Suami Untuk Kiara

Suami Untuk Kiara
Secret Admirer


__ADS_3

mami linda membalut luka di tangan kiara dengan perban


dan membiarkan kiara istirahat untuk menenangkan hati dan pikirannya yang baru saja patah hati


mami linda sudah mendengar semua cerita tentang davin yang secara terang-terangan mengkhianati kiara dengan teman kampusnya sendiri


mami linda kecewa kepada davin karena perbuatannya itu padahal sejak awal mami linda melihat davin sebagai pria yang sopan dan baik padahal sebenarnya dia tidak lebih dari seorang pria brengsek dan tidak bisa setia dengan sati wanita saja


kiara meminta mami linda untuk merahasiakan kejadian ini semua pada papi krisna


karena kiara hafal betul sifat papi krisna kalau tau anak semata wayangnya di permainkan seperti ini pasti papi krisna tidak akan melepaskan davin sampai ke ujung dunia sekalipun


seminggu berlalu sejak kejadian itu kiara enggan untuk pergi ke kampus apalagi bertemu dengan si tami cewek l****e yang selingkuh dengan mantan kekasihnya itu


hal ini justru membuat viola dan denis begitu khawatir dengan keadaan skaca biar at tersayangnya itu


denis dan viola memutuskan pergi ke rumah kiara untuk memastikan keadaan sahabatnya


di tengah perjalan menuju parkiran kampus tanpa sengaja mereka bertemu dengan tami


viola menatap sinis kepada tami namun tami dengan wajah tanpa dosanya malah menggoda denis yang sedang sibuk dengan ponselnya


"cewek gak tau malu lu, emang ****** lu tami" umpat denis kesal


"jangan galak-galak dong tampan, aku bisa lho puasin kamu dalam satu malam biar kamu gak galak lagi" sahut tami yang terus menggoda denis


"cciihhhh najis" ucap denis meninggalkan tami sembari bergidik ngeri


*


*


*


*


*


tok... tok... tok...


"non ada den denis dan non vio" ucap bi tuti di balik pintu kamar kiara


" suruh masuk aja bi pintunya gak di kunci kok" sahut kiara


denis dan viola pun masuk ke dalam kamar kiara


viola dan denis memicingkan matanya melihat tangan kiara yang di balut oleh perban


"cong are you oke? tangan lu kenape di perban? lu gak niat mau bunuh diri kan?"" tanya denis dengan matanya yang masih melotot


"sue lu... ya kali gue mau bunuh diri cuman gara-gara di selingkuhin sama cowok brengsek itu, apa kata dunia" kiara terkekeh


"terus kenapa tangan lu pake di perban segala? lu gak bikin ulah lagi kan? " tanya viola dengan tatapan tajam

__ADS_1


"ceritanya gini gue emosi lan ngeliat foto gue sama si kadal burik gue ancurin aja semuanya terus gue rames tu pecahan kacanya" sahut kiara santai


" kenapa gak sekalian makan aja tuh pecahan kaca biar kayak kuda lumping, debus dah lu sekalian" ucap denis kesal


kiara tertawa mendengar ocehan kedua sahabatnya yang memang sedikit sengklek


mereka melanjutkan obrolan mereka yang isinya sama sekali tidak berpaedah namun tak dapat di pungkiri kehadiran kedua sahabatnya itu membuat kiara menghilangkan kesedihannya


"non permisi ada paket bunga buat non kiara" sahut bi tuti yang memberikan buket bunga itu kepada kiara


"hebat lu cong baru seminggu putus udah dapet gacoan lagi" ucap denis meledek


"gacoan dari hongkong, gue aja gak tau siapa yang ngirim ni bunga" sahut kiara bingung


"non vio sama den denis mau minum apa? " tanya bi tuti


" apa aja bi asal jangan racun" jawab denis tertawa


bi tuti memukul lengan denis sembari tertawa dan pergi meninggalkan kamar kiara untuk bikin minuman


