
setelah mencuci muka dan menggosok gigi kiara memutuskan untuk melihat keenan di ruangan kerjanya meskipun sedang marah kiara begitu mengkhawatirkan suaminya
kiara berjalan begitu pelan karena kepalanya sedikit berdenyut ketika di bawa berjalan kiara memegang kepalanya dan menghentikan sejenak jalannya untuk meredakan rasa pusing di kepalanya
kiara membuka pintu ruangan kerja keenan namun hening dan tak ada tanda-tanda keenan di sana kiara mencoba mendekati sofa yang di dekat balkon namun keenan tetap saja tidak ada
kiara kembali berjalan menuju ke kamarnya dan ingin segera merebahkan tubuhnya dan berharap ketika dia masuk kamar keenam sudah ada disana
"kemana perginya sih, bikin khawatir aja" kiara bergumam
kiara membuka pintu kamarnya dan mata kiara memicing ketika melihat kamarnya yang sudah rapi seingatnya tadi dia meninggalkan kamar dalam keadaan berantakan semua gelas dan piring kotor pun sudah tidak ada di kamar
kiara penasaran lalu dia pergi menuju dapur untuk melihat keadaan dapur seperti apa
kiara pun terkejut ketika melihat dapurnya yang kinclong tidak ada perabotan yang kotor satupun
seluruh ruangan apartemen pun begitu rapi dan wangi aromatherapy yang membuat tubuhnya lebih rileks
"ini siapa yang beres-beres gak mungkin hantu kan" kiara bergidik membayangakan hantu gentayangan yang membereskan seluruh ruangan di apartemennya
kiara kembali ke kamarnya dan betapa terkejutnya kiara di saat membuka pintu kamarnya sudah berubah menjadi taman bunga bukannya bahagia kiara semakin takut
kiara mencoba berjalan dan menemukan satu buket bunga mawar putih di atas ranjangnya dengan di selipkan sepucuk surat
kiara membuka amplop yang berwarna merah muda dan membaca isinya
" sayang mas minta maaf pagi ini sudah membuat kamu kelimpungan dan bingung sendiri
mas berangkat lebih awal karena tidak ingin membuat mood kamu berantakan hari ini, semoga suka ya sama semua yang udah mas lakuin hari ini dan bunga ini spesial buat istri mas yang paling cantik, mas sudah siapkan sarapan di makan ya biar cepet pulih lagi badannya....
mas minta maaf belum bisa meredakan kemarahan kamu sama mas, tapi asal kamu tau mas terluka melihat sikap dingin kamu sama mas seperti ada yang hilang
semoga kamu bisa cepat memaafkan mas yang seperti anak kecil ini ya
mas mencintaimu kiara sangat"
netra kiara mulai berembun ketika melihat sepucuk surat cinta dari suaminya
memang keenan tipe pria yang romantis tapi sayangnya keenan terlalu bodoh kalau sedang cemburu dan bisa bertindak hal di luar nalar namun apapun itu kiara begitu mencintai keenan apapun kekurangannya dan menjadikan kelebihannya itu sebagai bonus
"wait... kalau keenan udah berangkat terus yang barusan naro bunga disini siapa? pas gue keluar kan ni bunga belom ada" kiara berpikir sejenak
kiara menggelenkang ketika ada hembusan angin yang meniup telinganya dari belakang
__ADS_1
jantung kiara berdegup semakin kencang dan keringat dingin mulai bercucuran di wajah cantiknya
"ya Allah semoga bukan hantu, lindungi hamba ya Allah" kiara berbicara begitu pelan namun masih terdengar
keenan yang sejak tadi berada di belakang kiara berusaha menahan tawanya yang benar saja semua ini dia persiapkan dengan susah payah dan pengorbanan kiara malah mengira ini semua adalah kerjaan hantu
mana ada hantu yang bisa romantis seperti ini
kiara membaca beberapa ayat Al-Qur'an dan sangat terdengar jelas di telinga keenan
"ya Allah kiara masih belum sadar juga ini suami mu yang menyiapakan bukan hantu" lirih keenan
