kiara masih kuliah kalau harus nikah buru-buru" keenan menghela nafas


" atuh kan nikah sambil kuliah bisa den, mamang juga denger dari orang-orang begitu da mamang mah gak punya anak yang kuliah atuh. sok di pikirin lagi, biar aden ada yang ngurusin" mang ucup mencoba memberi saran kepada keenan


mang ucup yang sudah menganggap keenan seperti anaknya sendiri tidak segan-segan memberi nasehat kepada keenan


mang ucup merasa keenan sudah pantas mempunyai seorang istri


apalagi sudah mempunyai kehidupan financial yang lebih dari cukup


keenan berpikir keras ternyata ucapan mang ucup berhasil membuat pikiran keenan tidak karuan


"sudah den jangan melamun, langsung ajak nikah saja" mang ucup tertawa


Keenan menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"mang ini ikannya sudah segini?" tanya keenan mengalihkan pembicaraan


"sudah den... sini biar mamang bersihkan. aden tunggu aja di dalam sama si neng geulis kasian atuh gak ada temennya" titah mang ucup


keenan membersihkan dirinya yang penuh dengan lumpur


seumur hidup baru kali ini keenan rela kotor-kotoran hanya untuk memenuhi keinginan seorang gadis meskipun bukan kiara yang meminta keenan turun langsung untuk mengambil ikan


setelah selesai keenan menghampiri kiara yang sedang beristirahat


ketika pintu kamar di bukan ternyata kiara masih tidur dengan sangat lelap


keenan menatap wajah kiara yang sedang terlelap dengan penuh rasa cinta


keenan tak berhenti bersyukur karena gadis yang selama ini dia impikan sudah menjadi calon istrinya


sementara di kediaman papi krisna sedang kedatangan tamu istimewa yaitu kedua orang tua keenan yang tiba-tiba datang mengunjungi rumah orangtua kiara


"jeung kok gak bilang kalau mau kesini?" tanya mami linda menyambut kedatangan calon besannya


"sengaja mendadak jeung mumpung anak-anak lagi gak ada kita bisa ngobrol leluasa" bisik mami keenan kepada mami kiara


"ayok silahkan duduk...


sepertinya ada yang mau di bicarakan" sahut papi krisna


"aku tinggal sebentar ke belakang ya jeung" mami linda berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum untuk tamunya kebetulan bi tuti lagi pergi ke pasar


sedangkan papi krisna sudah menyadari maksud kedatangan calon besannya secara tiba-tiba


"kris bagaimana kalau pernikahan anak kita segera di laksanakan saja, kalau kita sudah ada niat baik kan gak bagus juga kalau di tunda terlalu lama" papi keenan mencoba memulai percakapan mereka


"sudah kuduga ini pasti tujuan kalian kesini mau bicara soal ini, sudah ngebet nimang cucu sepertinya" papi kiara tertawa


"ya begitulah keenan kan anak kami paling besar secara umur dia sudah pantas jadi bapak, kamu setuju atau tidak kalau kita percepat pernikahan keenan dan kiara?" tanya mami kiara


"kalau aku setuju-setuju saja, masalah kuliah kiara kan bisa terus di lanjutin meskipun sudah menikah. yang sulit itu bagaimana aku menyampaikan pada putriku yang sedikit keras kepala" papi krisna menghela nafas


"ayok di minum dulu biar lebih rileks ngobrolnya" sela mami linda sembari menyimpan gelas minuman di atas meja


"kok kamu yang buat jeung, si bibi kemana?" tanya mami keenan


"biasa lagi belanja bulanan jeung" jawab mami linda mendudukan dirinya di atas sofa


mereka kembali membicarakan acara pernikahan putra putri mereka


mulai dari sewa gedung, katering dan MUA pun harus yang terbaik


karena latar belekang keluarga merekapun bukan dari keluarga yang biasa saja ya bisa di katakan mereka adalah seorang sultan

__ADS_1


hingga tidak begitu sulit bagi mereka untuk mempersiapkan acara pernikahan yang ingin segera di laksanakan


"ya sudah biar nanti aku bicarakan dulu dengan kiara, jika kiara sudah setuju baru kita tentukan waktu dan tempatnya" ucap papi krisna


"baiklah aku setuju sama kamu kris...


lebih baik kita pulang sekarang mi nanti anak-anak kebur huu pulang juga" ajak papi keenan kepada istrinya


mereka pun pulang dengan di antarkan kedua orang tua kiara sampai teras depan


ketika mobil yang di kendarai orang tua keenan sudah tak terlihat, kedua orang tua kiara pun masuk ke dalam rumah


********


sementara di villa keadaan sudah terasa sangan dingin, ikan bakar yang kiara inginkan sudah tertata di atas meja makan


waktunya keenan memanggil kiara untuk mencicipinya


tok... tok... tok...


"kiara... mas boleh masuk"


"masuk saja mas" titah kiara


"ayo makan ikan bakarnya sudah siap" ajak keenan


"mas duluan aja aku cuci muka dulu, barusan ketiduran" kiara tersenyum kikuk padahal keenan sudah tahu kalau kiara tadi sedang tidur


" ya sudah mas tunggu di bawah yaa" keenan melangkahkan kaki menuju ruang makan


setelah selesai cuci muka kiara bergegas ke lantai bawah


dia melihat jam di tangannya sudah menunjukan pukul 4 sore


kiara takut pulang ke jakarta terlalu larut


"kamu kenapa kok jalannya buru-buru gitu" tanya keenan


"sudah sore, aku takut pulang ke rumah larut malam" jawab kiara


"tenang saja kan kamu sama mas, nanti mas yang jelaskan sama om dan tante...


sekarang makan dulu setelah selesai kita langsung pulang" keenan menyodorkan satu piring berisi nasi kepada kiara


"gapapa mas biar aku saja" tolak kiara


"biar sekalian" keenan memaksa dan mengambil nasi untuk kiara


selesai menyantap ikan bakar hingga tak ada yang tersisa keenan dan kiara bersiap untuk segera pulanng ke jakarta


"mang ucup bi inah kita pulang dulu, maaf ssudah merepotkan kalian" keenan mengelus pundak bi inah dan mang ucup


"teu nanaon atuh den bibi mah seneng aden sering-sering kesini apalagi sama si neng geulis" bi inah tersenyum kepada kiara


"makasih ya bi ikan bakarnya enak banget lain kali aku pasti kesini lagi buat nyobain masakan bibi" ucap kiara sembari memeluk lengan bi inah


"ya sudah kami pulang dulu... titip villa yang mang" sahut keenan


"ya sudah atuh hati-hati di jalan, sering-sering main ke sini lagi"


keenan dan kiara mengangguk sambil tersenyum


mereka pun masuk ke dalam mobil sport milik keenan, kiara melambaikan tangannya kepada bi inah dan mang ucup


terlihat sekali raut kebahagiaan dari wajah kiara saat ini berbeda dengan sebelum dia pergi wajahnya begitu di tekuk dan jutek


#### dukungannya ya readers jangan lupa, like, komen dan vote nya


happy reading

__ADS_1


__ADS_2