"coba lu liat kartu ucapannya pasti ada nama pengirimnya disitu " ucap viola


kiara membuka kartu ucapan dan mulai membacanya


"get wel soon kiara... from Mr. K" ucap kiara yang membaca isi pesan dari kartu ucapan itu


"mr. k siapa? yang jelas bukan davin ya" viola tertawa


bi tuti kembali ke kamar kiara membawakan minuman dan cemilan untuk kedua sahabat kiara


denis menegak es jeruk di gelas yang berada dalam genggamannya sampai tandas


"haus wa" tanya kiara terkekeh


"perjalanan jauh ya say" sahut denis tertawa puas


"lu kapan mau ke kampus lagi? jangan biarin si tami ngerasa menang dong?" viola mulai memanasi kiara


"lu mau gue jadi bahan gunjingan karena perban di tangan gue" umpat kiara


"lah salah sendiri pecahan kaca lu rames" sahut denis meledek


dddrrrttt... ddddrrrtttt... dddrrrttt


satu panggilan masuk di ponsel kiara dari davin


kiara mendengus dan sama sekali tidak memperdulikannya


davin sampai berulang kali melakukan panggilannya sampai membuat kiara merasa muak


akhirnya kiara memutuskan untuk memblokir nomor mantan kekasihnya itu dari ponselnya


"dasar cowok gak tau malu, masih aja berani buat ngehubungin gue" kiara mendengus

__ADS_1


"itu yang barusan nelfon si davin?" tanya viola


" iya dari semalen dia nelfonin gue, jijik gue sama dia ngeliat mukanya aja ogah gue" umpat kiara yang benar-benar kesal


17:00


denis dan viola akhirnya pamit dari rumah kiara karena masih ada urusan yang lain


viola dan denis melarang kiara untuk mengantar mereka walau hanya sampai teras depan


mereka ingin kiara istirahat supaya benar-benar pulih dan bisa segera pergi ke kampus lagi


hari demi hari sudah kiara lalui kiara sudah mulai terbiasa tanpa kabar dari davin


perlahan luka di hatinya juga sudah mulai membaik


kiara tidak ingin terus berlarut dalam kesedihannya


kiara kembali ke kampus dengan keadaan perban di tangannya sudah di lepas


kiara menjalani aktifitasnya seperti dulu


bahkan sekarang kiara sudah terlihat baik-baik saja


ketika melihat tami pun kiara seolah tidak pernah terjadi apa-apa


kiara terlihat santai dan cuek


kiara sudah melupakan semua kejadian yang membuat hatinya hancur seketika


sekarang dia memulai membuka lembaran baru tanpa ada nama davin di hidupnya


denis dan viola ikut senang melihat kiara yang sudah kembali ceria lagi seperti kiara yang dulu


kiara yang dulu belum mengenal sosok davin


dua bulan berlalu


kiara semakin di sibukkan dengan menyusun tugas akhir kuliahnya yaitu menyusun skripsi


sesekali kiara menyempatkan dirinya untuk ikut balapan lagi bersama teman-teman geng motornya itu


karena tidak bisa di pungkiri kiara tidak bisa begitu saja melepas hobi balap motornya walaupun papi krisna bersikeras melarangnya


saat ini kiara merasa kebingungan karena semenjak hubungannya dengan davin berakhir


semakin sering kiara mendapatkan kiriman buket bunga, boneka dan barang-barang lain yang di kirim kerumahnya olah si Mr. K itu


"ni orang niatnya apaan sih ngasih gue kayak beginian, di kira gue gak mampu beli sendiri apa" batin kiara yang mulai merasa risih


bagaimana tidak risih di kamar kiara sekarang sudah penuh dengan barang-barang yang di kirim oleh Mr.K itu


kiara sama sekali tidak ada niat untuk membuang semua barang itu meskipun dia merasa risih karena membuang kiriman orang sama saja dengan tidak menghargainya

__ADS_1


__ADS_2