kiara berbalik melihat sumber suara yang dia dengar kiara membulatkan matanya ketika melihat keenan yang sudah berdiri si belakangnya dengan setelan kantornya yang sudah rapi dan tentu saja membuat ketampanan keenan menjadi dua kali lipat
"sejak kapan kamu disini?" tanya kiara dengan nada judes lebih tepatnya sok jual mahal
"sejak kamu mengira bahwa di apartemen ini ada hantunya" keenan terkekeh
"kenapa masih di rumah bukannya udah pergi pagi-pagi banget tanpa pamit pula" ketus kiara dan keenan mengulum senyumnya
"mas gak mungkin pergi sebelum kamu tersenyum lagi buat mas" keenan semakin mengikis jarak di antara mereka hingga tubuh keduanya benar-benar menempel
"gombal" kiara berusaha menjauhkan tubuhnya dari tubuh keenan namun dengan sigap keenan langsung menahan tubuh kiara
"aduh" kiara meringis dan memegang kepalanya
"kepala kamu masih pusing?" keenan sedikit meregangkan pelukannya dan ini jadi kesempatan kiara untuk melarikan diri
"tapi boong" kiara berlari menjauhi keenan dan menjulurkan lidahnya ke hadapan keenan
"sayang... kamu ngerjain mas awas ya" keenan mengejar kiara yang sudah berlari keluar dari kamar mereka
akhirnya terjadilah aksi kejar mengejar antara sepasang suami istri yang seperti anak kecil yang sedang memperebutkan mainannya
akhirnya kiara menyerah dan duduk di atas sofa dengan nafas yang terengah-engah
"aku menyerah, aku menyerah" ucap kiara
"kita baikan ya" keenan duduk di samping kiara sembari memberikan minum kepada kiara
"tidak semudah itu fulgoso" kiara tertawa dan kembali menjulurkan lidahnya berjalan menuju meja makan
"jahat kamu" sahut keenan cemberut
__ADS_1
kiara menggidikan bahunya dan mulai mengisi mulutnya dengan makanan yang sudah keenan siapakan
kiara makan dengan lahapnya tanpa mengajak keenan yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan tajamnya
"dasar istri durhaka makan gak ngajak-ngajak suami" keenan bercebik kesal
"sini dong kalau mau jangan diem disitu atau mau kamu kelaparan seharian ini" kiara tersenyum jail ke arah keenan
keenan duduk di samping kiara dan membuka mulutnya lebar-lebar berharap kiara akan menyuapinya
"aaaaaaa......."
"apaan, makan sendiri emangnya anak kecil di suapin"
"please sayang...." keenan mengiba
akhirnya kiara menyuapi keenan dengan wajah cemberutnya keenan tak peduli sama sekali dengan raut wajah kiara yang tidak bersahabat itu
mereka menghabiskan makanannya sampai tandas
"kalau melayani suami itu harus ikhlas jangan kepaksa gitu, dosa" sahut keenan yang baru menghabiskan satu gelas air minum di tangannya
"iya ikhlas, ikhlas banget malah" kiara berdelik dan duduk di atas sofa ruang tengah
"mas berangkat ke kantor ya, gapapa kan kamu sendiri di rumah?" tanya keenan yang duduk di samping kiara
"pergi aja aku udah biasa sendiri" sahut kiara ketus
"nanti kalau hantunya datang lagi gimana?" keenan mencoba menakut-nakuti kiara
"hantunya kamu, hantu menyebalkan" umpat kiara
keenan tertawa puas sampai menggelegar di semua ruangan apartemennya
ternyata asik sekali menggoda kiara yang sedang merajuk
keenan pura-pura meminta ijin kepada kiara untuk pergi ke kantor padahal dia sudah bilang sama bagas kalau hari ini dia tak akan datang karena kiara masih sakit
keenan hanya ingin tahu bagaimana reaksi istrinya kalau keenan pergi di saat kiara belum sembuh sepenuhnya
"sayang mas pergi ya... kamu baik-baik di rumah kalau ada apa-apa segera telfon mas" teriak keenan kepada yang sudah berada di dalam kamarnya
"bodo amat" jawab kiara dengan sinisnya keenan pun tertawa geli
__ADS_1
"dasar suami gak peka, suami gak punya perasaan istri masih sakit malah mau di tinggal... nyebelin" kiara mengumpat di dalam kamarnya dia tak sadar bahwa keenan mendengar semua umpatannya