
pagi ini wajah kiara nampak berseri
tak ada raut wajah judesnya yang biasa dia perlihatkan
setelah siap-siap dengan pakaian terbaiknya hari ini kiara beranjak meninggalkan kamarnya untuk sarapan lebih dahulu sebelum berangkat ke kampus
"pagi mami, pagi papi...." sapa kiara kepada kedua orang tuanya
" cerah banget wajah putri papi pagi ini, semalam pulang jam berapa kok gak bangunin papi sama mami" tanya papi krisna yang menatap lekat putri cantiknya
" maaf pi,, semalam kia pulang kemaleman mas keenan juga langsung pulang katanya gak enak kalau mau ganggu istirahat mami sama papi" jawab kiara sembari memasukan roti ke dalam mulutnya
" memangnya kamu dari mana? kok pulangnya sampai larut gitu? papi krisna kembali bertanya
" dari bogor pi, abis dari villa milik mas keenan, suasananya masih asri banget di sana, daerah perkebunan teh gitu " kiara bercerita kepada kedua orang tuanya
" tapi kamu gak ngapa-ngapain kan, gak berbuat hal yang aneh-aneh kan? papi krisna menodong kiara dengan banyak pertanyaan
" yaa engga lah orang cuman makan ikan bakar doang sama jalan-jalan di kebun teh, emang papi pikir kia ngapain? kiara menjelaskan kegiatannya di villa kemarin
" yaa syukurlah... papi lega" papi krisna menghela nafas
" sayang sekarang kamu boleh pake motor kamu lagi buat ke kampus" sahut mami linda
" gausah mi mulai hari ini kia mau di anter jemput sama calon suami " kia tertawa geli
mami linda dan papi krisna saling lirik dengan senyumannya masing-masing
" sepertinya ada yang mulai jinak mi" bisik papi krisna kepada mami linda
" apa sih bisik-bisik, pamali tau" hardik kiara
ting tong.... ting tong...
assalamualaikum....
" ada tamu pi, biar mami yang bukain pintu" mami linda melenggang menuju ke ruang tamu
ceklekkk...
" wa'alaikum salam... eh nak keenan, kirain siapa... ayo masuk,, masuk" titah mami linda
" pagi tante..." sapa keenan mencium punggung tangan mami linda
" pagi juga calon mantu,, ayo ikut sarapan" ajak mami linda
keenan mengekori calon mertuanya menuju ruang makan
" siapa mi" tanya papi krisna
" itu calon mantu kita yang tampan udah dateng" jawab mami linda tersenyum
" pagi om... " keenan mencium punggung tangan papi krisna
" pagi... ayo ikut sarapan dulu masih pagi juga" titah papi krisna
" ayo duduk sini mas " kiara menepuk kursi yang masih kosong di sampingnya
" pagi calon istri... " keenan mengacak rambut kiara gemasss
" iiiisssshhhh kebiasaan" sungut kiara
mereka menikmati sarapan dengan sandwich dan segelas susu
mami linda dan papi krisna menatap kedua anak muda yang sedang asik mengobrol tanpa memperdulikan keberadaan kedua orang paruh baya di hadapannya
__ADS_1
" eehhhemmmm, dunia serasa milik berdua ya mi yang lain ngontrak" ledek papi krisna
keenan tertunduk malu mendengar sindiran keras dari calon mertuanya
sedangkan kiara memasang wajah judesnya kepada papi kesayangannya
" papi kayak yang gak pernah muda aja, ayo mas kita berangkat sekarang aja takut di sengat nyamuk malaria lama-lama disini"
kiara dan keenan pun pamit dengan mencium punggung tangan kedua orang tua kiara
keenan membukakan pintu mobil untuk calon istri tercintanya
" silahkan masuk nyonya bos" titah keenan tertawa
wajah kiara mulai merona ketika mendapat perhatian kecil itu dari calon suaminya
mobil keenan melaju meninggalkan rumah papi krisna
" ki... kamu gapapa berangkat di antar sama mas pakai mobil? tanya keenan yang fokus pada kemudinya
" engga, emang kenapa? jawab kiara heran
" biasanya kan kamu ke kampus pakai motor andalan kamu itu" sahut keenan
" kok mas keenan tau?
" mata mas dimana-mana kalau cuman ngikutin kegiatan sehari-hari kamu doang mah gampang" keenan menyombongkan dirinya
" sombong... mentang-mentang banyak duit tinggal ngedip semuanya beres" sahut kiara meledek keenan
keenan tertawa puas
mobil keenan berhenti tepat di halaman kampus kiara
kiara mulai membuka pintu mobil keenan namun keenan menahannya
CUP
keenan mengecup lembut kening kiara
" biar semangat belajarnya, nanti siang mas jemput ya...
belajar yang bener calon istri" keenan mengacak rambut kiara gemass
" kebiasaan deh jadi berantakan lagi kan,
yaudah aku masuk ya... kamu hati-hati"
" siap nyonya bos"
kiara keluar dari mobil keenan dan menghampiri kedua sahabatnya yang sudah mematung menunggunya
mobil keenan pun melaju pergi meninggalkan kampus kiara menuju kantornya
" morning netizen ala-ala... " sapa kiara kepada kedua sahabatnya
" lu masih gak di ijinin bawa motor cong, barusan di antar siapa? tanya viola penasaran
" gue di anter calon suami dong, mulai hari ini gue di anter jemput sama keenan" wajah kiara nampak berseri-seri
" wah... wah... tuh muka kenape sumringah amat... udah ketiban cinta lu yak" selidik denis
kiara hanya senyum-senyum sendiri membayangkan keenan yang menari-nari di dalam kepalanya
" eh cumiii lu malah cengar cengir sendiri, lu masih punya utang sama gue" hardik viola
__ADS_1
" utang apaan, ngarang lu" kiara mengelak
" utang lu kemaren seharian gak jawab telfon dari gue sama denis sombong amat lu mentang-mentang udah jadi calon bini" viola menoyor kening viola
" sorry, sorry... nanti gue cerita di kantin yak" mereka bertiga berjalan menuju ruangan untuk membahas masalah skripsi mereka
jam makan siang pun tiba kiara dan kedua sahabatnya berjalan menuju kantin di kampusanya mereka akan menagih janji kiara untuk menjelaskan kemana dia kemarin tanpa ada kabar berita
sementara di kantor, keenan sudah seperti orang yang sudah kehilangan akal sehatnya, dia hanya senyam senyum sendiri tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya
yang ada di pikirannya saat ini hanyalah kiara, kiara dan kiara
senyuman kiara seakan menjadi moodboster untuknya
" bos mau makan siang dimana? mau makan di kantin apa makan di luar? tanya bagas asisten keenan yang sudah menjadi sahabatnya sejak duduk di bangku SMA
keenan seakan mendadak tuli dia tiba-tiba tidak mendengar atau lebih tepatnya sengaja tidak memperdulikan pertanyaan asistennya itu
" emang susah kalau ngomong sama orang yang sedang di landa cinta, gue ngomong aja kagak di anggep, udah kayak makhluk halus aja" umpat bagas sembari meninggalkan keenan sendirian di ruangannya
*******
" eh oncom ku sebenernya kemaren abis dari mana sih sibuk amat kayaknya" tanya viola sembari meminum jus alpukat di hadapannya
" kemaren gue abis jalan-jalan sama keenan dari bogor, nah pas semalem kalian nelfonin gue, itu gue ketiduran di mobil" kiara bercerita kepada kedua sahabatnya
" maen lu jauh bener, ngapain dari bogor.. berobat lu" sahut denis tertawa
" kurang ajar lu...
gue abis dari villa keenan, tempatnya keren lho disana bagus buat hunting foto" kiara begitu antusias bercerita
" ngapain lu dari villa, maen kuda-kudaan lu yak" denis menunjuk wajah kiara dengan tatapan tajam
" sembarangan lu kalau ngomong kampret , minta di lakban tu congor.
keenan gak begitu orangnya... dia sopan banget gak berani dia aneh-aneh sama gue" kiara menjelaskan semuanya
mereka bertiga asik mengobrol sampai lupa dengan niat untuk membahas masalah skripsi mereka
" balik aja yuk, ngapain kek di rumah maen play station atau apa gitu" ajak denis kepada kedua sahabatnya
" bukannya mau ngebahas masalah skripsi kok malah ngajak balik" sahut viola
" lagi males mikir gue, besok lagi aja dah ngomongin skripsinya" sungut denis
" tapi gue baliknya di jemput laki gue... gini aja lu berdua duluan ke rumah gue nanti gue nyusul pake mobil sama keenan " titah kiara
" iya aja deh, kalau ngomong sama orang yang lagi kasmaran mah gak bisa di bantah " denis mengumpat
" yauda kita duluan yak" vio dan denis pergi meninggalkan kiara sendiri di parkiran kampus
kiara memutuskan menunggu keenan di halaman kampus
tanpa di sadari kiara sedang di perhatikan oleh seorang pria di seberang jalan
" ***mas aku sudah selesai ngampusnya jadi jemput kan? " kiara mengirim pesan kepada keenan
" jadi sayang... ini lagi di jalan tunggu sebentar" balas keenan***
kiara memasukan kembali ponselnya ke dalam tas nya
kiara terhenyak ketika ada seorang pria yang sudah mematung di hadapannya
pria itu menatap kiara dengan tatapan begitu tajam seakan kiara adalah santapan istimewanya
__ADS_1
### **jangan lupa like, komen dan vote nya ya readers biar author semangat nulisnya
happy reading๐๐๐**